Wednesday, November 1, 2017

Rumah Kampung Ramah Lingkungan


Jantung sebuah rumah adalah dapurnya, sementara nyawa dari sebuah rumah adalah kebun atau perpustakaan di dalamnya. 

Kalau dipikir-pikir, ujaran tersebut ada benarnya juga sih. Dapur adalah tempat kehangatan dan kehidupan disalurkan kepada seluruh penghuni rumah, sementara kebun atau perpustakaan menandakan ada tidaknya aktivitas penghuninya.

Kalau ada kebun, berarti ada seseorang yang berkebun artinya rumah tersebut bernyawa sementara perpustakaan menandakan ada orang yang membaca. Keduanya adalah aktivitas yang menandakan 'nyawa' atau kehidupan. 

Bicara tentang rumah atau hunian, teman-teman blogger Gandjel Rel Semarang lagi dapat peer nih dari Mba Archa seorang blogger sekaligus dosen arsitektur dan Mba Dian Nafi penulis yang punya latar belakang pendidikan arsitektur juga. Peernya adalah menuliskan seperti apakah rumah impian kami sedetail-detailnya. Gitu ya, memang kalau dapet peer dari orang arsitektur semuanya mesti detail, hehehe. 

Rumah impian versi saya sebenarnya simpel, punya tiga hal yang saya sebutkan di atas tadi; dapur, sedikit kebun, dan perpustakaan. Tapi pasti ngga boleh kan nulis gitu doang, kan mesti detail. Jadi mari memvisualisasikan impian tentang rumah idaman tadi. 

Lokasi
Kalau boleh milih, saya pingin punya rumah yang dekat dengan kota dan pusat aktivitas sehari-hari, tapi bersuasana kampung. 

Beberapa tahunan yang lalu kayaknya ngerasa pesimis bakal bisa mendapatkan lokasi seperti itu. 

Waktu tinggal di Bandung, rumah saya termasuk komplek yang letaknya di pelosok yang jauh ke pusat kota. Terus sempat pindah ke kota yang dekat dengan pusat aktivitas, rumahnya bener-bener walking distance buat kemana-mana tapi lama kelamaan jadi ngga nyaman karena aksesnya macet. 

Baru pas di Semarang ini bisa menemukan lokasi yang sesuai harapan. Jarak dari rumah ke pusat kota paling lama sepuluh menit, dan posisinya pun di tengah-tengah. 

Lingkungan. 
Kalau bicara soal lingkungan idaman, saya memilih kampung atau pedesaan. Tapi susah juga kan ya kalau pingin suasana rumah seperti itu tapi sekaligus nggak jauh dari pusat kota. Jadi kalau nggak dapat lingkungan yang seperti itu, prinsip saya sih ciptakan lingkungan yang paling nggak mendekati suasana tersebut. 

Ukuran. 
Semua orang punya perhitungan sendiri untuk masalah ukuran karena besar atau kecil jadi relatif kalau sudah berkaitan dengan kenyamanan hunian. 

Ada yang merasa nyaman dengan rumah yang lapang, sebaliknya ada juga yang nyaman dengan hunian yang mungil. 

Kalau saya lebih mengutamakan fungsionalnya. Ya kalau bisa sih, rumah mungil yang fleksibel, jadi pas bersih-bersih areanya mengecil tapi kalau pas kedatangan tamu atau keluarga besar rumahnya membesar, hihihi. Coba bisa gitu ya. 

Fungsional bagi saya artinya nggak banyak ruang yang mubazir dan semua punya tempatnya sendiri-sendiri. 

Bentuk
Rumah bergaya Tudor.

Courtyard House Style, dengan bagian terbuka di tengah-tengah rumah. 

Kalau mau pura-pura lupa sedang tinggal di negara tropis pengin banget punya rumah bergaya tudor atau courtyard, tapi setelah suatu hari braimstroming sama sesebapak yang arsitek ternyata rumah yang paling merespon iklim dan cuaca negara tropis adalah rumah yang bergaya tropis. Duh, agak teknis sih ini ngobrolnya jadi takut salah kalau harus ngomongin alasannya kenapa, padahal sih lupa

Rumah bergaya tropis

Nah, udah makin spesifik kan ya. Setelah ngobrolin lokasi, lingkungan, dan bentuk maka konsep yang paling pas untuk diadopsi untuk rumah idaman adalah Rumah Kampung Bergaya Tropis Yang Ramah Lingkungan. 

