Thursday, July 11, 2013

Ezra's School Holiday Activities : Cimory on The Valley, PVJ Bird Park, & Garden Ice

Tahun ini jadi tahun pertamanya Ezra merasakan yang namanya liburan sekolah. Memang sih, bagi anak-anak seusia Ezra (5y7m) mungkin belum kerasa banget perbedaan antara hari-hari yang full aktivitas di sekolah dengan hari-hari libur yang sebagian besar dihabiskan di rumah. Hanya saja, sekarang dia sudah mulai bisa membedakan dan bertanya-tanya kenapa tiap pagi dianya nggak lagi rutin beraktivitas di sekolah. Setelah dijelaskan kalau habis dibagi rapot dan acara pentas seni, murid-murid istirahat dari kegiatan di sekolah supaya nanti pas masuk lagi bisa lebih semangat ngapa-ngapainnya (dijelaskan juga kenapa ada bagi rapot). Setelah dikasih tahu, baru deh, anaknya ngerti.

Liburan kali ini waktunya lumayan panjang. Di buku panduan sekolah, rencana libur sekolah itu dimulai 15 Juni, ternyata jadinya maju satu minggu lebih awal. Total lima minggu, deh. Agak bingung juga, ya waktu selama itu mau diisi dengan apa. Apalagi, Ezra termasuk yang bosenan. Saya juga berusaha menghindari agar ia nggak cuma mengisi liburannya dengan nonton kartun atau main game. Masalahnya, ortunya juga nggak bisa full menemani dia liburan karena pekerjaan, dan tahun ini kami nggak punya rencana untuk liburan di hari kerja. 

Jadilah, dibuat semacam agenda liburan meskipun sebagian besar cuma bisa dilakukan pas wiken.

Wiken pertama, pas banget dengan acara suami yang harus mengurus kerjaan di daerah Ungaran, Semarang. Setelah nyari-nyari dan nanya sana-sini, ada beberapa pilihan tempat di daerah itu yang bisa dijadikan tempat liburan. Ada Kampung Seni Lerep dan sebuah desa wisata yang konon sering menampilkan dolanan anak tradisional. Tapi setelah browsing malah nggak nemu lokasi tepatnya, dan Kampung Seni Lerep sepertinya nggak terlalu pas untuk anak seusia Ezra. Karena bukan bapak-ibunya yang mau liburan maka dicarilah tempat yang lebih kids oriented.

Akhirnya, diputuskanlah buat ke Cimory on The Valley, Restaurant & Milk Factory. Waktu pertama kali sampai di lokasi, sempat mikir kalau main ke sini pasti ujung-ujungnya cuma makan, hehehe. Tenyata, lokasi Cimory di daerah Bergas, Ungaran ini cukup luas juga. Di area belakangnya, dekat tempat parkir, ada kandang sapi, kelinci, dan rusa. Menurut bapak yang jaga di sana, nantinya pengunjung bisa melihat proses pemerahan susu sapi dan akan ada pabrik susu yang rencananya akan beroperasi di Juli 2013. Selain itu, ada juga playground untuk anak-anak. Kandang sapi dkk tadi lokasinya di bagian bawah. Dari arah resto, kita harus berjalan turun melewati undakan dan tangga yag sudah dipersiapkan. Cimory Ungaran ini memang punya kontur tanah yang berbukit, dan itu yang menjadi salah satu daya tarik tempat ini. Penataan tempatnya juga oke, dan thematic dengan pattern hitam-putih ala bercak-bercak sapi. Dari restonya, kita bisa lihat pemandangan sawah terasering. Di bagian depan juga ada kandang merak, ayam mutiara, dan burung kakatua. Untuk makanannya, lumayan oke dan cukup murahlah. Yang paling kerasa enak sih, susu segarnya, hehehe..soalnya udah lama banget pensiun minum susu.

Oke, sekarang let's take a look to the pictorial journey.

Cimory on The Valley
Liburan di wiken kedua mulai bingung mau kemana dan ngapain. Soalnya, Ezra kepingin banget naik kereta api. Awalnya, mau ajak dia ke Taman Bunga Nusantara di daerah Cianjur. Dari Cimahi rencananya mau naik kereta. Tapi nggak dapat izin dari Eyangnya Ezra karena perginya nggak ditemenin sama suami. Ezra kekeuh mau naik kereta. "Ya sudah, kita main ke stasiun aja, deh. Kita liat kereta, ya." 

Rencananya, mau naik kereta dari Stasiun Cimahi sampai Stasiun Bandung, yang mana jarak tempuhnya cuma lima belas menitan. Dari Stasiun Bandung, rencananya mau ajak Ezra keliling Bandung naik angkot dengan tujuan Bonbin atau Museum Geologi. Tapi rencananya itu gagal total karena...hiikks ketinggalan kereta. Ezra agak ngambek gitu. Putar otak, akhirnya ujung-ujungnya jalan-jalan naik angkot. Agak amnesia kalau Bandung di hari wiken itu macetnya ngga banget, akibatnya sesuai perkiraan, baru separo jalan Ezra udah cranky di dalam angkot. Tujuan ke bonbin jadi kerasa jauhh, padahal baru sampai di daerah Cimindi. Duuh, kemana yaak. Emaknya bingung, anaknya macam nggak mau diajak berpetualang, padahal naik angkot kan enak, nggak perlu mikir rute dan macet, kaki nggak pegel, dan bisa nikmatin pemandangan kota. Oh ya, sudahlah. Kita ngadem di mal aja. Kata hati sih, menolak. Males juga main ke mal wiken-wiken. 

