Friday, August 18, 2017

Mie Ayam Terenak Di Daerah Semarang Bawah (Part 1)


Sebagai penggemar makanan berbahan dasar mie, berburu kuliner mie ayam enak di Semarang itu jadi sebuah tantangan tersendiri. Sedikit berbeda ketika sedang berada di Bandung, dimana mie ayam enak itu pabalatak* (read: tersebar di mana-mana) bahkan di komplek-komplek perumahan pun bisa ditemukan Mamang Penjual Mie Ayam yang rasanya tersohor sampai ke daerah lain. 

Di Semarang, menurut saya agak susah menemukan kuliner mie ayam yang maknyus-nya begitu tersohor. Kalau pun ada, lokasinya menyebar di beberapa titik. Dan biasanya nggak sebanyak di Bandung. 

Kelebihan berburu kuliner mie ayam di Semarang adalah kita bisa fokus karena jumlahnya memang nggak terlalu banyak. Dan karena lokasinya tersebar, berburunya bisa sekalian jalan-jalan. 

Setelah blusukan ke beberapa tempat. Ini nih, beberapa daftar Mie Ayam Terenak Di Daerah Semarang bawah.

1. Mie Ayam Srikandi. 

Bakul Mie Ayam Srikandi ini awalnya berlokasi di daerah Sisingamangaraja kemudian pindah ke daerah Lamper Tengah Raya No. 614. Pertama kali mencoba mie ayam ini sekitar tahun 2006-an. Iya, udah lama banget kan. Konon sih, Mie Ayam Srikandi ini memang legendaris. Makanya saat tahun 2017_berarti 11 tahun kemudian_masih bertahan jualannya dan rasanya pun masih selezat waktu saya mencicipi pertama kali.

Soal rasa, mie ayam ini memiliki kuah kaldu yang lebih pekat dan potongan ayam yang lumayan besar. Harga mie ayam di sini mulai dari Rp. 15.000 saja. Kuahnya yang mantap dan mienya yang kenyal menjadikan pengalaman makan mie di sini sangat memuaskan sekaligus mengenyangkan. 

Mie Ayam Srikandi Yang Legendaris

2. Mie Ayam Jakarta Samping Multindo.

Kalian yang penggemar mie ayam a la Jakarta wajib mencoba warung mie ayam yang ada di Jalan Pandanaran ini. Tepatnya sih, di jalan samping seberangnya Multindo. 

Mie yang disajikan di sini berbentuk pipih, kuahnya termasuk yang ringan dan agak bening. Meskipun terkesan ringan, tapi perpaduan rasa yang tercipta dari kuah kaldu, mie, serta baksonya bikin nagih. Selain pakai bakso, kalian juga bisa memilih menggunakan pangsit goreng atau rebus sebagai pelengkap. Harga per porsinya mulai dari Rp. 8000,- saja. 

Mie Ayam Jakarta Seberang Multindo.

3. Mie Ayam Jhony

Pertama kali menemukan warung mie ayam ini karena ketidaksengajaan. Suatu hari ketika saya melintas di daerah Pierre Tendean, ada sebuah warung kecil yang dipadati pembeli. Kepo dong, warung itu jualan apa. Saya pun melipir turun dan mendatangi warung tersebut yang ternyata menjual mie ayam. Waktu lihat gerobaknya, aura enaknya langsung kerasa. Apalagi melihat gulungan mie yang kayaknya alami gitu. Langsung deh, nyari tempat duduk dan memesan seporsi mie ayam yang siang itu tinggal tersisa untuk tiga orang saja.  

Bener dong, ternyata rasanya maknyus. Kuahnya berwarna coklat kekuningan, agak manis. Mienya memang buatan rumah, kenyal dan gurihnya juga pas. Pelengkap seperti baksonya juga tergolong enak. 

Sejak itu Mie Ayam Jhony ini jadi langganan. Selain karena rasanya yang enak, harganya juga terjangkau. Nggak sampai 10.000 untuk seporsi mie ayam biasa dan teh hangat. Kalau penasaran, coba aja ke daearah Tendean, nggak jauh dari LIA Tendean yang lama kalian bakalan menemukan warung mie ayam ini. 



4. Mie Ayam Rumput.

Pertama kali denger namanya agak sangsi kalau mie ayam ini bakalan sesuai ekspektasi. Ternyata pas sudah nyicipin seporsi jadi pingin tambah lagi gitu karena porsinya agak kecil tapi rasanya maknyuss banget. 

Disebut mie rumput karena warnanya hijau. Kuah pelengkapnya berwarna kuning dan agak berminyak. Pelengkap seperti bakso dan pangsit gorengnya semakin menambah kelezatan mie ayam ini. 

Kalau mau mencoba, kamu bisa mengarahkan kendaraanmu ke daerah Pasar Bulu, lalu beloklah ke Jalan Suyudono tempat warung mie ayam ini berada. Buat kamu yang berpuasa Senin-Kamis bisa berbuka gratis dengan mie ayam di sini. 



Pemburuan mie ayam terenak di daerah Semarang bawah ini belum berakhir, lho. Daftarnya mungkin saja akan bertambah. Kalau kalian punya masukan atau pengalaman tentang itu, silakan berbagi di komen, ya. 