Rumah Ramah Lingkungan.





Ada beberapa poin tentang rumah ramah lingkungan yang sudah dijalankan selama membangun hunian yang sekarang saya tempati, yaitu menganggarkan sebagian lahan untuk area hijau dan peresapan air. 

Tapi ada beberapa poin idaman lain yang belum dan masih dicicil untuk diwujudkan, salah satunya yaitu sudut pemilahan sampah. 

Padahal kurun waktu 2013-2015 kami sudah mulai mengolah sampah organik menjadi kompos sendiri, sayangnya selepas renovasi rumah dan dua tahun belakangan ini malah berhenti mengolah sampah sendiri. Jadi itu bakal jadi goal untuk tahun depan, deh. Mulai memilah sampah lagi. 

Peer bikin rumah ramah lingkungan ini masih panjang prosesnya. Antara lain mengganti atap galvalum dengan genteng, lalu mendak beberapa bagian atap untuk dijadikan rooftop garden. Itu juga upaya agar suhu bagian dalam rumah lebih adem tanpa penggunaan AC. Pinginnya kalau punya rezeki lebih, bisa membuat instalasi energi surya di bagian atap yang bisa menghasilkan listrik jadi ngga bergantung sama PLN doang.  

Ada juga peer lain, yaitu membuat bak penampungan air hujan. Jadi selama musim hujan bisa menabung air yang kelak bisa digunakan untuk menyiram tanaman saat musim kemarau.





Selain itu, ada juga peer untuk membuat kebun sayur organik, menanam pohon duit kelor, dan mulai lebih banyak lagi menghijaukan lingkungan. Semoga musim hujan ini, hasrat tanam-menanam saya muncul, ya. Jadi bisa lebih rajin berkebun.

Ini adalah tampak depan rumah yang didesain sesebapak 😍 dengan konsep tropis + industrial. Masih ada beberapa bagian yang unfinished juga sih. 

Nah, itu tadi gambaran mengenai rumah idaman yang saya inginkan. Semoga bisa mencicil untuk mewujudkannya. Kalau rumah idaman kalian yang seperti apa?


8 Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Body Rafting Di Sungai Citumang


Teman-teman, sudah pernah mendengar istilah rafting kan? Rafting atau arung jeram termasuk olahraga petualangan yang banyak diminati.

Biasanya rafting menggunakan rakit atau perahu karet sebagai sarana untuk mengarungi arus sungai. 

Nah, berbeda dengan body rafting, sarana yang digunakan untuk mengarungi arus sungai adalah dengan menggunakan tubuh kita sendiri yang dibalut pelampung. Menarik, menantang, atau malah bikin takut? 

Buat saya yang sudah pernah mencoba body rafting, justru bakal memberikan delapan alasan kenapa kalian mesti mencoba olahraga petualangan ini, tentu lokasinya di Sungai Citumang.  

Yuk, simak apa saja ke delapan alasannya. 

1. Body Rafting Sekaligus Trekking.



Kalau kalian tipe traveler petualang, pengin dong sebelum main-main air ada pemanasannya dulu. Jadi nggak langsung ada sungai di depan mata lalu langsung main nyebur saja. 

Nah, body rafting di area sungai Citumang ini bakal memberi kalian dua alternatif rute trekking. Satu yang tidak terlalu jauh, yaitu menembus ladang, hutan, dan pemukiman. Dan yang satu lagi menembus areal hutan yang cukup lebat, dengan bonus air terjun tersembunyi beserta sungainya yang sangat jernih. 

Dengan melakukan trekking sebelum body rafting, otot-otot tubuh seperti mendapat pemanasan terlebih dahulu. Jadi badan nggak kaku saat mulai bermain arus. 

2. Mendapatkan Manfaat Fish Spa di Kolam Ikan Nilam. 

Kalau kalian memilih rute pertama, dan bertemu dengan gerbang masuk ke area Green Valley, selamat! Karena petualangan main arus di Sungai Citumang akan diawali dengan pedicure terlebih dahulu. 

