Monday, April 15, 2013

Rumah untuk Menyepi dan Srikandi Blogger 2013

Tahun 2009 adalah pertama kalinya saya membangun ‘rumah maya’ bernama Bramasole, sebuah kalimat berbahasa Italia yang berarti ‘Menunggu Matahari’. Awalnya, ‘rumah’ ini dibangun sebagai tempat untuk menyendiri, mencari ketenangan, dan menepi dari hiruk-pikuk dunia luar. Tidak banyak yang saya harapkan dari rumah ini kecuali sebuah tempat untuk melepas kepenatan dari rutinitas; sebuah tempat untuk menyatukan benang-benang perasaan yang terlepas, menguntai satu-dua cerita tentang hari yang terurai cepat, dan menyambung keping-keping pengharapan.

Di masa-masa awal itu, apa yang saya lakukan di rumah ini (menulis, memajang foto, membuat puisi, atau berkontemplasi) adalah sebuah terapi bagi diri sendiri. Saya ingin menjadi utuh dengan menyimpan kepingan kisah yang tercecer. Saya ingin mengerem pergerakan waktu, merekam cerita dan membekukannya di rumah ini agar kelak, suatu hari nanti, bisa memutar kembali ceritanya.

Masa itu beralih ketika muncul kesadaran dalam diri bahwa sesenyap apa pun rumah ini, suatu saat ia akan ditemukan. Tamu-tamu akan datang melihat rumah ini: isi dan penghuninya. Hal serupa pun terjadi pada saya, mahluk sosial si pencari. Setiap saat selalu ada kemungkinan saya akan terdampar di rumah orang lain karena mencari sesuatu. Setiap hari selalu ada kemungkinan saya harus berkunjung dan bertemu dengan orang lain untuk memberi atau mengambil sesuatu.

Sesepi apa pun dunia ini, pada hakikatnya kita akan selalu terhubung oleh kehidupan yang terjadi di dalam dunia itu sendiri.

Hal itu semakin terasa ketika usia dan peran saya bertambah. Seiring bertambahnya usia, lingkaran pertemanan seseorang pun ikut berubah. Dalam ilmu psikologi disebutkan bahwa semakin dewasa, seseorang akan semakin teralienasi. Hubungan pertemanan yang sebelumnya meluas berubah menjadi lebih sempit. Seperti ranting pohon yang mulai menentukan ke mana arah liukannya, individu dewasa akan semakin jauh dari dahan dan cabangnya. Namun, meskipun mulai bergerak menyepi, manusia tetap harus berbagi. Itulah dualisme di dalam diri manusia yang menggerakkannya ke luar sekaligus ke dalam.

Itulah awal mulanya muncul kesadaran di dalam diri, bahwa menulis di blog pribadi itu selaras dengan jiwa manusia yang dualisme: membutuhkan perjalanan ke dalam sekaligus ke luar.

Ketika sudah menjadi seorang ibu, saya merasakan kalau hubungan dengan teman-teman selama ini mulai mengendur karena dihela jarak dan kesempatan, namun kebutuhan untuk berbagi justru terasa menguat. Tidak jarang, ketika kebutuhan itu muncul, saya mendapatkan tempat atau ruang untuk berbagi melalui blog-blog yang saya kunjungi. Ketika saya berkunjung ke 'rumah-rumah tersebut'; ketika saya mencicipi cerita yang disuguhkan; ketika saya mencuil dan mengunyah informasi yang disajikan, kekosongan dan kesepian yang dirasakan seketika memudar.

Ketika itulah kesadaran lain muncul di benak saya: jika berkunjung ke ‘rumah seseorang’ bisa begitu menginspirasi dan menggerakkan hati saya sendiri, bagaimana dengan orang-orang yang datang bertamu ke ‘rumah’ saya?

Pada tahap itulah, saya mulai belajar menulis untuk berbagi. Jika menulis bagi diri sendiri dapat menjadi sebuah terapi yang menyembuhkan. Sungguh bahagia rasanya jika dapat membagi tulisan kita untuk orang lain dan menjadi energi penggerak untuk mereka yang berkunjung dan membacanya.

Pelan-pelan, saya pun mencari sebuah forum yang sreg dengan hati. Saya mendapatkan tarikan napas baru yang hangat dan penuh semangat dengan mengikuti sebuah forum bernama Kumpulan Emak Blogger. Sebuah forum yang membukakan mata dan hati saya tentang kekuatan berbagi. Saya semakin menyadari bahwa sebuah tulisan, kisah, opini, mampu membukakan hati-hati yang tertutup, menyambung ikatan-ikatan yang terpisah, dan menghangatkan hati-hati yang dingin. Saya bersyukur karena dipertemukan dengan forum ini.