Little Organic Kitchen : Berbagi 'Bahagia' Di Sebuah Dapur Kecil


Sekitar tiga tahun yang lalu, embrio kecil dari usaha rumahan, Little Organic Kitchen, mulai berkembang. Dari yang awalnya berupa renik ide yang tak kunjung dieksekusi sampai akhirnya ada satu momen yang memaksa saya untuk mewujudkannya. 

Momen untuk segera mewujudkan ide tersebut jadi nyata, terlaksana justru karena saat itu saya dianugerahi sakit. Dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan pola makan diri sendiri, kemudian mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut, berlanjut dengan keinginan untuk berbagi pada teman-teman yang selama ini memberikan dukungan, akhirnya dirintislah Little Organic Kitchen

Pendorong seseorang membangun sebuah usaha itu berbeda-beda motifnya. Ada yang karena motif ekonomi, aktualisasi diri, sampai karena ingin menantang diri sendiri. Kalau boleh merangkum jadi satu kalimat, saya menyebutnya motif untuk memberdayakan diri. Saya yakin hampir semua wanita memiliki keinginan untuk memberdayakan dirinya. 

Sepertinya Mba Wahyu Widya dan Muslifa Aseani atau yang akrab dengan panggilan Bunsal bisa menangkap motif tersebut. Dan nyatanya motif tersebut memang ada di dalam setiap diri wanita. Keduanya lalu mengangkat tema 'Bisnis Rumah Impianmu' untuk arisan link blog bersama Komunitas Gandjel Rel periode ke-9 ini. 

Saya sering bertanya pada diri sendiri apakah sudah puas dengan pencapaian yang saya dapatkan dari merintis usaha ini? Jawabannya adalah belum dan masih sangat jauh dari yang saya bayangkan. 

Hipotesis awal dari usaha rumahan Little Organic Kitchen adalah bahwa sebuah kebahagiaan akan semakin berlipat ganda berkahnya apabila dibagikan. Banyak yang bertanya apa sih, hubungannya makanan sehat dengan kebahagiaan? 

Dulu, saya belum bisa menjawab dengan data dan fakta, baru bisa menjawab sebatas pengalaman saja. Kemudian pelan-pelan seiring sejalan, saya pun mulai menimba ilmu di bidang Naturopathy dan mengaitkannya dengan ilmu Psikologi yang bertahun-tahun saya pelajari. Kemudian mendapatkan benang merah dari keduanya, bahwa penyakit mental sangat dipengaruhi oleh kondisi perut kita. Apa yang kita makan memengaruhi pola hidup, pola hidup sangat berkaitan dengan kebahagiaan. 

Kalau mau membahas kaitan keduanya bakal panjang dan sedikit melenceng dari tema, nih. Jadi, balik lagi ke tema 'Bisnis Rumahan Impian' dulu, ya. Lain waktu akan dibahas kaitan antara pola makan, pola hidup, dan kebahagiaan.

Sebagian besar wanita yang ingin punya usaha sendiri, kebanyakan ingin memulainya dari rumah. Banyak alternatif bidang usaha yang bisa dirintis, mulai dari yang berkaitan dengan hobi sampai keahlian spesifik. Bidangnya bisa kuliner, fashion, sampai home decor.

Untuk memulai sebuah usaha rumahan yang bisa berkembang, niat saja nggak cukup. Sedikit demi sedikit, juga harus mau belajar tentang kewirausahaan. Selain itu, belajar soal pemasaran, dilanjutkan dengan berjejaring agar usahanya terus berkembang.

Menurut saya, nggak ada resep mujarab yang sifatnya seragam untuk semua orang dalam hal berbisnis. Masing-masing punya resep dan kiatnya sendiri. Biasanya, semua itu ditemukan kalau sudah terjun langsung menjalankan usaha.

Jadi sebenernya, ketika merintis usaha, kita juga sekalian mempelajari ilmu dan trik-triknya. Kalau menurut saya, berwirausaha itu lebih kepada learning by doing, bukan belajar dulu baru praktek. Seringnya, pembelajaran berharga didapatkan saat kita sudah menjalankan usaha.

Saat belum memulai dan masih ada di angan-angan, saya merasa usaha yang sedang saya geluti akan berjalan sesuai bayangan. Kenyataannya, cukup banyak juga kendala yang saya temui dalam perjalanan. Beberapa kendala itu nggak menjadikan berhenti, tetapi menuntut saya untuk mencari solusi dan belajar lagi.

Kendala yang saya temui dalam bisnis kuliner beragam, dari mulai proses produksi sampai distribusi. Setiap lini ada saja hal kecil yang harus dicermati.

Satu hal yang menjadi prinsip utama dalam usaha Little Organic Kitchen adalah, mengerjakannya dengan happy agar konsumen juga bisa merasakan kebahagiaan ketika mengonsumsi produk-produknya.

Untuk beberapa produk, seperti salad dressing, minuman dan cakery, saya harus turun tangan sendiri saat proses produksi. Ada juga syarat khusus seperti kondisi badan harus fit, nggak boleh lagi pilek atau kecapean, mengolah bahan makanan selalu dengan tangan kanan, memulai dengan Bismillah dan hal-hal kecil yang jadi 'resep rahasia' lainnya.

