Friday, March 25, 2011

Kata Bintang Saya Hari Ini

"Although you may be in a state of high anxiety today, you should be able to transform your uncomfortable tension into useful productivity. Throw away your expectations and admit that you don't know exactly where you are going. Nevertheless, say what's on your mind, even if it puts you in a socially awkward position. Remain open to a completely different approach and then get ready to follow your new plan with confidence."

Masih percaya sama zodiak, Neng?

Hemmm, nggak juga. Tapi yang ditulis di atas kok, bener banget yaa...

source : twittascope

Thursday, March 24, 2011

Raspberry Cream Pie Night

Aliya menatap sebuah manekin, berkalung syal berbahan wol, yang mematung sepi di sudut etalase sebuah butik. Sudah delapan minggu, setiap kali ia lewat di depan butik itu, syal itu masih ada di sana. Sementara, koleksi barang di butik itu sudah berganti dengan yang lain setiap minggunya. Setahunya butik itu tak pernah memajang barang selama itu. Beberapa waktu yang lalu, ia sempat tertarik dengan syal cantik itu, tapi kondisi keuangannya sedang tak memadai untuk membawa pulang benda itu.

Seminggu setelahnya, ia masih melihat syal itu, begitu pun minggu-minggu selanjutnya. Di dalam hati, Aliya merasa tenang karena syal incarannya belum dibeli orang, tapi di sisi lain, ia juga merasa penasaran. Tak adakah seseorang yang berniat mencoba syal cantik itu, apalagi membawanya pulang dan mengalungkannya di leher untuk menghalau dingin. Apa yang salah dengan syal itu? Kenapa rasanya cuma aku yang menginginkannya?

Wednesday, March 23, 2011

Autumn Melancholy

Sakura no shita no yakusoku, "Rainen mo koko ni koyoutte.”
Kami membuat janji di bawah mekarnya bunga-bunga Sakura, “Kita kesini lagi tahun depan.”

Setahun berlalu, janji itu tak kunjung ditepati. Jangankan bertemu, sepucuk surat yang dijanjikan akan dikirimkannya setiap hari pun tak pernah sampai kepadaku.

Kimi ni aitakute dare yori mo aitakute*, kataku pada angin yang bertiup hangat, tanda musim semi akan kembali datang. Menggantikan musim dingin yang pucat dan dingin. Aku yakin musim semi ini ia akan pulang. Sudah dua tahun ia tak pulang ke kampung halamannya. Dia mungkin sudah tak peduli padaku, tetapi ia sangat sayang pada ibunya. Dan ia pasti akan datang untuk menjenguknya.

Solitude

"Great men are like eagles, and build their nest on some lofty solitude."
(Schopenhauer)


Creativity flourishes in solitude. With quiet, you can hear your thoughts, you can reach deep within yourself, you can focus.

image : takasugi-an tea house chino japan, treehouses of korowai & kombai west papua

Monday, March 21, 2011

Tumpukan Dosa Pada Sepotong Kue Cokelat

Tumpukan pertama; cokelat hitam ganache. Dibuat tujuh hari yang lalu ketika ia meneleponku, memintaku datang ke apartemennya dan berkata bahwa ia sakit, tubuhnya juga mengigil karena demam.

Tumpukan kedua; krim cokelat putih. Dibuat lima belas menit setelah aku sampai di apartemennya.

Ia sedang terbaring lemah di atas ranjang. Tangannya terjulur lemah di sisi ranjang. Ia lalu mencoba meraih tanganku, mengenggamnya kemudian meletakkan di atas dadanya yang bergerak naik turun.

“Kenapa? Kau pulang terlalu larut setiap hari, sih," ujarku. "Mungkin kecapean. Mau kubuatkan sesuatu?”

Dia menggeleng lemah. Lalu beringsut dari tidurnya. “Sekarang sudah lebih baik, karena melihatmu.”

Thursday, March 17, 2011

Turis

"Sebagai turis, dia tidak pernah tahu bahwa manusia bermakna geografis. Manusialah yang memberikan karakter pada lingkungan. Di mana pun keluarganya berada, di sanalah tempatnya berada."


