Tuesday, April 25, 2017

Persiapan Ramadhan Untuk Anak SD Usia 7-10 Tahun


Bulan Ramadhan sudah hampir tiba semoga kita semua diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah ini dan dapat menjalaninya dengan baik serta diberikan keberkahan waktu selama bulan Ramadhan. 

Salah satu hal yang selalu saya persiapkan menjelang bulan Ramadhan adalah melatih dan membiasakan si sulung untuk ikut berpuasa. 

Tahun ini Kakak Ezra masih berusia 9 tahun yang artinya masih termasuk mukallaf sehingga belum ada kewajiban puasa karena belum baliqh, namun Alhamdulillah sejak usia enam tahun Kakak sudah terbiasa puasa penuh dan hanya bolong satu atau dua hari dalam sebulan. Biasanya karena sedang dalam perjalanan mudik atau ikut saya ke luar kota.

Dulu saya pernah berdiskusi dengan Ibu saya, beliau bercerita kalau membiasakan anak laki-laki untuk berpuasa itu agak susah kalau dibandingkan dengan anak perempuan, jadi sebaiknya mulai dikenalkan dengan kewajiban ini lebih awal.

Mengajarkan berpuasa  merupakan kewajiban orangtua, sebagaimana Allah Ta’ala memerintahkan untuk mengajarkan shalat kepada anak-anak kita ketika berumur 7 tahun dan diperintahkan memukulnya apabila meninggalkan sholat ketika usianya sudah 10 tahun. Seperti juga para shabiyah radhiallahu anhu yang mulai mengajarkan puasa kepada anak-anaknya sejak kecil.

Dikutip dari Rabi binti Mu’awwid radhiallahu anha :

أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ : مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ) ، فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ، وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ ، فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ (رواه البخاري، رقم 1960 ومسلم، رقم 1136)
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengirim utusannya pada siang hari asyuro (10 Muharam) ke desa-desa kaum Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan; ‘Barangsiapa telah berpuasa sejak pagi hari, hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi harinya berbuka, maka hendaknya puasa pada sisa harinya.’ Maka setelah itu kita berpuasa, dan kami membiasakan anak-anak kecil kami untuk berpuasa insyaallah. Kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan untuk mereka (anak-anak) mainan dari kapas yang berwarna. Kalau salah satu diantara mereka menangis karena (kelaparan). Kami berikan kepadanya (mainan tersebut) sampai berbuka puasa." HR. Bukhori, 1960 dan Muslim, 1136.

Apa saja yang bisa orangtua lakukan untuk mempersiapkan anak-anak agar bisa menjalani puasa di bulan Ramadhan : 

  1. Menjelaskan Keutamaan Puasa. Ada beberapa cara yang menyenangkan untuk menjelaskan ini. Saya pernah mengajak si sulung membuat bangunan dari balok kayu dengan lima pilar. Salah satu pilarnya adalah puasa. Kemudian membuat perumpamaan, bahwa kalau mau bangunan itu bisa berdiri dengan kokoh maka kelima pilarnya harus berdiri tegak dan kokoh. 
  2. Menceritakan Sejarah Puasa Ramadhan. Selain itu juga menjelaskan bahwa puasa termasuk sebab seseorang dapat masuk ke dalam surga. Di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan dimana hanya orang-orang yang berpuasa yang bisa masuk ke dalamnya.
  3. Membangun Kebiasaan Berpuasa Secara Bertahap. Kapan sebaiknya mulai memperkenalkan ibadah ini? Sebelum usia sepuluh tahun orangtua sudah bisa mulai melatih anak untuk terbiasa berpuasa. Sementara patokan usia mengenalkan ibadah ini bisa dimulai sejak usia tujuh tahun, saat kemampuan kognitif anak sudah lebih berkembang dan bisa memahami alasan mengapa diwajibkan berpuasa bagi umat muslim. Pembiasaan menjalankan puasanya sendiri tergantung pada kesiapan fisik anak. Hal ini berkaitan dengan kesehatan dan postur tubuhnya. Kita bisa memecah target berpuasa mulai dari belajar berpuasa sampai dengan pukul 10, sampai dzuhur, ashar, dan kemudian sampai maghrib. Target berpuasa ini bisa ditingkatkan setiap tahunnya apabila ia telah sukses di tahun pertama puasanya dst.
  4. Menjelaskan Pada Mereka Keutamaan Sahur Dan Mengakhirkan Sahur. Di sini peran orangtua sangat penting untuk memotivasi anak-anaknya melakukan sahur, karena seringkali banyak anak-anak yang ikut berlatih puasa, namun tidak ikut berlatih bangun tidur untuk makan sahur. Padahal bersahur ini menjadi pondasi bagi kekuatan berpuasa sehari penuh bagi anak dan di saat ini pulalah orangtua mengajarkan niat berpuasa. Agar tidak kesulitan, buatlah kesepakatan bersama anak tentang jadwal bangun sahur pada malam hari sebelum mereka tidur. 
  5. Melibatkan Anak-Anak Dalam Kegiatan Selama Puasa. Misalnya dalam kegiatan mempersiapkan sahur dan berbuka, terutama bagi anak perempuan dan mengajak anak laki-laki untuk aktif dalam kegiatan beribadah di masjid seperti sholat jamaah atau tarawih. Kegiatan ini akan memotivasi mereka untuk lebih semangat menjalankan puasa karena mereka akan bertemu dengan teman sebaya yang juga sama-sama sedang berlatih beribadah selama bulan ramadhan. 
  6. Tentang Reward atau Hadiah. Pemberian reward juga bisa dilakukan apabila anak-anak sudah dapat menyelesaikan target yang sudah disepakati, namun ada baiknya kalau sejak awal orangtua tidak perlu memberitahu bahwa jika dia dapat mencapai targetnya, kita akan memberinya hadiah. Orangtua cukup menyiapkan beberapa barang sederhana yang dapat diberikan pada akhir waktu pencapaian target tanpa terlalu memberikan penekanan bahwa barang itu adalah hadiah. Misalkan, kita menyiapkan sarung baru atau peci pada minggu pertama keberhasilannya berpuasa sambil berkata, "Kakak hebat sudah berhasil menahan rasa lapar dan haus, ini sarungnya dipakai ya, supaya Kakak semakin rajin ke masjid.” Reward berupa afirmasi positif untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kompetensi spritualnya juga jauh lebih penting daripada sekadar pemberian hadiah yang bersifat kebendaan. 
  7. Mengalihkan Perhatian Dari Rasa Lapar. Pengalihan rasa lapar dapat dilakukan dengan memberikan anak-anak kesempatan untuk membagi waktunya antara tidur siang atau melakukan aktivitas yang tidak terlalu menguras energi. Sebelum puasa orangtua bisa menyiapkan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di rumah seperti mengisi jurnal ramadhan, mewarnai, atau menyiapkan buku-buku bacaan tertentu. Di akhir tulisan ini saya akan membagikan freebie berupa printable ramadhan journal yang bisa digunakan untuk anak-anak selama bulan Ramadhan. 
  8. Libatkan Ayah. Peran ayah di sini selain untuk mengajak anak-anak pergi ke masjid dan melakukan ibadah seperti tadarus, tahfidz, tahsin atau berdzikir, juga untuk mengajak anak-anak bersilaturahmi dengan anggota keluarga yang lain serta memberitahukan kepada anggota keluarga yang lain bahwa anaknya sedang belajar berpuasa. Ayah perlu menunjukkan rasa bangga agar anak lebih termotivasi.
  9. Perhatikan Asupan Makanan Dan Minuman Anak Selama Berpuasa. Kalori yamg dibutuhkan untuk anak usia tujuh tahun dengan anak yang lebih muda atau lebih tua tentu saja berbeda. Anak laki-laki juga membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan anak perempuan. Secara umum anak usia 7-9 tahun butuh sekitar 1800kkal. Sementara anak usia 4-6 tahun butuh 1600kkal. Jika anak-anak termasuk aktif kebutuhan kalorinya juga bisa meningkat antara 1800kkal sampai 2000kkal. Asupan air putih juga harus diperhatikan setiap harinya. Biasakan anak-anak untuk mengonsumsi minimal delapan gelas air yang dibagi pada saat bangun tidur sahur, pada saat sahur, saat berbuka, dan sebelum tidur. Menu lemak dan protein yang diberikan setelah asupan buah-buahan juga terbukti membuat anak-anak lebih tahan lapar ketimbang menu yang rendah lemak namun tinggi gula.
Hal lain yang cukup penting dan harus diperhatikan adalah apabila anak-anak merasa lemas, cenderung tampak sakit dan tidak fit maka sebaiknya orangtua tidak memaksa untuk menyempurnakan puasanya, agar kondisi tersebut tidak menjadikan penyebab anak menjadi tidak menyukai proses dalam berlatih puasa atau munculnya keinginan untuk berbohong akibat tekanan yang terlalu keras dari orangtua.


