Sunday, November 4, 2012

Writer's Room & Author's Desk : Part #1

Udah lama nggak share hal-hal yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Kali ini, mau berbagi sesuatu yang menyenangkan dan nggak terlalu berat dibaca, yaitu tentang writer’s room atau author’s desk.

Ruang atau meja kerja merupakan tempat yang cukup penting untuk penulis. Meskipun tidak semua penulis punya ruang kerja khusus, dan ada juga yang bekerja di ruang-ruang publik seperti kafe atau perpustakaan, tetapi setidaknya mereka punya meja kerja.

Berikut ini adalah beberapa ruangan atau meja kerja milik penulis-penulis ternama. Yuk, kita intip satu-satu tempat mereka melahirkan karya-karya hebatnya :)

Kita mulai dari ruang kerja milik Roald Dahl. Penulis yang menghasilkan buku-buku, seperti Matilda, The Witches, dan banyak lagi ini memiliki ruang kerja khusus yang berada di dalam semacam lumbung atau gudang.
pondok roald dahl yang ada di tengah-tengah kebun miliknya. small but pretty.
roald dahl's sanctuary
Ia menulis sambil duduk di sebuah sofa yang sandarannya dibuat senyaman mungkin menggunakan sebuah papan yang dibuat khusus agar pas dengan sandaran lengan pada sofa dengan model kuno. Di hari-hari yang dingin, ia menyusupkan kakinya ke dalam sarung tidur yang digelar di bawah sofa tersebut. Saat menulis, ia selalu menutup tirai jendela agar pemandangan di luar tidak menganggu imajinasinya pada saat menulis. Meja kerjanya dipenuhi barang-barang yang dikirimkan dari fans atau anak-anak sekolah, selain itu, ada juga koleksi kertas perak pembungkus cokelat miliknya yang dikumpulkan sejak ia masih muda.

Sekarang, kita intip ruang kerja milik Mark Haddon, ya.

Haddon's Basement 
Haddon bekerja di sebuah ruang bawah tanah. Ruangan miliknya terlihat cukup berwarna karena selain menulis ia juga melakukan banyak hal di ruang kerjanya; menggambar, melukis sesuatu, atau memainkan piano. Sebagian besar buku yang ada di ruang kerjanya adalah berbagai edisi dari The Curious Incident of the Dog in the Night-time dari berbagai negara. Perhatikan model kursinya yang unik. Nyaman nggak ya, seharian duduk di kursi model begitu.

To be continued.

Image from here

2 comments:

  1. Kursinya Dahl sengaja dilubangi sandarannya di bagian agak bawah. ini karena akibat kecelakaan pesawat waktu jadi pilot tempur di Afrika itu, dia jadi bermasalah tulang belakangnya...
    hmmh... aku pingin punya ruang kerja sendiri di rumah...

    ReplyDelete
  2. Thanks tambahan infonya. Iya, aku pun ingin punya ruang kerja sendiri. Selama ini masih nebeng di meja kerja suami. *masukin ke wishlist, hehehe.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...