Tuesday, February 20, 2018

Lima Destinasi Pantai Impian Di Bali

Sudah sejak lama saya kepingin berkunjung ke pantai-pantai di Bali, tentunya selain Pantai Kuta yang sudah umum dikunjungi wisatawan, ya. Bayangkan saja, Bali memiliki pesisir pantai sepanjang 600 km, jadi pasti masih banyak sekali pantai-pantai yang memiliki keunikannya sendiri-sendiri yang belum tereksplorasi. Belum lagi, setiap pantai pasti menawarkan aktivitas dan atraksi berbeda-beda yang bisa dinikmati.

Pantai Karma

Image credit : rdo.org

Di urutan teratas, pantai yang ingin saya datangi adalah Pantai Karma, kenapa karena di sana ada sebuah resor yang sejak lama jadi incaran buat liburan, namanya Karma Kandara. Selain itu, warna air lautnya yang mengarah ke tosca membuat pantai ini punya keunikan tersendiri. Pantai ini seolah tersembunyi karena untuk bisa sampai ke sana, selain melalui resor Karma Kandara, pengunjung juga bisa menuruni ratusan anak tangga untuk sampai di pantai tersebut. Pemandangan saat menuruni tangga tersebut juga sangat instagenic.

Pantai Geger.

Image credit : Duta Wisata 

Siapa yang pingin melakukan aktivitas anti mainstream di lokasi ini? Salah satunya adalah dengan menyusuri tepian pantai dengan menaiki unta. Naik unta yang identik dengan lokasi padang pasir ternyata bisa dilakukan di pantai yang berlokasi di kawasan Nusa Dua ini. Pasirnya yang putih dan suasana pantainya yang tenang, bikin betah berlama-lama di sini.

Pantai Lovina

Image : idtempatwisata

Sejak kecil, saya selalu penasaran dengan hewan lumba-lumba. Pernah sih, melihat atraksinya di kolam, tapi setelah dewasa saya jadi tahu kalau atraksi lumba-lumba di kolam nggak ramah bagi mereka. Saya jadi pingin melihat langsung lumba-lumba di habitat aslinya. Nah, Pantai Lovina yang terletak di Desa Wisata Kalibukbuk di Bali Utara ini bisa kalian tempuh sejauh 9 km dari Singaraja. Di Pantai ini, saat berkendara dengan kapal ke tengah laut, kita bakalan bisa menyaksikan lumba-lumba yang sedang beraksi, seru kan.

Pantai Green Bowl

Image : google sites


Yang menarik dari pantai ini adalah lokasinya yang tersembunyi di tengah tebing bebatuan dan hutan yang masih hijau. Dan ketika airnya surut, bagian pantai ini akan membentuk cekungan-cekungan berwarna hijau yang berasal dari terumbu karangnya. Selain suasananya yang relatif lebih tenang, biaya masuk ke pantai ini pun relatif murah lho. Kapan lagi bisa punya stok foto cantik yang memperlihatkan kekontrasan warna hijau dan biru yang berpadu dengan warna pasir pantainya. Pemandangan yang ada bakal membuat kamu merasa tersihir oleh pesonanya.

Pantai Padang Bai 

Image : Indonesia Kaya


Pantai ini terletak di Desa Padangbai, Karangasem. Pantai Padangbai dikenal sebagai tempat wisatawan menyeberang dari Bali ke Pulau Lombok maupun Gili Trawangan. Kenapa saya ingin berkunjung ke pantai ini, salah satunya karena di sini kita bakal menemukan dua pantai lainnya yang sangat keren, yaitu Pantai Blue Lagoon dan Bias Tugel. Keduanya merupakan pantai yang sangat menyenangkan untuk aktivitas snorkeling. 

Nah, itu tadi lima pantai di Bali selain Pantai Kuta yang ingin saya datangi. Tentunya masih banyak destinasi pantai lainnya di Bali yang belum saya tahu apalagi singgahi. Coba deh, baca referensi pantai di Bali dari blog traveloka ini. Ada sekitar dua puluh destinasi pantai, mulai dari yang sudah familiar sampai yang baru terdengar di telinga. 

Untuk menyiasati persiapan budget liburan ke Bali, tentunya harus mulai nabung dari jauh-jauh hari dong. Apalagi nggak semua pantai di daftar tadi bisa didatangi dalam satu kali waktu liburan.

Rencananya, pantai di daftar teratas tadi bakal jadi prioritas dulu. Mumpung juga sedang ada penawaran dari Traveloka nih, yaitu layanan paket tiket pesawat dan juga hotel dalam 1 paket. Dengan layanan ini, kita bisa mendapatkan harga yang lebih hemat hingga 20 persen. Caranya dengan memesan paket pesawat+hotel secara bersamaan, dan tidak perlu pakai kode promo apapun, lho. Menarik kan. 

Wednesday, February 14, 2018

Afternoon Tea Bersama Verve Bistro & Coffee Bar


Di Indonesia, khususnya Semarang masyarakatnya belum terlalu familiar dengan budaya ngeteh sore atau yang akrab dengan sebutan 'afternoon tea'. Meskipun begitu, penikmat dan penyuka teh ternyata mulai berkembang. Mungkin tidak secepat laju perkembangan pecinta kopi yang mulai terwadahi dengan makin banyaknya kedai kopi atau kafe yang memiliki speciality di bidang kopi. 

