Friday, January 4, 2013

Bukit Hijau, Ilalang & Bunga Liar

Bahagia yang sederhana itu menemukan pemandangan indah yang menyejukkan mata, tapi tidak harus pergi jauh-jauh. Bahagia yang sederhana itu duduk bersisian di depan hamparan bukit hijau, tidak saling bicara, namun memaknai keindahan yang sama. Kamu duduk dengan pensil dan buku sketsa, sementara aku mengeker dari balik lensa. Ah, tapi terkadang kita juga bertukar peran. Kamu mengeker dengan lensa; memperbaiki bidikan, dan aku melanjutkan goresan sketsamu.

Lalu ketika angin menyapa, kita sama-sama menyadari: seringkali kita saling menggenapi lalu menyempurnakan satu sama lain.  

Sejauh mata memandang, hijau bukit berpadang rumput terbentang.
Yang terdengar hanya suara ilalang menari ditingkahi hembusan angin;
sesekali, cicitan burung terdengar dari balik rimbunnya ilalang.


Terima kasih, untuk sore yang indah ini, Tuhan...dan kamu. Semoga selalu ada saat-saat seperti ini untuk kita berdua. (171207-171212)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...