Monday, February 24, 2014

Current Cravings: Our Hayao Miyazaki Night

No Face, salah satu karakter dalam Spirited Away (gambar pinjam dari sini)
Mei dan Totoro (gambar pinjam dari sini)
Gambar pinjam dari sini
Kutipan Favorit Hayao Miyazaki (Gambar pinjam dari sini)
Even gerimis pun jadi kelihatan cantik di tangannya Hayao Miyazaki (gambar pinjam dari sini)
Our Wish List (2014)
Sketching No Face, Makurro Kurosuke, and Totoro.
Saya lupa kapan tepatnya mulai jatuh hati dan menyukai semua film animasi karya Hayao Miyazaki ini. Kalau tidak salah, sekitar akhir tahun 2009, saya mulai memutarkan My Neighbor Totoro untuk Ezra. Waktu itu usianya tiga tahunan. Responnya lumayan, meskipun ternyata dia lebih suka nonton Thomas atau Pingu.

My Neighbor Totoro kembali ditonton Ezra tahun ini. Awalnya karena saya memberlakukan diet nonton film kartun, yang kalau dicermati kebanyakan isinya bullying secara terselubung. Salah satunya, coba deh, cermati Oggy and Crockoaches (Ini salah satu film kartun yang paling sering ditonton Ezra). Daripada menuai imbas negatif di kemudian hari, saya memutuskan untuk membatasi pilihan dan jam tontonannya. Memang sudah agak terlambat, tapi daripada tidak sama sekali. Dan saya pikir, sekarang dia sudah lebih besar, jadi lebih paham alasan dari sebuah peraturan atau larangan.

Ezra's Weekend Project : Recycle Wardrobe

Pameran hasil karya anak-Ezra and his classmate
Kostum 'keluarga gembel' :D

Ezra's weekend project kali ini temanya adalah membuat pakaian dari barang bekas. Ceritanya, di sekolah Ezra, Sabtu kemarin, diadakan Pameran Hasil Karya Anak dan pementasan drumband. Salah satu acaranya ada lomba fashion show orangtua dan anak juga. Tadinya ngga bakal datang ke acara ini karena seminggu belakangan Ezra sedang ngga enak badan dan sempat demam tinggi. Tapi karena Ezra harus ikut manggung pas drumband, mau gimana lagi. Karena sejak awal udah ngga niat ikutan, buat kostum untuk fashion shownya juga dadakan. 

Saya tanya Ezra, mau bikin kostum apa? Dia pingin buat kostum ninja. Oke, tema buat anak udah ketemu, tinggal ibunya mau pakai baju apa masih bingung sendiri. Mana waktu bikinnya mepet banget. Awalnya mau pakai bahan karung bekas beras. Eh tapi, penjahit saya nggak mau dong, waktu disuruh jahit karung yang sudah saya pola, takut mesinnya rusak, dan katanya jahit bahan karung plastik gitu susah. 

Baru pas Jumat malemnya nemu ide buat bikin kostum-kostumnya dari kantong-kantong belanja bekas. Pertama bikin punya saya dulu karena bikin baju perempuan relatif gampang, dan nggak perlu pakai pola. Tinggal tempel-tempel bahan di atas manekin sambil dijelujur dulu. Baru abis itu bikin kostum punya Ezra. Untung ada kantung plastik sampah yang ukuran besar di rumah, jadi bisa dibuat model baju yang agak panjang.     

Pagi-pagi baru ditindas pakai mesin jahit, dan ternyata bahan kantong plastik jahitnya gampang, kok. Mungkin karena lebih tipis, sih. Tinggal Ezra yang kemudian nempelin aksesorisnya mau kayak gimana. Kostum punya dia, ditempelin gambar si Lightning McQueen yang digunting dari kantung kain bekas juga. Punya saya, itu corsace bunganya juga dari kantong plastik warna gold yang digunting bentuk bunga. Jam tujuh kostumnya jadi, dan siap-siap deh, berangkat ke sekolah. 

Waktu ngeliat kostum yang udah jadi cuma mikir satu hal, mudah-mudahan nanti pas dipakai, kita berdua nggak keliatan kayak orang gila :D atau gembel, hihihiy. 

Sampai sekolah, ternyata banyak juga keluarga gembel peserta lainnya yang pakai kostum dan aksesori berbahan bekas lainnya. Semua kreatif-kreatif dan keren deh, pada niatlah pesertanya. Dari dua puluhan peserta, Ezra dapet juara harapan tiga. Ihiyyy, lumayanlah.

Wednesday, February 19, 2014

Belajar Calistung : Latihan Membaca Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

Buku Latihan Harian
Peer bacaan tiap malam sebelum tidur. Sapta Siaga, Enid Blyton.
Permainan menyusun suku kata

Tulisan ini sambungan dari sini ya. Kalau waktu itu sempat membahas tentang bagaimana melatih anak-anak usia 3-5 tahun untuk menulis, kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana melatih anak usia 5-6 tahun untuk belajar membaca. 

Sebenarnya, goal yang saya inginkan dari menguasai keterampilan membaca untuk Ezra adalah bagaimana agar dia nantinya bisa menyukai buku dan menikmati kegiatan membaca.Di era gadget yang serba canggih ini, goal tersebut jadi peer banget. 

Terkadang buku-buku bacaan anak, mau sewarna-warni apa pun masih sering kalah sama mainan yang ada di gadget dan acara-acara anak di televisi. Memang sih, semua tergantung bimbingan orang tuanya, dari awal seperti apa menerapkan kebijakan dalam hal bermain gadget dan nonton televisi. 

Menurut saya, proses dari bisa membaca, kemudian menikmati sebuah bacaan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Apalagi untuk anak-anak usia 5-6 tahun. Untuk itu, harus ada yang bisa menularkan semangat dan kesenangan tersebut, terutama di dalam lingkungan keluarga. 

Saat usianya lima tahun, Ezra sudah bisa membaca kata-kata dengan suku kata yang sederhana, misalnya ‘bubu’, ‘sapi’, dan sebagainya. Dia juga sudah mahir menuliskan namanya. Untuk tulisan yang panjang-panjang masih butuh bimbingan, terutama kalau dalam kata tersebut ada ‘ng’ atau ‘ny’. Kadang dia juga coba-coba membaca kata dalam Bahasa Inggris, dan sering kali jadi bingung karena pelafalannya beda dengan Bahasa Indonesia. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...