Saturday, March 12, 2011

Writing As Your Daily Habit

"Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan."
Pernah dengar apa yang dibilang Steven Covey soal habit atau kebiasaan? Bahwa yang membentuk karakter atau kepribadian seseorang adalah kebiasaannya. Atau apa yang dikatakan oleh Aristoteles di paragraf teratas. 
Dari dua pernyataan di atas maka bisa disimpulkan bahwa jika kita ingin menjadi penulis yang baik misalnya, maka kita harus menjadikan menulis sebagai sebuah kebiasaan. Untuk seseorang yang baru memulai sesuatu, melakukan hal yang baru secara rutin itu nggak mudah. Jadi, lakukan perlahan-lahan. Jangan khawatir, nikmati saja prosesnya, kebiasaan terbentuk perlahan-lahan bahkan tanpa kita sadari. Tulislah apa yang terlintas pertama kali saat bangun tidur di pagi hari. Apa saja. Kadang saya suka menulis bait lagu yang tiba-tiba saja terngiang di kepala. Lalu secara ajaib itu merujuk pada hal lain, dan seterusnya, dan seterusnya. Lakukan ini minimal lima menit setiap pagi. Hasilnya mungkin bisa berupa puisi, prosa atau penggalan kalimat yang rasanya ‘fresh from the open’ karena diolah semalaman saat kita tertidur. Di tengah hari, siapkan lima menit berikutnya untuk menulis lagi. Bisa apa saja, apakah itu melanjutkan yang tadi pagi atau bisa juga menulis yang lain. Apa saja, pokoknya menulis. Lalu menjelang tidur siapkan lima menit berikutnya. Jika memang menulis adalah bagian dari pekerjaan maka siapkanlah sebuah catatan berisi pemikiran-pemikiran yang terlintas sebelum memulai aktivitas menulis tersebut.
Jadikanlah menulis bagian dari keseharian kita. Bahkan ketika ke toko buku atau menonton tv dan menemukan penggalan kalimat yang menarik atau ada sesuatu terlintas di benak, catatlah. Tulis dan biarkan pada waktu yang lain semua itu berkembang menjadi sesuatu yang mengejutkan. Draft sebuah novel, mungkin atau skrip film. Siapa tahu.
Kabar baik lainnya, seorang peneliti, Catherine Cox yang telah mengamati sekitar 300 orang jenius terkenal dalam sejarah manusia. Termasuk dalam penelitiannya adalah para jenius perang, jenius politik, dan juga ilmuwan. Dia mencatat bahwa salah satu ciri dari para jenius tersebut adalah kegemaran mereka mencatat pemikiran dan juga perasaan secara fasih, yang dituangkan dalam buku harian, puisi, tulisan, dan surat kepada para sahabat dan keluarganya. Kegemaran ini ternyata merupakan salah satu bentuk disiplin (dan juga metode pencatatan ide-ide) yang dilakukan sejak dini. Contoh paling terkenal adalah da Vinci dengan ribuan sketsa ide multidimensinya yang sampai saat ini masih membuat orang-orang penasaran. Seorang peneliti lain, Dr. Win Winger bahkan memperkirakan bahwa kebiasaan menulis ini adalah salah satu bentuk mekanisme yang (mungkin bisa) men-trigger orang-orang ‘biasa’ menjadi teraktifkan otak unggulnya. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...