Wednesday, December 16, 2009

My Bukowski (Part 2)


yeah, awalnya mencari bukowski saya sendiri ternyata tidaklah sesulit seperti yang harus dilakukan si dan humprey ketika ia harus mendatangi chuck bass ke apartemennnya, lalu mencoba merasakan malam di brooklyn a la chuck bass untuk menambah wawasannya dan berakhir dengan dibuat mabuk oleh chuck bass, terpaksa keluar dari mobil, serta harus menyusuri jalanan malam brooklyn tanpa sepatu.

bukowski saya, tidak membuat saya mabuk, juga tidak membawa saya ke klub malam untuk bertemu dengan wanita-wanita penghibur. tidak itu keterlaluan. bukowski saya juga tidak membuat saya harus melepas sepatu dan berjalan keluar dari mobil tanpa alas kaki, menyusuri jalanan di gelap malam yang dingin. tidak. tetapi ia secara tidak langsung mengatakan hal yang sama yang dilakukan chuck bass pad dan humprey malam itu :

chuck bass : tonight was nothing. you're just a drunken idiot. my amusement for the night.

apakah saya menyesal menjadikannya bukowski. tidak. cuma, seperti di setiap akhir episode gossip girl, sang narator berkata : spotted--dan humprey shoeless and clueless. (dan itulah yang terjadi pada saya, clueless. bedanya saya masih menggunakan 'sepatu' saya.)

tapi episode bukowski ini belum sampai di sini. saya belum membuat tulisan yang berbeda, tetapi saya mencoba melakukan saran gurunya si dan humprey, dan dalam hal ini, mencari rahasia terpendam dari bukowski saya, yang mungkin akan jadi sesuatu yang bagus.


guru : boo!

dan humprey : but--


guru : brooklyn kid sees a live hooker for the first time. loses his shoes. there's so much saccharine in this. it's giving me cancer.

dan humpery : alright, but i did what you told me. I-i went out with a guy i can't stand.


guru : oh yes. this charlie trout's character--now that guy's interesting, complex. A young mephistopheles. write from his point of view, then you'd have a story.

dan humpery : no, there's no way that i'm writing from his point of view. i hate that guy.


guru : you're judging the character, Humprey. You think Capote got national accalim for "in cold blood" by judging the murderers?

dan : i'm--i'm guessing no.


guru : dig beneath the surface. get into Charlie Trout's head. find the humanity.

dan : That might be difficult


guru : we all have a secret. A writer best tool is the baility to draw out a subject's secret and use it

dan : Okay, so i go back out there. make him trust me and find out his secret.


guru : Be ruthless and bring ne back a story with teeth.


tapi kemudian, saya pikir-pikir lagi. tidak-tidak. sudah cukup. saya mau cari bukowski lain saja. tapi tunggu dulu, bukankah saya juga sempat dikerjainya, dijadikan leluconnya, rasanya impas saja kalo saya mengeksploitasinya.
saya menimbang-nimbang, tapi malaikat baik membimbing saya pulang : well, if i have to exploit people to be a good writer. then, you know, maybe--maybe i'm not a good writer. i don't--i'd rather be safe than use people for art.

Tuesday, December 15, 2009

Bagi-Bagi Buku Gratis (Part 2)


here we go, setelah berselang selama beberapa bulan, bagi-bagi buku gratis part 2 bakal diadakan lagi. kalau mau dapet buku gratis dari sunshine awaiter, caranya gampang banget.



tuliskan daftar buku yang sudah kamu baca selama tahun 2009 ini di blog atau akun multiply kamu, lalu pilih 3 buku yang paling berkesan dari semua daftar buku yang sudah kamu baca beserta quote yang paling menarik, sertakan juga link blog: bramasole-menantimatahari.blogspot.com di blog kamu tersebut. nah, kalo sudah kirim email ke ask_nia21@yahoo.com untuk memberitahukan keikutsertaan kamu plus satu lagi, kalo kamu nggak punya akun multiply, jadilah follower di bramasole-menantimatahari.blogspot.com...selesai sudah. gampang, kan. segera kirimkan sebelum tanggal 31 desember 2009 yaaaa....



3 pemenang akan mendapatkan daftar buku-buku di bawah ini plus merchandise dari sunshine awaiter.
buku-buku itu adalah :
1.filosofi kopi-dee
2.orange-windry rahmadhina
3.astral astria-fira basuki
4.kucing melulu & cerita cinta (me)lulu-widya octavia
5.selamanya-rio rinaldo
6.cinta brontosaurus-raditya dika
7.kafe-ch. happyninatyas
8.istoria da paz-okke 'sepatu merah'
9.je'-m'appelle lintang-ollie

sampai jumpa tahun depan dengan kuis-kuis baru lainnya. :)

Thursday, December 10, 2009

Jawaban Yang Tak Terdengar

Photo : Two windows by Ross Sawyers


sambungan dari cerpen yang ini


Sudah terlambat. Aku sudah tahu, jawabannya tidak ada.
Jadi aku pulang sambil mengigit senyumku dalam-dalam. Aku bisa merasakan kepingan hatiku seperti biscotti yang kebanyakan coklat hitam.

