Tuesday, March 26, 2013

Sometimes People Don’t Change,Their Priorities Do


Gambar dipinjam dari sini
Pernahkah kamu berada pada sebuah titik di kehidupan ketika orang-orang terdekat dan momen-momen kebahagiaan seolah bergerak meninggalkanmu? Lalu kamu merasa sendirian dan kebahagiaan seolah terlepas dari genggaman.

Sejak kecil, ada puluhan—bahkan mungkin ratusan—momen yang tidak akan lagi terulang dalam kehidupan kita: pesta ulang tahun pertama, buaian hangat ibu di malam hujan, gendongan di atas bahu ayah saat berjalan di tengah keramaian, masuk sekolah untuk pertama kalinya, jatuh hati kepada seseorang untuk pertama kalinya, dan masih banyak lagi momen yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Selanjutnya, momen-momen sekali seumur hidup itu hilang tersapu pergerakan waktu dan memasuki kotak kenangan. Dan kita menjalani sebagian besar momen kehidupan ini yang merupakan momen pengulangan.

Sering kali, kita merindukan momen-momen yang telah pergi; momen yang telah habis masa berlakunya. Kita lalu bertanya-tanya; benarkah sebuah hubungan, status kepemilikan, dan momen kebahagiaan punya tanggal kedaluwarsa? Tidak adakah kebahagiaan yang akan berlangsung selamanya? Tidak adakah seseorang yang akan berada di samping kita selamanya?

Sejak kecil, ada beberapa—bahkan mungkin puluhan—orang terdekat yang pergi meninggalkan kita: teman-teman masa kecil yang harus bersekolah di tempat yang berbeda dengan kita, sahabat yang memutuskan untuk kuliah atau bekerja di luar kota, orang terkasih yang pergi lebih dulu meninggalkan kita, dan masih banyak lagi orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Beberapa dari mereka masih tersimpan dalam kotak ingatan, sementara yang lain tersapu arus waktu yang bergulung cepat. Tahun demi tahun kita menumpuk daftar orang yang hilang atau pergi dalam kehidupan kita. Sebagian perpisahan terasa begitu menyesakkan, namun sebagian lagi terasa melegakan.

Jika dapat mengintip hati, kita akan melihat torehan warna perpisahan yang melukisnya; biru yang haru, ungu sendu, bahkan kelabu. Aroma perpisahan menyelimuti setiap langkah kehidupan. Sebab saat bertemu seseorang untuk pertama kalinya, di saat yang sama, sebuah perpisahan bersembunyi di balik jabat tangannya. Begitu pula ketika momen kebahagiaan datang menyapa; di balik punggungnya bersandar kepiluan yang akan berbalik memandangi kita ketika momen itu telah habis masa berlakunya.

Pergantian, pergerakan, dan perubahan. Itulah sari kehidupan yang sesungguhnya. Jika tidak ingin merasakan kepedihan maka jangan kamu genggam kebahagiaan terlalu lama; jika tidak ingin merasakan sakitnya perpisahan maka jangan kamu penjarakan orang-orang yang berada di sisimu.

Mengalirlah karena dengan itu kamu akan terus berjalan beriringan dengan momen-momen baru yang membahagiakan. Bergeraklah karena dengan itu kamu akan menemukan orang-orang baru yang akan mengisi ulang persediaan tawamu.

Mungkin benar jika kepedihan justru timbul karena kita terlalu terpaku memandangi pintu-pintu yang telah tertutup. Mungkin benar jika orang-orang sesungguhnya tidak benar-benar berubah. Mereka hanya bergerak mengikuti prioritas-prioritas yang berubah sepanjang hidupnya. Mereka hanya mencoba mematuhi hukum kehidupan.

Mungkin jika sama-sama menyadari hal itu, kita akan tahu bahwa sepanjang perjalanan kehidupan, prioritas kita pun berubah dan berganti arah. Bahkan, konon katanya, setiap tujuh tahun kita kehilangan setengah dari teman-teman yang kita miliki dan menggantikannya dengan teman-teman yang baru. Jika mau melihat sebuah perpisahan atau pergantian momen dari sudut yang positif, kita akan melihat bahwa beberapa orang hadir untuk memberikan kita sebuah pembelajaran, beberapa lagi meninggalkan jejaknya dengan begitu dalam agar kita menghargai makna kehidupan, yang lain datang seperti angin yang menyapu butiran pasir di tepi pantai.

Jadi, apakah masih mau memandangi pintu yang sudah berubah menjadi dinding yang dingin? Berbaliklah, bergerak, dan temukan arah yang baru. Jalan-jalan baru menunggu untuk ditaklukkan; di setiap pemberhentian, orang-orang baru menantimu dengan kisah dan pembelajaran baru. Live your life. Let’s move on!

*Tulisan di atas diikutsertakan untuk #CHICBlogContest #Lucky8Bday yang diselenggarakan oleh @CHICmagz

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...