Tuesday, December 10, 2013

Belajar Calistung : Latihan Menulis Untuk Anak Usia 3-5 Tahun

propertinya Ezra waktu latihan menulis

Kapan waktu yang tepat ajari anak membaca, menulis, dan berhitung?

Pertanyaan itu sering kali muncul saat saya dan ibu-ibu atau para orangtua sedang berdiskusi tentang perkembangan anak. Apalagi kalau anaknya sebentar lagi mau masuk ke sekolah dasar.

"Gimana, nih? Mau masuk SD mana? SD yang itu harus bisa calistung dulu, ya?"
"Iya, sekolah A, tes masuknya ada tes calistung segala, padahal anakku belum bisa baca, apalagi nulis."

Tapi ada juga orangtua yang merasa cukup tenang karena sudah menemukan sekolah dasar yang tidak mewajibkan calon anak didiknya bisa menulis dan membaca terlebih dahulu.  

Meskipun begitu, kelak Calistung akan tetap menjadi salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai anak kita. Idealnya, anak usia di bawah usia lima tahun memang tidak boleh dipaksakan untuk sudah bisa membaca dan menulis dengan lancar. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa menstimulasinya. 

Ada banyak cara untuk menstimulasi anak di bawah lima tahun untuk belajar menulis, membaca, dan berhitung dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuatnya merasa tertekan. 

Latihan Menulis Untuk Si Kecil

Yang perlu digarisbawahi--terutama saat mengajari si kecil menulis--lihatlah terlebih dahulu keterampilan motorik halusnya. Apakah kemampuan motorik halusnya sudah siap dan koordinasinya baik, apakah cara memegang pensilnya sudah benar, apakah koordinasi antara gerakan mata dan tangannya sudah baik? Dsb.

Jika belum, maka yang perlu dilakukan adalah melatih kemampuan motorik halusnya terlebih dahulu. Jangan buru-buru mengajarinya menuliskan huruf atau angka, tetapi ajarkan si kecil untuk terbiasa memegang alat tulis terlebih dulu. Atau ajarkan ia untuk terampil menggunakan otot-otot halusnya. Hal itu juga berguna untuk melatih kemampuan motorik tangannya ketika memegang alat tulis. 

Ada banyak cara lho, untuk melatih kemampuan motorik halusnya, misalkan :

Monday, December 9, 2013

Hotel Review : Rumah Batu Villa & Spa

Waktu bertandang ke Solo kemarin, saya menginap di hotel ini. Lokasinya memang tidak di tengah-tengah kota, tetapi sebenarnya jaraknya juga nggak jauh-jauh amat dari kota. Kira-kira bisa ditempuh sekitar 15 sampai 20 menit dari Jl. Slamet Riyadi.

Hotel ini cocok buat yang ingin menepi sejenak dari suasana kota yang ramai dan sibuk. Atmosfer back to nature-nya sangat terasa berkat eksteriornya yang banyak menggunakan material alam sebagai penunjang. Hotel yang mengusung konsep green living ini juga memiliki fasilitas spa sebagai penunjang. Spa di sini menggunakan L'occitane sebagai produk perawatan wajah dan tubuhnya.

Secara keseluruhan, pelayanan hotelnya cukup memuaskan. Kamar tidur dan kamar mandinya bersih dan nyaman. Lingkungan hotelnya juga terasa tenang dan asri sekali. Yang kurang.cuma pilihan sarapan paginya. Hanya tersedia menu nasi goreng, mie goreng, omelet, dan buah-buahan potong. Menu makan paginya juga disajikan ala carte. Makanan yang ada di restaurannya, yang patut dicoba adalah Bistik Nyonya-nya. 

  

Pentingnya Menjaga Pakaian dan Mesin Cuci Tetap Bersih


Belakangan ini, setelah kami mulai sering melakukan clutter free project di rumah, rasanya makin sering deh, yang namanya nyuci. Terutama nyuci barang-barang yang sudah kita kelompokkan dalam kategori 'pakai kembali'. Karena mau dipakai kembali, biasanya barang-barang itu kan mesti kita cuci bersih dulu. Nah, kebanyakan dari barang-barang itu biasanya adalah gorden, aneka cushion, taplak-taplak, seprai, sarung bantal-guling, sampai bed cover. Karena ada mesin cuci yang kapasitasnnya lumayan. Jadi, beberapa barang tadi kami cuci sendiri di rumah. Sisanya, yang besar-besar dimasukkan ke tempat laundry. 