Aku menyelipkan pesan di celah jendela kamarnya sebelum itu:

Aku paham, semua yang membuatku tertawa dan bahagia juga bisa membuatku tersungkur dalam kesedihan, jika aku kehilangan.

Lalu, ingin kutuliskan sebait kalimat lagi di bawah pesan itu tapi kuurungkan niatku : Setidaknya, izinkanlah aku merasakan sebuah perpisahan.

Kamu tahu, kan, bahkan sebuah perpisahan yang menyakitkan sekalipun punya sesuatu untuk dikenang : feromone yang menguar habis dari balik kemejamu, lagu yang samar terdengar, awan mendung tipis yang menggelayut di langit yang ringkih, dan punggungmu yang menatapku lalu hilang.

Tapi semua itu tak ada. Tidak ada aroma yang bisa kuingat, tidak ada lagu yang melatari cerita yang bisa kuputar ulang, tidak ada ciuman selamat tinggal yang membekas di ingatan. Tidak ada pelukan perpisahan. Tidak ada apa-apa.

Hanya kebisuan yang terus.

Aku pulang untuk menyampaikan pesan_ atau bagaimana harus kukatakan untuk sesuatu yang bahkan tidak bisa disebut pesan karena memang tak ada apa-apa_padamu dengan sedikit ragu.

Kutatap dirimu dan hanya menggeleng perlahan. Begitu menyesal ketika teringat pertanyaan yang sempat kuutarakan padanya demi dirimu.

"Aku hanya ingin tahu, apakah kata-kata itu, kalimat yang kau rangkai dengan begitu sempurna, indah dan telak mengenai jantungku, apakah itu hanya sebuah kebohongan, salah satu dari keahlianmu dalam menjadikan seseorang sandera hatimu, ataukah itu sebuah kebenaran, yang kau utarakan dari dalam hatimu?

Apakah semua ini, bagian dari permainan, yang sudah begitu lihai kau mainkan. Apakah ini adalah peluru-peluru yang kau tembakkan secara acak untuk membunuh tawananmu?”


Sementara saat ini aku tak membawa jawaban apa-apa. Melihatku kamu cuma diam menatap keluar jendela sampai hujan terakhir tahun ini berhenti lalu angkat bicara,

“Aku sudah tahu. Sejak awal berkata jujur hanya akan memberi kita masalah. Lebih baik, dulu aku mati saja karena kait-kait pertanyaan itu, ketimbang melihatmu pulang gontai tanpa membawa kata-kata.”

“Sudahlah. Tak perlu menyesal, pernah kubilang bertanya tak akan membuatmu mati. Tidak ada jawaban yang malah akan membunuhmu. Kamu baik-baik saja, kan?”

“Tidak. Tapi, kamu juga bakal ikut mati.”

“Iya, kita pasti sama-sama mati. Tapi setidaknya, kamu masih punya aku, kan.”


nb : pengennya ini jadi bagian dari judul besar : DUA PEREMPUAN, sebuah novellette. Tapi, masih belum nemu banyak referensi tentang orang yang hidup dengan dua kepribadian, split personality gitu tapi bisa saling berkomunikasi antara kepribadian satu dengan yang lain. Lagipula, selama ini yang saya tahu, kasus kepribadian ganda selalu tidak diketahui oleh orang yang mengidapnya.

My Bukowski (Part 1)

sedang berada dalam situasi seperti si dan humprey dalam gossip girl season 2 ; Dan Humprey Can't write Needs Bukowski. jadi ceritanya si humprey (katakanlah dalam kehidupan nyata saya sedang berperan sebagai dirinya) menghadap guru sastranya atau guru menulisnya (dan katakanlah si guru ini adalah, bisa jadi master yusi atau master sulak) untuk menanyakan bagaimana pendapat gurunya tentang tulisan yang sedang dibuatnya. dan si guru menjawab.
guru : let me be blunt, Humphrey. These stories are no good. (dalam kehidupan nyata saya, di kelas dkj, semua tulisan dicap jelek dan kami tidak boleh sakit hati, jadi seharusnya saya sudah biasa dengan itu. meskipun sebelumnya pernah sedikit_sangat sedikit malah_dipuji, tetapi itu tidak berpengaruh apa-apa)
dan humprey : what, uh, you--you-- you said my last one was... (saya mencoba berkata, bahwa sebelumnya saya pernah menulis_lumayan_bagus. tapi kemudian mengurungkan niat. karena memang tulisan saya belum kemana-mana. jadi saya diam dan mendengarkan perkataan guru selanjutnya)
guru : it was’nt bad. these are just more of the same. (nah, di sinilah letak masalah saya. menurut guru, tulisan saya mempunyai bawah sadar kolektif yang cenderung sama)
dan humprey: -- okay (dan saya pun menjawab, baiklah...)

