Thursday, October 8, 2009

Curhat, boleh?


Saat ini saya mulai sering mendengar orang berpendapat untuk apa membuat blog kalau hanya ditulisi dengan curahan hati. Hmmmm, rasanya saya mulai bisa menemukan mengapa pendapat itu salah. Bagi saya, jika ingin menulis, menulis sajalah. Tentang apa saja boleh. Mau tentang mencurahkan isi hati. Mau tentang fakta-fakta penting. Mau tentang fiksi, ilusi, terserah saja. Itu hak pribadi. Lagipula membuat blog itu juga gratis. Dan blog adalah sarana yang bisa dipakai oleh siapa saja.

Jangan jadi tergerus semangat menulisnya hanya karena kamu, kita, atau saya sendiri baru bisa menulis blog yang isinya hanya curahan hati yang mungkin untuk orang lain nggak penting. Apa pasalnya saya berpendapat begitu. Ini diandaikan saja begini; bila kita menulis blog dengan maksud untuk latihan menulis, maka yang termudah adalah dengan memulainya dari diri sendiri, pengalaman yang akrab dengan diri kita. Lalu jika suatu saat nanti kita akan menulis cerita tentang orang lain, misalnya akan membuat cerpen atau novel, maka sebelum kita mengetahui dinamika pemikiran, kepribadian dan perasaan seseorang kita harus menyelami punya kita sendiri terlebih dahulu.

Bagaimana bisa kita menulis tentang orang lain kalau kita sendiri belum bisa memindahkan seluruh isi hati, pikiran, dan perasaan kita pada sebuah tulisan? Menurut saya, cara belajar memahami orang lain, sumber termudahnya adalah dari diri sendiri. Kita tahu bahwa saat sedih kita menangis dan mengeluarkan air mata karena itu terjadi pada kita dan kita bisa mengumpamakannya itu terjadi pada orang lain saat kita akan menulis sebuah cerita.

Jadi, jangan berhenti menulis hanya karena kamu merasa tulisan kamu hanya berisi curhat pribadi. Heiii, bukankah banyak juga yang pada akhirnya hasil curhatan pribadinya menghasilkan sesuatu. Raditya Dika dengan Kambing Jantannya, atau blogger-blogger lain yang juga sudah menelurkan karya dari hasil berkontemplasi dengan diri sendiri.

Menulis tentang diri kita ibarat berbicara dengan bagian terdalam diri kita. Kita bisa terkejut dengan sekian banyak pembendaharaan kata yang bisa muncul saat kita berhadapan dengan diri kita sendiri dengan tulus. Menulis, menulis, menulis saja terus. Jangan dengarkan orang yang mematahkan semangatmu untuk terus menulis dan menemukan dirimu sendiri dalam tulisan-tulisan itu.

You can only understand people if you feel them in yourself.

No man really knows about other human beings. The best he can do is to suppose that they are like himself. (from John Steinbeck)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...