Monday, December 26, 2011

Ezra 4th Birthday

One day I counted your fingers and kissed each one.


One day your first rain drops fell, and I held you up and watched them fell on your baby skin.


One day we crossed the street, and you held my hand tight.

Then you were my baby, and now you are my little boy.

Sometimes, when you sleep I watch you dream and smile...



I am so blessed having you in my life.
Happy birthday my little boy.

Tuesday, December 13, 2011

My First Non Fiction : Buku Pintar Ibu & Bayi


Buku Pintar Ibu & Bayi
Penerbit : Bukune
Terbit : 13 Desember 2011
Banyak hal menarik yang terjadi saat saya pertama kali menjadi seorang ibu. Diawali dengan kehamilan pertama yang bagi saya, dan mungkin bagi sebagian besar ibu baru di luar sana, merupakan sebuah momen yang tak terlupakan. Kemudian berlanjut dengan proses melahirkan yang diwarnai perasaan campur aduk. Perpaduan antara cemas, excited, penuh harap, bingung, takut, dan senang yang berlangsung secara bersamaan. Lalu momen berikutnya, menjadi seorang ibu baru dengan segudang aktivitas baru yang mulanya masih terasa asing. Mengerjakan hal-hal baru tanpa berbekal pengalaman dan hanya bermodalkan insting serta kepercayaan bahwa seorang wanita pada saatnya pasti bisa memainkan perannya menjadi seorang ibu. Tentunya memang tidak semata-mata insting, ada sedikit bekal pengetahuan yang sebelumnya sudah dikumpulkan. 

Monday, October 31, 2011

Jumpa Lebih Dekat dengan Jostein Gaarder







Tahun 2001 adalah perkenalan pertama saya dengan Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder. Sejak saat itu, saya selalu memburu dan melahap semua bukunya. Setiap kali selesai membaca bukunya, saya selalu merasa bahwa merenung dan suka bertanya aneh-aneh itu dibolehkan. Dan saya bahagia dengan kenyataan tersebut.

Dunia Sophie membuat saya menyukai filsafat dan itu mungkin juga dirasakan sebagian besar orang yang membacanya. Ia berhasil membuat saya survive menjalani mata kuliah filsafat selama di S1. Meskipun begitu, buku favorit saya justru adalah Misteri Soliter, yang baru saya tahu ternyata edisi Indonesianya menurut Jostein sendiri adalah edisi bajakan karena dia belum pernah menandatangani kontrak terjemahan untuk Misteri Soliter ke Bahasa Indonesia. Misteri Soliter juga menjadi salah satu buku favorit si pengarang.

Ketika mendengar selentingan kalau Jostein Gaarder akan mampir ke UI untuk memberikan kuliah umum berkaitan dengan Sophie Prize yang ia buat bersama istrinya, saya langsung mencari celah untuk bisa bertemu langsung dengan beliau, atau setidaknya menitipkan buku-buku saya pada teman yang datang ke UI agar ditandatangani. Tapi, ternyata siapa yang menyangka kalau saya bisa bertemu langsung, mendengarkan diskusi buku-bukunya, meminta tanda tangan, bahkan sampai sempat menanyakan perihal akun twitternya, yang setelah saya konfirmasi ternyata bukan dia sendiri yang membuatnya. "Saya tidak terlalu menyukai hal semacam itu," kata beliau.

Friday, October 28, 2011

Ketika 'Lenka' Mengarungi Dunia

Ini adalah beberapa gambar yang berhasil saya abadikan pada saat acara launching dan bedah novel 'Lenka' di acara Bienale Sastra Salihara, Sabtu-8-Oktober-2011. Lenka, kemudian dibedah oleh dua kampiun dalam dunia sastra, Ayu Utami, dan Prof. Manneke Budiman. Diskusi pun dimoderaoti oleh Sitok Srengenge. Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa buku yang saya tulis keroyokan ini akan dibedah dan ditinjau oleh keduanya.

the novel
para pembelek



penulis dan dua editor 'Lenka' : Yusi Avianto Pareanom & A.S Laksana
Para Penulis. Sayang, tidak semuanya bisa hadir. Andina Dwifatma, Apendi, dan Regina Kalosa berhalangan hadir.