Prinsip lainnya adalah berbagi. Bentuknya bisa macam-macam, nggak harus berbagi resep rahasia. Menularkan gaya hidup sehat, berpikir positif, dan sharing melalui cooking class merupakan salah satu cara Little Organic Kitchen bisa terhubung dengan pelanggan.

Ke depannya masih banyak yang ingin saya kembangkan dari usaha rumahan ini, salah satunya adalah untuk membantu distribusi produk-produk hasil olahan petani lokal. Pengin banget rasanya, punya offline store yang menjual produk-produk lokal yang organik, plus kafe kecil tempat teman-teman bisa ngobrol dan berbagi kebahagiaan.


Mungkin, itu sedikit kisah tentang bisnis rumahan yang saya jalani, semoga teman-teman yang sudah berniat untuk berwirausaha bisa segera memulainya, ya. Karena kita nggak pernah tahu apakah sebuah usaha cocok untuk dijalankan kalau tidak kunjung memulainya. 

Wednesday, August 16, 2017

Lot Cafe 28 : Dua Rasa Delapan Cerita

Hampir dua pekan yang lalu, tepatnya tanggal 3 Agustus 2017, Lot 28 yang berada di ruas Jalan Singosari Raya mengadakan soft launching-nya. Semenjak hari itu, saya sudah tiga kali kembali ke sana untuk ngopi cantik atau makan siang bersama teman atau rekan kerja. Artinya, Lot 28 punya lebih dari sekadar sebuah 'tempat baru' yang menjadi magnet bagi pengunjung, termasuk saya. 

Pertama kali datang ke sebuah tempat, biasanya kebanyakan orang didorong oleh rasa penasaran akan 'tempat yang baru' tersebut. Kali kedua, biasanya seseorang merasa puas dengan kunjungan pertamanya dan ingin mengulang pengalaman tersebut. Kunjungan ketiga, artinya seseorang sudah mulai connected dengan tempat tersebut, baik karena suasana tempatnya, makanan dan minuman yang disajikan, maupun harga serta pelayanannya. 

Lot 28 adalah salah satu kafe yang menurut saya menjanjikan pengalaman 'connected' tersebut. Kenapa begitu? 

Pertama, karena lokasinya strategis dan punya area parkir menjorok ke bagian dalam. Ini penting karena ruas Jalan Singosari Raya termasuk ruas jalan yang memiliki deretan kafe-kafe. 

Pada hari tertentu ruas jalanan tersebut seringkali padat oleh pengunjung bermobil. Parkir di pinggir jalan, sementara kita sedang pengin ngafe agak lama suka bikin nggak tenang, tapi Lot 28 bisa menangkap kebutuhan itu. Mobil bisa parkir di area dalam dan kita pun bisa ngafe dengan tenang. 

Oya, angka 28 menunjukkan dimana bangunan kafe itu berada, yaitu Jalan Singosari Raya No. 28. Tapi bukan cuma itu, katanya angka 2 dan 8 menggambarkan dua rasa dengan delapan cerita. 

Bagi saya, bisa jadi akan ada dua sampai delapan alasan mengapa Lot 28 ini 'nyambung' dengan saya.

Fasad bagian depan Lot28. Bagian bawah bangunan dimanfaatkan sebagai area parkir.

Suasana lapang dan nyaman berkat pemilihan furnitur yang ringan dan bernuansa kayu

Mural pada salah satu bagian dinding dan tata cahaya yang nyaman di mata.

Pemilihan warna monokromatik dan sentuhan 'hijau' dari sukulen serta indoor plants

Alasan kedua adalah suasananya. Pertama kali masuk ke Lot 28 saya langsung bisa merasakan atmosfer yang sama seperti saat melihat fasad bangunannya: simpel namun berkesan. 

Interiornya, mengusung gaya Hipster Scandinavian yang fungsional. Memadukan warna-warna monokrom dengan sentuhan aksen segar dari mural di dinding serta percikan warna hijau dari sukulen dan tanaman-tanaman di dalam ruangan. 

Lot 28 berhasil menciptakan ambience yang lapang dan tenang berkat desainnya tadi, juga pemilihan furnitur serta tata cahaya ruang yang nyaman di mata. Ini salah satu nilai lebih karena beberapa tempat justru berusaha keras menarik perhatian pengunjung dengan dinamika warna yang justru menjauhkan suasana nyaman di mata.

Kita bisa memilih untuk duduk di area bar, saat ingin berbincang soal kopi dengan para barista.

Alasan ketiga adalah pelayanannya yang ramah, baik dari staf, crew, maupun baristanya. Kafe bagi saya bukan sekadar tempat untuk terhubung antar pengunjung, tetapi juga tempat untuk terhubung dengan orang-orang yang menghidupkan tempat tersebut. 

"Misalkan kalau saya mau tanya-tanya soal kopi atau apa makanan favorit yang jadi andalan tempat ini, semua bisa berubah menjadi sebuah obrolan, bukan sekadar transaksi," tutur salah satu teman yang waktu saya ajak ke Lot 28 menyebutkan salah satu syarat tempat hangout yang menyenangkan. Dan menurutnya, Lot 28 punya itu. 