Ternyata ya, clutter free project itu juga bikin kita semakin menyadari pentingnya menjaga pakaian dan mesin cuci yang kita gunakan untuk selalu dalam keadaan bersih. 

Pernah membayangkan nggak bakteri apa saja yang ada di pakaian kotor Anda? Walaupun tidak terlihat, banyak jenis bakteri dan virus yang ada di pakaian kotor seperti E.Coli, salmonella dan virus hepatitis A. 

Menggunakan pemutih klorin bisa menjadi pilihan yang baik karena produk ini mengandung disinfektan untuk membunuh kuman. Namun selalu ikuti petunjuk keselamatan dan pemakaian yang tertera di label sebelum menggunakannya. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak disarankan untuk menggunakan pemutih karena dapat merusaknya. Deterjen yang baik akan membantu membersihkan kotoran yang menempel di pakaian kita dari kegiatan sehari-hari dan membuatnya menjadi wangi dan terlihat rapi. 

Dengan melakukan beberapa langkah tambahan sederhana berikut ini, Anda akan mengurangi kuman di cucian dan mesin cuci Anda. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

Seberapa Sering sih Kita Harus Mencuci? 
Mungkin ini salah satu pertanyaan yang sering diajukan. Tentunya jawaban yang mudah adalah setiap kali selesai digunakan! Memang pakaian seperti t-shirt, pakaian dalam dan kaus kaki harus dicuci setiap kali sehabis digunakan, namun pada beberapa jenis pakaian seperti celana jeans bisa dipakai beberapa kali sebelum dicuci. 

Sebuah lembaga bernama American Cleaning Institute menyarankan untuk mencuci berbagai macam jenis pakaian dengan rentang waktu sebagai berikut: 
  • Sprei: cuci sprei Anda paling tidak tiap 2 minggu sekali. Jika Anda mempunyai badan yang lebih mengeluarkan keringat, Anda harus mencucinya lebih sering. 
  • Jeans: celana jeans biasanya dapat digunakan selama 3 kali sebelum dicuci. Ikuti petunjuk di label perawatan dalam memastikan cara mencuci jeans yang disarankan untuk menjaganya tetap awet. 
  • Handuk : cuci handuk anda setelah 3 atau 4 kali digunakan, atau lebih sering jika handuk tersebut dipakai untuk kegiatan olahraga. Biasakan menggantung handuk dengan baik untuk mempercepat proses pengeringannya. 
Mesin Cuci Juga Perlu Dibersihkan 

Ternyata bukan hanya pakaian yang harus dicuci, namun mesin cuci juga perlu dibersihkan. Terkadang kita lupa, mungkin hanya membersihkan bagian luarnya saja, atau bahkan tidak pernah melakukan hal ini. Membersihkan mesin cuci sangat penting untuk membuang kotoran dan kuman yang menumpuk dari beberapa cucian sebelumnya. Terlebih jika Anda baru saja mencuci pakaian kotor yang penuh dengan noda lumpur atau noda berat lainnya. 

Berikut langkah membersihkan jenis mesin cuci berbeda yang bisa diterapkan dengan mudah: 
  • Untuk mesin cuci front-loading (bukaan depan), jalankan mesin cuci dalam keadaan kosong dengan menggunakan siklus cuci 40 derajat. Masukkan sekitar dua cangkir cuka putih ke dalam laci deterjen untuk membantu menghilangkan bau. 
  • Untuk mesin cuci top-loading (bukaan atas), langkahnya serupa dengan mesin cuci front-loading. Jalankan mesin cuci dalam keadaan kosong dengan siklus panas. Saat mesin cuci sudah mulai berguncang, masukkan sekitar tiga setengah cangkir cuka putih ke dalamnya dan tunggu hingga selesai. 
Jika dirasa perlu, ulangi langkah diatas sekali lagi. Jadi pastikan Anda mencuci pakaian dan membersihkan mesin cuci dengan teratur. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

This post is sponsored by Rinso
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...