Thursday, September 11, 2014

Pregnancy Journey: 8 Weeks - 16 Weeks



Hiyyaaa, ketunda lama kan, posting tentang kehamilannya, padahal dari awal tahu hamil sudah diniatkan supaya rajin bikin catatan di blog, biar suatu hari nanti bisa dibaca-baca lagi ceritanya. Aslinya sekarang tuh, udah lewat dari 16 weeks, tapi supaya runut pengin cerita mulai dari trisemester awal, deh. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih rajin.

Biar lebih gampang, saya mau bikin rangkuman aja deh, tentang perjalanan kehamilan dari usia delapan minggu sampai enam belas minggu.

Keluhan.
Keluhan utama trisemester pertama saya adalah mual yang amat sangat terasa. Kalau dibandingkan kehamilan yang pertama jauuuh banget bedanya. Dulu, seingat saya mualnya nggak terlalu kerasa dan badan juga relatif lebih fit. Pas kehamilan menginjak dua bulan saya dan suami pergi umroh, dan sama sekali ngga merasakan keluhan-keluhan yang dirasakan sekarang.  Ya iyalah, faktor U sepertinya juga berpengaruh :D. 


Kehamilan sekarang, banyak banget bau-bau yang menjadi pencetus mual, pusing, lemes dan muntah. Mulai dari bau makanan tertentu, minyak goreng, penggorengan, bau badan suami dan anak, parfum sendiri, sampai yang aneh saya nggak suka sama bau salah satu merek deterjen. Pokoknya kalau pakai baju yang habis dicuci dan tercium bau deterjen tersebut, kepala langsung gliyeng, mual, dan berakhir hoek-hoek di kamar mandi. Yup, saya juga muntah-muntah di kehamilan kedua ini. Meskipun jarang berbentuk padat, maaf, muntahnya, tapi yang sering keluar semacam lendir atau cairan. 

Di trisemester pertama, nafsu makan saya turun drastis. Padahal saya tetap berfoodcombining selama hamil di trisemester pertama ini, tapi asupan yang sukses masuk perut hanya sarapan buah dan green smoothies/fruit smoothies saja, yang lainnya lewat. Waktu ramadhan, karena merasa sayang kalau melewatkan, saya ikutan puasa selama tiga minggu pertama, tapi setelah menimbang berat badan yang malah turun sampai lima kilo lebih, akhirnya di minggu terakhir Ramadhan saya memutuskan untuk nggak ikutan puasa.

Keluhan lainnya adalah gusi bengkak yang lumayan sakit banget, terjadi saat awal-awal tahu hamil, dan langsung sembuh setelah bagian gusi yang bengkak dioles pakai minyak habbatusauda dan mengganti pasta gigi khusus untuk perawatan gusi. Selain masalah gusi, yang cukup terasa adalah saya gampang banget pilek, dan karena sering pilek, saya juga jadi lumayan sering mimisan. Menurut dokter sih, hal tersebut wajar terjadi pada wanita hamil karena memberan mukosa kita (seperti bagian dalam hidung, gusi, dsb) jadi lebih rentan berdarah saat hamil. 

Positif.
Hal yang positif pada kehamilan kedua ini adalah saya jauh lebih banyak belajar lagi tentang bagaimana menjadi hamil dengan lebih sehat dan happy. Belajarnya juga ngga cuma dari baca-baca buku, tapi mulai rajin ikut seminar-seminar kecil, kelas edukasi kehamilan, dan bertemu komunitas ibu hamil lainnya untuk bertukar pengetahuan. 

Hmmm, apalagi yaa...sepertinya sih, sudah terangkum semua ya. Semoga memasuki trisemester kedua ini bisa mulai menata waktu untuk latihan napas dan relaksasi. Oya, satu lagi yang penting, mulai menerapkan pendidikan pralahir buat calon bayi yang masih ada di perut. Okay, see u on the next journey. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...