Freebies : Ramadhan Journal For Kids 

Tahun lalu karena Ramadhannya bertepatan dengan liburan sekolah, saya menyiapkan Ramadhan Holiday Activities Book. Isinya berbagai kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu selama puasa. Tahun ini, saya menyiapkan Ramadhan Journal untuk Ezra dengan tema Maroko. Isinya bisa diintip dan di-save untuk dipakai sendiri, ya.

Di bawah ini saya share file-nya. Tinggal klik kanan, save, lalu bisa dipindah ke microsoft words dulu untuk ditata atau langsung di-print sesuai kebutuhan. Selamat mengisi jurnal ramadhan, ya.











Tuesday, April 18, 2017

Hazotel Semarang. Hotel Budget Syariah Di Semarang Atas.


Sabtu, 15 April 2017 kemarin Hazotel Semarang melangsungkan acara seremonial Grand Opening. Bertempat di Hazelnut Resto & Koffie, acara seremonial yang mengusung tema "Meet & Greet the Flavour of Retro" ini menghadirkan serangkaian acara seperti mini workshop "creating travel video with smartphone" yang dipandu oleh seorang travel writer, yaitu Mas Teguh Sudarisman, kemudian ada demo kecantikan dari tim Wardah serta peragaan busana oleh Al Fath. 

Acara seremonial pemotongan tumpeng untuk Grand Opening yang dihadiri oleh owner, Bapak Agung Samudro dan tim manajemen.

Sekilas Mengenai Hazotel Semarang. 

Kalau kebetulan sedang berkunjung ke kota Semarang dan memasuki area Semarang atas, kemudian sedang mencari tempat menginap yang lokasinya strategis maka hotel bintang satu yang mengusung konsep syariah ini bisa menjadi pilihan. 

Hazotel sendiri merupakan hotel budget dengan suasana yang hommy, tercipta dari desain interior yang mengusung tema retro serta keramahan para stafnya. Meski hanya memiliki 21 kamar, namun hotel ini tetap terasa nyaman dan bersih. Kamar-kamar didesain secara fungsional dengan warna-warna hangat yang netral. Kebutuhan konsumen untuk mendapatkan tempat menginap yang nyaman dan lokasi yang strategis dapat diakomodir oleh hotel ini. 

Konsep syariah yang diusung hotel ini, selain dengan memberikan fasilitas yang memudahkan pengunjung untuk beribadah juga dengan pelayanan dari staf hotel yang dapat membantu pengunjung apabila akan melaksanakan sholat malam. Sayangnya, belum ada fasilitas mushola untuk umum yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Untungnya letak hotel yang berseberangan dengan sebuah masjid besar menjadi nilai tambah untuk menutup kekurangan tadi. 