(the tourist-olen steinhauer, hal. 300)
picture : air photos of europe

Wednesday, March 16, 2011

Cintai Indonesia Dengan Bahasa

My friend at Bengkel Novel Dewan Kesenian Jakarta, Prima. H. Patriyawhura, made this page: Cintai Indonesia dengan Bahasa, and i think this is a cool page. I think, Prima should add some tagline, such : 'Berhenti menganiaya bahasa Indonesia' or another tagline : 'k4Lau kAmu M@sih meNulis SePerti ini Tlg Jg Ksh jEmPOL buat P46E ini'. And yes, you can ask anything about Bahasa Indonesia on that page.

Acara Kepenulisan Bulan Maret

writing as a profession :
dan, asmanadia writing workshop

 nb : sekedar info bagi yang berminat

Character & Tree

character is like a tree and reputation like a shadow.
the shadow is what we think of it; the tree is the real thing.


quote by : Abraham Lincoln

Tuesday, March 15, 2011

Saya Sudah Sembuh

dan akan mulai membaca lagi.
Jadi, sekarang saya berani mengikuti reading challenge 2011 di goodreads
Awal tahun, saya berpikir untuk membaca 100 buku, errr, dengan pertimbangan, kalau dihitung-hitung peer bacaan dari kampus lumayan banyak juga dan tantangan membaca bukunya kan nggak harus novel atau fiksi, jadi saya berpikir 100 cukup masuk akal. Tapi kemudian, saya melirik bacaan tahun lalu yang nggak beranjak dari angka 40 ke atas. Jadi, untuk realistisnya, 50 aja deh. Lagipula, saya memulai tantangan ini baru di bulan Maret dan sudah melewatkan dua bulan pertama di tahun 2011.

Produktif

Kabar menyenangkan dari teman-teman bengkel penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta 2009 yang sudah menelurkan karya-karyanya. Nona Teratai, cerpennya yang berjudul Seorang Penari yang Membutakan Matanya Sendiri dimuat dalam Si Murai dan Orang Gila, Bunga Rampai Cerpen Panggung Sastra Komunitas DKJ. Ketua Perguruan, menulis Boxinite di Antologi Fantasy Fiesta. Tuan Maskapai menulis Aokigahara di Kompas, dan cerpen Nona Brutally Romantic Witch juga menjadi runner up di Klab Nulis Tobucil Angkatan 8. Yeay...tepuk-tepuk...semoga terus produktif yaa...

Saturday, March 12, 2011

Writing As Your Daily Habit

"Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan."
Pernah dengar apa yang dibilang Steven Covey soal habit atau kebiasaan? Bahwa yang membentuk karakter atau kepribadian seseorang adalah kebiasaannya. Atau apa yang dikatakan oleh Aristoteles di paragraf teratas. 
Dari dua pernyataan di atas maka bisa disimpulkan bahwa jika kita ingin menjadi penulis yang baik misalnya, maka kita harus menjadikan menulis sebagai sebuah kebiasaan. Untuk seseorang yang baru memulai sesuatu, melakukan hal yang baru secara rutin itu nggak mudah. Jadi, lakukan perlahan-lahan. Jangan khawatir, nikmati saja prosesnya, kebiasaan terbentuk perlahan-lahan bahkan tanpa kita sadari. Tulislah apa yang terlintas pertama kali saat bangun tidur di pagi hari. Apa saja. Kadang saya suka menulis bait lagu yang tiba-tiba saja terngiang di kepala. Lalu secara ajaib itu merujuk pada hal lain, dan seterusnya, dan seterusnya. Lakukan ini minimal lima menit setiap pagi. Hasilnya mungkin bisa berupa puisi, prosa atau penggalan kalimat yang rasanya ‘fresh from the open’ karena diolah semalaman saat kita tertidur. Di tengah hari, siapkan lima menit berikutnya untuk menulis lagi. Bisa apa saja, apakah itu melanjutkan yang tadi pagi atau bisa juga menulis yang lain. Apa saja, pokoknya menulis. Lalu menjelang tidur siapkan lima menit berikutnya. Jika memang menulis adalah bagian dari pekerjaan maka siapkanlah sebuah catatan berisi pemikiran-pemikiran yang terlintas sebelum memulai aktivitas menulis tersebut.

Friday, March 11, 2011

Aku, Saya, Dia, dan Perubahan Sudut Pandang

PR revisi untuk novel saya  29 1/2 Hari adalah mengenai penggunaan sudut pandang.
Seringkali, karena asyik menulis cerita, saya kurang teliti dengan perubahan sudut pandang yang saya gunakan untuk menuliskan cerita. Dan point of view memang sesuatu yang masih harus terus saya pelajari. Dari situs yang mengetahui segalanya ini saya mencoba merangkum buku-buku yang bisa dibaca untuk mempelajari penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita.