Alasan keempat, jam bukanya dari pagi tepatnya pukul delapan. Di Semarang itu masih susah cari kafe yang bukanya pagi. Kalau pas ada meeting dengan klien atau mencari tempat menunggu selepas mengantar anak ke sekolah, kadang bingung mau kemana. Mal belum buka, co-working space masih langka. Nah, Lot 28 tampaknya bisa menjawab kebutuhan tersebut. Untuk yang suka hangout sampai malam, Lot 28 juga bisa menjadi pilihan.

Cheese burger dengan beef patty yang tebal dengan side dish french fries. Rp. 29.091

Menu pizza mulai harga Rp.29.091 sampai 40.900 yang bisa dinikmati bersama teman-teman. 

Pilihan lunch yang agak berat bisa memilih chicken cordon bleu seharga Rp. 25.455

Aneka camilan ringan, salah satunya Crispy Enoki, untuk teman ngopi atau ngobrol bersama teman. Harganya Rp 18.182

Soto betawi yang segar. Rp 29.091

Alasan kelima, yang tentu saja sangat penting adalah makanan dan minumannya. Soal makanan, Lot 28 punya menu yang variatif mulai dari Western atau Japanese Food sampai Local-Traditional Food. Dengan pilihan yang beragam itu, pengunjung bisa leluasa menentukan pilihannya. Porsinya juga beragam, dari mulai yang ringan sampai berat. Jadi pengunjung yang memang belum terlalu lapar saat berkunjung ke Lot28 dan hanya pengin ngemil sambil ngopi pun bisa.

Cappucino Rp.23.000 

Green Light Rp. 15.000
Aneka jenis kopi yang disajikan di Lot28

Kelebihan lainnya adalah adanya aneka jenis kopi yang bisa dipilih oleh pengunjung, mulai dari espresso sampai latte. Lot28 menyajikan kopi dari seluruh penjuru nusantara mulai dari Kopi Gayo sampai Kintamani. Minuman penyegarnya pun nggak kalah variatif baik dari segi rasa maupun tampilannya. Ada Lychee Tea yang segar, aneka pilihan jus buah dan milkshake sampai jenis minuman semacam mocktail atau mojito.

Alasan keenam adalah harganya yang relatif terjangkau. Dengan porsi makanan yang cukup mengenyangkan baik untuk santap siang atau malam, harga-harga makanan di Lot28 termasuk reasonable. Begitupula dengan  harga minumannya.

Alasan ketujuh, kafe ini juga terkoneksi dengan sambungan internet wifi yang cukup kencang. Meskipun nggak semua pengunjung membutuhkan koneksi internet untuk bekerja saat ngafe, tetapi saat ini kebutuhan bersosmed pengunjung bisa dikatakan cukup tinggi. Sembari ngopi atau ngemil cantik di Lot28, pengunjung juga memiliki kebutuhan untuk mengunggah aktivitasnya tersebut di sosmed.

Sepanjang ini, sudah ada tujuh alasan kenapa Lot28 menjadi sebuah kafe yang 'connected' dengan pengunjungnya. Bagaimana dengan alasan kedelapan? Untuk yang kedelapan ini, sepertinya kalian harus berkunjung sendiri ke Lot28 dan menemukan 'faktor x' lainnya sehingga bisa menjawab kenapa Lot28 masuk ke daftar tempat hangout yang menyenangkan.

Jadi siapkan agenda kopdar atau sekadar ngopi dan ngobrol berkualitas bersama teman di Lot28 serta temukan alasan kedelapan kenapa tempat ini pantas masuk ke daftar tempat rekomendasi. 

Monday, August 14, 2017

Lima Kriteria Film Yang Berkesan Menurut NEST Family

Tema arisan link blog bareng komunitas Gandjel Rel kali ini menyenangkan banget, deh. Ringan dan nggak bikin mikir, hehehe. Terima kasih buat Mba Untari dan Isul yang sudah memilih tema tentang film yang paling berkesan. 

Sebenernya kalau mau ngomongin soal nonton film. Selera nonton film saya agak bergeser tahun-tahun belakangan ini. 

Dulu, zaman belum jadi emak-emak, gampang banget kalau ditanya apa film favorit yang paling nggak bisa dilupakan. 

Jawabannya, pasti film bergenre horor dan thriller. Gimana nggak, biasanya kalau habis nonton film horor memang bisa ya langsung lupa sama jalan cerita dan sensasi yang ditimbulkan dari menonton kisah tersebut? 

Waktu menonton film bergenre horor, tubuh kita dibanjiri adrenalin. Nah, sensasi itulah yang bikin seseorang merasa sesuatu sangat berkesan di ingatannya. Bahkan kalau nonton sesuatu yang memacu aliran hormon adrenalin, tubuh juga bakalan ikut bereaksi lho. Ada keringat dingin, detak jantung yang berpacu kencang, sampai ada juga yang merasa mual atau pingin nangis. 

Penyuka kisah-kisah yang memacu aliran hormon adrenalin ini biasanya bakal ketagihan nonton film dengan tema yang sama untuk bisa mengulang sensasi yang sempat dirasakannya. 