Selain hotel yang kamar-kamarnya terletak di lantai atas, di lantai bawah juga ada fasilitas restauran dan kafe, Hazelnut Resto and Koffie yang dibuka untuk kalangan umum yang tidak menginap di hotel. Restauran ini menyajikan makanan dan minuman yang halal. Dengan menu-menu yang cukup beragam dari mulai masakan Indonesia seperti Gado-Gado dan Capcay sampai makanan western seperti spaghetti dan pizza. Makanan dan minuman di tempat ini disajikan dengan kemasan cutlery yang menarik, misalnya gelas minuman berbentuk bohlam, wajan kecil untuk menghidangkan mie, sampai gelas laboratorium untuk menghidangkan juice. 

Dengan adanya resto ini maka Hazotel pun memiliki satu lagi daya tarik yang bisa menjadi nilai tambahnya. Jadi, pengunjung yang tidak menginap pun bisa menikmati sudut-sudut instagramable di resto ini sambil menikmati sajian makanan dan minumannya. 

Penasaran dengan resto dan hotel ini? Segera arahkan kendaraan menuju Jalan Durian Raya No. 27. Lokasi hotelnya tidak jauh dari  jalan perempatan di dekat Swalayan ADA dan jalan yang akan mengarah menuju ke pintu tol Banyumanik.

Tampak depan dari bangunan hotel serta area lobi. 

Sudut-sudut Hazotel yang instagramable.

Suasana kamar tidur di Hazotel.

Tempat Ngebakso Di Semarang Yang Kids Friendly


Coba angkat tangan yang me time-nya ngebakso bareng sama temen-temen. 

Asyik ya, membayangkan menikmati semangkok bakso kuah yang hangat, pakai sambal yang rasanya menantang lidah, diseruput sampai kuahnya habis dan bikin dahi berkeringat, pastinya comfort food banget kan! Apalagi disambi ngobrol-ngobrol seru sama teman-teman. 

Tapi momen seperti itu bisa jadi sesuatu yang langka kalau sudah berkeluarga dan punya anak kecil. Mau ngebakso ngajak anak-anak apalagi yang balita...? Humm, agak sulit ya untuk bisa ngebakso dengan khusyuk. 

Belum lagi kalau tempat ngebaksonya sempit, duduknya di bangku panjang yang harus gantian sama pembeli lain yang sudah ngantri dan nunggu tempat duduk kita, lalu si kecil yang riweuh karena penginnya jalan ke sana kemari. Bubar deh, bayangan  me time sambil ngebakso. 

Kondisi seperti itulah yang bikin belakangan ini saya jadi nggak pernah ngebakso, padahal ngebakso adalah momen me time paling favorit sejak zaman esema dulu. 

Pernah sih, sekali ngajak anak-anak buat ngebakso bareng dan hasilnya persis seperti yang sudah diperkirakan. Alih-alih menikmati ritual ngebakso, dari mulai racik-racik bumbu sampai menyeruput si kuah sampai mangkok tandas, malah jadi riweuh sama si kecil yang sudah nggak nyaman karena suasana di tempat ngebakso yang sumuk dan crowded.

Nah, kemarin itu akhirnya saya dan Pak Suami yang lagi kangen ngebakso menjajal Mie Bakso di daerah Sompok. Agak jauh sedikit dari rumah sih, tapi perjalanannya terbayar oleh tempat dan suasana tempat ngebakso yang ramah anak sekali. Kami jadi bisa menikmati ngebakso dengan lebih khusyuk karena anak-anak juga merasa nyaman dengan suasananya.

Kayak gini nih, suasana tempat ngebaksonya. Menempati sebuah rumah bergaya vintage alias rumah peninggalan masa kolonial. Kita bisa memilih ngebakso di luar ruangan atau di dalam ruangan.

Lantainya masih asli, model tegel vintage gitu. Ruangan bagian dalamnya nyaman, meja dan kursinya lega.



Tempat ngebaksonya luas, ada mushola dan tempat wudhu yang memadai, dan yang juga nggak kalah penting rasa bakso serta mie ayamnya nggak kalah enak sama bakso dan mie ayam yang terkenal di beberapa spot ngebakso di Semarang. Soal rasa 'Bakso Soun Dan Mie Ayam Sompok 21' ini recomended.

Kemarin kami memesan dua mangkuk bakso kuah dan dua mangkok mie ayam plus semur ceker dan pangsit goreng. Overall semuanya enak. Mienya kenyal dan fresh, baksonya enak berasa dagingnya, dan waktu di mix and match sama sambel saos dll rasanya tambah endeus. Soal harga juga masih tergolong ramah buat kantong. 

Jadi kalau pengin me time ngebakso bareng keluarga dan anak-anak di Semarang tempat ini recomended. Lokasinya nggak jauh dari area Java Mall dan Pasar Peterongan. Tinggal cari perempatan Sompok lalu telusuri jalannya, lokasi Bakso dan Mie Ayam ini ada di sebelah kanan jalan. 

Selamat me time sambil ngebakso, ya. 

Monday, April 17, 2017

Berkelana Di Dunia Kuman. Playdate Komunitas Orangtualogy Dan Gerobak Batja


"Dek, cuci tangan dulu yuk, sebelum makan. Biar kuman-kuman yang menempel di tangan yang kotor nggak ikut masuk ke perut dan bikin sakit."

"Kuman tuh, apa sih, Bu. Bentuknya kayak apa? Kok ini nggak kelihatan ada apa-apanya di tanganku?"

Pernah nggak dapat pertanyaan semacam itu dari anak-anak? Sebagian besar anak pasti pernah bertanya pada orangtua atau gurunya tentang apa itu kuman. Atau paling tidak mereka punya rasa ingin tahu yang cukup besar tentang 'kuman' yang katanya bisa bikin sakit dan sering menempel di tempat yang kotor itu. 