Lalu, sebuah ajang bertajuk Srikandi Blogger 2013 diselenggarakan di tengah keikutsertaan saya yang sungguh masih baru di forum tersebut. Ada perasaan sungkan untuk melangkahkan kaki, bahkan membuka diri untuk mengikuti ajang ini. Saya lalu menilik ulang isi rumah maya ini dan tertegun sendiri. Di luar sana, tentu saja lebih banyak blogger yang tulisannya lebih mumpuni, lebih banyak blogger yang konsisten berbagi lewat blognya, dan lebih banyak blogger yang mampu menjalin hubungan pertemanan yang lebih luas lewat blog-nya dibandingkan saya. Tapi saya menepis keraguan yang muncul dengan mengingatkan diri sendiri tentang kekuatan berbagi. Meski kecil, saya berharap apa yang saya tulis pernah menginspirasi orang lain.

Saya kemudian teringat: hari-hari saya pernah menjadi lebih baik ketika membaca kisah seseorang lewat sebuah blog. Saya ingat ketika berhasil membuat sebuah masakan, melakukan suatu hal yang berbeda, berubah bersemangat, terharu, tergerak berkat membaca blog seseorang. Saya pun ingat kalau bekal perjalanan saya untuk terus belajar menjadi seorang ibu juga didapatkan dari berbagai blog yang juga ditulis oleh para ibu.

Para ibu yang saling berbagi dan bergandengan tangan adalah sebuah kekuatan penggerak perubahan, begitu pikir saya kala itu. Bukankah begitu besar kekuatan dari berbagi itu, baik untuk diri sendiri dan orang lain?

Saya mulai merasakan bahwa bukan predikat Srikandi Blogger 2013 yang sesungguhnya menjadi esensi ketika mengikuti ajang ini, melainkan sebuah pertanyaan pada diri sendiri: siapkah untuk berbagi dan menginspirasi? Serta pernyataan tentang indahnya berbagi dan menginspirasilah yang menguatkan langkah kecil saya.

Bagi saya, menjadi salah satu nominasi dari 50 Srikandi Blogger 2013 berarti melangkah ke sebuah pintu yang membuka pada kesempatan untuk lebih banyak berbagi dan menginspirasi, atau dapat juga berarti membukakan pintu rumah sendiri seluas-luasnya untuk berbagi pada lebih banyak orang sehingga mereka dapat tergerak atau berubah menjadi lebih baik.

Saya semakin menyadari kalau menulis adalah sebuah perjalanan ke dalam diri sekaligus ke luar. Dan menjadi seorang blogger ibarat menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan dunia di dalam dirinya dengan dunia luar.

Seorang Srikandi Blogger berarti seseorang yang mampu menjadi jembatan kokoh yang mengantarkan pikiran-pikiran yang ia gali dan kontemplasikan dari dalam dirinya kepada dunia luar. Seorang Srikandi Blogger adalah penghubung antara ide-ide yang mengakar di dalam dirinya dengan dunia luar. Dengan menjadi penghubung, ia tidak hanya menjadi penikmat ide atau harapannya sendiri, orang lain pun dapat mengambil benih, menumbuhkan, dan mengambil manfaatnya. Benih baik pun tersebar lebih luas karena kekuatan jaringan yang dibangun oleh satu komunitas akan dimanfaatkan oleh komunitas lain. Perubahan kecil di satu tempat akan menyebabkan pergerakan di tempat lain. Begitu seterusnya. Begitulah kekuatan dari saling berbagi dan menginspirasi. Sebuah kekuatan dari seorang Srikandi.

Jika saya mendapatkan amanah untuk menjadi Srikandi Blogger 2013 ada beberapa harapan yang ingin saya wujudkan, yang tentunya masih dalam kerangka saling berbagi dan menginspirasi. Dua hal tersebut saya bagi dalam dua hal besar, yaitu In dan Out seperti halnya filosofi seorang blogger yang hakikatnya nge-blog untuk diri sendiri sekaligus untuk orang lain.

In adalah sekumpulan aktivitas yang berhubungan dengan perubahan atau pergerakan di dalam diri. Dalam In, aktivitas yang ingin saya lakukan, salah satunya, adalah dengan mengajak lebih banyak orang untuk menggunakan menulis sebagai salah satu terapi untuk mengatasi masalah kehidupan sehari-hari. Menulis sebagai terapi ini dapat dilakukan dengan mengajak orang-orang membuat blog atau menulis di buku harian. Dengan menulis dan menuangkan pikiran serta perasaannya, diharapkan lebih banyak orang yang dapat berbicara dengan diri sendiri dengan lebih baik. Karena seseorang yang mampu berbicara dengan diri sendiri dan mengakses emosinya, pikiran serta perasaannya akan lebih terarah, lebih mudah mencapai tujuan hidupnya, serta lebih bahagia.

