Thursday, September 25, 2014

Our Staycation At Kayu Arum Resort & Spa

Karena lagi males bepergian yang perjalanannya bikin waktu libur akhir pekan yang cuma satu setengah hari habis di jalan (karena hari Sabtu, Ezra tetap masuk sekolah meskipun pulang jam setengah sebelas), belakangan ini staycation jadi pilihan kita buat alternatif short getaway.

Setelah googling, ada beberapa pilihan tempat yang kayaknya seru buat dijadikan tujuan staycation kita, yaitu Kayu Arum Resort & Spa yang ada di daerah Salatiga. Sebenarnya, tujuan awalnya, kita penasaran pengin staycation di salah satu hotel yang lagi banyak diunggah gambarnya ke instagram. Sayangnya, lokasi hotelnya di Jogja, dan pas booking kok, kamar yang kita pengin udah full booked, dan dua hari sebelum rencana keberangkatan Ezra sempat demam. Ya sudahlah, sepertinya lebih berjodoh dengan Kayu Arum. Setelah booking yang lumayan rada mepet, dapetlah kita satu kamar di sana. Setelah agak waswas apakah demamnya Ezra bakal turun atau nggak, dan ternyata demamnya reda, Sabtu siang pun meluncur dari Semarang.

Awal masuk ke area parkir, sempet mikir kok hotelnya 'nggak keliatan', kok kayak agak-agak spooky. Tapi kesan awal itu langsung hilang setelah masuk ke lobby dan disambut sama resepsionisnya yang ramah-ramah. Kesan spooky muncul mungkin karena bangunannya bergaya semi-semi kolonial gitu, jadi terkesannya tua, padahal sebenarnya bangunannya baru, kok. 

Berjalan semakin masuk ke bagian dalam hotel, makin jatuh cinta sama suasananya yang tenang, adem, dan hommy. Jadi, di bagian tengah hotel ada halaman yang cukup luas. Tamannya ditata apik dengan banyak sekali kursi-kursi kayu untuk duduk-duduk bersantai menikmati hari di tengah taman yang teduh. Selanjutnya, biar gambar yang berbicara, deh. 




Untuk fasilitas lainnya seperti kolam renang, juga tersedia. Ada juga Kamaratih Spa dengan harga mulai dari 181.000 untuk Aromatheraphy Massage selama 60 menit. Yang saya suka dari kolam renangnya, airnya bersih dan kandungan klorinnya tidak membuat mata pedas. Menu sarapan paginya termasuk enak, meskipun pilihan menunya memang nggak terlalu banyak, tapi pas kalau buat saya yang nggak suka dengan terlalu banyak pilihan menu saat sarapan pagi, hehehe. So far, resort kecil di daerah Salatiga ini recomended banget. Ratingnya 3,5/5 deh.  

Selain staycation, di Salatiga kita juga berwisata kuliner dengan menjajal beberapa kafe yang lumayan menyenangkan atmosfernya, yaitu Ki Penjawi Joglo dan Kafeole. Dua tempat itu lumayan recomended juga sih suasananya, sayangnya kenapa saya ngerasa makanannya biasa saja, ya. Enak sih, tapi nggak stand out banget. Mungkin bisa ditanyakan ke masing-masing tempat, rekomendasi hidangannya atau makanan andalannya apa.
Ki Penjawi Joglo

Kafeole

NB:
Jln. Magersari Ringinawe Tegalrejo, Salatiga.
(Kalau tahu Bakso ABC Salatiga, nah patokannya belokannya deket-deket situ, deh.)

Next, staycation kemana ya...

Monday, September 15, 2014

Fun Learning: The Secret Recipe of Pizza (Thematic; Science & Math For First Grade)

Sejak masuk SD dan memilih sekolah dengan kurikulum mixed antara diknas dan cambridge, sebagai ortu saya semakin tertantang buat memotivasi Ezra buat menyukai kegiatan belajar secara aktif. Ditambah lagi perubahan kurikulum 2013 yang menggunakan konsep tematik yang mungkin membuat bingung beberapa ortu pada awalnya, seperti halnya saya. Setelah tanya sana-sini dan sedikit baca-baca tentang kurikulum baru tersebut, akhirnya mulai bisa membuat mapping yang jelas tentang sebenarnya ini anak-anak sekolahan SD mau belajar dengan cara seperti apa. Terlepas dari pro kontranya, saya memilih untuk beradaptasi dan mengawal Ezra agar bisa mengikuti pelajaran sekolah dengan baik (cieee banget bahasanya) Yaa, mau gimana lagi, saya kan bukan pemegang kebijakan, yak. Berharap, next cabinet, menteri pendidikannya bikin peraturan baru agar jam sekolah dikurangi dan hari Sabtu diwajibkan libur, yeaayy.

Baiklah, jadi sebagai guru les privatnya, saya nggak mau jadi guru les yang ngga asyik dan galak. Saya pengin Ezra selalu ngerasa fun waktu belajar bareng saya, dan dia juga jadi lebih aktif, bukan sekadar disodorin materi-materi, terus lupa dan nggak bisa mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kali ini, saya bikin fun learning activities di rumah yang melibatkan materi tematik: science dan math untuk kelas 1. 