Kalau sudah begitu biasanya orangtua atau guru akan memberi penjelasan ilmiah tentang apa yang dimaksud dengan kuman itu. Untuk beberapa anak, ada sih, yang sudah puas dengan jawaban yang diberikan guru atau dari hasil membaca buku. Tapi ada juga lhoo, anak-anak yang rasa ingin tahunya sangat besar dan ingin tahu lebih banyak tentang kuman itu sendiri. 

Untuk menjawab kebutuhan anak-anak yang punya rasa ingin tahu yang besar, Komunitas Orangtualogy berkolaborasi dengan Komunitas Gerobak Batja mengadakan Playdate dengan tema 'Berkelana Di Dunia Kuman.' yang diadakan di Taman Tirto Agung pada hari Minggu, 16 April 2017 kemarin. 

Setelah dibuka oleh salah satu founder OLC, Mba Ratih Rizky Nirwana playdate pun diawali dengan story telling tentang kuman oleh relawan dari Gerobak Batja. Anak-anak diajak mendengarkan cerita dan juga ikut bercerita kepada anak-anak yang lain sambil menikmati yoghurt segar rasa stroberi dari Mama Ayu. Setelah itu mereka diberi penjelasan tentang bagaimana membuat media untuk mengembang biakkan kuman. Penjelasan mengenai cara membuat media untuk kuman dilakukan oleh Anita Fibonaci selaku narasumber.


Anak-anak tampak sangat antusias dan fokus saat mendengarkan paparan dari Kak Fibo. Terbukti pada saat diberikan kuis yang dipandu oleh Kak Nia, semua anak bisa menceritakan kembali materi yang berhubungan dengan kuman. Anak-anak juga sangat bersemangat sekali untuk menjawab pertanyaan. 

Ketika melihat binar mata anak-anak yang bersemangat untuk berpartisipasi dan bertanya, kami semakin yakin bahwa aktivitas bermain sambil belajar atau yang populer dengan istilah playdate ini sangat dibutuhkan untuk anak-anak di era millenial ini sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan lewat gadget tetapi juga melalui interaksi langsung dan learning by doing.

Saatnya berkelana di dunia kuman pun dimulai. Para peserta dibagikan alat dan bahan. Salah satunya adalah kentang yang nantinya akan dikupas lalu direbus untuk dijadikan kaldu kentang. Kaldu kentang inilah yang nanti akan menjadi media tempat mengembangbiakkan kuman. Setelah mengupas dan memotong-motong kentang dengan bantuan orangtua atau pendamping masing-masing anak lalu memasukkan potongan kentang mereka untuk direbus.


Sambil menunggu kaldu kentangnya siap, anak-anak yang membawa lup atau kaca pembesar juga bisa melihat bagaimana sih, bentuk kuman-kuman itu. Mereka pun asyik mengamati kuman-kuman di dalam media kaldu kentang yang sudah disiapkan oleh Kak Fibo sebelumnya. Ada kuman yang diambil dari pinggiran wastafel atau ujung kuku yang kotor. Seru ya!

Saat anak-anak asyik bereksperimen, para orangtua saling bertukar potluck dan mengikuti sesi doorprize. Anak-anak yang sedang menunggu giliran juga bisa mengisi waktu dengan membaca buku-buku yang disediakan oleg Gerobak Batja. 

Benar-benar hari minggu yang well spent buat anak-anak ya. Punya pengalaman baru, bertemu teman baru, dan nambah ilmu. Nggak sabar kan, buat ikut playdate berikutnya. Stay tune yaa di instagram @komunitasorangtualogy 

Salam positif dan kreatif!




Wednesday, April 12, 2017

7 Hal Yang Nggak Boleh Dilakukan Saat Mengunjungi Ibu Yang Baru Melahirkan.

image from : babygeorgeintheworks

1. Langsung berkunjung ke rumah bersalin begitu mendapat kabar kalau Si Ibu baru saja melahirkan si kecil. 

Dari sudut pandang penjenguk, tindakan seperti itu dianggap sebagai bentuk perhatian atau dukungan karena niatnya pun baik, yaitu untuk memberi ucapan selamat atau mendoakan. Namun, sebaiknya berilah jeda waktu minimal satu minggu untuk mengunjungi Ibu yang baru saja melahirkan. 

Ibu yang baru melahirkan butuh banyak sekali penyesuaian, mulai dari harus membangun bonding dengan bayinya, belajar posisi pelekatan menyusui yang baik, sampai memulihkan staminanya sendiri. 

Bayangkan kalau di saat-saat sepenting itu Si Ibu harus meladeni tamu-tamu yang datang menjenguk. Terkadang Si Ibu menjadi sulit untuk fokus pada diri sendiri dan juga si kecil. Perhatiannya terbagi-bagi, belum lagi kalau ada masukan ini dan itu yang membuat fokusnya makin terpecah. 

Beri ucapan selamat lewat kartu atau pesan elektronik terlebih dahulu, baru setelah seminggu kemudian kita bisa mengunjunginya. 

2. Membandingkan Proses Kelahiran Yang Dialami Si Ibu Dengan Proses Kelahiran Si Penjenguk Atau Orang Lain Yang Ia Kenal. 

Sepertinya sudah jadi hal yang umum bagi penjenguk untuk bertanya, Lahirannya normal atau caesar? Padahal pertanyaan ini sebenarnya termasuk kategori pertanyaan yang menjurus pada privasi lhoo. Memang kelihatannya nggak ada salahnya kalau penjenguk bertanya seperti itu, tetapi perhatikan juga tingkat kedekatan antara penjenguk dengan Ibu yang baru melahirkan. Ada baiknya, jika Si Ibu tidak memulai lebih dahulu obrolan mengenai proses kelahiran bayinya, kita tidak perlu bertanya lebih jauh tentang hal itu. Apalagi sampai membandingkan, "Si Itu tuh, Jeng lahirannya lancar banget langsung byur gitu dan nggak pake dijait-jait." 