Entah gimana yaa, setelah jadi emak-emak saya nggak lagi suka nonton film bergenre horor. Film tersadis atau ter-thriller yang terakhir saya tonton adalah serial Dexter. Film yang berkisah tentang sosiopath yang membunuh karena sebuah alasan 'kemanusiaan' ini berhasil membetot perhatian saya selama beberapa season. Sampai akhirnya bosen sendiri. 

Lepas dari Dexter, film pemacu adrenalin lain yang masih digemari sampai saat ini biasanya sejenis film-film macam Sherlock atau yang berbau detektif-detektifan, agen rahasia, semacam film-filmnya Babang Bond, deh. 

Dasarnya saya ini penyuka segala jenis genre film dan nggak pernah membatasi mau nonton apa aja, hayuklah selama bukan yang grotesque lhoo yaa. 

Meskipun begitu, saya juga punya kriteria untuk memasukkan beberapa film menjadi kategori favorit atau paling berkesan. 

Biasanya, film yang berkesan dan nggak gampang dilupakan itu kalau:

  1. A Movie You've Watched Over 5 Times That You're Still Entertained By. 
  2. Film yang bisa ditonton dan dinikmati bareng keluarga. 
  3. Film yang sampai bikin saya googling tentang behind the scene-nya. 
  4. Film yang bikin saya nggak bisa move on dengan karakter salah satu tokohnya, setting atau lokasinya, dan kalimat-kalimatnya. 
  5. Film yang bikin saya ingin mengunjungi lokasi tersebut. Hampir sama sih, sama yang di atas. Tapi ini lebih spesifik ke tempatnya. 

Ternyata ya, setelah mengubek-ubek rak televisi sekaligus rak memori, film yang masuk kategori di atas itu adalah: Semua film-nya Ghibli. 

Ada sih, yang lain. Tapi yang memenuhi semua kategori itu adalah film-film animasinya Hayao Miyazaki. Saking spesialnya film-film tersebut, kami punya satu malam yang disebut Hayao Miyazaki Night. Malam dimana semua ngumpul di ruang nonton tivi, bawa camilan macem-macem, dan memilih Ghibli Movie apa yang bakal kita tonton. 

My Neighboor Totoro

Ponyo

Spirited Away

Hampir semua film animasinya Hayao Miyazaki kita tonton lebih dari lima kali. Setiap kali menontonnya selalu saja ada hal baru atau pemahaman baru dari film yang kita tonton tersebut. Nggak ada yang merasa bosan atau nggak terhibur saat kita nonton Spirited Away atau My Neighboor Totoro. 

Kriteria kedua, juga masuk. Hampir sebagian besar film animasinya Miyazaki kita tonton bareng. Bahkan si toddler adalah fans beratnya Totoro dan Ponyo. Sampai kalau telapak kakinya kotor, si toddler masih suka menyangka kalau itu perbuatannya makuro kurosuke


Kriteria ketiga sampai keempat udah jelas banget. Setelah suka, mau nggak mau jadi cari tahu segala hal tentang film tersebut. Pingin punya merchandise-nya dan mengoleksi semua yang berhubungan dengan tokoh-tokoh di film. 



Yang belum kesampaian adalah bisa datang ke salah satu lokasi film tersebut. Tempat yang paling pingin saya datangi adalah, padang rumput dan bunga di film Howl's Moving Castle. 

Agak-agak nggak masuk akal sih, karena tempat itu hanya ada di imajinasinya Mr. Hayao Miyazaki. Tapi waktu tahu di Jepang ada Museum Ghibli. Tempat tersebut langsung masuk ke Bucket List kita. 

Sudah pernah nonton film-film animasinya Studio Ghibli? Rekomendasi saya, coba deh ajak anak-anak nonton Totoro pasti bakal suka. 




Friday, August 11, 2017

Tampil Stylish Saat Traveling Dengan Jaket Parka

Setiap kali mau traveling dengan durasi perjalanan minimal dua sampai tiga hari, saya sering merasa bingung dengan pakaian yang harus dibawa atau dikenakan. 

Pasalnya, kalau bawa baju terlalu banyak, ransel atau koper kan jadi berat dan sesak, ya. Tapi jadi serba salah juga misalkan nanti ada rencana untuk berfoto atau bikin semacam outfit of the day di beberapa spot yang didatangi, masa bajunya sama semua. 

Mengabadikan momen traveling dengan diri kita ada di dalam frame foto menjadi salah satu agenda penting-nggak-penting juga sih. Tapi buat saya yang menjadikan jalan-jalan dan memotret sebagai salah satu bagian dari pekerjaan, agenda berfoto di salah satu spot yang didatangi jadi wajib hukumnya.

Buat mengatasi supaya barang bawaan terutama baju nggak menuhi-menuhin ransel, biasanya sejak di rumah saya sudah mereka-reka dulu nanti mau pakai baju seperti apa. Intinya menyiapkan wardrobe-nya dulu deh. Dari mulai bawahan, atasan, sampai pelengkap lain seperti sepatu atau tas sudah dijajal dulu saat di rumah. 

Setelah beberapa kali packing dan mereka-reka pakaian apa yang bakal dikenakan saat bepergian, saya jadi hapal banget kira-kira baju apa yang bakal kepakai selama jalan-jalan dan mana yang bakal cuma menuh-menuhin ransel doang. 