Sebelumnya, saya cari tahu tujuan dari kegiatan fun learning ini berdasarkan buku pegangan di sekolah. Tujuannya antara lain adalah agar Ezra bisa mengenali bentuk-bentuk geometri 2D dan hapal namanya dan mengenal konsep fraction sederhana (1/2, 1/4, dst) untuk mapel matematika dan kemudian memahami fungsi indera perasa (lidah) dan jenis-jenis rasa yang bisa dikecap oleh lidah untuk mapel science

Fun learning ini saya beri judul : The Secret Recipe of Pizza. Bahan dan alatnya bisa dilihat di gambar-gambar di bawah, ya. Selanjutnya setelah semua bahan dan alat disiapkan, Ezra mulai diminta untuk membaca petunjuk pada resep dan mulai membuat 'pizza' nya.

siapkan 'resep', bendera aneka rasa, dan lem berwarna.

resep alias petunjuk sederhana 

alat dan bahan

setelah selesai menempelkan 'toping' sesuai resep, anak diminta untuk membubuhkan 'bumbu' di atas adaonan pizzanya. warna-warna dari cat air mewakili setiap rasa, seperti sour, spicy,  salty, dan sweet.

setelah itu, anak diminta membagi dua pizzanya, dna kita menjelaskan konsep setengah, seperempat, dst.

menancapkan bendera rasa sesuai dengan warna yang dicat pada adonan.

voila, shapes pizza-nya sudah jadi :)


Ezra's Weekend Projects : Treasure Hunt & First Grade Math

Setelah Ezra masuk SD, saya semakin excited sama agenda Ezra's Weekend Projects karena semakin banyak hal-hal seru yang bisa dilakukan bareng saat akhir pekan. Jadi lebih seru juga karena tema proyek akhir pekannya nggak melulu sesuatu yang berhubungan sama crafting atau DIY things, tapi juga bisa nyelipin materi-materi pelajaran di sekolah.

Berhubung saya dan suami sepakat untuk tidak memberi Ezra les tambahan pelajaran di luar jam sekolah maka kami pun harus bekerjasama buat menciptakan atmosfer learning is fun di rumah. Jadi, selain sekolah, Ezra cuma ikut latihan wushu, les musik, dan menggambar saja. Keputusan ini diambil karena pengalaman suami semasa kecil dulu yang merasa bosan dengan yang namanya 'les belajar' dan jadi alergi sama yang namanya pelajaran sekolah, hehehe. Selain itu, saya juga pengin Ezra masih punya banyak waktu untuk bermain.

Nah, karena nggak mau mengulangi kesalahan yang sama, kami berdua ingin menciptakan suatu kondisi bagi si anak bahwa yang namanya belajar itu sebenarnya tidak terpisah dari bermain. Dalam bermain ada belajar, dan dalam belajar ada bermain. Belajar tidak harus formal dan kaku, belajar bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menjadi bagian dari keseharian. Memang, pasti ada banyak hal-hal yang menantang dan sulit untuk dipelajari, tapi hidup aslinya kan juga gitu. 

Ihiyyy, konsep sih, udah seru. We'll see bagaimana dalam perjalanannya nanti. Semoga kami tetep istiqomah. Singsingkan lengan baju!

Proyeknya Ezra pada akhir pekan ini adalah 'Treasure Hunt'. Berhubung hari Seninnya, Ezra bakal ulangan matematika, maka proyek akhir pekannya sengaja dibikin nyambung dengan materi-materi pelajaran matematika yang sedang dipelajari sama dia. 

Materi math-nya antara lain berkaitan dengan :
Counting & writing numbers 1-20 (in english)
Largest, smallest, dan greatest number
Ordinal number
Numbers patterns '2'  

Terus, gimana mengaitkan dengan tema mencari harta karunnya? Jadi, saya sengaja membuatkan dia peta tempat persembunyian harta karun, yang petunjukknya adalah soal-soal matematika yang harus diselesaikan. Dari petunjuk di peta, Ezra harus mencari amplop-amplop yang di dalamnya terdapat soal-soal yang jawabannya akan mengarahkan pada petunjuk selanjutnya. 

Buat bayangan, bisa dilihat di gambar di bawah, ya. Dan untuk hadiahnya, saya menyiapkan beberapa barang yang kebetulan lagi dia inginkan. Barang yang murmer tapi bikin dia seneng. Kebetulan dia lagi pingin kaca pembesar, terus kotak pensil ngajinya baru aja rusak. Jadi, barang-barang itulah yang saya bungkus untuk jadi harta karun, plus tambahan permen, coklat, dan pernak-pernik buat lucu-lucuan. 



Dan hasilnyaa..dia seneng banget memecahkan satu-persatu soal yang ada di petunjuk, dan waktu berhasil nemuin harta karunnya, lalu membuka hadiah dan nemuin barang yang lagi dia inginkan, ekspresinya itu priceless bangettt. Rasanya terharu dan jadi pengin menghentikan waktu pas dia meluk saya dan bilang, "Makasiihh ya, Bundaaa...udah kasih aku kaca pembesar...aku sayaangg banget sama Bunda."

