Friday, June 17, 2011

Re-Defined Your Vision, Mission, & Goal.


Ternyata, bukan hanya perusahaan atau organisasi saja yang bisa diperiksa efektivitasnya. Pribadi kita pun bisa diperiksa apakah sudah efektif atau belum fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan untuk memeriksanya pun, bisa dengan pendekatan yang digunakan untuk memeriksa efektivitas sebuah perusahaan atau organisasi.
Cara yang paling simpel adalah dengan menggunakan pendekatan tradisional,
yaitu dengan memeriksa apakah sudah ada kesesuaian antara visi, misi, dan goal yang ada pada kehidupan kita dengan output atau hasil nyatanya.
Langkah pertama, tentu kita harus tahu dulu apa visi, misi, dan goal dalam kehidupan kita.
Kelihatannya klise, tapi begitulah cara mengetahui apakah kita sudah mencapai tujuan hidup kita atau belum.

Visi bisa diibaratkan dengan: overall future direction (like north on a compass), atau bisa juga disamakan dengan gambaran mengenai akan menjadi seperti apa kita ini ketika sudah dewasa. Sementara, misi bisa diibaratkan dengan focus (like a U.S. map of the Midwest) atau ‘reason for being purpose', atau how we are going to get there. Jadi, misi ini semacam operasionalisasi atau penjabaran dari visi yang sudah kita buat. Kemudian ada goal, yaitu instruction on how to get there (directions) jadi, ini seperti langkah-langkah apa saja yang harus kita ambil agar bisa mencapai visi dan misi (semacam to-do list).
Ada syarat khusus untuk goal, yaitu : spesifik, dapat diukur, dapat diraih, realistik, dan ada batas waktunya. Setelah goal sebenarnya ada satu langkah lagi yang nggak boleh terlewatkan, yaitu strategies. Strategi ini semakin spesifik lagi, berisi akan tahap-tahap yang harus dilakukan atau dengan cara bagaimana to-do listnya dapat terpenuhi, dan kapan harus dicapainya.
Contoh :
My Vision : Menjadi pribadi yang bahagia lahir dan batin, memiliki hubungan timbal-balik yang harmonis dengan Tuhan, semesta, dan seluruh isinya. Menjadi pribadi yang mampu mewujudkan perubahan positif bagi keluarganya, lingkungannya, dan masyarakat luas.
My Mission : (Bisa terdiri dari beberapa poin yang lebih spesisifik dari yang sudah ditulis di atas)  Misalnya, menjalani hidup dengan penuh rasa bersyukur dan menjadi diri sendiri.
Lalu, untuk goalnya (apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai misi yang pertama itu) misalnya, untuk kasus di atas: Kurangi berkeluh kesah mengenai hal-hal yang tidak dapat diubah, kurangi membandingkan diri dengan orang lain karena orang lain bukan tolak ukur kebahagiaan kita, temukan nilai-nilai positif di dalam diri sendiri dan kembangkan. Lakukan setiap hari, saat ini juga, dan sesuaikan dengan syarat goal tadi.
Hasil : Jika apa yang kita lakukan dalam goal bisa membuat kita mencapai misi tadi, bearti langkah-langkah yang kita ambil sudah efektif, kalau belum, kita harus memeriksanya kembali apakah kita salah mengambil langkah, atau misi kita yang kurang tepat. Selamat menerapkannya.

image : tumblr.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...