Ternyata outerwear adalah salah satu item wajib yang harus dibawa pas traveling. Salah satu outerwear yang paling pas dipakai saat traveling adalah jaket parka. 

Biasanya jaket parka banyak dikenakan oleh orang-orang di negara yang memiliki empat musim. Kalau di Asia, orang-orang Korea termasuk yang paling kelihatan sering mengenakan jaket parka. Apalagi ketika musim dingin tiba. Model yang mereka kenakan juga modis-modis. Nggak asal tebal dan membalut tubuh saja. Potongan jaket parka yang mereka kenakan unik-unik dan warnanya pun menarik.

Jaket parka menjadi pilihan outerwear untuk menutupi t-shirt lengan pendek yang saya kenakan saat menjelajah hutan. 

Jaket parka warna khaki melengkapi outfit jalan-jalan ke Padepokan Batik Pesisir di Pekalongan. 

Jaket parka bisa jadi alternatif outfit buat traveling. Kita bisa memadukannya dengan baju dalaman berwarna kontras maupun senada, tergantung kebutuhan. Sesuaikan saja dengan lokasi yang akan kita datangi. Misalnya, kalau jalan-jalan ke tempat yang relatif panas pilih yang agak tipis bahannya, namun tetap menyerap keringat.

Jaket parka ada yang terbuat dari bahan fleece tebal dan ada juga yang anti air terbuat dari bahan taslan yang bersifat tidak mudah luntur dan dapat menyerap kotoran dari luar.

Perhatikan juga model dan potongan jaketnya. Apakah sesuai dengan bentuk tubuhmu atau tidak. Jaket parka yang berpotongan simpel sesuai untuk kamu yang suka dengan gaya minimalis.


Jaket parka dengan banyak kantong dan penutup kepala, akan terlihat modis saat dikenakan jalan-jalan ke tempat yang berhubungan dengan alam.

Jaket parka berbahas tipis dengan motif, bisa dikenakan saat city tour sehingga penampilan kamu terlihat maksimal dan eye catching.


Supaya ada referensi tentang model jaket parka yang pas dikenakan untuk traveling, biasanya saya browsing dulu beberapa model di salah satu marketplace. Paling sering sih, di Zalora karena di sini saya bisa melihat-lihat aneka model jaket parka dengan bahan yang berkualitas dan harga yang sesuai kantong.

Nah, kalau kamu juga mau menjadikan jaket parka sebagai salah satu item wajib saat traveling, nggak ada salahnya kamu intip beberapa koleksi di sini. Jadi kamu bisa memadu-padankan warna, model, sampai bahan yang sesuai dengan outfit traveling kamu.




Thursday, August 10, 2017

Pekalongan : Pesona Bumi Legenda Batik Nusantara


Kereta api yang kami tumpangi berangkat dari Stasiun Poncol, Semarang pukul 08.45 menit. Dari dalam kereta, langit terlihat cerah dan matahari bersinar cukup terik. Namun suasana di dalam kereta ekonomi yang adem, membuat perjalanan kami menuju ke sebuah kota yang terkenal sebagai sentra industri batik Indonesia jadi terasa nyaman. 

Pukul 10 lewat sembilan menit, kereta api merapat di Stasiun Pekalongan. Sebuah perjalanan singkat yang cukup berkesan karena sepanjang perjalanan tadi, kami disuguhi pemandangan yang cukup cantik: pesisir Laut Jawa di beberapa kelokan rel kereta berpadu dengan hamparan sawah atau ladang. 

Pekalongan berlokasi sekitar 100 km ke sebelah barat Semarang. Di hari-hari tertentu seperti libur lebaran, kota yang terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya ini, sering dilewati oleh para pemudik. 

Kalau kita bertanya kepada para pemudik tentang apa yang akan mereka cari di Kota Pekalongan, sebagian besar pasti akan menjawab: Batik. 

Begitu lekatnya citra kota ini dengan batik menjadikan Pekalongan masuk ke dalam jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori folk art pada Desember 2014 lalu. Tidak heran apabila city branding yang melekat pada Pekalongan adalah World's city of Batik.

Kalau mau menelusuri lebih detail, batik Pekalongan mempunyai corak khas yang sangat variatif. Corak tersebut bisa jadi disebabkan oleh adanya akulturasi dari beberapa kebudayaan. Sebab, menurut sejarah, Pekalongan merupakan kota pelabuhan yang nadinya dihidupkan oleh aktivitas perdagangan. Di masa lalu banyak sekali pendatang yang berasal dari Cina dan Arab, maupun suku-suku di Nusantara seperti suku Melayu dan Banjar yang singgah di Pekalongan. 

"Mungkin saja kan, para pendatang tersebut menyumbang inspirasi motif atau corak bagi pengrajin batik setempat," tutur saya pada salah satu kawan yang juga ikut berkunjung ke Pekalongan. 

"Bisa jadi sih," sambungnya. "Coba nanti kita cari tahu. Di Pekalongan ada sebuah Padepokan Batik Pesisir di daerah Wiradesa. Di sana kita bisa banyak mendapatkan info soal batik." 

"Oke. Tapi sekarang kita mengisi perut dulu, yuk," balas saya.

