Friday, May 1, 2009

waiting list


Apa yang bakal kamu lakukan kalau naskah yang sudah kamu kirimkan ke penerbit masuk daftar waiting list ? Jangan menunggu. Karena waktu akan menjadi relatif. Jika hanya melonggo dan tidak berbuat apa-apa, waktu sebulan bisa berasa setahun. Tapi kalau kita melakukan sesuatu, terutama yang menyenangkan, maka semuanya bisa terasa sebentar saja.


Untuk itu, menulislah lagi, buat naskah yang lain dan kalau sudah selesai kirimkanlah lagi.

Ini juga yang sedang terjadi pada saya. Tadi siang saya menghubungi editor menanyakan kabar naskah non-fiksi saya yang pertama, dan dikabarkan naskah saya sedang dalam proses tunggu untuk tiga bulan ke depan. Pasalnya penerbit baru saja membuat kebijakan baru. Yang awalnya dalam satu bulan mengeluarkan 16 judul dipangkas menjadi 8 judul saja. Naskah saya yang baru masuk dua bulan yang lalu otomatis harus mengalah pada naskah-naskah yang sudah datang duluan.


Sabar, sabar...setidaknya dengan begini saya tahu harus bagaimana. O iya, saya juga meminta tambahan waktu untuk naskah non-fiksi yang satunya lagi. Dan editor saya mengizinkan saya untuk merapikannya lagi dan memberi perpanjangan waktu. Ssshhhh, lega jadinya.


Saya jadi bisa membagi waktu, merapikan yang non-fiksi sekaligus menyelesaikan draft novel saya. Juga bisa mencuri-curi waktu untuk menamatkan bacaan-bacaan dan nge-blog. Thanks God. Sekarang intinya harus kembali semangat. ;)


image : frontave.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...