Karena tidak semua orang suka kopi, dan tanpa sadar sebenarnya masyarakat Indonesia itu lebih sering memasangkan makan beratnya dengan minuman teh, bahkan ada jargon yang sudah membumi, yaitu makannya apa saja minumnya teh maka sebenarnya budaya ngeteh juga akan dengan mudahnya berkembang di kalangan masyarakat. 

Seolah bisa menangkap pesan tersebut, pada 26 Januari 2018 -
Verve Bistro & Coffee Bar menyelenggarakan acara Af￾ternoon Tea bersama dengan Gryphon Tea Company.





Acara ini berlangsung dalam rangka memperkenalkan varian produk dari Gryphon Tea Company yang akan menjadi salah satu lini minuman yang dihadirkan dan bisa dinikmati oleh penikmat teh kota Semarang di Verve Bistro & Coffee Bar. 

Sebenarnya sudah ada beberapa gerai atau restoran yang awalnya menyajikan minuman khusus teh yang kemudian menyajikan makanan pendampingnya. Ini membuktikan bahwa sebenarnya masyarakat sudah cukup familiar dengan teh. Hanya saja tidak semua paham soal teh yang sesungguhnya, dan bahwa teh itu tidak melulu berasal dari daun teh saja. 

Verve Bistro & Coffee Bar sendiri kemudian mengandeng Gryphon Tea Company dan timnya untuk memberikan penjelasan dan pengenalan lebih jauh tentang teh itu sendiri kepada para peserta yang hadir dalam acara Afternoon Tea sekaligus kegiatan mini workshop mengenai brush lettering yang dibimbing langsung dari komunitas Semarang Coret. 

Gryphon Tea Company sendiri merupakan sebuah luxury brand dari perusahaan teh LIM LAM THYE Singapura dengan pengalaman bisnis lebih dari 30 tahun yang berfokus didalam pengembangan artisan tea.






Terdapat 12 varian yang dimiliki oleh Gryphon Tea Company, 6 diantaranya hadir di Verve Bistro & Coffee Bar yaitu; Con￾tessa Grey, Marrakesh Mint, Osmanthus Senca, Nymph of The Nile, White Ginger Lily dan Chamomile Dream. Ke-enam var￾ian tersebut merupakan perpaduan dari jenis white tea, green tea, black tea dan non caffeine tea yang diwakilkan
oleh varian Chamomile Dream.

Peserta Afternoon Tea yang hadir pada di hari itu seperti mendapatkan kejutan yang menarik saat diminta mencicipi keenam varian teh yang ada. Banyak yang tidak menyangka, bahkan ada yang merasa teh yang disajikan sangat di luar ekspektasi. 

Leonita Putri misalnya, ia langsung jatuh hati pada varian teh Contessa Grey yang memiliki keharuman dan rasa yang memikat. Sementara salah satu Blogger, Novia Domi yang merupakan penggemar kopi justru tertarik dengan kelembutan Nymph of the Nile. 

Acara yang dipandu langsung oleh Lintang Kinasih selaku Corporate Creative Director dari Verve Bistro & Coffee Bar bersama dengan Gryphon Tea Company Sales Repre￾sentative untuk Indonesia Ibu Anggita menjelaskan men￾genai keunikan dari varian teh yang diperkenalkan terse￾but. 

"Apabila pada umumnya pairing makanan dan minu￾man hanya terjadi untuk wine, ternyata pada teh sendiri juga bisa dipasangkan dengan berbagai varian dari makanan. Seperti contohnya adalah Osmanthus Senca yang akan sangat cocok untuk dipasangkan dengan varian dari Chinese pastries dessert, makanan utama berbahan ikan ataupun unggas seperti menu Grilled Salmon atau Quail butter yang tersedia di Verve Bistro & Coffee Bar.

Ternyata teh yang disajikan di Verve memang bukan teh yang seperti biasanya saya bayangkan, ujar salah satu peserta. Ilmu saya soal jenis-jenis teh jadi semakin nambah. 

Keenam varian teh yang disajikan memiliki keunikan masing-masing yang terletak pada tata cara penyeduhan yang meliputi; lamanya waktu penyeduhan serta temperatur air mini￾mum yang sebaiknya digunakan. 

Pada varian Nymph of The Nile misalnya, memerlukan waktu penyeduhan 3-4 menit dengan suhu air panas minimum kurang lebih di 80 dera￾jat celcius. Berbeda halnya dengan Chamomile Dream yang memerlukan waktu penyeduhan hingga 8 menit dengan suhu air panas minimum yang dibutuhkan di 100 derajat celcius. 

Hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap hasil penyeduhan, rasa dan aroma teh yang bisa dinikmati nan￾tinya.

Jika teman-teman berminat untuk mencicipi aneka varian teh ini, ada baiknya berkunjung langsung ke Verve Bistro & Coffee Bar yang juga terbuka bagi komunitas untuk membuat kegiatan yang serupa. 

Ngeteh sore cantik, arisan bersama, meeting dengan rekan kerja, serta berbagai aktivitas lainnya bisa diadakan di Verve. Atau kalau hanya sekadar ingin ngeteh sore dan membangkitkan mood bersama Gryphon Tea pun bisa dilakukan di sini. 

Saran untuk pemula, coba deh kelembutan rasa dari Nymph Of The Nile, dijamin 

Saturday, February 3, 2018

Sakura Collagen : Mengembalikan Elastisitas Kulit Kering


Problem kulit saya itu gampang banget berubah kering, dan kadang mengelupas kalau berhadapan dengan cuaca yang nggak sesuai. 

Biasanya sih, kalau pas habis travelling dan bolak-balik dari satu kota ke kota lainnya dengan cuaca atau suhu udara yang bertolak belakang. Nah, kadang juga pas terlalu sering berada di ruangan yang menggunakan air conditioner, kulit jadi berasa kering.

