Monday, January 6, 2014

Give Away & Quiz Everlasting Love

Tentang Cinta Yang Selalu Ada

Yeayy! Mari mengawali awal tahun 2014 ini dengan bagi-bagi buku gratis dan kuis berhadiah buku. Kali ini, buku yang akan saya hadiahkan berjudul Everlasting Love

Buat yang belum tahu, ini adalah buku non fiksi kedua saya yang bertema parenting. Ditulis bersama sebelas orang penulis lainnya yang adalah seorang ibu.Buku ini adalah kumpulan kisah inspiratif dari para ibu sejak masa penantian lahirnya si buah hati sampai masa suka-dukanya mengurus si kecil yang masih balita.  

Di buku ini, saya menitipkan sebuah surat untuk Ezra. Tema yang saya angkat adalah tentang sikap over protective orangtua terhadap anaknya. Judul tulisan saya: Ketika Kau Jatuh dan Terluka.

Sebelas ibu lainnya menyumbangkan kisah nyatanya di buku ini:  
Gita Romadhona, seorang editor dan pemilik blog keren, yang berbagi kisah ketika matahari kecilnya pertama hadir di bumi. 
Lucy Wiryono, host balap MotoGP Trans 7 yang bercerita tentang kisah 'Do It Our Way' dalam membesarkan anak-anaknya. 
Asmara Letizia atau yang lebih akrab dengan sebutan @miund yang berbagi kisah mengenai bagaimana dirinya harus menghadapi pilihan antara bekerja atau mengurus keluarga. 
Stella Ang, ibu dari putri cantik Keira, yang berkisah tentang pengalamannya seputar suka dan duka selama masa kehamilan. 
Smita Diastri yang membagi 'jadwalnya' mengurus si kecil, juga kisah-kisahnya ketika ia harus bekerjasama dengan pasangan dalam mengurus si kecil. 
Windry Ramadhina, penulis Orange, Metropolis, Memori, Montase, dan London, yang berkisah tentang Me Time-nya yang hilang saat sudah memiliki Balerina. 
Meira Anastasia seorang MC yang menitipkan suratnya untuk putrinya, Sky. 
Laila Achmad, seorang ibu yang bercerita mengenai kenyataan bahwa dirinya belajar lebih banyak dari pengalaman ketimbang referensi yang selama ini ia baca. 
Ninit Yunita, novelis dan CCO www.theurbanmama.com yang berbagi cerita tentang kekritisan kedua anak lelakinya dan bagaimana mengatasinya. 
Alit Tisna Palupi, seorang editor lepas yang berbagi kisah tentang 'Teman Seperjalanan'-nya.

Membaca buku ini membuat saya menangis bahagia. Dan semakin menyadari betapa berharganya setiap kisah yang saya jalani sebagai seorang ibu. Kisah-kisah dari para ibu lainnya membuat saya semakin yakin inilah profesi paling berarti di muka bumi, paling penuh tantangan, dan paling...uhm, berat.

Namun, meski berat, membaca buku ini juga membuatnya terasa lebih ringan, penuh tawa, dan terasa ikhlas. Saya seolah memiliki teman-teman di luar sana yang juga mengalami hal yang sama. Saya jadi ingat waktu @miund mengakhiri acara Bincang Santai di acara Moms Gathering dengan mengatakan bahwa buku ini membuat para ibu di luar sana tidak merasa sendirian. So true @miund :) 

Nah, sekarang bagian serunya.

Give away kali ini akan saya lakukan dengan randomized blog walking. Dua blog yang terpilih akan mendapatkan buku Everlasting Love. Kriteria blognya: pemilik blog adalah seorang ibu dan rajin membagi kisah-kisahnya selama masa kehamilan atau pada saat ia mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Jika terpilih dan mendapatkan hadiah buku, diharapkan pemilik blog yang bersangkutan berkenan untuk membagi pengalamannya ketika membaca Everlasting Love. Jika ingin blognya didatangi, silakan menyertakan link blog di halaman komen, nanti saya mampir ke sana :)

Selain give away, akan ada juga  kuis yang  berhadiah buku Everlasting Love. Akan dipilih dua orang pemenang dan masing-masing akan mendapatkan satu buah buku Everlasting Love. Ketentuannya sebagai berikut :
  • Menjadi followers blog ini.
  • Membagi kisah nyatanya dengan tema "Bahagianya Menjadi Ibu" di blog masing-masing(panjang cerita tidak dibatasi), kemudian mention saya di twitter @nia_nurdiansyah dengan menyertakan link postingan cerita dari blog masing-masing dan beri tagar  #Quiz #EverlastingLove.
  • Mention saya paling lambat 31 Januari 2014. 
  • Saya akan memilih dua cerita, dan masing-masing akan mendapatkan satu buah buku Everlasting Love
  • Selamat berbagi kisah :) 


  

Friday, January 3, 2014

Ezra's Weekend Project : Giant New Year Greeting Card

Masih ada sisa seminggu dari total dua minggu, waktu liburan sekolahnya Ezra, dan tiap hari ada ajaa hal yang pengin dilakuin sama bocah yang satu ini. Terus wiken sebelum tahun baru kemarin dia sempet nanya, kok ibu sekarang ngga pernah pake cat air hadiah dari aku, sih? 