Kalau penasaran dengan Megono, seperti inilah penampakannya. Ini adalah hidangan pada jamuan makan di kediaman Bapak Bupati di Pendopo Kab. Kajen. 

Kami pun berjalan menuju sebuah warung makan yang tidak jauh dari stasiun. Di warung tersebut kami menjajal nasi rames yang disandingkan dengan pelengkap khas kuliner Pekalongan, yaitu megono atau cacahan nangka muda dan kelapa parut. Sementara kawan yang lain memesan Tauto yang merupakan makanan khas Pekalongan. 

Padepokan Batik Pesisir Failasuf. 


Selain berkunjung ke museum batik, salah satu tempat yang menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya yang bisa dituju saat di Pekalongan adalah Padepokan Batik Pesisir H. Failasuf yang terletak di daerah Wiradesa. 

Siang itu, suhu udara di Pekalongan terasa panas menyengat. Namun saat kami memasuki kawasan padepokan, suasana yang sejuk dan adem langsung menyambut kami.



Sebelum masuk ke padepokan, kami menyusuri ruas jalan di bagian samping ruang pamer batik. Dinding luarnya memuat berbagai informasi mengenai batik, mulai dari sejarah batik nusantara hingga sejarah batik di Pekalongan.


Di halaman depan, terparkir sebuah kereta kuda atau andong. Sementara di gerbang masuk, dua orang model_yang mengenakan pakaian batik dengan warna dasar hitam dan corak batik warna kuning serta keemasan_sudah menyambut kedatangan kami. 

Memasuki area pendopo, tampak suasana halaman yang hijau dan asri berpadu dengan bangunan berarsitektur tradisional Jawa.

Di area pendopo dipamerkan beberapa lembar kain batik khas pesisir, juga ada selembar kain batik yang belum paripurna. Warnanya masih putih dan corak yang digambar masih terlihat sederhana. 

Dari coraknya, saya menduga itu adalah Batik Petungkriyono, karya Sang Maestro, Bapak H. Ahmad Failasuf. 

Beberapa waktu sebelumnya, saya memang sudah mendapatkan informasi bahwa di padepokan ini akan diluncurkan sebuah batik yang akan mengangkat keindahan alam hutan Petungkriyono.

Model mengenakan salah satu pakaian berbahan batik dengan model atau corak batik pesisir. Sementara keindahan alam Petungkriyono bersisian dengan corak batik berlukisan pemandangan alam.

Batik Petungkriyono ini memiliki corak khas. Sebagian besar mengambarkan keindahan flora dan fauna. Sementara aura magis Petungkriyono dituangkan dalam perpaduan warna-warni cerah yang memikat.

Sambil memandangi kain batik yang belum jadi itu, saya mengira-ngira akan seperti apa kiranya wujud Batik Petungkriyono nanti. Pastinya akan sangat cantik. Untuk melihat keindahannya secara utuh dibutuhkan waktu kurang lebih dua sampai tiga bulan lagi. 

"Batik, kalau dibalik jadi Kitab, jadi mengerjakannya pun harus dengan sepenuh hati karena semua yang dilukiskan di atasnya menggambarkan sebuah kisah..." begitulah penggalan kalimat dari Bapak Failasuf saat menjelaskan soal Batik Petungkriyono yang sedang ia garap. 

Proses pembuatan batik memang tidak sesederhana yang kita bayangkan. Waktu berkunjung ke area dimana para pengrajin sedang mengerjakan selembar kain batik, saya langsung bisa memahami mengapa harga selembar kain batik bisa begitu melangit. 

Membatik adalah sebuah karya seni yang dikerjakan secara bergotong-royong. Setiap orang yang terlibat, menuangkan keahliannya masing-masing dengan penuh kesabaran dan ketelitian. Setiap lembar kain batik memiliki berbagai sentuhan tangan dan jiwa seni dari pengrajinnya. 

Ada berbagai nilai yang tersimpan dalam selembar kain batik, bukan sekadar nilai ekonomis atau estetikanya saja. Nilai kerjasama dan harmonisasi. Batik juga dimaknai sebagai kitab yang mencatat setiap unsur kearifan lokal yang ada di suatu daerah.

Proses Membatik Dari Nol 

Pencelupan, pencucian, dan penjemuran kain batik. 

Berbagai pewarna alamiah untuk Batik.

Di Padepokan Batik Pesisir H. Failasuf yang sudah berdiri sejak tahun 1999 ini, pengunjung dapat menyaksikan sendiri bagaimana selembar kain yang polos bermetamorfosis menjadi kain penuh corak dengan warna yang cantik. 

Membuat pola, menggambar, mencanting, memberi warna, mengecap, menyelup, mewarnai, menjemur, menjahitnya menjadi pakaian. Itu semua merupakan sebuah proses panjang untuk menciptakan keindahan karya seni. Semua memerlukan harmonisasi.

Proses penjemuran kain batik. Perhatikan corak dan warna batik pesisir yang khas; cerah dengan ragam geometris cantik berpadu unsur floral.

Dengan melihat semua proses itu, sedikit banyak saya jadi bisa menghargai karya seni batik. Rasanya, jadi kurang sreg kalau harus menyebut kain 'batik' printing yang beredar di pasaran apalagi yang impor sebagai kain batik yang sesungguhnya. 