Memang solusi paling gampang adalah memakai pelembab kulit, baik itu untuk tubuh maupun wajah. Dan juga harus rajin mengoleskan ulang pelembab seperti body lotion.

Tapi lain kulit tubuh, lain kulit wajah. Mencari pelembab buat kulit wajah itu peer banget kalau buat saya. Ngga cocok sedikit bisa bikin kulit wajah malah purging atau muncul jerawat. 

Jadi saya termasuk yang picky dalam urusan memilih pelembab untuk kulit wajah. Formulanya harus yang non comedogenic, melembabkan tapi nggak boleh lengket atau berat, harus yang ringan dan mudah menyerap di kulit.

Waktu pertama kali mendengar produk pelembab wajah dengan kandungan collagen; Sakura Collagen dari Meiji saya masih merasa ragu-ragu. 

Belum banyak pembendaharaan saya soal pelembab wajah, apalagi yang kandungannya collagen. Jadi sebelum mencoba produk tersebut, saya googling dulu, dan cari referensi dari beauty blogger yang pernah menjajal produk tersebut.

Sakura Collagen Apaan Sih?

Dari hasil mencari informasi itu, saya jadi tahu kalau Sakura Collagen itu merupakan produk inovasi anti AGE's dari PT. MEIJI Indonesia. 

Googling lagi deh soal PT. Meiji Indonesia yang ternyata sudah sejak tahun 1974 bergelut di bidang farmasi. PT. MEIJI Indonesia merupakan anak perusahaan dari Meiji Seika Pharma Co.,Ltd yang kantor pusatnya ada di Jepang. 

Nah, jadi tenang deh karena tahu kalau produk-produk dari PT MEIJI ini memakai bahan baku terbaik yang diproses dengan fasilitas berstandar internasional. Bahkan perusahaan ini juga meraih berbagai macam penghargaan. Seperti Klasifikasi A+ untuk CPOB, atau Cara Pembuatan Obat yang Baik. 

Poin-poin tersebut bikin hati jadi ayem untuk lanjut mencoba produk Sakura Collagen.

Kemasan

Sebelum mengoleskannya di kulit, saya bakal cerita kalau paket dari Sakura Collagen ini unyu-unyu banget. Dikemas dalam kotak putih berpita biru muda, di dalamnya ada bonus bandana dan spons untuk mengoleskan krimnya. Pokoknya waktu pertama kali menerima paket krim ini rasanya berbunga-bunga sakura, deh.



Setelah itu, saya mencoba mengulas kemasannya. Hmmm, dari tampilannya produk Sakura Collagen jelas bukan produk biasa. Kardus kemasan didesain dengan rapi dan memiliki sticker hologram. Nah, yang lebih penting pot tempat krimnya juga terlihat kuat dan higienis.

Berat krimnya 10 gram. Botol atau potnya terbuat dari bahan yang nggak mudah teroksidasi, dengan tutup ulir yang mudah dibuka. Sayangnya, ngga ada spatula buat nyolek krimnya.



Kandungan

Sekarang, coba kita cek kandungan dari krim Sakura Collagen itu sendiri. Krimnya merupakan produk inovasi anti AGE's. Kandungan utamanya adalah ekstrak bunga Sakura dan Hydrolyzed Fish Collagen Type 1.

Menurut penelitian, ekstrak bunga Sakura memiliki fungsi untuk menghambat proses penuaan. Sedangkan Hydrolyzed Fish Collagen Type 1 berfungsi menambah produksi kolagen dan menjaga elastisitas kulit. Ada juga Pro-Vit B5, Vitamin E dan Sodium Hyaluronat yang berfungsi untuk menutrisi, melembabkan kulit dan dan membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan pada kulit.


Nah, ini detail kandungan krimnya: 

Aqua, Isopropyl Palmitate, Glycerin, Isododecane, Hydrogenated Tetradecenyl/Methylpentadecene, Behenyl Alcohol, Propylane Glycol, Triethylhexanoin, Polyglyceryl-10 Pentastearate, Sodium Stearoyl Lactylate, Polyacrylamide, C13-14 Isoparrafin, Laureth-7, Collagen, Prunus Serrulata Flower Extract, Phanthenol, Phenoxyethanol, Chlorphenesin, Fragrance, Triethanolamine, Sodium Hyaluronate, Tocopheryl Acetate, Disodium EDTA, Cl 45430.

Cara Pakainya Gimana?

Krim dioleskan secara merata pada wajah dan leher yang telah dibersihkan. Krim bisa digunakan pagi dan malam hari. Menurut Uzha, teman blogger yang concern pada beauty products, Sakura Collagen Anti AGE's Cream bisa dipakai pada step moisturizer setelah memakai toner dan emultion.


Secara tekstur, krim Sakura Collagen cukup light dan mudah terserap oleh kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Saya juga suka aromanya yang menenangkan.

Hasil.

So far, saya sudah menggunakan krim ini selama satu minggu. Kulit wajah jadi terasa lebih kenyal, dan bagian kulit yang sering kering seperti di pinggir hidung dan bibir sekarang jadi lembab.

Yang kurang saya suka, kalau dipakai di pagi hari, kulit jadi gampang kerasa berminyak.

Nah, untuk hasil maksimal, saya bakal melanjutkan mencoba produk ini sampai habis karena meskipun ada bahan yang bisa memicu jerawat, namun so far kulit wajah tidak mengalami masalah tersebut.