Sementara, Out adalah aktivitas yang berhubungan dengan perubahan atau pergerakan di luar dirinya. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak para blogger untuk lebih memerhatikan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup sudah seharusnya menjadi prioritas di masa-masa seperti sekarang ini. Blogger memiliki jaringan yang cukup kuat untuk mampu menyebarluaskan gaya hidup sehat, hijau, dan ramah lingkungan. Aktivitas yang dilakukan bukan hanya dengan membuat tulisan yang berkaitan atau berwawasan lingkungan, namun juga kegiatan-kegiatan offline seperti kegiatan berkebun di rumah, menanam pohon, mengolah sampah sendiri, dan sebagainya. Kegiatan tersebut dapat diinisiatifkan dengan membentuk komunitas khusus yang terdiri dari para blogger.

Misi in dan out tersebut merupakan sebuah langkah awal yang ingin saya wujudkan bersama Srikandi Blogger 2013. Tentu saja tanpa dukungan dari blogger yang lain, misi tersebut hanya akan menjadi benih yang tertinggal di dalam angan. Tanpa bantuan angin, tanah yang subur, dan curahan hujan, benih itu hanya akan mampat dalam kegelapan. Namun, siapa pun yang kelak terpilih menjadi Srikandi, mari tetap rengkuh benih-benih kebaikan yang ditebarkan. Sebar dan tumbuhkan. Kelak akan kita rayakan panen kebersamaan dalam Srikandi Blogger 2013 ini.

Salam, Nia Nurdiansyah.

18 comments:

  1. Manis mbak, tulisannya, ringan dan mengalir....tetap semangat dan kita terus membina hubungan baik kebersamaan kita, siapapun pemenangnya, kita sudah mjd Srikandi lho

    ReplyDelete
  2. Bramasole, keren nama blognya mak. Suatu kebanggaan tersendiri kan kita terpilih menjadi 50 SB2013, siapa pun yang akan masuk ke 10 besar SB tentunya kita semua tetap solid, tetap menjadi kesatuan yang tak terpisahan di dunia maya. Insya Allah bila suatu saat bisa menjadi pertalian offline. Aamiin. Tulisannya pun keren lho.

    ReplyDelete
  3. Niat yang baik insya Allah akan selalu berbuah baik juga. Btw, he eh bener ternyats pertemanan itu mengerucut... Ternyata kita punya teman yg sama ya, yaitu vicksy.. Jadi akhirnya segalanya terhubungkan tanpa terasa dlm lingkaran pertemanan

    ReplyDelete
  4. Baguss bangett makk tulisannya ^^
    tetap semangatt makk, saya juga merasa beruntung bisa kenal KEB ^^
    sukses yaa

    ReplyDelete
  5. AKu juga merasa beruntung bisa kenal dirimu MAk :D

    ReplyDelete
  6. 1 lagi saingan ketat di ajang SB2013. hihihi

    sukses ya maakk

    ReplyDelete
  7. Terima kasih teman2 kumpulan emak2 blogger yg kece dan inspiratif, sdh menyempatkan mampir dan meninggalkan jejak disini...semoga ajang ini menyambung kebetsamaan kita semua ya...dan bisa terus berbagi lewat tulisan dan blog masing2

    ReplyDelete
  8. Kereeeen, Mak tulisannya. Ayo semangat, saling mempererat silaturrahmi dan saling mendukung yaaa. :)
    Sukses ya, Mak.
    eh iya, ayo main juga ke rumahku yang sedang menyajikan hidangan yang senada.
    http://www.alaikaabdullah.com/2013/04/srikandi-blogger-di-mataku.html

    ReplyDelete
  9. bramasole nama yang bagus, mak. kalo aku lebih suka curhat di blog. :D semangat ya, mak :D saling dukung kita nih ;)

    ReplyDelete
  10. Nama blognya keren.. postingannya pun keren.. isinya ya sudah pasti keren juga :)

    Mak keren, pasti maju ke 10 besar #SrikandiBlogger2013 ya :)

    ReplyDelete
  11. Semoga sukses untuk semua emak di sini. TOP dah, :)

    ReplyDelete
  12. Maakk...
    Sukses yaa..
    Semangaat menuju 10 besar Srikandi Blogger 2013

    ReplyDelete
  13. misinya keren maaak, semoga terwujud yah,

    ReplyDelete
  14. gaung komunitas blogger memang sudah berdengung kemana-mana mbak dan memang banyak positifnya.
    salam kenal mbak.. kunjungan perdana saya heheh

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...