Tuesday, July 20, 2010

Perjalanan Menuju Profesionalitas


Alhamdulillah, jalan untuk mewujudkan salah satu mimpi saya mulai terbuka. Tanggal 3 Juli-2010 yang lalu adalah pengumuman kelulusan bagi calon mahasiswa Pascasarjana UNPAD. Berdebar-debar, saya ketikkan nomor ujian ke dalam kotak yang disediakan lalu ‘klik’, muncul hasilnya.
Saya diterima di Program Profesi Psikologi UNPAD.

Setelah empat tahun menunda karena berbagai alasan, mulai dari kesibukan kerja, menikah dan punya momongan, akhirnya, jalan untuk menjadi Psikolog bisa terwujud. Meskipun ini baru permulaan, dan jalan yang harus ditempuh masih panjang, tetapi saya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk belajar. Sejak memilih kuliah di Fakultas Psikologi UNDIP, saya memang sudah bercita-cita untuk meneruskannya ke jenjang S2 hingga saya bisa menggunakan ilmu saya secara profesional seperti halnya dokter.
Sebenarnya, dulu ibu dan kakek menginginkan saya untuk menjadi dokter. Sayang, karena nyali yang ciut untuk berhadapan dengan berbagai pernik kuliah di kedokteran (yang saya bayangkan adalah harus tega melihat darah, berani masuk kamar mayat, dan berhadapan dengan aneka penyakit yang wujud fisiknya mungkin kurang menyenangkan) maka saya mengurungkan niat tersebut dan memilih untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan ‘menyembuhkan’ orang, tetapi nggak harus berurusan dengan hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas :)

Sebelumnya, saya sempat bimbang akan melanjutkan pendidikan profesi ke mana. Mulanya saya berpikir untuk mendaftar ke UI, mengikuti jejak senior dan beberapa teman, tetapi ketika melihat biayanya yang fantastis, dan itu berarti saya harus hijrah ke Jakarta yang sudah semakin padat, maka saya memutuskan untuk melanjutkan profesi di UGM atau UNPAD. Ternyata, saya ketinggalan pendaftaran masuk UGM, dan opsi yang tersisa adalah UNPAD. Saya tahu Tuhan Maha Tahu, Ia pasti memilihkan yang terbaik di momen yang tepat. Saya pun segera meneguhkan niat untuk mendaftar tahun ini juga karena sebenarnya rencana melanjutkan kuliah sudah mundur setengah tahun dari yang direncanakan.

Sharing pengalaman pendaftaran dan tes masuk Profesi Psikologi UNPAD

Setelah memutuskan untuk mengambil tes masuk gelombang ke-1, mulailah saya membeli pin pendaftaran di bank lalu mendaftar online dan mengirimkan berbagai berkas yang menjadi persyaratan. Setelah itu, barulah menjalani serangkaian tes. Dimulai dari tes yang sifatnya umum. Jadi, semua calon mahasiswa pascasarjana dari berbagai pilihan fakultas digabung jadi satu untuk menjalani Tes TKB Advanced dan TOEFL. Tes pertama berlangsung pada hari Minggu, 20 Juni 2010.

Tes kedua berlangsung di fakultas pilihan masing-masing pada hari berikutnya. Untuk yang mengambil Profesi dan Magister Sains Psikologi, tes berlangsung di Kampus Pascasarjana Psikologi UNPAD yang ada di Dago Atas. Tes terdiri dari, Tes Tertulis yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar teori-teori psikologi yang pernah dipelajari sebelumnya dan dilanjutkan dengan beberapa tes yang lain. Selanjutnya, tes yang ketiga adalah wawancara. Saat tes wawancara ini, satu peserta berhadapan dengan dua pewawancara yang merupakan dosen maupun Psikolog UNPAD.

Jumlah peserta yang saat itu mendaftar untuk program profesi kalau tidak salah ada 159 orang, sementara yang akan diterima untuk program profesi adalah 70 orang dan untuk magister sains adalah 10 orang.

Saat tes kedua yang berlangsung di kampus Pascasarjana Psikologi ruang kuliah S3, saya berjalan mengelilingi kampus dan mulai menerapkan ‘the secret’, seolah-olah lorong-lorong dan taman yang asri yang ada di kampus akan menjadi bagian dari hari-hari saya ke depan, dan ternyata semesta serta Tuhan mendengarnya. Semoga saya bisa menjalani hari-hari di sana dengan sebaik-baiknya.

image : pergola di kampus magpro psikologi unpad & taman2nya yg asri

Saturday, July 3, 2010

Kesulitan (seharusnya) Tidak Membuatmu Berhenti


Kenapa mesti takut dengan kesulitan. Dilakukan sekarang atau besok, bisa jadi tetap akan berhadapan dengan kesulitan, dan bukankah setelahnya selalu dijanjikan olehNya kemudahan.

Pernyataan bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan bahkan sudah dituliskan di Al-Quran, Surat Al-Insyirah Ayat 1-8, dan sampai diulang dua kali pula.

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu?

Yang memberatkan punggungmu

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

Maka apabila kamu telah selesai dengan satu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain

dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

image by : nia, taken with canon G10

Baterai Baru


mundur seminggu dari waktu yang direncanakan. sedang butuh banyak baterai baru plus baterai cadangannya untuk berjaga-jaga.

image: nia taken with canon G10
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...