Ya ampun, cuma kaca pembesar limarebuan padahal. *nahanmewek 

Oya, kalau yang punya instagram, bisa juga follow saya di: @nianurdiansyah, Insha Allah di sana mau rutin posting tentang #learningwhileplaying atau #learningathome, siapa tahu kita bisa saling berbagi ide tentang belajar sambil bermain di rumah. 

Thursday, September 11, 2014

Ezra's Weekend Project : World Map

Postingan ini sambungan dari Ezra's weekend project yang ini, ya. Jadi, ceritanya karena ketertarikannya sama berbagai negara di dunia, Ezra jadi suka banget ngamatin peta, terutama sih yang dari google maps. Dia suka nanya-nanya sama saya letak negara A tuh, dimana, dan B dimana. Lama-lama dia juga mulai tertarik sama bendera-bendera di tiap negara dan landmarknya apa aja. 

Seru juga sih, ngajarin sesuatu yang pada dasarnya memang disukai si anak. Informasi yang diterima jadi lebih cepet nyantol. Akhirnya, biar makin seneng saya sengaja ngeprint satu gambar peta dunia yang ada ilustrasinya, selanjutnya Ezra bikin bendera dari tiap negara yang dia tahu dan nancepin bendera-bendera itu di atas peta dunia.  Proyek yang so simple ini ternyata bikin dia happy. Saya juga jadi tahu, dia sudah hapal sama negara dan bendera apa saja.

Bahan dan alatnya pun sederhana. Cuma peta dunia yang ditempel di atas gabus, kertas untuk menggambar bendera dan tusuk gigi buat menempelkan gambar bendera-benderanya.




Pregnancy Journey: 8 Weeks - 16 Weeks



Hiyyaaa, ketunda lama kan, posting tentang kehamilannya, padahal dari awal tahu hamil sudah diniatkan supaya rajin bikin catatan di blog, biar suatu hari nanti bisa dibaca-baca lagi ceritanya. Aslinya sekarang tuh, udah lewat dari 16 weeks, tapi supaya runut pengin cerita mulai dari trisemester awal, deh. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih rajin.

Biar lebih gampang, saya mau bikin rangkuman aja deh, tentang perjalanan kehamilan dari usia delapan minggu sampai enam belas minggu.

Keluhan.
Keluhan utama trisemester pertama saya adalah mual yang amat sangat terasa. Kalau dibandingkan kehamilan yang pertama jauuuh banget bedanya. Dulu, seingat saya mualnya nggak terlalu kerasa dan badan juga relatif lebih fit. Pas kehamilan menginjak dua bulan saya dan suami pergi umroh, dan sama sekali ngga merasakan keluhan-keluhan yang dirasakan sekarang.  Ya iyalah, faktor U sepertinya juga berpengaruh :D. 

Ezra's Weekend Project : World Map & 3D House

Beberapa waktu lalu, saya sempet kaget waktu Ezra tahu-tahu gambar bendera negara-negara asing, seperti Brazil, Jepang, dan Italia. Nggak inget pernah ngajarin warna dan gambar bendera-bendera tersebut. Ngajarinnya baru gambar bendera Indonesia doang. Eh, tau-tau dia udah bisa aja. Ternyata dia tahu gambar bendera tersebut setelah nonton Cars 2. Jadi, sebenernya nonton film kartun itu, selama dipilihkan yang sesuai, ada manfaatnya juga, kok.

Nah, di film Cars 2 itu, ceritanya, si tokoh utama yang bernama Lightning McQueen ikutan perlombaan semacam Grand Prix yang mengharuskan dia keliling dunia. Nah, karena liat film itu jadilah Ezra mulai berminat sama peta dunia. Sebelumnya, saya pernah sih, mengenalkan dia sama benua-benua yang ada di dunia, tapi jarang di recall lagi, jadinya dia belum hapal banget di mana Afrika, Amerika, Asia, dsb. Yo wis, mumpung anaknya lagi semangat jadinya Ezra's Weekend Project kali ini temanya peta dan bendera dunia.

Selesai dengan proyek pertama, pulang nemenin saya ke Gramedia, kami menemukan puzzle 3D yang bentuknya rumah-rumahan khas negara-negara. Sepertinya pas dengan tema wiken kali ini, dibelilah satu buat percobaan dulu, takutnya nggak sesuai harapan. Ternyata setelah dirakit jadinya lucu. Jadi kepikiran buat bikin maket global village-nya. Ihiyy, udah ada ide buat next project, nih.

Proyek 3D House ini aslinya gampang banget karena bahan-bahannya tinggal beli jadi aja. Ngga perlu digunting pula, tinggal dipotek-potek dan dirakit sama dikencengin pakai selotip. Hasilnya bisa dilihat di gambar. Next postingan tentang world map dan bendera-bendera negaranya, ya. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...