Yup, dengan bantuan ikan-ikan kecil yang menurut penduduk setempat bernama ikan nilam, kaki-kaki peserta body rafting akan dibersihkan terlebih dahulu dari tumpukan kulit mati. 

Tahapan ini juga membuat para peserta lebih relaks karena pasti bakalan tertawa geli saat ikan-ikan kecil mengkerikiti kulit mati kaki. Bonusnya kaki jadi terasa lebih halus, dan syaraf-syaraf halus di bagian bawah kaki seperti mendapat rangsangan sehingga lebih aktif mengedarkan darah. 

3. Menguji Keberanian Diri Dengan Merasakan Pengalaman Lompat Dari Ketinggian 7 Meter. 


Salah satu daya tarik melakukan body rafting di Sungai Citumang adalah tidak selamanya kita main-main air saja, tetapi akan ada beberapa spot dimana kita ditantang untuk menguji nyali. 

Titik itu antara lain saat tiba di dinding akar yang dekat dengan mulut gua, kemudian tangga tali gantung setinggi 12 meter di dekat sebuah pohon, dan di beberapa spot yang lebih tinggi dan memiliki arus seperti air terjun.

Apa perlunya sih, uji nyali itu? Buat saya yang menjajal lompat dari dinding akar, uji nyali ini mengasah kemampuan mengambil keputusan dan rasa percaya diri lho. Saat mau lompat banyak sekali pikiran buruk yang berkecamuk. Ini soal belajar mengalahkan rasa takut. Wisata yang menarik adalah yang mampu memberi kita pengalaman baru, serupa dalam keseharian tapi dalam bentuk yang fun

4. Membentuk Bonding Dengan Sesama Peserta Body Rafting


Kegiatan Body Rafting ini memang sangat cocok dilakukan sebagai salah satu alternatif kegiatan outbound yang bisa membangun team work sesama peserta. Selain itu juga menguatkan bonding antar peserta karena ada beberapa permainan air yang mengajak peserta untuk saling mengandalkan satu sama lainnya. 

5. Self Healing Dengan Menikmati Kejernihan Air Dan Hijaunya Pemandangan Sekitar.

Percaya nggak kalau bermain-main di alam itu bisa membuat perasaan dan kondisi emosional membaik. Apalagi dengan suguhan pemandangan alam dan kejernihan Sungai Citumang.

Body Rafting di Sungai Citumang, benar-benar bisa mengisi ulang baterai mental lho. Pertama, kita bisa melepaskan beban emosional dengan aktivitas body rafting itu sendiri. Kedua, semua yang kita lihat, sentuh, cium, dan rasakan di alam terbuka memberikan pengalaman terhubung dengan alam yang secara nggak langsung memperbaiki kondisi emosional kita. 

6. Mengasah Kepekaan Untuk Menjaga Dan Menghargai Alam Serta Lingkungan.  

Melihat komposisi alam yang begitu seimbang dan harmonis, membangunkan sisi welah asih kita kepada sesama. Ada perasaan sungkan dan segan untuk merusak atau menganggu keindahan alam yang ada.

Kenapa? Karena kita jadi menyadari tidak mampu membuat yang serupa dengan ciptaanNya. Mau tidak mau, tugas kita adalah menjaga.

Kalau kalian kebetulan datang ke Sungai Citumang, please be kind. Jangan membuang sampah sembarangan dan melakukan aktivitas yang merusak keseimbangan. 

7. Menikmati Kuliner Khas Warga Lokal. 

Ada banyak pilihan kuliner lokal yang bisa kalian cicipi ketika melakukan wisata body rafting di area Sungai Citumang.

Penduduk lokal, menjual makanan khas seperti lotek, karedok, rujak, dan aneka gorengan. Ada juga minuman dawet hitam yang dijajakan dengan mobil. 

8. Merasakan Sensasi Menginap Di 'Hotel' Berbentuk Kontainer. 



Kalau kalian punya waktu liburan agak panjang, tidak ada salahnya memilih HAU Citumang sebagai tempat menginap di dekat area body rafting Sungai Citumang.

Di HAU Citumang, kalian akan merasakan sensasi glamping dengan tenda berbentuk kontainer. Fasilitas glamping-nya pun setara hotel berbintang.