Thursday, October 6, 2011

Ulasan 100 Cerpen Terbaik Fantasy-Fiesta

Menjajal genre baru dalam menulis cerita itu mungkin bisa disamakan dengan memasak sebuah hidangan yang sama sekali berbeda dengan yang biasanya kita masak maupun makan. Misalnya, kita terbiasa untuk mengolah hidangan western, kemudian harus beralih ke hidangan oriental, maka yang dilakukan bukan cuma belajar teknik memasak ala oriental, mengenal bahan-bahan masakan oriental, dan mengolahnya, namun juga harus seing mencicipi hidangan ala oriental.

Sama halnya saat kita akan menulis fiksi fantasi, modal suka pada cerita fantasi saja belum cukup. Kita harus sering mencicipi dan mengecap baik-baik rasa fiksi fantasi, lalu belajar mengira-ngira bahan ajaib apa yang digunakan, dan bagaimana meramunya. Tapi itu saja juga belum cukup. Sama seperti koki pemula yag mesti belajar pada koki yang lebih mumpuni atau master dalam hidangan tertentu, maka seorang penulis fiksi fantasi pemula juga harus belajar pada para master penulis fiksi fantasi.

Coba masuk ke kastil ini dan temui para penghuninya, minta atau curi ilmu dari master-master di sana...pelajari teknik-teknik mereka, jurus-jurusnya, bertukar ilmu dengan para pembelajar, saling mencicipi, mengomentari, belajar...belajar...belajar...bersuka-ria di sana.

Tahun ini saya ikut menyusup ke kastil itu dengan modal yang pas-pas an (kesukaan saya untuk mencicipi cerita fiksi-fantasi) ikut bersuka ria dalam hajatan tahunan mereka yang meriah, Fantasy-Fiesta. Cukup banyak yang saya dapatkan dari sana...dan terlebih lagi, semangat untuk terus berkarya.

'Perempuan yang Melahirkan Bayi-Bayi dari Kepalanya', (cuma) masuk 100 cerpen terbaik di sana, tapi yang lebih penting adalah ulasan yang diberikan para master di sana. Sungguh, saya salut pada mereka. Dengan sekian banyak peserta pesta yang menitipkan hidangannya di sana, mereka sanggup mencicipinya satu per satu dan memberi masukan terhadap hidangannya. Salut! Tahun depan bikin pesta lagi yaaa :)

Wednesday, August 17, 2011

BdgBerkebun

  berpose dengan hasil panen pilih : sawi dan pokcoy
                                                    bibit tomat ceri, cabe merah, dan selada

                                                                   panen pilih pokcoy

                                                                pohon kersen di kebun sukamulya
Lokasi BdgBerkebun 1 : Komp. Sukamulya Indah, Bandung

Thursday, July 14, 2011

Hujan Bulan Juli


(Cerpen dimuat juga di writingsession.blogspot.com untuk tema 'Galau'-Juli 10 th 2011)

Corak langit berubah kelabu saat terakhir kalinya aku mendongak ke atas. Sebelum membuka pintu kamar kos, sempat terlintas sebuah pikiran di benakku. Aku baru paham kenapa setiap kali seseorang merasa galau ia akan melihat ke atas.

Katanya, saat berdoa orang-orang melihat ke atas karena Tuhan tinggal di sana. Mitos bilang, jika tatapan mata kita bertumbukan dengan bintang jatuh dan di hati kita membatin yang bagus-bagus maka keinginan kita akan terkabul. Semesta bilang, hai kalian yang kakinya menapak ke bumi. Roh-roh yang meninggalkan bumi akan tinggal di atas sana. Tersenyumlah maka mereka akan tersenyum balik pada kalian. Tapi aku tak pernah bisa tersenyum pada langit, terlebih yang kelabu.

