Friday, July 31, 2009

Peraturan Kebetulan

#1. Dalam sebuah penyelidikan, tidak ada yang namanya kebetulan
#2. Jika sering terjadi, apa itu masih bisa disebut kebetulan?
#3. Bukan sekedar nomor yang berulang.
#4. Atau pertemuan dengan orang yang sama,
#5. Atau pesan yang disampaikan oleh orang tak dikenal
#6. Dan benda-benda mati yang tiba-tiba saja seperti hidup.

Tuesday, July 28, 2009

Bayangan

kalau benar aku bayanganmu, lalu apa?
toh, aku akan tetap jadi bayangan saja, kan...

Jendela

jika pintu yang lain bisa terbuka,
lalu apa?

pernahkah kau mengerti bahwa jendela akan selalu ada di setiap ruangan
di mana saja kecuali penjara?

dari sanalah ia masuk...
ya, dari jendela yang kubuka

ah, lalu apa?
bagaimana?
masa iya aku tak boleh melongok ke luar
atau sebaliknya apa yang di luar
tak boleh menyapa yang di dalam

iya...aku punya jendela
pintu juga, meskipun itu tertutup
jadi bagaimana?

biar dia masuk dari jendela saja, ya...
kalau pintunya masih tertutup

Thursday, July 16, 2009

Ketika Buku Lebih Dari Sekedar Bacaan( by : Wiwiek Sulistyowati)

Selain berfungsi teman yang sangat setia ketika sedang menunggu kereta di stasiun, nunggu teman yang ngaret lebih dari dua jam, buku juga bisa jadi great motivator/penyemangat hidup ketika sedang down/desperado or lainnya.

Ada beberapa buku yang mampu menyalakan api semangat yang kadang-kadang redup tertiup angin.
5 CM nya DONNY DHIRGANTORO, berkisah tentang persahabatan 5 orang yang begitu solid hingga akhirnya memutuskan untuk berpisah sementara. Pertemuan mereka dirayakan dengan melakukan pendakian ke Semeru. Membaca novel ini saya kembali terkenang dengan perjalanan menggapai atap pulau Jawa tersebut. Ada kalimat yang indah, yang selalu saya ingat kala membutuhkan kobaran api semangat.

"Biarkan semua keyakinan, keinginan, cita-cita dan harapanmenggantung.....menggambang ....5 centimeter ....di depan kening kamu ....sehabis itu yang kamu perlu cuma ....kaki yang akan berjalan lebih jau dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,leher yang akan lebih sering melihat ke atas,lapisan tekad yang seribu lebih keras dari baja,hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,serta mulut yang akan selalu berdoa ....."
LIFE OF PI by YAN MARTEL
Ketabahan dan ketegaran Pi mengarungi Samudra Pasific bersama seekor Harimau Benggala selama 7 bulan sangat mengagumkan. Pi mampu melihat segi positif dari musibah yang menimpanya, yang tercermin dalam kalimat "beruntung ada Richard Parker (nama harimau) yang menemaniku, jika tidak mungkin aku sudah didera kesedihan dan putus asa yang berkepanjangan memikirkan keluargaku yang tenggelam"
Ah, Pi memang hebat
STEPHEN KING ON WRITINGSebuah memoar yang ditulis oleh Stephen King ketika ia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Selain bercerita tentang masa kecilnya, dalam buku ini King juga berbaik hati memberikan tips menulis dan proses kreatifnya ketika menulis novel. Buku ini menjadi bahan contekan yang bermanfaat jika ingin menulis cerita thiller.
Sebenarnya masih banyak buku2 yang inspiring, tapi nanti akan saya tulis di postingan akan datang.

Tulisan ini dibuat dalam rangka bagi-bagi buku gratis yang diselenggarakan oleh mba nia

Kau 'Kan Selalu Kucinta, Sayang...(by: Haryadi Fathin Yansyah)

Pacarku banyak.... banyak sekali malah. Sampe sekarang aku masih aja suka ’selingkuh’ dan ’cari pacar lagi’ –maap bukan penggemar ST 12 :P – Tapi... diantara semua pacar-pacarku itu, beberapa diantaranya sangat mengena di hati dan terasa sangat spesial dan membekas. Aku memang bukan petualang ’cinta’ sejati. Pacar-pacarku, walaupun banyak, hanya berasal dari kalangan yang itu-itu saja. Jadi maaf mungkin pengalamanku soal pacar-memacar =xixi= ini masih seadanya. Tapi... Aku sangat menyayangi pacar-pacarku itu, gak percaya? ini buktinya :)Baik, aku akan memperkenalkan beberapa pacar yang sampe sekarang masih suka kepikiran.