Di sini, kalian nggak perlu khawatir soal aktivitas selain bodyrafting. Di area HAU Citumang ada beberapa lokasi selfie dan leyeh-leyeh yang asyik untuk mengisi waktu liburan kalian.

Gimana, akhir pekan nanti agendakan untuk body rafting bersama keluarga, rekan kerja atau teman-teman, yuk. 







Friday, October 27, 2017

Peace of Mind Dengan Asuransi Kendaraan Garda Oto Digital


Salah satu hal yang suka bikin deg-degan dalam hal membagi pos-pos keuangan adalah waktu menyiapkan sebagian dana yang saya dapat untuk pos pengeluaran tidak terduga. 

Meskipun dalam ilmu pengaturan finansial rumah tangga pasti ada hitung-hitungan tersendiri sehingga keluarlah berapa persen yang harus kita anggarkan di pos tersebut, namun seringnya jumlah yang saya simpan untuk pos pengeluaran tidak terduga ini jumlahnya agak asal. Ketahuan banget deh, kalau finansial manajemennya masih berantakan, hehehe. 

Kenapa bikin deg-degan, pasalnya pengeluaran tidak terduga ini kan ngga ketahuan ya bakal buat apa. Tapi biasanya paling sering buat jaga-jaga kalau mobil bermasalah. 

Cuma ya gitu, kadang jumlah yang disimpan ngga pas dengan jumlah yang harus dikeluarkan untuk urusan mobil. Jadinya lebih sering nombok dan ambil dari pos lainnya. 

Berkaca dari pengalaman. Dua tahun silam, selepas pukul sepuluh malam, di sebuah perempatan antara Jl. Tanjung, Depok, dan Pemuda Semarang mobil saya dihantam pengendara motor tepat di bagian pintunya hingga melesak ke dalam. 

Waktu itu pas banget saya sedang renovasi rumah jadi entah gimana nggak menyiapkan pos untuk dana tak terduga itu. Jadi pas mau ke bengkel rasanya berat banget karena harus merogoh kocek begitu dalam dari pos yang lain. 

Tahun ini saya berpikir untuk mencoba asuransi kendaraan yang sudah tidak asing lagi, yaitu Garda Oto, sebuah asuransi mobil terbaik dari Asuransi Astra.

Belum lama ini Garda Oto juga mengeluarkan layanan terbarunya, yaitu Garda Oto Digital di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue Jl. Prof. Dr. Satrio, Kuningan Jakarta.

Saya mulai mencari tahu dulu tentang Asuransi Kendaraan ini. Ternyata dengan Garda Oto Digital kita bisa membeli layanan asuransi kendaraan bermotor secara online.

Garda Oto Digital menawarkan cara baru berasuransi di era digital behavior seperti saat ini dengan mengutamakan kemudahan dalam membeli polis dan melakukan klaim kendaraan melalui internet. Dengan Garda Oto Digital, semuanya #MakinGampang karena membeli asuransi bisa dilakukan melalui situs gardaoto.com yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Tentunya dengan kemudahan tersebut para pelanggan atau calon pembeli bisa dengan mudah membeli layanan asuransi tanpa harus kemana-mana. Cukup dengan membuka situs www.gardaoto.com lalu pilih layanan apa saja yang kita inginkan.

Sambil membuka situsnya, saya mempelajari bagaimana menggunakan layanan asuransi Garda Oto Digital. 


Cara menggunakan layanan Asuransi Garda Oto Digital :

  • Buka situs www.gardaoto.com
  • Bacalah informasi mengenai layanan dan highlight fitur dari Garda Oto Digital.
  • Klik BELI yang terletak pada pojok kanan halaman gardaoto.com
  • Di Halaman 1 (satu) isi dengan info kendaraan, lengkapi form informasi perlindungan, kendaraan dan jadwal survey yang diinginkan lalu klik LANJUT
  • Di Halaman 2 (dua) isikan kelengkapan dokumen dan data, lengkapi form dan data diri tertanggung lalu klik LANJUT.
  • Di Halaman 3 (tiga) adalah bagian pembayaran, baca kembali ringkasan data order dan total biaya polis kemudian pilih metode pembayaran lalu klik BAYAR SEKARANG.
  • Setelah itu pelanggan dapat melengkapi data pembayaran dan menyelesaikan proses pembayaran.