guru : you sent me five stories, all about a shelterde young man with girl trouble who lives with his daddy in Brooklyn. You think that’s gonna knock the Yale English Departement off their tenured asses? (ya, memang begitulah. pikiran bawah sadar yang dikekang hal yang sama dan tidak mau keluar dari zona nyaman membuat saya hanya menulis hal-hal yang sama)
dan humprey : I-i just—I thought a writer supposed to write what you know. This is what i know. (saya berpikir begitulah seharusnya, sebelum saya ikut kelas riset dan reportase)
guru : then learn something new, get out your comfort zone. A cardinal rule of writing—if your work’s too safe, do something dangerous. (memang, tidak banyak hal 'berbahaya' yang saya alami belakangan. saya lebih suka sembunyi dalam selimut zona nyaman)
dan humprey : I-i would’nt know where to begin (saya pun membuat alasan klise)
guru : Then find someone who does know. When i was young Bukowski put a shot glass on my head and blew it off with a pistol, find your Bukowski then get back to me. (AHA! Seketika saya ingat beberapa hal menyerempet 'bahaya' yang saya lakukan belakangan ini dan tahu harus bagaimana. saya bertekad menemukan bukowski saya_btw siapa sih dia?)
NB : Bukowski adalah, Henry Charles Bukowski (16 Agustus 19209 Maret 1994) adalah seorang penyair dan novelis Amerika. Cara penulisannya sangat dipengaruhi oleh keadaan kota tempat tinggalnya, Los Angeles. Bukowski telah menghasilkan ribuan puisi, ratusan cerita pendek, dan enam novel, pada akhirnya memiliki lebih dari 50 buku yang sudah diterbitkan.(sumber wikipedia)

Wednesday, December 9, 2009

Energi Patah Hati


...yang membuat saya berhenti komunikasi dengan diri sendiri ternyata mampu menggerakkan saya untuk berkomunikasi dengan sosok-sosok lain yang menghuni kepala ini.

Setelah nyaris 60.000 kata saya ingin sekali berkata padanya, tolong buat saya patah hati sekali lagi. Saya ingin cepat menanjak sampai puncak lalu turun ke lembah dan hibernasi, untuk, mudah-mudahan bisa, kembali bicara dengan diri sendiri.

Tapi saya tahu, jangankan memintanya untuk membuat saya patah hati lagi, dimana itu pasti harus didahului dengan fase jatuh cinta lagi, wong memintanya membuka mulut saja sulit.

Jadi, biarlah saya hemat energi ini. Sampai perciknya habis dan alirannya berhenti.

Sampai mesin ini mati.

I Did It!

Sudah lama tak memosting apa-apa di sini, antara lain lantaran perkara energi patah hati yang sedang menyita seluruh konsentrasi, hal lain, karena setelah selesai dengan Nanowrimo 2009 yang berhasil saya menangkan saya merasa berhak hidup normal tanpa embel-embel menulis di saat-saat bisa istirahat. Jadi, bahkan saya belum bikin posting apa-apa soal kemenangan itu. Ah, baiklah sebagai penanda akan saya lakukan juga meski itu sudah basi.

SAYA BERHASIL di NaNoWriMo 2009 ini : http://http//www.nanowrimo.org/eng/user/590083

Dan lagi pertemuan bengkel novel DKJ 2009 yang tinggal 3 kali lagi mengharuskan saya untuk fokus pada draft, jadi fokuslah saya dengan itu. Meski itu draft yang sama yang saya ikutkan untuk nanowrimo ini dan sudah memenuhi kuota 50.000 kata tetapi nyatanya itu belum sampai ending cerita, (bah, saya nulis apa saja selama ini ya)

Oke, jadi setelah malam kemenangan itu, saya menatap datar layar komputer dan berkata : Thanks God Its Over (TGIO). Nah, sekarang mau ngapain?

Bikin TGIO party dengan si jepang gendut dan oto san dengan berkaraoke dan makan sushi sepuasnya?
atau
Bikin TGIO shopping dengan membeli sepatu Andre Valentino hijau pupus berhak 5 cm yang mungkin tidak akan pernah saya pakai?
atau
Bikin TGIO holiday dengan nekat ke Bangkok akhir tahun ini tanpa peduli apapun?
atau
Bikin things to do after TGIO (sangat basi untuk yang terakhir ini, tapi saya melakukannya juga, dan saya membenci diri saya sendiri karena keterlaluan tidak melakukan yang tiga teratas, atau paling tidak memberi hadiah apa, kek pada diri sendiri.)

Entah kenapa mungkin untuk hal semacam ini saya kelewat kejam pada diri sendiri. Dan bisa nulis 50.000 kata sudah jadi hadiah tersendiri. Lagipula jalan masih panjang, masih banyak yang harus dibenahi.

Tapi tentu saja, Nanowrimo sudah berhasil memotivasi saya untuk menulis sebanyak itu dalam waktu sebulan. Tahun depan ikut lagi, ah....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...