Sayangnya, bukan hal-hal bagus yang kupikirkan setiap kali menatap langit. Yang kugaungkan pada angkasa adalah perkataan : Jangan hujan!

Sunday, July 10, 2011

Catatan Proyek 'Lenka'


Di bawah ini adalah sebuah catatan yang ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom. Mengiringi terbitnya proyek bersama kami, sebuah novel berjudul LENKA. Pagi tadi, saat melihat note ini di-tag pada saya dan membacanya, semua ingatan mengenai 'perjuangan' saya untuk belajar menulis dengan benar kembali membanjiri ruang memori. Perjalanan yang telah saya lalui itu sungguh memberikan saya banyak hal yang tidak bisa dihargai dengan uang. Saya bertemu dengan guru-guru yang inspiratif sekaligus juga teman bertukar pikiran yang menyenangkan, lalu saya bertemu pula dengan sahabat-sahabat baru yang tak kalah serunya. Menerbitkan sebuah buku bersama mereka adalah sebuah hadiah. Atau bonus. Karena sungguh tidak sedikit yang sudah mereka berikan pada saya. Berikut ini adalah catatan itu... 

Siklus (Cerpen Pertama Untuk @writingsession)

Hidup ini adalah siklus, teman. Saat seseorang dilahirkan, aku percaya kelak ia pun akan melahirkan sesuatu. Dan sesuatu itu, bisa jadi apa saja.

Tantangan Dua Hari Sekali

Terkadang, tantangan tidak datang sendiri, tantangan harus diciptakan.
Belakangan ini, semangat saya untuk menulis cerpen sedikit menurun. Bukan karena tidak ada ide, justru ide-ide datang, namun berhamburan sia-sia karena tidak segera dituangkan. Keinginan sih, belajar mengatur waktu agar dalam sehari tetap bisa menulis cerpen walaupun bentuknya flashfiction atau tren yang sedang berkembang sekarang adalah @fiksimini (di twitter). Namun, lagi-lagi saya juga bukan orang yang setiap hari rajin mengikuti timeline di twitter, jadi sering ketinggalan untuk ikutan. Sebenarnya, kegiatan menulis macam @fiksimini atau @writingsession, bisa dijadikan ajang untuk berlatih.

Wednesday, July 6, 2011

Lomba Resensi Novel 29 1/2 Hari


Mau paket buku gratis dari Grasindo-Gramedia dan notebook unik seperti yang digunakan Grey, salah satu tokoh dalam novel 29 ½ Hari ?

Ikuti Lomba Resensi Novel 29 ½ Hari

Caranya :
1. Kalau belum join page 29 1/2 Hari, join page-nya dulu di : http://www.facebook.com/novel.29setengah.hari
2. Tulis resensinya di note facebook kamu, kemudian tag akun facebook milik penulis (nia nurdiansyah). Tag juga minimal 20 orang temanmu.
3. Resensi yang sudah ditulis boleh juga dimuat di blog pribadimu dengan mencantumkan link page 29 ½ Hari (http://www.facebook.com/novel.29setengah.hari)
4. Jika menuliskan resensinya di blog, jangan lupa kirim e-mail keikutsertaanmu ke: nia.nurdiansyah@yahoo.com dengan mencantumkan alamat blognya.
5. Lomba ini akan ditutup pada tanggal 17 September 2011
6. Pemenang akan diumumkan paling lambat 17 Oktober 2011
7. Hadiah :
Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah berupa paket buku dari Grasindo senilai Rp. 300.000
Pemenang kedua akan mendapatkan hadiah berupa paket buku dari Grasindo senilai Rp. 200.000
Pemenang ketiga akan mendapatkan hadiah berupa paket buku dari Grasindo senilai Rp. 100.000
Ketiga pemenang di atas juga akan mendapatkan masing-masing satu buah notebook unik seperti yang digunakan Grey.

image : notebook milik Grey itu yang paling atas, yg motifnya seperti amplop surat. photo by : the sonphotography

Ngetik atau Nulis?