Saat mencoba prosesnya, saya merasa bahwa ternyata sekarang ini #MakinGampang untuk mendapatkan sebuah layanan asuransi  untuk kendaraan.

Keunggulan & Keuntungan Layanan Garda Oto Digital



Masih ada beberapa alasan lain yang membuat saya ingin tahu lebih jauh tentang asuransi kendaraan lewat Garda oto Digital ini. Menurut saya, ini termasuk ke dalam poin keunggulan dari layanan Garda Oto Digital yang cukup menguntungkan. Yaitu : 
  • Semakin mudah untuk memilih lokasi klaim. Bisa dari kantor, di rumah, dimana pun klaim #MakinGampang dengan layanan survei di lokasi pilihan kita.
  • Semakin gampang untuk antar jemput kendaraan. Layanan antar jemput kendaraan menuju bengkel dari lokasi pilihan kita dan antar kembali dari bengkel membuat klaim #MakinGampang.
  • Semakin gampang pantau status, pelanggan juga makin gampang pantau status perbaikan kendaraan kita lewat Garda Mobile Otocare.
  • Cicilan 0% dengan kartu kredit BCA, Bank Mandiri, Permata Bank.
  • Makin gampang mendapatkan beberapa hadiah langsung seperti E-Toll On Board Unit ( hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive).
  • Hadiah berupa Voucher optik Melawai (khusus pembelian tipe proteksi TLO dan Comprehensive selama bulan Oktober)
  • Kesempatan menang dalam Spin to win Samsung Galaxy note 8 (Hanya untuk pembelian tipe Comprehensive).

Melihat semua kemudahan dan keunggulan tersebut langsung mengubah persepsi saya tentang klaim asuransi yang ribet. 

Jika biasanya urusan antar jemput mobil ke bengkel jadi salah satu hal yang merepotkan dan menyita banyak waktu, kini terasa #MakinGampang karena Garda Oto Digital menyediakan layanan antar jemput kendaraan menuju bengkel dari lokasi pilihan pelanggan dan antar kembali dari bengkel. 

Saat ini  #MakinGampang karena membeli polis asuransi bisa dilakukan melalui situs gardaoto.com yang bisa diakses kapan dan di mana saja. 

Untuk urusan klaim, Garda Oto Digital pun memberikan kemudahan karena pelanggan kini #MakinGampang memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan baik di rumah, kantor, atau tempat lainnya. 

Selain itu, agar proses klaim dan perbaikan kendaraan sesuai jadwal, ada aplikasi Garda Mobile Otocare yang dapat membantu pelanggan agar #MakinGampang memantau status perbaikan kendaraan setiap saat.  

Selain Garda Oto Digital, di saat yang sama Asuransi Astra juga menyempurnakan dua aplikasi mobile yaitu Garda Mobile Otocare v3.0 dan Garda Mobile Medcare v2.0.

Penyempurnaan tersebut terlihat dari perubahan utama pada fungsi yang dapat dinikmati pelanggan serta adanya fitur-fitur baru untuk nonpelanggan, khususnya komunitas. 

Penambahan fitur baru dalam Otocare v3.0 yaitu Friends, Meet Up, Claim Report, Claim Status, Emergency, dan Event untuk Garda Mobile Otocare. 

Sedangkan fitur-fitur baru dalam Medcare v2.0 yaitu Event, Friends, Meet Up, Challenge, Claim Status, dan Rating Provider.  

Mempelajari semua itu langsung membuat saya tertarik dan ingin segera menggunakan Garda Oto Digital. Sayangnya, untuk saat ini baru bisa digunakan olrh pelanggan di area Jabodetabek. Semoga Semarang bisa segera ikut menikmati kemudahan #MakinGampang ini ya. 

Untuk informasi lengkap tentang Garda Oto Digital bisa cek langsung 







Wednesday, October 25, 2017

Ciletuh Amazing Geopark : Awaken Your Five Senses Journey.

Photo credit : Ron Agusta 

Have you ever made a journey that truly enliven the five senses? 

