Monday, June 1, 2009

Bunga-Bunga Juni


Dan bulan Juni pun datang, tangkai bunga-bunga sweetpea berayun lembut, merah-mudanya begitu riang. Sinar matahari Juni masih sama, benderang dan panas terik pada setiap siang. Kadang kala hujan mengguyur rerumputan dandelion, meluruhkan bulu-bulunya yang lembut.

Ada kabar senang yang membuat saya tersenyum di pagi pertama bulan Juni ini, resensi Long Distance Love yang saya buat menang dan itu hanya sebagian kecil saja karena target-target pekerjaan di bulan Mei sudah terselesaikan dengan baik.

Bulan ini sebenarnya pekerjaan yang harus diselesaikan semakin menantang. Semuanya harus selesai pada akhir bulan Juli,untuk mengantisipasi jika saya harus kembali berangkat ngantor 9-5 sehingga tidak lagi bisa mengamati sulur-sulur morning glory menjalari tembok dan kuncup-kuncup ungunya bermekaran.

Jadwal freeter sebenarnya enak, bisa diatur sendiri sesuai keinginan asalkan deadline bisa terpenuhi semuanya baik-baik saja. Tapi, kalau memang dituntut kembali bekerja full time maka komitmen pada pekerjaan-pekerjaan lain harus dituntaskan dulu. Utang dengan salah satu penerbit saja masih ada satu yang belum tuntas, hmmmm...payah, nih.

Rupanya saya tidak boleh terlalu lama duduk-duduk di taman, sudah saatnya pergi ke tanah lapang menyemai biji bunga matahari, semoga sebelum musim hujan biji-biji itu telah menempati celah tanah yang tepat, dan ketiga air mengguyurnya, tinggal tunggu saja tunas-tunas kecil bermunculan.

Dan semoga bunga matahari saya segera bermekaran, bias kuning cantiknya bersanding dengan birunya awan. Saat musim penghujan, kuning cantiknya akan berpendar selaksa mentari, menggantikannya yang bersembunyi di balik awan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...