Pembicaraan tentang proses melahirkan memang seru untuk dibagi dan diceritakan ulang, tapi pastikan jangan memicu pembandingan-pembandingan yang rentan membuat Si Ibu merasa menyesal dengan pilihan dan kondisinya. 

3. Meminta Si Ibu Untuk Melahirkan Anak Dengan Jenis Kelamin Yang Berbeda. 

Ini sering banget deh, kejadian. Pengalaman pribadi juga soalnya. Rasanya gemes banget kalau ada yang komen, "Nah, cowok-cowok lagi, berarti mesti bikin satu lagi yang cewek." 

Duh, memang kalau belum punya anak sepasang hidup berkeluarga belum dianggap normal dan sempurna, ya? Seolah pasutri yang punya anak dengan jenis kelamin yang sama masih punya peer lain gitu?

4. Memberi Nasehat Dan Masukan Padahal Tidak Diminta. 

"Nanti kamu harus ngAsi Eksklusif lhoo... itu perut biar ngga nggelambir harusnya pake stagen dioles-oles pake kapur sirih sama jeruk, terus minum jamu Jeng, biar itunya rapet lagi..."

Please deh, pokoknya kalau kamu bukan Ibu saya. Just shut up. Hihihi. Menurut saya Ibu yang baru melahirkan, nggak butuh nasehat-nasehat itu. Mereka pasti sudah tahu, kok. Jadi, jangan seolah-olah mau adu pengetahuan tentang jadi-ibu-baru- dan-mengurus-bayi ya, saat sedang menjenguknya. 

Akan lebih baik, kalau kita menghadiahi buku bacaan atau majalah yang menyenangkan, atau ngobrol topik lain yang kemungkinan Si Ibu terlewatkan selama ia melahirkan dan merawat bayinya. 

5. Mengomentari Tampilan Fisik Si Bayi Yang Baru Lahir

"Merah banget, pasti nanti udah gedenya item kayak Bapaknya..." atau "Kecil banget yaa, kayak anak kucing..." 

Helloo? Ada yang pernah mengalami kayak gitu? Saya pernah dan itu justru datang dari pihak keluarga. Mungkin maksudnya cuma mau buka obrolan yaa, atau care ((CARE)) cuma caranya yang out of the box kebangetan. 

Berhati lembutlah saat mengomentari bayi yang baru lahir. Hargai dan hormati Sang Pencipta, juga perjuangan Si Ibu dan bayi mungilnya untuk keluar dari jalan lahir. Ucapkan doa-doa dan harapan yang baik dan menenangkan, membahagiakan, dan membesarkan hati Si Ibu. 

6. "Welcome To The (Begadang/Gentong/You Named It) Club!".

Kecuali kalian memang berteman sangat dekat, just don't bilang hal-hal semacam "selamat-bergabung-di klub-begadang-dan harus-pumping tiap malam" 

Ibu yang baru melahirkan sedang mengalami perubahan hormon yang cukup drastis. Gambaran-gambaran negatif tentang menjadi Ibu baru bisa menaikkan tingkat kecemasan mereka dan itu bisa memicu Baby Blues Syndrom. 

Alih-alih menceritakan bagian-bagian yang kurang menyenangkan bisa lhoo, kita berbagi pengalaman-pengalaman positif selama jadi Ibu baru, misalnya, "Saat ngAsi eksklusif itu saat paling menyenangkan lhoo, kita bisa makan dengan bebas, ngga mikirin BB dan bisa rikues makanan yang kita sukai."

7. Bertanya tentang penurunan berat badan. 

"Melahirkan ini kamu turun berapa kilo?" 

Entah kenapa bagi saya ini pertanyaan paling ngga penting sejagat raya. Nggak ada obrolan lain gitu? 

Prioritas seorang ibu yang baru melahirkan bayinya adalah, bayinya sehat, bisa menyusui dengan lancar, staminanya pulih kembali. 

Berat badan mah, kapan-kapan keleus...kecuali habis ini Si Ibu mau stripping shooting sinetron. 

Udah ah, tujuh dulu pegel nulisnya. Ada yang punya pengalaman serupa, sila komen yaa. 

Wednesday, April 5, 2017

Perkembangan Otak Anak Usia SD


Berada di rentang usia tujuh tahun kedua, cukup banyak hal penting yang terjadi pada si sulung, yang juga harus mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya. 

Si sulung yang sekarang sudah sembilan tahun (image from ig :@nianurdiansyah)

Kemarin, saya membaca beberapa buku bertema neurologi, salah satunya Seven Times Smarter: 50 Activities, Games, and Projects to Develop the Seven Intelligences of Your Child karya Laurel J. Schmidt dan asyik terpaku di bagian perkembangan otak anak usia sekolah dasar. Saya jadi bisa memahami beberapa perilaku yang kerap muncul secara signifikan di usianya sekarang.

Saya akan coba rangkumkan beberapa hal di sini, ya. 


1. Punya Ingatan Yang Lebih Tajam. 

Terbukti dengan si sulung yang bisa mengingat detail-detail kejadian baik di masa lampau maupun sekarang dan menghubungkan keduanya, padahal saya saja sudah lupa. Kadang karena ingatan yang super detail, si sulung sering menganggap saya pelupa atau ngga perhatian akan suatu hal atau janji yang sudah pernah kami buat. 

Ternyata kemampuan mengingat yang meningkat ini berkaitan dengan perkembangan sel syaraf otak bagian depan atau frontal lobe dan otak bagian samping atau temporal lobe yang sangat pesat. 

Seiring dengan hal itu, kemampuan koherensi atau menghubungkan dua hal atau lebih juga meningkat di masa ini. Nggak heran kalau tiba-tiba si sulung jadi suka membicarakan masa lalu dan menghubungkannya ke masa sekarang. Misal saat si sulung bertanya alasan kenapa dia pindah sekolah, atau kenapa dulu saya sering ke luar kota meninggalkan dia. 