Hmmm, sibuk, Nak. Kalau sampai bisa main-main sama cat air itu artinya saya lagi nyantai banget atau justru lagi butuh pelarian :D. Nah, berhubung dianya mulai bosen main-main sama cat airnya dengan cara biasa, saya punya ide buat bikin cap dari kulit jeruk bali. 

Kulit jeruk bali? Aneh, ya, hihihi. Biasanya kan kayak waktu zaman SD gitu bikin cap dari kentang atau pelepah daun pisang. Tapi gara-gara saya gagal bikinin dia mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, terus liat tekstur bagian dalam kulitnya yang foamy gitu, jadi kepikiran buat dijadiin cap aja. 

Tapi ternyata cuma bisa bikin cap dengan bentuk-bentuk standar macam segitiga, kotak, dan persegi panjang. Lumayan bikin Ezra sibuk dan happy dengan cara baru memakai cat airnya ini. 
Iseng nyobain bikin cap dari kulit jeruk bali 

Happy new year everyone!

Wednesday, January 1, 2014

Ezra's Ethnic Runaway

Gara-gara main ke peternakan di Desa Wisata ini, Ezra jadi suka sama hal-hal yang berhubungan dengan peternakan dan suasana pedesaan. Beberapa kali dia nanya-nanya sama saya gini:

Ezra (E) : "Bu, kemarin kan kita udah liat peternakan Sapi, Kambing, sama Kuda, tapi aku belum pernah lho liat rumah-rumahnya ayam. 
Ibu (I) : "Uhmm, paling kamu nanti ngga suka, Kak. Soalnya, peternakan ayam tuh, biasanya bau."
(E) : "Iya, nanti ke sananya sambil pake masker aja. Pasti aku nggak jadi kebauan."
(I)  : "Beneran kamu mau lihat peternakan ayam? Ya udah, nanti kapan-kapan, ya."
(E) : "Kapan? Kan, liburannya sekarang. Kalau kapan-kapan nanti aku sekolah."
(I) : "Iya, Insha Allah, nanti Ibu bilang sama Ayah dulu, ya."

Dan, akhirnya keinginannya terkabul. Ayahnya ngajak main ke kebon sambil ada kerjaan motret sih, sebenernya. Tapi nggak apa-apalah, selagi ayah kerja, ibuk nemenin Ezra main sepuasnya. Jadi begini lho Nak, kalau kita tinggal di pedesaan.

Selain pictorial journey di bawah ini, sebenernya ada juga video Ezra yang lagi ngejar-ngejar ayam. Videonya saya post di akun instagram. Di sini, Ezra puas banget ngejar-ngejar ayamnya, dan bener seperti dugaan saya dia males kalau mesti nengokin kandangnya. Bau, Bu, katanya. Mending main lari-larian bareng ayam aja :D


Desa Wisata Lembah Kali Pancur

Jadi, ini judulnya jalan-jalan dadakan dalam rangka ulang tahunnya Ezra yang keenam. Tadinya nggak ada rencana mau ke mana-mana pas ulang tahunnya dan mau bikin syukuran kecil-kecilan di rumah Bandung seperti tahun lalu. Tapi karena rencana bubar jalan, berbuahlah ide buat nyenengin Ezra ke tempat yang bukan mal atau tempat main mainstream lainnya, dan waktu browsing nemu tempat ini. 

Awalnya, berharapnya agak ketinggian sama tempat ini. Ngebayangin tempatnya bakal kayak De-Ranch atau Lactasari Farm, tapi ternyata jauh. Padahal ya, kalau tempat ini dikelola lebih baik lagi jadinya bakal lebih bagus dari De-Ranch. Apalagi karena kontur tanah di lokasi ini yang naik turun, terus ada danau buatannya juga, yang sepertinya ingin dibuat seperti Lembang Floating Market. Menurut saya sih, banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan lahan yang cukup luas itu. 

Meskipun tempatnya agak nanggung, tapi untungnya Ezranya seneng dibawa ke tempat ini. Kita udah takut bakal garing aja karena perginya cuma bertiga. Di Desa Wisata yang juga merupakan tempat pemancingan ini, kita milih sebuah saung untuk duduk dan pesen makanan. Di situlah kita merayakan ultah Ezra yang keenam. Dengan berbekal kue tart kecil, bento dari rumah, dan makanan pesanan di sana yang terdiri dari gurame bakar kecap, kluban, sate ayam, sebakul nasi, serta es jeruk. Untungnya makanannya lumayan enak. gurame bakarnya enak, dan kluban atau urapnya mantep. 

Pengalaman paling berkesan buat Ezra di tempat ini adalah saat naik perahu dan liat burung-burung kecil berterbangan sambil main air di atas permukaan danau buatan. Kata suami sih, itu burung sriti. Burung-burung kecil ini memang lucu banget sih, terbang rendah terus menukik ke permukaan air sambil mengecipakkan airnya. Ada juga burung blekok yang lalu lalang di atas danau. Selain itu, Ezra juga suka pas main di peternakannya dan liat sebuah pesawat tidak terpakai yang menurut banner yang dipasang di depannya akan dijadikan restoran pesawat terbang. 

