Friday, January 11, 2013

Rhythm of The Rain

Saya selalu percaya kalau yang namanya intuisi, imajinasi, dan inspirasi itu datang dari tempat yang sama di dalam diri kita. Ketiga hal tersebut memang pemberian dari Yang Maha Kuasa, namun all those fun gifts really originate from our right brain, dan juga di dalam 'energy bodies' kita. Kadang, kalau pas sedang cape; cape mikir; cape kerja; cape yang lain-lain, energi kreatif tuh, rasanya seret dan berada dalam kondisi dorman. Mau ngelanjutin bab baru untuk draf novel; eh...stuck di kalimat itu-itu saja, mau mengerjakan thesis; kepala berdenyut-denyut. Apalagi kalau dibawa mengerjakan pekerjaan rumah yang monoton seperti nyapu atau nyetrika :D.

Kalau sudah begitu, ada beberapa hal yang biasanya bikin energi kreatif terisi ulang. Selain dengan masak (walaupun kadang ngasal dan tanpa resep) melakukan hal-hal di bawah ini adalah salah satu cara saya. Akhirnya, setelah sudah sangat lama absen bermain-main dengan warna, saya kembali melakukan hal menyenangkan yang dulu sering saya lakukan: bermain dengan cat air (kalau dulu lebih sering pake cat minyak atau cat poster, sih)

Karena udah lama nggak pegang kuas dan main-main warna, jadi tangannya masih kaku dan gambarnya sangat amatiran sekali alias jelek. Tapi karena goal-nya bersenang-senang...jadi ya enjoy aja. Sengaja memilih bunga sebagai objeknya karena kebetulan hari itu sedang ada bunga-bunga cantik di rumah sisa acara.

Dan bener juga, it's not hard to wake them (intuition, imagination, inspiration) all up again. All i need are a few colours!


Btw :) judul Rhythm of The Rain ini sengaja dipilih karena bertepatan dengan saya yang sedang menyelesaikan draf novel dengan judul yang sama, dan di hari-hari yang hujan pula. Tapi belum tahu juga novelnya akan bermuara ke mana. Sedang menunggu kabar baik. Semoga bisa segera mewujud jadi novel yang bisa diapresiasi banyak orang. Amin.  

Friday, January 4, 2013

Bukit Hijau, Ilalang & Bunga Liar

Bahagia yang sederhana itu menemukan pemandangan indah yang menyejukkan mata, tapi tidak harus pergi jauh-jauh. Bahagia yang sederhana itu duduk bersisian di depan hamparan bukit hijau, tidak saling bicara, namun memaknai keindahan yang sama. Kamu duduk dengan pensil dan buku sketsa, sementara aku mengeker dari balik lensa. Ah, tapi terkadang kita juga bertukar peran. Kamu mengeker dengan lensa; memperbaiki bidikan, dan aku melanjutkan goresan sketsamu.

Lalu ketika angin menyapa, kita sama-sama menyadari: seringkali kita saling menggenapi lalu menyempurnakan satu sama lain.  

Sejauh mata memandang, hijau bukit berpadang rumput terbentang.
Yang terdengar hanya suara ilalang menari ditingkahi hembusan angin;
sesekali, cicitan burung terdengar dari balik rimbunnya ilalang.


Terima kasih, untuk sore yang indah ini, Tuhan...dan kamu. Semoga selalu ada saat-saat seperti ini untuk kita berdua. (171207-171212)

Ezra 5 Years

Hari-hari seperti saat ini, lima tahun yang lalu, saya sedang belajar menjajaki peran sebagai ibu baru. Banyak sekali suka dan dukanya saat mengurus Little Ezra. Kalau sekarang sih, yang diingat lebih banyak sukanya. Dulu, berbagai ups and downs harus dilalui, termasuk periode baby blues :). Apalagi, hari-hari di akhir bulan Desember (saat kelahirannya Ezra) ke bulan Januari itu kan selalu bertepatan dengan musim hujan. Jadi, suka kebawa gloomy sama cuacanya. Tapi syukurlah, masa itu berlalu dengan cepat. Bahkan, alhamdulillahnya bisa jadi sebuah pengalaman dan pembelajaran yang tak tergantikan. Masa-masa mengurus Ezra dari newborn sampai sudah sebesar sekarang itu bener-bener berkah yang luar biasa dari Allah SWT. Saya belajar banyak dari Ezra, dan tanpa sadar, saya tumbuh bersamanya. Banyak hal unik yang kami bangun berdua, juga hal-hal yang kami bentuk bersama (saya dan suami) yang mewarnai pribadi Ezra.

Selama lima tahun ini, belum ketahuan secara pasti bakatnya apa. Yang pasti, dia tertarik memainkan alat musik seperti ayahnya. Suka hal-hal yang sporty dan berbau outdoor seperti opanya, dan lebih betah main di alam ketimbang diajak main ke mal. Uhmm, dia juga cukup tertarik dengan buku bacaan selama ada yang membacakannya. Dia juga mulai ikut-ikutan melukis dengan cat air dan punya taste sendiri soal warna dan bentuk. Motorik halusnya masih belum terlatih dengan baik, tetapi motorik kasarnya juara :D. Lebih cepat belajar yang berhubungan dengan angka dan suka sekali kalau diajarkan tentang anatomi manusia, hal-hal yang berbau Astronomi, dan Geografi. Well..will see nanti akan menekuni hal apa :D.

Dua puluh enam (26) Desember 2012 kemarin, Ezra genap berusia lima tahun. Lima tahun, tentu menjadi tahun-tahun terpenting bagi setiap anak. Semoga, selama lima tahun pertama kehidupannya, kami berdua__ orangtuanya__telah memberikannya kenangan dan bekal yang cukup untuk membentuk karakternya sampai kelak dewasa. Meski, tentu saja, di tahun-tahun selanjutnya PR kedua orangtuanya akan semakin, semakin, dan terus bertambah. 


Memetik Ilalang
Meniupkan doa dan harapan ke udara

 
Menjadi 'pilot' waktu :)
Memahami dan meneliti dunia
Berani menerima dan mengatasi tantangan hidup
Memberikan senyuman dan tatapan teduhnya untuk dunia
Berlari; mengejar matahari ; menyongsong pelangi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...