Untunglah ada Paris Van Java karena ada hal lain yang ditawarkan sama mal yang satu ini. Yup, selain tenant-tenant, cafe, resto, dan departement store ternama @PVJbandung juga punya Butterfly & Bird Park, Rooftop Garden, dan Garden Ice di bagian atasnya. Kalau dari tempat parkir, bisa langsung ke dekat Garden Ice, tapi kalau dari bawah, bisa pakai eskalator naik dari arah dekat Starbucks.

Masuk ke Bird Park, pengunjung dikenai biaya 30.000 rupiah, itu sudah termasuk makanan untuk burung berupa jangkrik dan ulet-ulet kecil, kalau mau tambahan untuk beli makanan burung yang berupa biji-bijian bisa dengan 5000 rupiah. Agakagak mahal sih, untuk tempat yang nggak terlalu luas itu. Untungnya, setelah masuk nggak mengecewakan juga, kok. Koleksi burungnya lumayan. Ada burung hantu, elang, rangkok, kakatua, dsb. Yang menyenangkan itu waktu masuk ke area burung yang dibiarkan terbang bebas. Begitu masuk, langsung diserbu sama burung-burung jalak yang mengincar makanan yag kita bawa. Puluhan parkit juga langsung merubung saat kita masuk. Kekecewaan Ezra karena nggak jadi ke kebun bintang pun terobati. Di dalam juga bebas foto sepuasnya. 

Ini dia gambarnya-gambarnya.

Bird Park Paris Van Java (Burung yang putih itu favoritnya Ezra karena jinak )
Setelah dari Bird Park, Ezra minta main Ice Skating. Hmmm, agak-agak mikir awalnya. Takut kenapa-kenapa. Tapi anaknya kekeuh. Ya sudah, setelah merogoh lagi kocek @75.000 rupiah untuk main Ice Skating ini sepuasnya, memakaikan sweter yang siap di tas, beli kaos kaki, mengukur kaki, mengenakan sepatu khusus, dan menyimpan barang di loker dengan koin sekali pakai, mulailah masuk ke arena. Karena nggak berani ngebiarin Ezra main sendiri, emaknya pun ikut serta, padahal sama sekali nggak bisa main. Ya sudahlah, itung-itung ngejagain, kalau sampai Ezra jatoh atau kenapa-kenapa. Eh, ternyata kurang dari sepuluh menit, anaknya langsung bisa meluncur, sementara emaknya hanya bisa merambat di pinggiran, dan mulai ngerasa pegel karena bagian bawah sepatu yang kerasa nggak nyaman di telapak kaki. Nggak sampai setengah jam, saya mulai nyerah karena hanya bisa mondar-mandir dengan terseok-seok, tanpa berhasil meluncur.

Selesai main ice skating, kami berjemur di Rooftop Gardennya. Jalan-jalan untuk menikmati taman yang ditata apik sambil ngeringin baju yang lembab karena udara beku di Garden Ice tadi. Abis itu baru, deh makan siang dan pulang. Liburan wiken kedua sukses meski mainnya cuma ke mal.

Meski sukes, Ezra tetep nagih ke kebun binatang dan liat fosil dinosaurus di Museum Geologi. Akhirnya, berhasil ngebujuk dia dengan nunjukkin foto-fotonya saat maen ke museum waktu umurnya masih empat tahun: "Kita berpetualang ke tempat lain dulu, ya. Kan uda pernah liat fosilnya. Nanti, kalau waktunya sempat, kita ke sana lagi."

Wiken selanjutnya, giliran papa saya yang ngajak Ezra main karena saya ada kerjaan di Sabtu-Minggu. Liburan bareng papa saya itu, tipe liburan yang selalu bikin Ezra kangen karena kegiatannya cowok banget. Hari Sabtunya, dimulai dengan cukur rambut bareng, diakhiri dengan sepakbola di lapangan olahraga yang emang luasss banget. Sebelum sepakbola, biasanya Ezra diajak keliling-keliling naik motor dulu, buat liat pabrik susu di dekat rumah, atau sekadar naik turun jembatan di atas jalan tol buat liat pemandangan. Di hari Minggunya mereka berdua pergi berenang ke tempat para tentara biasa latihan berenang. Dan setelah acara berenang itu, Ezra jadi kepingin jadi tentara. Sayang, fotonya nggak ada. Papa saya paling males kalo dititipi hasil motret-motretnya, sih.

Oke, itu dulu yaa cerita liburannya. Nanti disambung di next posting, biar nggak kepanjangan.

  
Rooftop Garden Paris Van Java
Kandang sapi, kelinci, dan rusa di Cimory on The Valley
Meluncur di arena Gaden Ice PVJ

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...