"Lagi apa?" seseorang di suatu tempat bertanya ketika saya sedang asyik menuangkan sebuah tulisan di laptop. Saya menjawabnya: "ngetik."
Orang itu berkomentar lagi : "kayak sekretaris aja..."
Saya : "ahh, bukan ngetik yang semacam itu. tapi nulis. lagi nulis cerpen."

Yeah, time flies. Di masa sekarang, rasa-rasanya orang sudah tidak 'menulis' dalam arti yang sebenarnya (memegang alat tulis seperti pulpen atau pensil dan menuliskannya di atas kertas). Mereka menggunakan alat bantu. Laptop. Keyboard. Mouse. Mereka (dan juga saya) saat ini lebih banyak menekan tuts, bukan menekankan pulpen ke atas kertas. 

Ada praktisnya 'menulis' dengan komputer. Bisa memilih font sesuai selera. Copy-Paste. Shift. Delete. Save. Ya...ya...ya. Tapi, terkadang saya merindukan saat-saat di mana saya dapat mempertemukan ujung pensil/pulpen dengan selembar kertas. Mereka bercumbu dan beranak-pinak banyak sekali kata-kata. Saya cukup memenggal katanya dengan strip atau menghitamkannya agar kata itu hilang, ketika si kata tidak sesuai dengan kebutuhan atau selera. 

Monday, July 4, 2011

Coming Soon : LENKA

Coming soon : LENKA. Novel kedua saya yang ditulis bersama enam belas (16? iya, en-am be-las) rekan-rekan yang dulu pernah menjadi peserta Pelatihan Bengkel Novel Dewan Kesenian Jakarta. Periode 2008-2009.

Kisah di novel ini dimulai dari sebuah situasi : “Pada sebuah acara penggalangan dana, seorang perempuan muda bergaun wisnu jatuh dari lantai lima. Namanya Magdalena, biasa dipanggil Lenka mengikuti kebiasaan orang Eropa Timur (neneknya orang Magyar, Hungaria), 22 tahun, mahasiswa dan model. Bunuh diri, kecelakaan, atau sengaja didorong oleh seseorang?”

Friday, July 1, 2011

Jasper & Ruby

Sudah sekian lama nggak nulis cerpen lagi karena kegiatan kuliah yang begitu padat. Tugas a, lalu b, dan c, disambung dengan harus menyiapkan presentasi, praktikum, pengambilan data, bimbingan. Ya...ya...ya banyak banget.
Tapi itu nggak jadi alesan juga kan, buat nggak nulis?
Well, iya sih, bener.
Tapi, bukannya sehari-hari kegiatannya juga nulis. tugas a, makalah b, laporan?
Eh, bukan nulis yang gitu juga. kalo itu sih, jelas. tuntutan. tapi kapan terakhir kamu nulis dari hati?
Nulis dari hati? curcol maksudnya? lah, sekarang ini apa?

Ah ya, itu percakapan dengan diri sendiri sebelum akhirnya berhasil menyelesaikan cerpen sebanyak 2981 kata. genre-nya fantasi. judulnya : perempuan yang melahirkan bayi-bayi dari kepalanya. ada dua bayi yang sudah dilahirkan perempuan itu : jasper & ruby.  ide cerita di cerpen itu berawal dari sini.

image : lookbook.nu (edited by me)

Friday, June 17, 2011

Re-Defined Your Vision, Mission, & Goal.