1. Matilda – Roald Dahl
Aku sayaaang sekali sama pacarku yang satu ini. Walaupun sekarang udah dekil, nyatanya aku tetap cintah. Pertama kali aku mengenalnya ketika SMP. Dia ditenteng-tenteng oleh temanku. Aku sempat mengajaknya ’kencan’ berapa hari di rumah, karena kadung jatuh cinta, aku cari dia, dan... jadilah ia pacarku.Dari pacarku yang satu ini, aku belajar banyak. Salah satunya bahwa Matilda, yang digambarkan sebagai gadis kecil yang tidak diperhitungkan, (bahkan oleh orang tua dan saudaranya) ternyata memiliki kejeniusan yang luar biasa. Dengan kecerdasannya, ia berusaha untuk ’memberikan pelajaran’ kepada orang tua, sodara dan juga kepala sekolahnya yang galak. Penggambaran Matilda yang luar biasa bikin aku terkagum-kagum. Bukan main cerdas sekali bocah lucu ini (syukur ketika difilmkan, tidak banyak bagian-bagian yang berubah), jadi mikir... siapa tahu penggambaran Andrea Hirata tentang Lintang terinspirasi dari pacarku ini.

2. Totto Chan – Tetsuko Kuroyanagi
Ketika pertama kali ketemu dengannya, aku sudah jatuh cinta. Love at the first sight gitu deh =alaaah, xixi= Dan ternyata... mencintai dan menyayanginya bikin ’nagih’! Ia yang berkesempatan nyicip sekolah yang berbentuk gerbong kereta api, bikin aku iri. Sampe sekarang, sampe detik ini, aku masih bermimpi bersekolah di sekolah yang menyenangkan seperti itu. Okelah mungkin zamannya sudah lewat, tapi setidaknya aku masih bisa berkesempatan membawa anak-anak merasakan hal-hal menyenangkan ketika bersekolah seperti halnya Totto Chan, kan? Yah, siapa tahu nanti ada sekolah seperti Tomoe Gakuen, dan aku sebagai kepala sekolahnya… menyenangkan sekali setiap hari melihat keceriaan anak-anak. Andai….3. Sang Pemimpi - Andrea HirataDari ketiga pacarku ini, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor (maap Maryamah Karpov gak masuk hitunganku... maap :P) jika ditanya, ”Mana yang paling kamu suka?” maka aku akan jawab, ”Edensor.” Tapi kalo ditanya yang paling berkesan, aku akan jawab Laskar Pelangi. Tetapi.... Sang Pemimpilah yang paling membekas di hati. Adegan Arai yang menangis tersedu di akhir cerita betul-betul bisa memompa semangat dikala down. Mudur maju aku untuk setidaknya bisa bermimpi seperti Arai... ah, mungkin ini saatnya aku mengencani ia lagi :)

4. Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar – Marina Silvia K.
Dari pacarku yang ini, dahaga ’travellingku’ sedikit terpuaskan. Asyik sekali mengencaninya. Aku bisa diajak ’keliling’ Eropa. Melihat tingkah laku orang-orang dan kebudayaan dari negara yang berbeda. Pacarku yang ini juga dengan baik hati menjelaskan setiap detail bagaimana caranya jalan-jalan di eropa. Satu pesan yang paling aku ingat dari pacarku ini, sebuah wejangan bagi orang-orang seperti aku (yang pingin travelling tapi takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan) yang kira-kira seperti ini. ”Semua bisa terjadi di depan rumahmu sendiri!” So... untuk mendapatkan pengalaman mencengangkan, kenapa harus takut?