Setelah tiga minggu lagi, nanti saya kasih tahu hasilnya di kulit wajah saya, ya. 

Friday, February 2, 2018

Meniti Tangga Indonesia Maju


Apa yang menjadi indikator majunya sebuah negara? Atau apakah sebenarnya 'negara maju' itu? 

Jika berbicara soal letak geografis, yang terbayang di benak sebagian besar orang sebagai negara maju, bisa jadi itu adalah Jepang atau negara tetangga terdekat, Singapura. 

Atau jika kita meraba secara kasat mata, negara maju identik dengan kota-kota futuristik dengan infrastruktur modern: memiliki banyak rimba beton, jembatan penghubung antar kota, jalur-jalur transportasi yang memuat moda-moda transportasi berkecepatan tinggi.

Indikator Negara Maju. 
Bayangan yang digambarkan di atas memang tidak sepenuhnya salah. Negara maju sendiri adalah sebutan untuk negara yang penduduknya bisa menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. 

Tentu untuk melihat perbedaannya, kita bisa membandingkan dengan negara berkembang, atau tertinggal. Misalnya saja jika kita membandingkan antara China dan Singapura, atau India dengan Jepang. Agar lebih mudah diukur maka diperlukan pula indikator. 

Ada beberapa indikator negara maju, salah satunya adalah pendapatan perkapita per tahun setiap penduduk

Apabila hanya menilik dari salah satu indikator tersebut, bagaimana dengan posisi Indonesia sendiri?

Pendapatan Perkapita Indonesia. 
Dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati 250 juta jiwa, menurut publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia di tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp12.406,8 triliun. Sementara pendapatan per kapita mencapai Rp47,96 juta atau 3.605,1 dollar AS (sumber setkab.go.id)

Dengan fakta angka tersebut, Indonesia termasuk ke dalam 'middle income country'. Dan ada sebuah 'jebakan zona nyaman' pada status tersebut.

"Namun, apakah selama kurun waktu 72 tahun Indonesia merdeka ini, Indonesia hanya akan terus menyandang predikat sebagai negara berkembang?" tanya Andoko Darta selaku Tim Komunikasi Presiden pada acara flash blogging bertajuk Menuju Indonesia Maju yang diselenggarakan Jumat, 2 Februari, 2018 di Hotel Santika Semarang, kepada para peserta yang sebagian besar adalah blogger dan penggiat media sosial.

Pertanyaan itu senada dengan fenomena 'middle income trap', yaitu suatu kondisi dimana negara telah berhasil keluar dari zona negara berpenghasilan rendah, namun tidak mampu melangkah ke zona negara berpenghasilan tinggi. Fenomena tersebut tentunya menjadi momok menakutkan bagi Indonesia karena harapannya, dalam satu generasi lagi, kira-kira 28 tahun ke depan, yaitu di tahun 2045, Indonesia sudah berkategori negara maju. Apakah cita-cita itu bisa diwujudkan?

Indikator Pencapaian Mimpi Indonesia Sebagai Negara Maju. 



Ada yang bilang bahwa harapan adalah pengalih perhatian maka yang harus dilakukan untuk mencapai impian adalah fokus pada tujuan. 

Filosofi tersebut setidaknya sudah dilakukan oleh Jokowi dalam menuangkan kebijakan-kebijakan dalam pemerintahannya. Di tahun pertama, yang dilakukan adalah membangun pondasi yang kuat. Di tahun kedua adalah saatnya melakukan percepatan infrastruktur. 

Percepatan infrastruktur ini seolah menjadi kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, namun sebenarnya ini adalah upaya untuk mengejar ketertinggalan dan memenangkan persaingan. Sebagai ilustrasi, jika infrastruktur jalan menjadi lebih baik maka akan memengaruhi kelancaran distribusi logistik. Imbasnya harga-harga bisa turun. 

Percepatan infrastruktur ini tentunya membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Salah satu cara untuk mengalokasikan dana untuk infrastruktur adalah dengan membuat kebijakan penghapusan subsidi BBM. 

Kalau menengok ke tahun 2015 ketika Jokowi membuat kebijakan untuk menaikkan harga BBM, sebuah keputusan yang bagi sebagian besar masyarakat tidak dapat dipahami dan menimbulkan kekecewaan. 

Pada kesempatan acara flash blogging ini, Pak Andoko Darta menceritakan alasan di balik keputusan menaikkan harga BBM tersebut adalah bahwa ketidakadilan di Indonesia sudah berada di ambang batas kewajaran. Sehingga Pak Jokowi tidak ingin menunda keputusan tersebut. "Rakyat akan segera terbiasa dan lama kelamaan akan tahu alasannya," pungkas Pak Andoko menirukan ucapan Jokowi kala itu. Hal itu jauh lebih baik ketimbang 350 triliun uang 'terbakar' di jalanan.

Pembangunan Infrastruktur Yang Indonesia Sentris.

Ya, Indonesia bukan hanya Pulau Jawa. Pesan ini coba disampaikan kepada peserta oleh Pak Andoko dengan cara mengajak perwakilan peserta dari Aceh dan Papua untuk maju ke depan, menyanyikan lagu daerah dan bercerita tentang dua provinsi tersebut. 

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi meliputi seluruh pelosok negeri ini. Salah satunya infrastruktur transportasi.

Pembangunan infrastruktur transportasi berguna untuk mendorong pemerataan perekonomian dan kesejahteraan yang berkeadilan, serta membuka kesempatan ekonomi, memudahkan mobilitas masyarakat, dan membangun konektivitas nasional. Ini merupakan modal dasar untuk mengejar ketertinggalan. 