Selain itu, di usia ini kesadaran tentang "inner self" juga sudah semakin menguat. Nah, buat memfasilitasi bisa lho, kita mulai membimbing atau mengajarinya untuk membuat jurnal harian. 

2. Kecenderungan Untuk Merasa Khawatir (Hampir Pada Semua Hal)

Kalau diperhatikan, sejak di kelas dua, si sulung mulai takut datang terlambat ke sekolah, kalau mengerjakan sesuatu nggak boleh nggak sesuai petunjuk atau aturan sekolah. Kadang saya sebagai ibu berpikir, ini anak kok, kaku banget ya😂Padahal ternyata secara neurologis memang ada sebuah perubahan yang sedang terjadi di otak dan sel syaraf anak kita. 

Justru kecenderungannya untuk khawatir tersebut merupakan pertanda bahwa otaknya berkembang sesuai kelompok usianya. 

Usia tujuh tahun anak sudah semakin menguasai konsep ruang, arah, jarak, dan makin sadar kalau waktu bergerak terus ke depan. Di usia ini jadwal, perkiraan waktu, dan durasi menjadi sangat penting bagi mereka. Dengan begitu, pas juga kalau kita mulai mengajarkan pembagian waktu di usia ini.

3. Butuh Afirmasi Positif Untuk Merasa Aman. 

Di usia ini, anak-anak perlu merasa aman secara emosional agar perkembangan otaknya optimal. Stress yang kronis atau traumatis harus dihindari karena kondisi ini dapat menyebabkan terlepasnya sejumlah kortisol yang dapat membunuh sel-sel otak terutama di daerah hippocampus. 

Nah, untuk membantu pembentukan self esteem dan kepercayaan dirinya sebagai orangtua kita perlu memberikan afirmasi positif, menghindari proses disiplin yang terlalu keras atau hukuman fisik atau verbal yang kelewat batas. 

Bagaimana sih, bentuk afirmasi positif itu? Sebenarnya sederhana sekali dan bisa dilakukan dalam percakapan sehari-hari. 

Afirmasi positif bukan sekadar pujian kosong, tetapi sebuah bentuk penghargaan atas sikap positif yang dilakukan anak kita sekecil apa pun, bahkan juga ketika dia sedang tidak berbuat apa-apa sebagai orangtua kita harus pintar-pintar membangun harga dirinya. 

Beberapa contoh yang ada di gambar di bawah mungkin bisa digunakan untuk situasi tertentu. 


Monday, April 3, 2017

Feeding The Hungry Ghost


Setiap orang, menurut saya, punya sisi kelam yang tidak diketahui orang lain. Bahkan mungkin sumur tergelap di dalam jiwanya itu belum pernah dimasuki oleh dirinya sendiri. 

Sepengalaman saya, ada beberapa perilaku individu yang energi penggeraknya berasal dari dalam sumur tergelap itu. 

Coba tanya sama diri sendiri pernahkah beberapa skenario di bawah ini kita alami?



  1. Skenario A. Ingin hidup lebih sehat dan mengganti pola makan; setelah berhasil menjalani pola makan sehat selama beberapa waktu tiba-tiba saja jadi mudah menghakimi orang lain. "Dih, Si Itu kok makannya berantakan gitu sih, nggak banget deh, pantes badannya melar dan sering ngga masuk kantor karena sakit." 
  2. Skenario B. Umur sudah semakin bertambah masa ilmu agama nggak nambah-nambah, ya? Mulai sekarang mau rutin ikut kajian, ah. Pakaian juga harusnya lebih syari kan. Kemudian setelah beberapa bulan rajin memperdalam ilmu agama dan berubah penampilan, tiba-tiba jadi gampang banget nyinyir sama orang lain yang ngga sepengajian. Kadang merasa gemes kalau lihat orang lain penampilannya ngga bener, penginnya nyinyirin deh. "Harusnya kayak aku gini lhoo, berubah tuh ngga setengah-setengah, harus kaffah." Anehnya, kenapa saat sedang memperbaiki diri bukannya lebih banyak "Aslama", (berserah diri, pasrah, tunduk) dan introspeksi malah semakin mudah menunjuk kesalahan orang lain.
  3. Skenario C. Pengin lebih intensif membersamai anak dalam proses belajar, kemudian memutuskan resign dari kantor dan saat di rumah mulai giat bikin permainan buat anak. Tapi kadang pikiran masih suka galau, apalagi kalau lihat ibu-ibu lain yang bekerja kantoran punya penghasilan sendiri. Saking galaunya, untuk menghibur diri, suka sekali menghakimi bahwa pilihan ibu yang bekerja itu lebih bodoh dibanding pilihan yang sudah diambilnya sekarang. "Ibu tuh, tempatnya di rumah bukan di kantor. Kamu ibu apa karyawati?"
Masih banyak skenario lain yang serupa. Terkadang saat sedang semangat-semangatnya memperbaiki diri, kita sering lupa untuk meluruskan niat, sering lupa orang lain juga mungkin sedang berproses dan punya pilihan berdasarkan prioritas dalam hidupnya. Kalau beberapa skenario di atas sedang terjadi pada kita, periksa lagi niat kita. Ini pengingat juga buat saya sendiri. 

Sebuah perilaku kuncinya pada niat, kalau kuncinya bengkok kita nggak akan bisa membuka pintu perubahan yang sesungguhnya. 

Ada sedikit cerita, seorang teman mati-matian berusaha menjaga pola makan; dia menjalani pola makan raw food, menghindari protein hewani, kopi, gula rafinasi, dan tidak pernah melakukan cheating barang sehari pun. Saya sering bertukar cerita dengannya, bertanya apa motivasinya.

