Tuesday, April 2, 2013

Fatherhood

Peran seorang ayah terhadap tumbuh-kembang anak sering kali dianggap nomor dua oleh sebagian besar masyarakat kita. Seorang laki-laki, suami, ayah, seringnya dianggap lebih pas sebagai seorang pencari nafkah, pekerja yang setiap hari pergi ke luar rumah.

Kadang, beberapa ayah merasa kesulitan untuk mendapatkan 'tempat' di mata dan hati anak-anaknya karena stereotip tuntutan dan tugas perannya selama ini. Berdasarkan hasil wawancara dan obrolan singkat saya dengan beberapa ayah yang bekerja di luar rumah; banyak lho, yang merasa kesulitan memasuki dunia 'menjadi seorang ayah sungguhan' untuk anak-anaknya bukan karena alasan tidak mau, tetapi karena para ibu atau istri juga tidak terlalu banyak memberikan kesempatan untuk itu. Akibatnya, muncul pemikiran dari para ayah bahwa urusan anak adalah urusan ibunya.

So, ibuk-ibuk, hehehe, mari kita mengubah paradigma lama ini karena sesungguhnya banyak hal yang bisa disumbangkan seorang ayah bagi proses tumbuh-kembang anak. Ini beberapa rangkuman yang saya sarikan dari beberapa buku. Semoga bermanfaat, ya.

1. Anak-anak, terutama anak laki-laki belajar merasakan dengan memperhatikan ayah mereka dan para laki-laki dewasa lain. Anak-anak butuh melihat seorang ayah menunjukkan keempat perasaan yang mendasar, antara lain : Kesedihan (misalnya, saat ada kematian seseorang atau menghadapi kekecewaan), Kemarahan (ketika ada sesuatu yang salah atau tidak adil), Kesenangan ( ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik), Ketakutan (ketika menghadapi kondisi berbahaya).

2. Anak-anak perlu melihat bahwa kita memiliki emosi, namun karena ayah adalah simbol kekuatan dan rasa aman serta kemampuan bertahan anak akan belajar membangun rasa percaya diri dan merasa aman dengan bantuan ayahnya. 

3. Anak-anak menyukai saat-saat ketika ayah mengajarkannya mengerjakan sesuatu, misalnya memperbaiki sepeda, komputer, dsb. Mereka belajar tentang melakukan tindakan dan memecahkan masalah dari sosok seorang ayah.

4. Anak-anak, terutama laki-laki, senang melakukan kegiatan yang aktif, dan mereka mencontoh hal tersebut dari ayahnya. Mereka akan senang ditemani melakukan kegiatan yang berbau pria dan diceritakan tentang apa yang dilakukan laki-laki dewasa di luar rumah.

Uhmm. mungkin itu dulu sharing tentang Fatherhood-nya, ya. Semoga bermanfaat :)...dan ini momen ayah-anak yang berhasil saya kolase selama beberapa tahun terakhir ini :)

1 comment:

  1. ini caramembangun bonding antara ayah dan anak, setuju

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...