Kebijakan Pemerataan Yang Berkeadilan. 

Indonesia pada dasarnya memiliki potensi yang besar untuk keluar dari zona nyaman negara berkembang. Faktor fundamental seperti Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah, jumlah populasi penduduk yang secara demografis didukung oleh tingginya jumlah kelompok usia kerja di bawah 39 tahun yang dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Pada tahap ketiga strategi pembangunan yang dilakukan di era Jokowi ini adalah dengan melakukan pembangunan yang berkeadilan karena tanpa hal itu potensi fundamental perekonomian negara menjadi sia-sia. Hal-hal yang sudah dilakukan berkaitan dengan pemerataan yang berkeadilan salah satunya adalah keberpihakan pada 40% masyarakat di kelas bawah.

Di Kota Semarang, wujud hal tersebut dapat terlihat dari pembangunan yang ramah warga kelas bawah; pedestrian untuk pejalan kaki, taman-taman kota sebagai sarana rekreasi masyarakat. Adanya kartu menuju sehat atau UHC bagi masyarakat di Semarang juga menjadi wujud nyata kebijakan tersebut.

Kaidah utama dari kebijakan tersebut adalah bukan pada adanya kesamaan perlakukan, tetapi pada keadilan. Memperlakukan BBM 1 harga di Papua sehingga bisa merasakan harga yang sama dengan di Pulau Jawa adalah salah satu contohnya.

Menuju Indonesia Maju Yang Segera Nyata. 

Dari beberapa paparan tersebut, rasanya kita tidak boleh merasa pesimis dengan kondisi bangsa ini.

Bapak Sukardi Rinakit selaku staf khusus presiden menyampaikan kutipannya bahwa kita tidak boleh lelah mencintai Indonesia. Banyak wujud nyata yang bisa dilakukan generasi muda untuk menjadikan kalimat tersebut bukan sebagai jargon belaka.

Di era serba digital ini maka kekuatan terbesar sebenarnya terletak pada sumber daya manusianya. Saat ini Indonesia tidak boleh lagi mengandalkan sumber daya alam sebagai penggerak perekonomian.

Daya saing berbasis teknologi dan manusia dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membangkitkan semangat kolaborasi.

Kolaborasi adalah salah satu hal yang pada awal abad 20 menjadi salah satu pencetus munculnya era intelektual pertama di Indonesia. Pada era ini para penulis dan wartawan adalah pejuang yang meningkatkan martabat kaum Bumi Putera. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Anto Prabowo yang membawakan materi tentang menulis kreatif.

Buah pikiran yang dituliskan merupakan salah satu bentuk kekuatan yang dapat menggerakkan perubahan. Seperti ketika Ki Hajar Dewantara menulis "Andaikan Aku Seorang Belanda" yang kemudian membuat pihak Belanda kabakaran jenggot.

Membangsa Dengan Menulis. 
Peran penulis di zaman now yang sangat erat dengan dunia digital juga dapat menjadi penggerak perubahan. Salah satunya adalah dengan menyebarkan kebaikan dan kebenaran sehingga masyarakat semakin optimis berperan serta dalam membangun negara.

Kehancuran sebuah negara justru terjadi ketika orang yang baik dan benar diam, dalam versi saya kehancuran sebuah bangsa terjadi karena orang tidak lagi menulis kebenaran.

Meski terdengar primitif, namun menulis sangat erat dengan kegiatan berbahasa yang artinya adalah berpikir, mewakili pengalaman manusia atas dunia. Hasil tulisan merupakan cara pandang manusia atas dunia baik secara kolektif maupun kultural.

Dengan menulis kita turut serta menggerakkan peradaban. Peradaban yang menuju kepada Indonesia Maju.







Thursday, February 1, 2018

Ngopi Bareng KAI Di Stasiun Semarang Tawang



Tanggal 30-31 Januari 2018 kemarin, beberapa stasiun kereta di 11 kota di Indonesia disemarakkan oleh pembagian kopi gratis bagi para penumpang PT.KAI. 

Kegiatan ini merupakan suatu bentuk ungkapan terima kasih bagi para pelanggan setia PT. KAI sekaligus juga sebagai sebuah ajang untuk mendukung rekan-rekan pelaku UKM, terutama yang membidangi usaha di bidang kopi.






Kegiatan yang bertajuk #NgopiBarengKAI ini menggandeng Komunitas Kopi Nusantara karena PT. Kereta Api Indonesia sendiri memiliki kepedulian yang tinggi untuk turut mengangkat keberadaan kopi nusantara.

Bekerjasama dengan Komunitas Kopi Nusantara-Yogyakarta, PT KAI melalui anak perusahaannya, PT Reska Multi Usaha (RMU) membagikan kopi gratis kepada para pengguna jasa PT. KAI dan publik selama kurun waktu 30-31 Januari 2018, melalui 40 pemberangkatan kereta di 13 stasiun yang berada di 11 kota, yaitu Jakarta Gambir dan Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Tegal,  Surabaya Gubeng dan Pasar Turi, Malang, dan Jember

Dalam kurun waktu tersebut telah berhasil dibagikan 53.518 cup kopi, melebihi rencana awal yaitu 50.000 cup kopi. Di 13 stasiun dan Reska telah diturunkan setidaknya lebih dari 200 barista/penyeduh.