If you have never felt a travel journey like that, then it is time for you to directed your compass trip to an area that, when viewed from the sky, resemble a horseshoe facing directly to the Samudera Hindia.

The area called #GeoparkCiletuhPalabuhanRatu is located in the southwest of #Sukabumi regency, West Java, Indonesia. Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu is easily accessible from the nearest big cities like Jakarta, Bandung, Bogor, and Sukabumi.

For the uninitiated, Geopark is a sustainable area development management concept that harmonizes geological, biological, and cultural diversity through conservation principles and spatial plans.

Geopark is a geographical region that has a leading geological heritage site. Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu itself has a rare and unique geodiversity. Even some experts say that the area is the First Mainland in West Java.

Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu is designated as National Geopark by the Indonesian National Committee for UNESCO.

The beauty of the landscape of Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu is represented by several points, such as in the southern part of which is very monumental so called 'Amphitheater', while in the middle there is Jampang Plateau known as 'Plato Jampang' and in the north there is the existence of gesyer and some hot springs.

Now, let's begin the journey to awaken the five senses.


The natural wonder that happens every day but often we taken for granted for the beauty is the moment when the sun rises and sinks.

There are several strategic points to pamper the eyes with sunrise or sunset views in the Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu area :

Qutub Hilal.


When we arrived at Geopark-Ciletuh Palabuhan Ratu area, the clock still showed at 04:30 West Indonesia time, we rushed to Qutub Hilal to capture the beauty of the sky at sunrise.

Qutub Hilal or POB Cibeas is second Pos Observasi Bulan (POB) after POB Cidadap, located in the area of Simpenan. POB Cibeas was inaugurated in 2012 by the Regent of Sukabumi Mr. Drs. H. Sukmawijaya, MM.

Since its establishment in 2012, POB Cibeas is only used for Hisab Rukyat activities especially Rukyat Hilal in every determination of the beginning of the month of Hijriyah.

The existence of POB Cibeas is very strategic that stands on the Loji Beach with its very beautiful view focused on the stretch of beach that extends to the end of west sky. This makes POB Cibeas able to directly witness the natural phenomenon every day at sunset (Sun-set) and Moon (Moon-Set) at the beginning of Hijriyah month.

The sky painted with a spark of pink, a dash of golden yellow, and began to burst when we arrived at the top of the sky observation post. Some of us were mesmerized by the beauty of Loji Beach in the morning.

Some of us are searching for something between the thick trees in the lower area. Apparently, something that caught our attention was the Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa building

After enjoying the painting in the eastern sky, we rushed down and planned to go to the Vihara.

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa.







Entering the gate of the monastery, which has another name the Temple of Goddess Kwan Im and Vihara Loji, visitors will find a seven-headed dragon statue with its tail extending upwards.

This dragon carving has a characteristic gold color with a unique Thai carving style because the vihara was built on the initiative of Thai citizen named Anotahi Kamonwathin.

The most eye-catching interest of the monastery is the detail of its distinctive colors. Red, golden yellow, are two colors that are so synonymous with the temples.

To be able to enjoy all the beauty of this temple, you have to climb dozens of stairs while lay down your hand to the dragon body that became the handle of the ladder.

Arriving on the top, take a deep breath and then exhale all the tension of your mind because you will be greeted by a breathtaking view of Loji Beach from a height.

Various ornaments in the temple woke the eye nerves. Rows of red candles. Green leafy lotus leaves in the pond, and red copper metal leaves that hung as a prayer request to the gods.

On the main altar there is a statue of Sun Go Kong and his teacher. From this altar the view of the sea has begun to appear.

This monastery also has an unusual altar. If the monastery generally displays gods and goddesses but here is the altar of Semar, altar Prabu Siliwangi, and the most unique is a special altar for Nyi Roro Kidul.

Altar Nyi Roro Kidul is made special in a wooden building that resembles a house. The altar is equipped with a bed and dressing table dedicated to the ruler of the South Sea.

The altar is also dominated by green, the color that characterizes Nyi Roro Kidul. Uniquely again, inside the altar there is a desk work of President Soekarno and his photograph.

