Tuesday, October 7, 2014

Mengajak Anak Menyukai Matematika Sejak Dini.

Pelajaran Matematika buat sebagian besar anak, dan mungkin juga kita para orangtua, menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang disukai atau bahkan ditakuti. Padahal, menurut  Jeff Sharpe, seorang direktur eksekutif di Vertex Academic Service mengatakan bahwa pelajaran ini justru dapat mengasah kemampuan anak dalam berpikir menggunakan logika.

Matematika juga membuat anak-anak menjadi lebih solutif. Dalam sebuah penelitian di Universitas North Carolina's School of Education ditemukan bahwa siswa yang cepat dan mudah berhitung memiliki intuisi yang lebih tajam dalam memecahkan persoalan dan tantangan, mereka juga lebih cepat dalam mengenali kesalahan.

Jadi, sebenarnya sangat disayangkan kalau sejak dini anak-anak sudah menjadikan pelajaran ini sebagai momok. Terkadang, mind set yang selalu terbawa dari sekolah atau bahkan mind set yang kita tularkan pada anak-anak kita adalah bahwa matematika itu sulit dan tidak menyenangkan.

Matematika memang bukan konsep yang mudah. Banyak sekali faktor yang berperan di dalamnya, misalnya intuitive number sense atau perkiraan sistem numerik, yaitu kapasitas seseorang untuk membedakan kelompok-kelompok besaran. Namun, bukan berarti anak tidak bisa dilatih sejak dini untuk menyukai pelajaran ini, bahkan menguasainya dengan mudah. 
(Article Source : Berbagai sumber, Kompas, Wired Science.)

Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun mind set bahwa Matematika itu ilmu pengetahuan yang menyenangkan dan menantang. Ini beberapa tips, yang juga sedang saya terapkan sehari-hari agar Ezra bisa menyukai dan menguasai mata pelajaran ini dengan baik. 
  • Turn everyday activities into fun math learning. Misalnya nih, kalau sedang makan bersama, contohnya sedang makan pizza atau cake, kita minta si anak untuk memotongkan pizzanya setengah atau seperempat. Sambil makan, secara tidak langsung si anak jadi belajar konsep sederhana tentang fraction.
  • Belajar Matematika itu harus melibatkan kreativitas. Jadi, jangan ragu-ragu untuk menggunakan materi yang sedikit berbeda atau cenderung seperti bermain-main. Misalnya, dengan menggunakan kartu domino dan kartu remi untuk mengajari penjumlahan atau konsep perbandingan. 
  • Gunakan materi belajar yang fun, berwarna-warnidan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk anak-anak usia SD, tidak ada salahnya menggunakan banyak ilustrasi atau alat bantu belajar untuk membantu proses berpikir mereka. 
  • Make numbers a part of your everyday routine. Kita bisa membuat pertanyaan-pertanyaan sederhana yang melibatkan soal cerita dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya : "Tadi pagi Ibu beli enam buah jeruk, dimakan kakak satu, dan dimakan adik dua, sekarang jeruk Ibu tinggal berapa? 
  • Lakukan latihan mengerjakan persoalan Matematika setiap hari. Tentu saja dengan cara yang fun. Persoalannya pun nggak harus berdasarkan text book. Orang tua bisa membantu mengunduhkan si kecil berbagai aplikasi permainan yang melibatkan persoalan Matematika di dalamnya lewat berbagai macam gadget atau komputer atau kita juga bisa mengarang soal cerita sederhana, bahkan teka-teki untuk dipecahkan setiap harinya. Tapi ingat, untuk anak di bawah usia 9 tahun atau untuk anak yang masih duduk di bangku kelas 1-3 SD, batasi waktunya hanya 30 menit saja setiap harinya.
  • Saat mengajari anak Matematika, selalu gunakan bahasa yang positif dan encourage si anak dengan pujian atau penghargaan jika ia dapat mengerjakan suatu persoalan. 
  • Ciptakan suasana yang santai dan komunikatif ketika mengajari mereka. Sesekali, biarkan mereka yang menerangkan kepada kita suatu konsep yang telah kita ajarkan, agar kita tahu sampai mana tingkat pemahamannya. Ini juga bisa dilakukan dengan cara meminta mereka menanyai kita balik, atau membuat soal untuk kita jawab. "Ayo, sekarang coba kamu buat soal buat Bunda, nanti Bunda yang jawab,..."
  • Masing-masing anak, punya tingkat pemahaman sendiri-sendiri, orang tua harus sabar untuk membimbing. Biasanya, kalau si anak sudah merasa klik dan nyantol dengan satu materi, ke depannya akan lebih mudah baginya untuk menyelesaikan persoalan Matematika.
  • Hati-hati pada saat mengajari suatu konsep matematika kepada anak, lihat mana yang seharusnya menjadi konsep dasar sebelum beranjak ke konsep yang tingkatannya lebih kompleks. Misalnya, sebelum anak belajar penjumlahan, apa yang harus mereka tahu dan pahami agar bisa menyelesaikan soal penjumlahan dengan baik. Ajarkan konsep dasarnya terlebih dahulu dan jangan tuntut anak untuk menyelesaikan persoalan sebelum kita tahu apakah mereka sudah menguasai konsep dasarnya atau belum.
  • Bantu ubah mind set mereka, atau mind set yang terbentuk dari aktivitas belajar di sekolah atau lingkungan bahwa anak yang pandai matematika akan selalu menjadi anak yang sukses. Katakan bahwa matematika bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan mereka, tetapi matematika adalah bagian yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, dan kita harus menyukainya. 
Oke, semoga tipsnya bermanfaat, ya. Di bawah ini, ada video Ezra yang sedang belajar konsep Number Bonds dengan mengunakan permen gummy bear sebagai alat bantunya. Sila disimak, siapa tahu bermanfaat untuk ide mengajari anak di rumah.

4 comments:

  1. memang paling sulit membuat anak tertarik pada berhitung

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Mbak nia, anakku yg pertama jg ndak suka math...ini bermanfaat bgt.

    ReplyDelete
  4. Mbak nia, anakku yg pertama jg ndak suka math...ini bermanfaat bgt.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...