Cukup banyak merek-merek kopi lokal yang ikut terlibat dalam acara pembagian kopi gratis tersebut. Di Semarang sendiri, Komunitas Pecinta Kopi Semarang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

Acara ngopi bareng KAI juga sekaligus menjadi ajang kumpul para barista lokal, penggemar kopi, maupun pelaku usaha di bidang kopi. 

Brand lokal yang hadir di Stasiun Tawang berasal dari Wonosobo, Jogja, Temanggung, dan Kota Semarang sendiri. Peserta didominasi oleh coffee shop, dengan beberapa petani dan pegiat kopi lainnya, termasuk dari pihak roastery. Jenis-jenis kopi yang akan diperkenalkan kepada khalayak. 

Mereka berpartisipasi dalam acara ini juga turut mendukung kegiatan amal karena 10% dari hasil penjualan akan disumbangkan sebagai bentuk kepedulian pada kampanye Hari Gizi Nasional. 

Selain dari brand lokal, ada juga brand/produk dari luar wilayah Jawa, termasuk dari Papua, Flores, Bali, Lampung, hingga Aceh. Sementara itu, kopi dari Jawa Tengah rata-rata berasal dari Wonosobo, Temanggung, Candiroto, Jolotigo Pekalongan, Muria, Menoreh Kulonprogo, dan Turgo Merapi Yogyakarta. 

Acara “Ngopi Bareng KAI” ini, menurut Direktur Utama PT RMU, Muh. Sahli memiliki tujuan yang luas, utamanya adalah sebagai bentuk ungkapan terimakasih atas kepercayaan masyarakat menggunakan jasa layanan kereta api serta RMU, pada khususnya. “Reska identik dengan kuliner, termasuk kopi. Karenanya event pembagian kopi gratis ini menurut saya memang sangat efektif,” jelas Muh Sahli. Melalui acara ini pula, PT. KAI dan PT. RMU juga membuka kesempatan para pelaku bisnis kopi yang berpartisipasi dalam event ini untuk mempromosikan produk mereka di stasiun terdekat dengan tempat usaha mereka. 

Dengan tujuan itu maka kopi yang akan dibagikan di setiap stasiun akan berbeda jenisnya. Misalnya; untuk stasiun di Kota di Surabaya, Malang dan Jember, barista akan membagikan kopi-kopi andalan daerah Timur, termasuk dari Pasuruan, Bondowoso, Malang, Bali, Madura, Flores serta Papua. 

Event kali ini juga memiliki tujuan charity. Selama pembagian kopi gratis, para barista juga diberi kesempatan menjual produk kemasan mereka yang berupa green bean, roast bean, house-blend, kopi bubuk serta cold brew. “Dari hasil penjualan itulah, peserta menumbangkan 10%-nya untuk charity. Rencananya hasil yang terkumpul dari event itu akan disumbangkan untuk perbaikan gizi di daerah-daerah sekitar stasiun tempat penyelenggaraan acara,” papar Sahli.



Khusus untuk pembagian kopi di kereta api, Komunitas Kopi akan menugaskan dua barista yang akan naik di kereta dan membagikan kopi gratis kepada penumpang sepanjang perjalanan. Pembagian kopi gratis hanya akan dilakukan di KA restorasi. “Khusus pembagian kopi di kereta, untuk mendapatkan kopi gratis, penumpang cukup menunjukkan HP-nya yang telah terinstall aplikasi KAI Access,” tambah Sahli. Sedangkan untuk pembagian kopi di stasiun, tak ada persyaratan khusus. Kecuali untuk penumpang yang menginginkan hadiah/gimmick yang disediakan panitia (aneka produk RMU, optional setiap stasiun berbeda) mereka bisa melakukan download aplikasi KAI Access di lokasi selama berlangsungnya acara. 

Menurut Mba Arya selaku Humas PT.KAI Daop 4, Semarang penggunaan aplikasi KAI Access meningkat cukup signifikan selama acara ini berlangsung. Meskipun pada dasarnya aplikasi ini sudah diluncurkan beberapa waktu silam, namun dengan acara Ngopi Bareng KAI ini, jadi tersosialisasikan kembali. Banyak pengguna KAI yang akhirnya mengunduh dan menggunakan aplikasi ini. Secara umum aplikasi KAI Access memberikan kemudahan bagi pelanggan sehingga mereka tidak perlu antri, berlari-lari saat boarding, intinya memudahkan perjalanan mereka dengan KAI. 

Acara Ngopi Bareng KAI ini juga memberikan saya pengalaman tentang betapa kayanya Nusantara ini dengan aneka ragam jenis kopi. Saya juga banyak belajar dari para barista soal menyeduh kopi, filosofinya, kaidah-kaidahnya, dan tentu saja kebersamaannya. 

Wednesday, January 31, 2018

Lunpia Cik Me Me : Ikon Kuliner Kota Semarang

Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Tengah, Semarang merupakan kota yang keanekaragaman kulinernya nggak cukup dieksplorasi dalam waktu satu hari. Setidaknya perlu waktu seminggu kalau mau khatam mencicipi aneka kelezatan kuliner di kota yang identik dengan sebutan 'Kota Lunpia' ini.


Bicara soal lunpia, para traveler atau food enthusiast yang datang ke kota ini nggak boleh melewatkan makanan khas Semarang ini. 

"Meski kadang, nggak semua orang suka karena lunpia yang berisi rebung punya aroma khas 'pesing', tapi saya tetap penasaran sama lunpia ini," ujar travel blogger asal Jakarta yang berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu. "Dan ternyata, lunpia yang saya cicipi ini, langsung mengubah anggapan saya." pungkasnya lagi dengan rona wajah gembira. 