Nah, sebenernya kan banyak juga potensi yang bisa dikembangkan dari desa wisata ini, sayangnya sepertinya masih digarap dengan setengah-setengah. 

Postingan Pertama Di 2014 : My (Lovely) December

Judulnya ini postingan rapelan cerita selama bulan Desember kemarin--one of my favorite month dalam setahun--Yes, bulan Desember memang jadi salah satu bulan favorit karena di bulan ini banyak sekali peristiwa penting yang terjadi. Saya menikah di bulan ini, dan ini juga jadi bulan kelahirannya Ezra. Bisa dibilang bulan Desember tuh, jadi turning point dalam hidup saya.  

Dan bulan Desember 2013 kemarin banyak hal seru yang pengin saya rekam di sini. Sengaja postingnya nunggu the last time banget, alias tutup tahun, padahal sebenernya males :D biar kecatet sampai di detik-detik pergantian tahun. 

Awal Desember masih sibuk sama kerjaan jadi ngga banyak yang bisa diceritain juga.

Minggu ketiga saya berangkat ke Jakarta untuk acara rilis buku Everlasting Love pada tanggal 22 Desember, tepat pada saat perayaan hari ibu. Saya jadi salah satu perwakilan penulis yang ikut mengisi acara "Bincang Santai-Bahagianya Menjadi Ibu". Selain saya, ada juga Smita Diastri, Meira Anastasia, Stella Ang, Miund, Laila Achmad, Windry Ramadhina, dan Alit Tisna Palupi yang hadir dalam acara tersebut. Acaranya berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Judulnya aja bincang santai, hehehe, dan buku Everlasting Love ini seru banget lhoo karena berisi kumpulan kisah nyata para ibu sejak hamil sampai membesarkan balita mereka. Saya kebagian menulis tentang hal yang berhubungan dengan sikap over protective ortu ke anak. Di buku tersebut, saya menulis sebuah surat untuk Ezra. Rencananya, itu akan jadi surat dan hadiah kecil untuk dia di masa depan. 
My New Book : Everlasting Love, 2013, Omnibus, GagasMedia

Banner Acara di Galrei 678 Kemang-Jakarta Selatan

Saya, Smita, Miund, dan Laila Achmad
Dari Jakarta, saya langsung pulang ke Bandung dan kembali menyusun rencana untuk ulang tahun Ezra yang keenam. Awalnya, acaranya ulang tahunnya bakalan digabung sama acara liburan keluarga, tapi acara bubar jalan semua karena suami ngga diizinin cuti. Terus malah tahu-tahu ada kerabat dekat suami yang meninggal dunia dan kita mesti ngelayat. Tadinya, pengin ada penanda buat ulang tahun keenamnya Ezra ini. Ya udah, akhirnya diputuskan mau bikin acara syukuran kecil-kecilan buat sekeluarga, Kakung-Utinya, dan sepupu-sepupunya. Eh, yang lucu sepupu-sepupunya justru pada pergi liburan plus Kakung-Utinya juga. Lha, jadi kalau bikin acara siapa yang mau diundang, sementara tante-tantenya juga yang satu di Denpasar, satu lagi harus siapin acara nikahan sepupu di Jakarta.

Ya udah, tahun ini ulang tahunnya kita rayakan bertiga, dan dalam perjalanan ke Semarang. Saya ngga sempat pesen kue atau apa buat di rumah Semarang. Sampai rumah Semarang langsung buka kulkas dan ngumpulin bahan seadanya buat bikinin Ezra bento. Jadilah bento seperti gambar yang di bawah. Pulang ngelayat langsung nyari tempat yang bisa bikin Ezra seneng dan beli kue ulang tahunnya di perjalanan. Setelah browsing, akhirnya memutuskan untuk ke Desa Wisata Lembah Kali Pancur karena tempatnya sejalan dan ngga mesti jauh-jauh ke luar kota. Untungnya, ayahnya udah nyiapin printilan kado kecil-kecil yang lumayan banyak dan dibungkus satu-satu bak sinterklas, jadi anaknya lumayan terhibur hari itu karena merasa banyak dapet kado. 

Sebenernya, kami ngga tiap tahun bikin perayaan, tapi selalu kasih pertanda kalau umur dia sudah bertambah, dan sedikit-sedikit kasih pengertian kalau semakin besar dan tambah umur ada peer-peer khusus buat dia. Jadi Ezra tahu kalau umur enam tahun itu artinya dia sudah mulai persiapan masuk SD dan udah harus mau makan sendiri, dsb-dsb. Sekaligus mengingatkan kita orangtuanya bahwa peer kita makin panjang daftarnya. 

Jadi, this is my December. Terima kasih untuk semua hal yang terjadi di tahun 2013. Banyak hal yang membuat saya terus belajar dan lebih banyak lagi hal yang membuat saya bersyukur. Semoga di 2014 bisa menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan di tahun ini lebih banyak lagi mimpi-mimpi indah yang bisa kami wujudkan.  

Happy New Year!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...