Ternyata, bukan hanya perusahaan atau organisasi saja yang bisa diperiksa efektivitasnya. Pribadi kita pun bisa diperiksa apakah sudah efektif atau belum fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan untuk memeriksanya pun, bisa dengan pendekatan yang digunakan untuk memeriksa efektivitas sebuah perusahaan atau organisasi.
Cara yang paling simpel adalah dengan menggunakan pendekatan tradisional,

Saturday, June 4, 2011

Current Cravings: Tropical Fruits



nggak lagi ngidam sih, tapi lagi suka banget sama buah-buahan ini. mumpung lagi musim juga, jadi gampang nyarinya. #madabouttropicalfruits

image by : sonphotography(1.mad about tropical fruits, 2. mangosten, 3. kesemek(kaki-in japanese)

Sunday, May 8, 2011

Dreams & Destinations

Pertama, hiduplah dengan mimpimu (sendiri).
Kedua, percaya kau bisa meraihnya.
Ketiga, kerahkan seluruh energi untuk meraih impian itu.

Terkadang, segala sesuatu di dunia ini bekerja dengan cara sesimpel itu. Dan itu pun menjadi cara terbaik ketika kau mulai bimbang dengan kemana kau ingin melangkah.

Quote by Nia Nurdiansyah 08.05.2011

Friday, April 29, 2011

The Journey of (29 1/2 Hari) #11

Mulanya mereka hanyalah orang asing. Namun takdir yang kadang melampaui logika mempertemukan mereka.
Release Date : May, 17, 2011

Tuesday, April 26, 2011

If Only I Could Shift-Del You

Jika saja menghapusmu semudah menyeka bulir embun yang meluncur di kaca jendelaku maka tidak akan ada kenangan yang sempat terekam, jejak yang tertinggal, dan kekosongan ini.
(Nia Nurdiansyah on Fleur-De-Lis)

Tuesday, April 19, 2011

Kehilangan Teman Baik

adalah ketika tidak ada lagi yang menyetok lagu-lagu 'aneh' yang nggak pasaran yang hanya kami berdua yang suka.

...ketika tidak ada lagi sms minggu pagi yang berujar : "sepedahan yuk.."
...ketika tidak ada lagi tatapan aku-tahu-apa-yang-sedang-kamu-pikirkan.
...ketika tidak ada lagi sms-sms nggak penting.
lagi apa?
kuliah udah beres?
makan siang. jangan lupa.

ah, sudahlah. saya sedang berkabung dan lebih baik tidak memperpanjang daftar 'apa yang kami lakukan berdua sepanjang masa dan tidak dilakukan pasangan sahabat lainnya.'

You Don't Know Me


"You know my name, not my story. You've heard what I've done, not what I've been through. Stop Judging Me!"

Saat mengingatnya, lagu ini langsung diputar di kepala saya. 

(You don't know me)
You don't know me at all
(You don't know me)
You don't know me at all (at all)

(Ben Folds-You Don't Know Me)

Friday, March 25, 2011

Kata Bintang Saya Hari Ini

"Although you may be in a state of high anxiety today, you should be able to transform your uncomfortable tension into useful productivity. Throw away your expectations and admit that you don't know exactly where you are going. Nevertheless, say what's on your mind, even if it puts you in a socially awkward position. Remain open to a completely different approach and then get ready to follow your new plan with confidence."

Masih percaya sama zodiak, Neng?

Hemmm, nggak juga. Tapi yang ditulis di atas kok, bener banget yaa...

source : twittascope

Thursday, March 24, 2011

Raspberry Cream Pie Night

Aliya menatap sebuah manekin, berkalung syal berbahan wol, yang mematung sepi di sudut etalase sebuah butik. Sudah delapan minggu, setiap kali ia lewat di depan butik itu, syal itu masih ada di sana. Sementara, koleksi barang di butik itu sudah berganti dengan yang lain setiap minggunya. Setahunya butik itu tak pernah memajang barang selama itu. Beberapa waktu yang lalu, ia sempat tertarik dengan syal cantik itu, tapi kondisi keuangannya sedang tak memadai untuk membawa pulang benda itu.