Teman saya ini memang mencicipi lunpia yang tepat. Ya, Lunpia Delight atau yang saat ini mulai disosiliasikan dengan nama yang lebih Indonesia, yaitu Lunpia Cik Me Me memang salah satu ikon kuliner kota Semarang yang 'paling pas, kekinian, dan halal' untuk dikonsumsi. 

Kalau biasanya penikmat kuliner dari luar kota sering bingung; yang mana sih, lunpia yang halal dan bisa jadi buah tangan? Maka jawabannya, Lunpia Cik Me Me. "Alasannya apa, " tanya teman saya itu? "Kan banyak gerai lunpia lainnya?"


Cik Me Me sebagai anak dari Tan Yok Tjay, seorang maestro kuliner yang menggeluti makanan khas Semarang yang merupakan keturunan generasi kedua dari Lunpia Mataram dan generasi keempat Lunpia Semarang, mengungkapkan bahwa dirinya memberikan perhatian yang serius terhadap kehalalan camilan khas ini.

Berbagak testimoni dari publik figur tentang Lunpia Cik Me Me

"Dulunya, lunpia memang terkenal dengan isian cincangan daging babi. Karena sejarahnya itu, kami pun berusaha menjangkau semua kalangan dengan mengubah resepnya. Kami juga mendaftarkan sertifikasi halal MUI agar konsumen merasa tenang. Jadi, ikon kuliner ini nyaman menjangkau semua kalangan pecinta kuliner." ujar putri bungsu Tan Yok Tjay yang sudah berpengalaman mengolah lunpia sejak remaja. 

www.lunpiacikmeme.com

Variasi dan inovasi adalah kunci sebuah produk mampu bersaing, berkembang, dan bertahan di pasaran. Kota Semarang memiliki market yang unik, banyak yang suka hal baru karena mudah bosan, dan suka kejutan. 

Kalau kebetulan mampir ke gerai Lunpia Cik Me Me di Jalan Gajahmada 107 sebelah Istana Buah, kalian akan mendapati bahwa Lunpia Cik Me Me sangat mengakomodir kebutuhan anak muda dan pengunjung luar kota dalam hal rasa dan suasana tempat makannya. 

Ada 6 sajian menu istimewa, mulai dari Lunpia Raja Nusantara yang berisi jamur dan kacang mede. Lunpia KaJaMu yang berisi cincangan daging kambing muda. Lunpia Fish Kakap yang kerasa banget rasa ikannya. Lunpia Crab yang unik dan nggak terlupakan rasanya, sampai Lunpia Original, dan Lunpia Plain yang bisa dikonsumsi vegetarian.


Soal tempatnya, gerai yang ada di jalanan utama Kota Semarang ini sangat nyaman, baik bagi pengunjung dalam kota maupun luar kota. Ada playground, area makan yang terang dan luas, musholla, kamar mandi, sampai ruang meeting berkapasitas 25 orang yang bisa dimanfaatkan saat ada acara-acara khusus. Cukup dengan 50k/pax, sudah bisa mendapatkan lunpia, aneka camilan dan minuman. 

Lunpia Cik Me Me, Isiannya Bebas Pesing. 


Salah satu keengganan beberapa orang terhadap camilan ini adalah karena baunya yang bikin ilfeel. Nyatanya kalau mencicipi Lunpia Cik Me Me, kalian justru akan bertanya-tanya apakah isiannya memang rebung atau bukan. 

Cik Me Me, rupanya begitu telaten mengolah resep turun temurunnya hingga bisa menghasilkan rasa lunpia yang manisnya pas, kering, dan padat. "Kuncinya ada pada pemilihan rebung," ujar Cik Me Me yang setiap pagi masih turun tangan untuk menjaga kualitas rasa olahan lunpianya. "Rebung dari daerah tertentu punya karakter yang khas, takaran resep dan bumbunya pun beda. Selain itu, kami ngga membuang 'kaldu' dari rebung itu sendiri. Semua dimasak selama tiga jam hingga menghasilkan tekstur seperti sekarang." 

Ketelatenan dalam mengolah isian lunpia itulah yang menjadikan Lunpia Cik Me Me bebas aroma pesing. 

Lunpia Cik Me Me, Semarang Banget. 





Ketika Lunpia Delight menginjak ulang tahun pertama pada 20 Februari 2015, Bapak Drs. Adi Trihananto, MSi selaku Setda Kota Semarang menyarankan agar jajanan kuliner tradisional menggunakan nama Indonesia agar identitas citra budaya Nusantara tidak lepas begitu saja. Cik Me Me pun menanggapi saran itu dengan baik dan mulai melakukan rebranding, yaitu dengan mengubah Lunpia Deligt menjadi Lunpia Cik Me Me. 

Perubahan tersebut mulai terlihat dari penggunaan logo baru menjadi Lunpia Cik Me Me. Jadi jangan salah ya, Lunpia Cik Me Me itu yaa sebenernya Lunpia Delight juga. 

Nah, sebagai buah tangan yang Semarang banget, kalian tentu mesti tahu kenapa penyajiannya selalu dengan daun bawang merah atau daun brambang? Itu karena sebagai buah tangan, daun brambang berkhasiat menghilangkan masuk angin. Jadi buat yang memakannya dalam perjalanan, camilan ini juga berkhasiat. 

"Berapa lama ketahanan lunpia ini kalau dibawa keluar kota?" ujar teman saya yang setelah selesai makan tampaknya masih belum luas dan ingin membeli lunpia untuk oleh-oleh.