The view of the Loji Beach from the heights, the ornaments of worship in the monastery, and the colorful plants around the temple, all of them really provide experience for my eyes, which then weave it in a memory of the first day trips story in Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu.

Next, let's continue the adventure of waking up the other five senses in #CiletuhPalabuhanRatuGeopark.



Cimaja Beach 




The typical sound of the waves of Cimaja Beach breaks the morning silence. There is something strangely unique from the sound of the waves at Cimaja Beach.

I walked closer to the shore to find out what makes the differences of the sound of the waves. I found the uniqueness of Cimaja Beach, which is the lined coast of alluvial plains covered in round and oval-shaped rocks. It is these rocks that make a crunching sound when exposed to the waves.

I came to Cimaja Beach coincide with the international surfing competition which is part of the series of Amazing Geopark Adventure Tourism 2017 or  known as #AGAT2017.

This is the first time I watched surfing sports. The excitement of the opening of the event which took place on Saturday, October 14, 2017 yesterday was still memorable.

Clamorous audience applause while watching the action of Dede Suryana dance with his skateboard on the waves of Cimaja Beach. The sounds of uniquely Cimaja Beach waves, and the laughter of small children playing on the beach. They seemed mesmerized by the sound of the waves. Every now and then they laugh as the sprinkling of sea water wets their face and body.

This beach is located in the village of Cimaja District Cikakak Sukabumi #JawaBarat. Approximately 10 kilometers from #PalabuhanRatu.

To reach this location, if taken from the city of Jakarta, the distance is about 120 kilometers. Distance will be further if you are in the area of ​​Bandung which is about 203 kilometers.

It is said that the name of Cimaja Beach is taken from a village where the beach is located. The village is named Cimaja Village located in Cikakak subdistrict Sukabumi district, West Java.

In addition to the waves, this beach also presents another beauty in the form of rows of rocks neatly arranged with natural beauty and elegance. The surrounding community used to call it Karang Papak.

In my hearing perception, the waves at Cimaja Beach provide a memorable experience that linger forever in the heart of traveler.

The Magical Sound of Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.




The sound of music that still seemed strange to the ear greeted me when I reached the Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.

I walked closer to the sound source. Three people dressed in black were carrying a large yellow bamboo. Two large bundles of dry rice hanging on each end of the bamboo. The three men rocked rhythmically as they produced magical sounds of bamboo friction that carried the bonds.

The magical sound combined with the sound of the women pounding grain in the wooden mortar. All the choir immediately attracted the attention of the visitors who come to Kasepuhan Sinar Resmi.

After asking some people from Kampung Adat, I learned that the name of the art to welcome the guests was named as Gegendek.

Gegendek is music created from the sound of halu wasps on the lisung. Gegendek music can be created when some people, especially mothers pound grain into rice with a certain rhythm.

There is also another interesting sound, namely Angklung. Music Angklung is the soul for every ceremony in Kasepuhan.

Meanwhile, the music that sounded when I first arrived named Rengkong. Rengkong is one of art that was born and developed in agrarian Sundanese society.

Rengkong itself is a traditional tool used to carry rice harvested. The tool is made of bamboo along two meters. Bamboo is tied with a rope or Ijuk to lift the bonds of rice. The magical sound, comes from the bamboo friction with the rope. You can also listen to the sound of magical sound in Kasepuhan Sinar Resmi here.

Kampung Adat Sinar Resmi is located in Sirna Resmi Village, Cisolok Subdistrict, Sukabumi Regency located between the border of West Java and Banten Province. Thus belongs to the category of the Adat area known as "The Unity of Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmi". 

The story of a visit to Kampung Adat Sinar Resmi does not stop at the exploration of magical sounds of typical arts of indigenous peoples, there are still many explorations of experiences involving the other five senses. But I will tell that part separately.

The Smell of Hawu in Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.



Have you ever entered the traditional kitchen, where there is still a traditional fireplace furnace made of firewood?

If you ever go into that kind of kitchen, definitely you can remember how its distinctive aroma.

The aroma arising from the smoke of burning firewood, hot charcoal, and bay leaf spices hung on the kitchen wall.

Those are some of the scents I can remember in my visit to the kitchen of Imah Gede at Kasepuhan Sinar Resmi with AGAT 2017 troupe.