Seminggu setelahnya, ia masih melihat syal itu, begitu pun minggu-minggu selanjutnya. Di dalam hati, Aliya merasa tenang karena syal incarannya belum dibeli orang, tapi di sisi lain, ia juga merasa penasaran. Tak adakah seseorang yang berniat mencoba syal cantik itu, apalagi membawanya pulang dan mengalungkannya di leher untuk menghalau dingin. Apa yang salah dengan syal itu? Kenapa rasanya cuma aku yang menginginkannya?

Wednesday, March 23, 2011

Autumn Melancholy

Sakura no shita no yakusoku, "Rainen mo koko ni koyoutte.”
Kami membuat janji di bawah mekarnya bunga-bunga Sakura, “Kita kesini lagi tahun depan.”

Setahun berlalu, janji itu tak kunjung ditepati. Jangankan bertemu, sepucuk surat yang dijanjikan akan dikirimkannya setiap hari pun tak pernah sampai kepadaku.

Kimi ni aitakute dare yori mo aitakute*, kataku pada angin yang bertiup hangat, tanda musim semi akan kembali datang. Menggantikan musim dingin yang pucat dan dingin. Aku yakin musim semi ini ia akan pulang. Sudah dua tahun ia tak pulang ke kampung halamannya. Dia mungkin sudah tak peduli padaku, tetapi ia sangat sayang pada ibunya. Dan ia pasti akan datang untuk menjenguknya.

Solitude

"Great men are like eagles, and build their nest on some lofty solitude."
(Schopenhauer)


Creativity flourishes in solitude. With quiet, you can hear your thoughts, you can reach deep within yourself, you can focus.

image : takasugi-an tea house chino japan, treehouses of korowai & kombai west papua

Monday, March 21, 2011

Tumpukan Dosa Pada Sepotong Kue Cokelat

Tumpukan pertama; cokelat hitam ganache. Dibuat tujuh hari yang lalu ketika ia meneleponku, memintaku datang ke apartemennya dan berkata bahwa ia sakit, tubuhnya juga mengigil karena demam.

Tumpukan kedua; krim cokelat putih. Dibuat lima belas menit setelah aku sampai di apartemennya.

Ia sedang terbaring lemah di atas ranjang. Tangannya terjulur lemah di sisi ranjang. Ia lalu mencoba meraih tanganku, mengenggamnya kemudian meletakkan di atas dadanya yang bergerak naik turun.

“Kenapa? Kau pulang terlalu larut setiap hari, sih," ujarku. "Mungkin kecapean. Mau kubuatkan sesuatu?”

Dia menggeleng lemah. Lalu beringsut dari tidurnya. “Sekarang sudah lebih baik, karena melihatmu.”

Thursday, March 17, 2011

Turis

"Sebagai turis, dia tidak pernah tahu bahwa manusia bermakna geografis. Manusialah yang memberikan karakter pada lingkungan. Di mana pun keluarganya berada, di sanalah tempatnya berada."


(the tourist-olen steinhauer, hal. 300)
picture : air photos of europe

Wednesday, March 16, 2011

Cintai Indonesia Dengan Bahasa

My friend at Bengkel Novel Dewan Kesenian Jakarta, Prima. H. Patriyawhura, made this page: Cintai Indonesia dengan Bahasa, and i think this is a cool page. I think, Prima should add some tagline, such : 'Berhenti menganiaya bahasa Indonesia' or another tagline : 'k4Lau kAmu M@sih meNulis SePerti ini Tlg Jg Ksh jEmPOL buat P46E ini'. And yes, you can ask anything about Bahasa Indonesia on that page.

Acara Kepenulisan Bulan Maret

writing as a profession :
dan, asmanadia writing workshop

 nb : sekedar info bagi yang berminat

Character & Tree

character is like a tree and reputation like a shadow.
the shadow is what we think of it; the tree is the real thing.


quote by : Abraham Lincoln
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...