Friday, September 6, 2013

Leap of Faith

gambar dari sini

Gambar dari sini

Gambar dari sini
Hidup ini serangkaian pilihan, kadang nggak semua hal bisa kita lakoni dalam satu waktu, terkadang juga, kebutuhan-kebutuhan mengalahkan daftar prioritas yang sudah kita susun.

Saya nyadar, gampang banget menuliskan sederet kalimat di atas itu, padahal untuk bisa ‘walk the talk' ; bergerak dari apa yang sudah kita yakini dan menjadikannya suatu tindakan, ternyata nggak gampang.

Di antara banyak pilihan sejak bangun tidur hingga tidur lagi, kita juga dihadapkan dengan yang namanya keinginan, impian, dan target. Seringnya, kalau mau buka mata dan hati lebar-lebar, semua yang tadi saya sebutkan itu sering kalah sama yang namanya kebutuhan.

Belakangan saya mulai belajar kalau penggerak perilaku yang paling kuat itu bukan keinginan apalagi impian, melainkan kebutuhan. Kalau suatu hal sudah menjadi kebutuhan (yang mana kita nggak bisa ‘hidup’ tanpa hal itu) maka kita akan punya energi ekstra untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan bangkit dan memaksakan diri untuk memenuhinya meskipun berat, meskipun jauh, meskipun harus menunggu dalam jangka waktu yang lama.

Masalahnya, kita sering menukar-nukar posisi antara kebutuhan dan keinginan. Yang tadinya cuma keinginan biasa, seolah jadi kebutuhan yang harus dipenuhi, sementara yang benar-benar menjadi kebutuhan, justru sering kita pinggirkan. Belajar memilah keduanya memang nggak gampang. Nyaris seperti berusaha memisahkan minyak dengan air, yang batasnya jelas, tetapi sulit dipisahkan kalau sudah tercampur.

Dan…(saatnya pengakuan)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...