Hawu or kitchen is the heart of Imah Gede. This is where the warmth and intimacy begin.

When Kasepuhan get a visit from tourists, then Hawu will be the center of activity for the Elders. Steam from warm cooked rice in the traditional way fills the air in the kitchen.

Kampung Adat Sinar Resmi is an organic rice producer. The rice fields in the area are traditionally tilled without the involvement of chemical elements. The result is brown, purple, black, and white rice with natural fragrant.

The smell of organic rice when cooked in a traditional stove is different from the rice we cook with rice cooker.

There is a ritual called Nganyaran or Nyangu Pare Anyar, the procession of cooking rice grain into rice from freshly harvested rice grain. This ritual is performed in Imah Gede's kitchen by Abah Asep's wife with the guidance of the elders.

What we can smell in Kasepuhan Sinar Resmi, different from the air smell at Citepus Beach or other beaches in Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu area. 

There is still a lot of scent exploration that I could do if I have three or four days to stay in the region. 

Based on information at the tourist information center #Ciletuh Palabuhan Ratu, there is an aroma adventure that I could experience, that is to smell the aroma of Raflesia Padma flowers in Halimun Mountain National Park. Maybe the adventure story could be realized one day.


And don't forget to experience the smell and taste of Durian Cikakak.


The Smell of Sulfur in Cisolok Geyser.

Geyser in Cisolok District is evidence of magmatic and hydrothermal activity in South West Java. This activity is closely related to the process of plate movement. 

Geysers occur because of a combination of heat due to magma activity, water, and underground duct systems. As water passes through the canal to the surface, it releases the pressure that causes explosions and spews water into a geyser. 

Sometimes these springs also produce a yellow sulfur precipitate. Sulfur is what dominates the aroma at Cisolok Hot Springs. A number of hot springs can be found along the Cisolok River with temperatures ranging from 40-98 degrees Celsius and PH 7 so it is still safe for baths.



The Taste of Organic Rice in Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. 
Organic purple rice with its companion. 

Roasted Layur with Sambal Tomat.

Rambutan and Duku near The Rujak seller at Cimaja Beach

Cikupa in traditional market Palabuhan Ratu. 


After a walk to several tourist areas in the Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu, I have to invite you back to Kasepuhan Sinar Resmi because this is the unforgettable culinary experience that I have experienced.

I've tried a dish in the form of Roasted Layur Fish sprinkled with soy sauce or tomato sauce at a food stall in Pasar Palabuhan Ratu. I have also tried the acid Cikupa fruit made into Rujak Bebek on Cimaja Beach, but no one can beat the delicacy of dining with organic purple rice in Kasepuhan Sinar Resmi.

The key to the delicacy of a simple dish lies in the natural ingredients used. The fish and vegetables served are the result of the local cultivation.

The process of cooking into a sacred ritual combined with a sense of warmth and kinship becomes a secret spice that is difficult to imitate by any restaurant.




Directly Touch The Sites From Megalithic Age. 





If you want to touch and 'bring' home the knowledge of your travel journey in Sukabumi, it is mandatory to visit the Tugu Gede, Cengkuk Site. 

The place is located in the Cengkuk village of Cikakak district, Sukabumi This site is one of the archaeological site in West Java. 

This place began exploring in 2008. A number of findings in this area reinforce historians that the site was once the center of megalithic culture until the metal era. 

Items found in Cengkuk Village include stone monument or menhir, bath stone, stone chair, stone stone, stone resembling dining table, stone bed, etc.

Although the journey to this site takes quite a while and the struggle to penetrate the terrain is not easy, but the experience and knowledge gained is very comparable. 

Traveling to the Cengkuk Site gives you experience in nature real life contact. During an open car trip, the wind stroked our hair and skin. Arriving on the site, our hands can touch the cold and hard rocks of the site.

While listening to Abah Jaya's explanation, our minds are intrigued by various questions and guesses that make us want to be able to ride a time machine to see for ourselves how people in the megalithic age live. 

At least, if it is impossible to climb the time machine, we will be moved to touch back our forgotten history books.

So that's the story of my journey that is so rich in experience so that five senses store their memory. The Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu Area is so vast and rich that there are still many forms of exploration of other senses that you have to experience yourself. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...