Sudah saatnya kita memberi apresiasi lebih pada karya seni batik dengan mengenakan pakaian yang memang benar-benar dibatik atau dicap. Ini adalah sebuah bentuk penghargaan akan kekayaan kearifan lokal kita. Siapa lagi yang mau mengaungkan Pesona Pekalongan sebagai Bumi Legenda Batik Nusantara kalau bukan kita?


Tuesday, August 8, 2017

Dancow Explore Your World : Katakan 'Iya Boleh' Pada Si Kecil






"Kids : their minds were not built to sit and be taught. They were built to explore, play, and learn."

Akhir pekan biasanya adalah momen yang identik dengan 'family time'. Sebagian besar orangtua, apalagi anak-anak pasti sudah menantikan momen kebersamaan ini. Apalagi bila Senin hingga Jumat anak-anak tidak bersama kedua orangtuanya karena rutinitas bekerja.

Terkadang sebagai orangtua, kita sering merasa bosan jika lagi-lagi harus menghabiskan akhir pekan di mal. Tapi untungnya, akhir pekan tanggal 5-6 Agustus kemarin, saya bisa berkata "Iya, boleh.." waktu anak-anak mengajak main ke mal.

Pasalnya di Semarang, tepatnya di Swalayan ADA Setiabudhi ada acara seru yang membuat kita bisa mengajak anak-anak bermain dan berakhir pekan di mal.

Acara seru tersebut digelar oleh Nestlé DANCOW Advanced Excelnutri dengan tema: Dancow Explore Your World.

Acara tersebut menjadi wahana eksplorasi yang menyenangkan untuk anak-anak. Ada beragam aktivitas yang dapat menstimulasi kemampuan kognitif dan memaksimalkan potensi si kecil agar kita sebagai orangtua semakin percaya diri untuk berkata #IYABOLEH apabila anak-anak ingin eksplorasi.

Sebelumnya, event ini sudah digelar di kota Medan, Surabaya dan Jakarta. Setelah kota Semarang, nantinya juga akan menyusul ke kota-kota lainnya.

Di acara tersebut, ada tiga wahana yang dapat memfasilitasi proses edukasi dan eksplorasi  si kecil. Wahana tersebut dibagi menjadi Central Park, Play Park dan Art Center.

Di zona Central Park, kita bisa memfasilitasi si kecil dengan berbagai aktivitas yang menstimulasi kecerdasan bahasa, melatih memori dan kecerdasan motoriknya. Ada banyak sekali permainan interaktif di zona ini.

Di zona Play Park, ada berbagai permainan yang dapat mengasah kemampuan motorik si kecil seperti thematic wall climbing dan monkey bar.

Sementara itu di zona Art Center, si kecil bisa bermain hand painting, mewarnai dan juga story telling.

Hari Minggu, 6 Agustus kemarin senang sekali bisa memfasilitasi Tazka untuk menjajal semua wahana yang ada di Dancow Explore Your World.

Mulai dari bermain menyusun balok-balok besar menjadi berbagai bentuk, bersenang-senang di dalam kolam bola dan terstimulasi dengan ragam warna dan bentuk yang ada di sana. Sampai menjajal berbagai ajang permainan yang mengasah keterampilan motorik halus dan kasar.

Semua wahana permainan yang ada di sana sudah disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan anak-anak. Selain itu, wahananya pun termasuk kids friendly.

Anak-anak paling suka bermain di arena yang bisa menstimulasi kecerdasan naturalnya. Misalnya berinteraksi dengan aktivitas yang melibatkan kelima indera seperti penciuman, perabaan, dan penglihatan. Salah satunya adalah dengan menyentuh berbagai tekstur benda dan melihat aneka warna.

Waktu anak-anak berkata ingin mencoba main hujan-hujanan di salah satu wahana di sana, kami berani berkata "Iya, boleh.." anak-anakpun segera mengenakan jas hujan yamg sudah disediakan oleh penyelenggara ketika akan bermain hujan-hujanan.

Bukan itu saja, di sana ada juga para orangtua yang hadir untuk melakukan konsultasi soal nutrisi dan tumbuh kembang anak. Dancow Explore Your World telah menyiapkan booth khusus di dekat zona Art Center. Para pakar tumbuh kembang dan nutrisi di Dancow Parenting Center siap membantu orangtua dengan berbagai saran dan konsultasi yang berkaitan dengan tumbuh kembang, nutrisi, atau pola asuh.

Seru dan menyenangkan ya, acaranya. Untuk itu jangan lewatkan event Dancow Explore Your World ini, ya. Selanjutnya event ini juga akan hadir di kota Solo (tanggal 9-10 September 2017) dan kota Makasar (tanggal 7-8 Oktober 2017). Tandai kalendernya supaya ngga kelewatan acara seru yang membuat akhir pekan di mall jadi lebih bermakna.

Oya, untuk bisa bermain di wahana tersebut caranya cukup dengan membeli produk Dancow 1+, 3+ atau 5+ saja. Nanti kita akan mendapatkan tiket masuk untuk bermain di Dancow Explore Your World. Selain itu, kita juga akan mendapatkan hadiah tambahan berupa picnic set, shopping bag, frying pan atau grill pan. Anak-anak senang, orangtua pun happy jadin
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...