Singkat cerita dia mengatakan bahwa ini adalah sebuah bentuk balas dendam akan perasaan tersingkir yang pernah dialaminya beberapa tahun silam. Ia ingin menjadi orang yang benar-benar baru dengan melepaskan semua kebiasaan yang menurutnya buruk. Ia sangat keras pada dirinya sendiri sampai kadang nggak mengizinkan dirinya menikmati bahkan sebatang coklat sebulan sekali. Saya menghargai usahanya meskipun kadang ia suka mengkritik kalau sesekali saya ngemil makanan yang masih bergluten. Saya sempat berpikir kalau ia ingin tubuhnya sehat, tetapi lupa bahwa jiwa butuh keseimbangan.

Waktu saya berkata ia terlalu keras pada dirinya sendiri dia marah dan mulai menjauh, jarang curhat dan ngobrol lagi. Padahal saya hanya merasa sayang padanya. Saya pengin bilang padanya kalau sebuah perubahan perilaku yang positif harus digerakkan oleh niat yang bersih. Dendam itu seperti api, akan membakar semua usahanya untuk berubah menjadi lebih baik menjadi sebatas abu saja. Lagipula prioritas setiap orang tentu tidak sama dengan dirinya, bukan? Memaksakan perubahan yang sedang kita jalani pada orang lain yang ngga membutuhkan rasanya kan aneh. 

Tujuh bulan kemudian dia sakit parah, asam lambung kronis. Dia menghubungi saya dan bilang bahwa sebelum melakukan perubahan pola makan ia seharusnya belajar memaafkan terlebih dahulu. Melepaskan dan meluruskan niatnya. 

Sering pada lingkaran pertemanan saya juga mendapati beberapa teman menjadi lebih rajin ikut liqo atau halaqah, dan saya ikut berbahagia untuk itu. Semakin banyak tempat dan kawan untuk sharing ilmu. Namun, seringkali berujung rasa sedih ketika salah satu kawan tiba-tiba menjadi terlalu rentan terhadap perbedaan dan mudah menghakimi orang lain yang berbeda atau sedang berproses. 

Berubah menjadi lebih baik tidak selalu mudah, tetapi beberapa orang terkadang memilih cara termudah untuk terlihat berubah. Ini sebenarnya dilakukan bukan untuk perubahan itu sendiri, tetapi untuk memberi makan egonya, tempat si hungry ghost bersarang.

Baca juga: Apa itu The Hungry Ghost di sini

Sejatinya perubahan yang tulus dan diniatkan untuk mengejar ridho dari Sang Pencipta tidak semudah mengutip ayat dan menempelkannya di dinding sosmed atau mengubah tampilan agar tampak lebih relijius dalam pandangan manusia. Bicara perihal kebaikan tetapi dengan cara menjelekkan orang lain tidak akan mengangkat derajat keimanan kita, bukan?

Sekali lagi ini juga untuk pengingat bagi diri sendiri. Saat sedang berusaha untuk menjadi lebih baik, periksa lagi niatnya untuk siapakah perubahan ini dilakukan? Apakah untuk memberi makan si hantu kelaparan di sumur tergelap kita? Ataukah karena ingin menggapai ridhoNya?

Jika dalam proses menjadi lebih baik kita masih merasa sudut pandang dan pendapat kita yang paling benar artinya kita belum meluruskan niat kita yang sesungguhnya. Kelas perubahaan si hungry ghost hanyalah menaikkan status ego; kita lebih baik dan orang lain di bawah kita. Perubahan yang sesungguhnya adalah kerja keras yang diam-diam kita lakukan dan menginspirasi orang lain tanpa kita perlu berkata-kata apalagi nyinyir kepada orang lain. 

Mau pilih yang gampang juga boleh, tapi lulus tidaknya kita di ujian menahan diri membedakan kelas perubahan kita.

A self reminder, 
Semarang April 2017

Wednesday, March 29, 2017

Weekend Tanpa Mall Bersama Komunitas Orangtualogy


Buibu, pernah ngga merasa bingung dengan aktivitas bersama keluarga saat akhir pekan atau long weekend

Sering kan ya, karena ngga ada rencana bepergian kemana-mana eh, setelah bosen di rumah ujung-ujungnya main ke mall juga. Atau di rumah aja, tapi minim interaksi. Masing-masing sibuk sendiri dengan kegiatan atau gawainya. Tahu-tahu liburan sudah berakhir begitu saja tanpa ada momen kebersamaan yang bisa ditabung untuk masa depan. 



Ditabung? Iya, momen kebersamaan itu salah bentuk investasi untuk perekat keluarga lhoo. Mengumpulkan momen kebersamaan ini penting banget untuk menciptakan perasaan terikat antar anggota keluarga. Saat kita mengumpulkan momen demi momen, ingatan akan kebersamaan dengan keluarga akan memengaruhi kualitas hubungan saat ini maupun di masa depan. Contohnya nih, kalau sejak kecil kita sering mengajak anak-anak turut serta dalam suatu kegiatan yang menyenangkan maka ketika besar mereka akan merindukan momen tersebut. Kerinduan akan momen bersama keluarga bisa menjadi penyeimbang yang baik bagi anak usia remaja yang umumnya lebih tertarik untuk berinteraksi dengan peer groupnya. 

Menjawab fenomena tersebut, Komunitas Orangtualogy Semarang mengadakan acara Playdate untuk para member dan orangtua lainnya secara rutin. Salah satunya pada hari Minggu 26 Maret 2017 kemarin. Bertempat di Balemong Resort Ungaran, komunitas ini mengajak peserta anak-anak untuk merasakan bagaimana menjadi seorang petani dan peternak bebek, sementara itu para orangtua bisa melakukan tour de hotel atau sesi sharing parenting. Beberapa orangtua yang sedang menunggu anak-anaknya bermain bisa saling berbagi kisah parenting. Kemarin sesi sharing membahas tentang komunikasi efektif menggunakan i-message. 