Daftar novel-novel dan jenis point of view-nya, ini antara lain :

Thursday, March 10, 2011

The Journey of (29 1/2 Hari) #9




"Ketika kau mulai melihat keutuhan bentuknya, kau akan mulai berpikir tentang mencitrakannya sebagai apa, atau seperti apa. Dan kau mulai membuat simbol-simbol untuknya."

Talents for The Novelist & Psychologist

Talents of the novelist : observation of character, analysis of emotion, people’s feelings, personal relations...(Virginia Woolf)

Secara nggak langsung, kasuistik dan konseling membuat saya belajar banyak tentang hal-hal yang disebut Virginia Woolf. Meski untuk menjadi seorang psikolog yang handal, skills tersebut masih harus didalami lebih lanjut, tapi untuk keperluan menulis cerita, terutama saat menghidupkan karakter tertentu, kedua mata kuliah itu memberi kontribusi yang tidak sedikit. Jadi seperti sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui, ceritanya.

FYI, kasuisitik dan konseling adalah mata kuliah keprofesian yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa keprofesian psikolog di UNPAD, sebagai modal awal untuk menjadi advanced beginner psychologist. Ya, meski masih di tataran pemula, tapi kami diharapkan sudah cukup mahir untuk mendalami dan memahami karakter seseorang. Kasuistik, mewajibkan kita untuk bisa menggunakan serangkaian alat-alat tes dan paham bagaimana menginterpretasi hasil tesnya. Sementara, konseling mewajibkan kita, bukan sekedar menjadi pendengar yang baik, tetapi juga bisa mengetahui core personality dari individu yang meminta bantuan pada kita sehingga kita bisa membantu mereka menolong dirinya sendiri lewat pintu masuk yang tepat.

Awalnya, saya berpikir dua hal tersebut adalah sesuatu yang mudah karena sebelum mengambil profesi saya merasa sudah cukup banyak menguasai alat tes, dan selama ini merasa sudah cukup menjadi pendengar yang baik. Nyatanya, setelah bergelut dengan keduanya, saya menyadari kalau ternyata saya masih harus banyak belajar.

Wednesday, March 9, 2011

Mencium Punggung


Kau membalikkan badanmu, sekali lagi. Melihatku yang mematung di belakangmu. Menunggumu menghilang ditelan ujung jalan. Aku tahu kau tahu dan kau tahu aku tahu, kita sama-sama menginginkan sesuatu.

Tapi jarak itu membuatku tak bisa merengkuh kembali lenganmu. Membuatmu tak mungkin menarik masuk kembali kepalaku dalam dekapanmu.

Apa yang akan kau lakukan jika sekarang aku yang membalikkan badan. Hingga hanya lekuk punggungku yang mampu kau indera. Akankah kau berlari kesini dan berkata, “Izinkan aku, setidaknya menciummu. Karena kutahu bahkan perpisahan pun seharusnya memiliki rasa untuk dikenang.”

Tapi tidak. Kau balas punggung dengan punggung. Kau tutup perpisahan kita seperti saat kita bertemu dulu.

Delapan Minggu yang lalu di sebuah toko buku di daerah Jakarta Selatan.

Kakek Tua & Minotaur


Aelous, aku tiba-tiba kehilangan kekuatan untuk menyusuri jalan yang sudah kupilih selama ini.
Tadi malam aku bangun dari mimpi yang menurutku sangat buruk. Aku mimpi terbangun sebagai kakek tua yang lupa dengan apa yang sudah dilakukannya di masa muda. Kakek itu begitu menyesal mengapa sewaktu muda ia tak belajar buang air mengunakan pispot. Akibatnya saat ia sakit tua, dan hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, ia mengencingi sprei putih di atas kasurnya yang berada di kamar kelabu berlampu remang-remang.

Di masa muda ia tak pernah tahu bahwa buang air kecil, bahkan besar, di atas pispot sangat menyulitkan. Ia sungguh menyesal karena akhirnya harus merepotkan seorang suster muda yang susah payah mengulingkan tubuh rentanya agar pantatnya dapat diseka. Kakek itu, yang mana jiwanya kumasuki berkata pada si wanita muda, entah siapa, begini,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...