5. Hafalan Shalat Delisa – Tere Liye
Suka malu sama Delisa yang dengan usianya yang masih muda sudah memiliki ketekunan yang kuat dalam beribadah (kalo males laporan subuh, ya ingat Delisa aja :D ). Bahkan ketika ombak raksasa mengulung tubuh mungilnya, ia tetap berusaha menyelesaikan hafalan shalatnya. Aih Delisa... kau membuatku malu.Inilah sebagian pacarku yang sedikit banyak telah mengubah hidupku. ---

Tulisan ini juga untuk meriahkan acara bagi-bagi buku yang diadakan oleh Mbak Nia :)

Buku yang Mengubah Hidupku (by:Rinurbad)

Dari sekian banyak bacaan yang berkesan, ada baiknya saya sebutkan salah dua saja: The Professor and the Madman karya Simon Winchester dan Sisi Lain Diriku, memoar Sidney Sheldon almarhum.Ihwal buku pertama, saya sudah terkesan pada kata madman di judulnya. Walaupun yang lebih membetot keingintahuan adalah penyusunan kamus. Kisah yang rumit, yang membuktikan intelektualitas seseorang tak terbelenggu oleh jeruji dan dinding tebal rumah sakit jiwa. Satu penegasan lain bahwa seni (dalam arti luas) merupakan terapi yang baik untuk membantu seseorang dalam tekanan hebat tetap bertahan hidup, kendati akhir riwayat sang madman tidaklah manis.
Pada Sisi Lain Diriku, nuansa psikologis terangkum kian kuat. Memang tergores banyak asumsi bahwa kecerdasan atau bakat istimewa kerap berbanding lurus dengan pengalaman pahit masa lalu. Tentu saja daya tarik utama buku ini adalah sang pengarang sendiri, yang memikat saya dengan kepiawaian bercerita di novel-novelnya yang tidak biasa (menurut saya pribadi). Tidak seperti memoar lain, Sheldon memberikan porsi besar pada unsur personal semenjak ia kanak-kanak. Karir kepengarangannya dihadirkan relatif sedikit, utamanya soal menulis novel. Namun tak terasa menggantung, sebab ia menitikberatkan pada sisi-sisi pedih yang perlu dinikmati seseorang demi memperjuangkan cita-citanya.

Secara tak kasat mata, kedua buku ini 'bekerjasama' meniupkan energi semangat dalam batin saya. Tak terkhusus mengenai kepenulisan, namun ketahanan menjalani kelok-kelok hidup. Berdamai dengan kenyataan, sedikit membuka diri agar tidak terbebani. Dokter yang merawat maag saya dulu (hingga pendarahan di rumah sakit) menganjurkan agar saya meringankan beban kejiwaan di hati dan kepala, dengan cara apa saja yang menyamankan diri dan orang-orang di sekitar. Maka dari itu, saya berani sedikit bercerita soal suatu lekuk kelam masa silam dalam Lomba Cerita Mini Indosiar 2008 lalu. Istimewanya lagi, kedua penulis yang sama-sama berjenis kelamin pria mampu membobolkan sungai di mata saya dengan melankolisme proporsional.

Hanya metode itu, hanya sampai langkah itu. Tapi saya merasa tidak sendiri, walau tak mengenal langsung sang profesor yang berkontribusi besar dalam penyusunan kamus Oxford dan Sheldon sang ternama. Saya tidak pernah bosan membaca buku-buku ini kala semangat juang menipis, kala saya nyaris terjerembab dalam keputusasaan, selain berdoa dan berserah diri tentu. Kendati kisah-kisahnya banyak mengusung potret kepedihan, bagi saya sudah cukup mewakili apa yang disebut inspiratif, menggugah dan mencerahkan.
Tulisan ini diposting untuk event Bagi-bagi Buku Gratis yang diadakan Nia Nurdiansyah. Semoga bermanfaat, apa pun hasilnya kelak.

Pemenang Bagi-Bagi Buku Gratis (Part 1)

Ini dia yang sudah terpilih menjadi pemenang dalam 'Bagi-Bagi Buku Gratis Part 1'

1. Pemenang Pertama : Rinurbad. (Pilihan Buku : Jeritan Lirih dan Antara Ketenangan dan Hasrat. )
2. Pemenang Kedua : Haryadi Fathin Yansyah. (Pilihan Buku: The Kitchen God’s Wife Amy Tan dan Ocean Sea oleh Alessandro Baricco)
3. Pemenang Ketiga : Wiwiek. (Pilihan Buku : Brownies, De javu)

Untuk para pemenang dipersilahkan untuk mengirim alamat pengiriman hadiah dan pilihan buku lainnya ke e-mail di : ask_nia21@yahoo.com. Thanks, ya sudah berpartisipasi. Tunggu bagi-bagi buku gratis part 2...ya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...