Selama setengah hari, anak-anak diajak untuk menanam padi dan angon bebek. Lihat deh, foto-foto di bawah. Rasanya ikut bahagia bisa memberi kesempatan pada anak-anak untuk bermain dengan lepas di alam. Membiarkan baju dan badan mereka kotor kena lumpur, tertawa lepas, dan mendapatkan pengalaman baru. Sebuah pengalaman yang nggak akan didapatkan jika kita memutuskan bahwa mall satu-satunya tempat hiburan bagi keluarga. Apalagi kalau hanya mengandalkan gawai. 

Mengumpulkan momen kebersamaan ini adalah bagian dari membangun kualitas hubungan karena sebuah kualitas nggak akan tercapai tanpa kuantitas interaksi yang cukup. 

Yuuk, mulai sekarang sisihkan waktu untuk menabung momen kebersamaan dengan keluarga. 




Testimoni Peserta:
Salam kenal, saya dan keluarga baru pertama kali ikutan acara playdate OLC. Itupun tanpa sengaja kita ikut acara ini. Acaranya seru walaupun hujan tapi tidak mengurangi keceriaan peserta. Sambil menjaga si kecil yg lagi tidur, saya menyimak diskusi parenting dari mba nia tentang i-message & u-message. Diskusinya bagus buat instropeksi diri saya hehe, ternyata tanpa sadar selama ini saya sering berkomunikasi di keluarga dengan cara u-message (menunjuk/menyalahkan pihak lain trutama ke anak/suami) 🙈🙈 Semoga saya bisa berkomunikasi lebih baik dengan cara i-message (mengutarakan keinginan diri) Terima kasih atas sharing & keceriaannya. Ditunggu acara2-acara berikutnya (Ratih Sukma Arum)

Thursday, March 23, 2017

Menyusui Sampai Dua Tahun Itu Patut Diperjuangkan


Untuk ibu-ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui si kecil, semangat ya ☺ semua usaha untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil ini sebanding kok dengan hasilnya kelak. 

ASI merupakan nutrisi terbaik untuk si kecil karena komposisinya sangat lengkap mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin sampai mineral. 

Selain itu, laktosa atau karbohidrat utama dalam ASI yang berfungsi sebagai sumber energi untuk otak memiliki kadar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan laktosa pada susu sapi atau formula, namun ASI dapat diserap dengan lebih baik oleh bayi karena komposisi ASI memang diciptakan untuk bayi. 

Jadi, berusaha untuk memberikan ASI eksklusif sampai usia enam bulan dilanjutkan dengan MPASI dan menyusui sampai usia dua tahun adalah pilihan terbaik untuk si kecil. 

Kalau ada hal-hal di luar ekspektasi dan semangat jadi kendor, mungkin beberapa poin tentang menyusui di bawah ini bisa bikin semangat menyusui bangkit lagi.

  1. Produksi ASI itu sangat bergantung pada prinsip supply and demand. Jadi semakin sering dikosongkan maka semakin sering dan semakin banyak ASI diproduksi. Kalau ada yang bilang jumlah ASI mengikuti besar-kecilnya wadah penampungan, mungkin orangnya kurang piknik. Abaikan komentar yang OOT dan suka bikin ngga happy, Busui itu harus happy 😀
  2. "Tapi kok, bayiku kayak nggak kenyang-kenyang ya, Mba. Tadi habis nyusu sejam, baru ditaruh sebentar udah minta nyusu lagi." Jawabannya, kalau usia bayi dua minggu ke atas, ada kemungkinan sedang memasuki fase growth sprut atau percepatan pertumbuhan dan karena ukuran lambung bayi itu sangat kecil maka hanya bisa menampung sedikit setiap kali menyusu jadi ya harus sering menyusu. ASI juga sangat mudah diserap dan dicerna sehingga bayi juga cepet laper lagi. Embrace the moment, tugas Ibu di awal-awal ini memang menyusui, hadiahnya happy lihat si bayi yang makin montok. 
  3. "Kalau pas lagi menyusui makan apa ya?" Makan apa saja yang penting halal dan thayib. Nutrisi plusnya banyakin sayur dan buah, plus air putih yang melimpah. 
  4. "Terus kalau tahu-tahu pas kita lagi capee banget karena harus begadang, masih jetlag urus bayi, tiba-tiba ngerasa asi seret gimana?" Ada beberapa Ibu yang mengalami tahap ini, saya juga pernah dan rasanya pengin ada bantuan apa gitu biar merasa pede ASI melimpah. Kalau sudah begini biasanya nyari suplemen yang sealami mungkin kandungannya. Salah satunya ASI Booster Tea  #asiboostertea ini teh herbal yang bisa membantu kita merasa lebih pede lagi. Sambil nyemil makanan kesukaan dan ngeteh cantik #BanjirBeneranMak
  5. Cek Ricek posisi menyusui dan pelekatan. Kalau masih ada keluhan-keluhan lain, coba cek kedua hal di atas. Tanya sama teman yang sudah berpengalaman atau support system di lingkungan terdekat, bisa komunitas, konselor laktasi, dsb. Intinya masuklah dan berusaha ada di tengah lingkungan yang orang-orangnya positif dan mendukung kita NgAsi.
Tentang ASI Booster Tea

Namanya memang teh, tapi sebenarnya ASI Booster Tea ini tidak memiliki kandungan teh dan merupakan suplemen yang mengandung bahan herbal alami seperti: fenugreek seed, fenugreek powder, fennel seeds, fennel powder, anise, malunggay, dan habbatussauda.
 
Suplemen ini dapat meningkatkan produksi ASI hingga 900% dalam waktu 24-72 jam. Sementara ngeteh cantik dengan teh justru ngga disarankan untuk Busui, ngeteh pakai ASI Booster Tea justru direkomendasikan. Karena selain bahan-bahan herbalnya berkualitas, yaitu berasal dari Mediterania dan Asia Selatan, suplemen ini juga halal dan menyehatkan.  as
Jadi 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...