"Yang basah tahan 8 jam tanpa kulkas, yang kering tahan sampai 24 jam." jawab saya sambil menutup obrolan soal ikon kuliner Semarang ini. 

Saturday, January 27, 2018

Ngopi di Verve Bistro & Coffee Bar Bersama Esperto Caffe


Di pertengahan bulan Januari 2018 ini, penyuka kopi bakal punya destinasi ngopi baru yang memanjakan, bukan hanya memanjakan lidah para penikmat, tetapi juga indera lainnya seperti penglihatan dan penciuman. 

Ngopi di Verve Bistro & Coffee Bar yang berlokasi di dalam Hotel Roomsinc Jalan Pemuda Semarang ini menjanjikan sebuah pengalaman holistik, ngopi yang sebenarnya. 

Sejak pertama masuk ke area lobby Roomsinc, tempat di mana Verve Bistro & Coffee Bar berada, pengunjung sudah bisa merasakan ambience yang hangat, relaks, namun juga sekaligus hidup.

Kata "Verve" yang kurang lebih memiliki arti "energi" tertuang dalam konsep interior, permainan cahaya, serta penataan ruang dan furnitur bergaya industrial.






Ambience merupakan salah satu kekuatan tempat ngopi karena orang yang datang dengan tujuan ngopi, tidak cuma duduk sebentar saja. Mereka harus terkoneksi dengan feel tempat itu sendiri. Soal 'feel' tadi, Verve Bistro & Coffee Bar menjanjikan pengalaman dengan nilai 4,5 dari 5. Sedikit catatan hanya untuk pencahayaannya yang mungkin akan terlalu redup bagi penikmat kopi yang niat ngopi sambil menyelesaikan pekerjaannya. 

Taste.
Setelah mengulas bagaimana 'feel' tempat ngopi ini, selanjutnya adalah soal 'taste' yang akan menjadi kunci penikmat kopi untuk kembali atau sekadar mencicipi. 

Diwakili dengan aroma kopi yang menguar di udara, seseorang bisa mereka-reka bagaimana sebuah kafe menjanjikan pengalaman ngopi. 

Saat pertama melintas di area bar yang memang tepat terletak di bagian belakang resepsionis hotel, sebuah mesin kopi berwarna kuning terang mencuri perhatian pengunjung. Ada mesin kopi yang menarik perhatian mata, tentu ada aroma kopi yang terendus di udara. Samar namun menggelitik penciuman. Begitulah cara kopi di Verve Bistro & Coffee Bar menyapa pengunjung yang melintas di area bar. 

Kekuatan setelahnya adalah barista ramah yang melek soal kopi. Tidak banyak kafe yang memahami rahasia penikmat kopi yang senang bertanya-tanya, "punya kopi apa?" 

Ini juga kunci lain bagaimana penikmat kopi akan mendapatkan pengalaman ngopi yang tertinggal di ingatan. Mereka berdiskusi soal kopi dan asal mulanya. Beberapa yang masih pemula bahkan sangat menikmati proses 'nanya-nanya' soal kopi ini; prosesnya hingga hadir di atas cangkir. 





Soal taste, Verve Bistro & Coffee Bar mempercayakan Franky Angkawijaya dari Esperto Caffe yang sudah menekuni usaha di bidang kopi sejak tahun 1997 untuk memberikan gambaran tentang budaya ngopi yang sebenarnya.

Esperto sendiri akan menjadi merek kopi yang digunakan di Verve Bistro and Coffee Bar.

"‎Ada tiga kopi yang akan kami gunakan di sini, dan dari ketiga itu ada kopi yang spesial dan rasanya akan memberikan kejutan bagi penikmat kopi di Semarang."

Menurut William Kuncoro selaku owner Verve Bistro & Coffee Bar membenarkan bahwa masyarakat Semarang memang suka kejutan, dalam hal kopi mereka suka yang "full body".

Ada tiga jenis kopi yang akan disajikan di Verve Bistro & Coffee Bar, yaitu Classic Blend, Community Blend dan Reserve Blend. ‎

Reserve Blend adalah salah satu jenis kopi yang bakal memberikan dobrakan baru bagi penggemar kopi di Semarang. Kopinya seratus persen Arabika, dengan sensasi seperti menyesap tiramisu karena rasa cokelat dan karamelnya.



Sementara Classic Blend, menggunakan kopi dengan komposisi Robusta 80 persen dan Arabika 20 persennya.

"Kita mesti inget kalau kopi itu pada dasarnya buah, jadi tentu ada rasa asam, fruity dan manis yang khas" ujar Franky ketika ngobrol dengan pengunjung yang hadir untuk mengenal dan mencicipi kopi di Verve Bistro & Coffe Bar.

Selain Classic Blend, ada juga Community Blend yang merupakan perpaduan dari kopi Arabika 70 persen dan Robusta 30 persen.

Kepuasan pengunjung pada pengalaman ngopi di Verve ini terlihat dari binar-binar mata mereka saat mendengar penjelasan bagaimana proses menyeduh kopi, atau saat roasting maupun blending diceritakan oleh Franky Angkawijaya yang juga memiliki sekolah khusus barista kopi di Jakarta ini.

Kopi tampak rumit bagi yang awam, namun akan jadi sesuatu yang begitu mengisi energi bagi penikmatnya. Tapi kerumitan itu juga yang memantik rasa ingin tahu pada budaya ngopi yang kian digemari.

Ya, ngopi di Verve akan menjadi destinasi baru penikmat kopi di Semarang. Dengan harga yang sepadan, suasana ngopi yang tak terlupakan, dan rasa yang memberi kejutan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...