Saturday, November 19, 2016

Tazka Homeschooling Journey (Part 1)


Jadi setelah kurang lebih setahun mencoba menjalankan program   'belajar sambil bermain di rumah' bersama si toddler, Tazka, saya memutuskan di tahun kedua ini kegiatannya harus berkembang menjadi program Homeschooling yang lebih fokus. Dan karena banyak sekali materi yang tidak terdokumentasi serta terorganisir dengan baik selama setahun kemarin, maka dibuatlah catatan khusus di blog ini tentang perjalanan homeschooling Tazka di tahun keduanya.

Kemarin itu, banyak serabutannya; main comot materi yang kadang belum sesuai sama perkembangan dan usia mentalnya. Anaknya dan saya juga sempet stuck; sebenernya aktivitas ini mau dibawa kemana, sih.

Akhirnya, meluruskan niat lagi. Mengosongkan cangkir lagi dan mulai belajar lagi tentang dasar pendidikan anak usia dini, dan macem-macem lainnya. Yang paling kena di hati waktu mulai baca-baca tentang pendidikan anak berbasis fitrah dan juga natural, conscious, and gentle parenting.

Pas udah mulai klik antara apa yang diharapkan dalam pendidikan anak dengan bagaimana memulai langkah-langkah kecil untuk mewujudkannya, baru deh, semedi bikin oret-oretan tentang visi misi goal pendidikan di rumah ini.

Supaya ngga serabutan seperti sebelumnya, yang berimbas pada ketidakkonsistenan, saya menyiapkan lesson plans jauh-jauh hari. Disusun berdasarkan pengalaman satu tahun pertama kemarin plus hasil observasi tumbuh kembang si anak, tentunya.

Untuk pemilihan metode, tadinya condong mau pakai Montessori saja, tapi setelah baca-baca dan berguru sana sini, saya memutuskan untuk menggabungkan beberapa metode dan beberapa dasar teori seperti teorinya Vygotsky yang menekankan pada Zona Perkembangan Proksimal dan bagaimana interaksi sosial dapat memboost kemampuan kognitif anak (Ini juga hasil observasi saya terhadap si sulung, dimana teman sebaya ternyata juga bisa memengaruhi perkembangan kognitifnya). Selain menggunakan teori Vygotsky, saya juga menggunakan Multiple Intelligence dari Howard Gardner agar anak dapat mengeksplorasi setiap sisi kecerdasan yang ada di dalam dirinya. Teori Multiple Intelligence ini dipadukan juga dengan pendekatan belajar BCCT (Beyond Centers and Circle Time) atau pendidikan berbasis Sentra. Dan tentu saja dengan muatan pendidikan karakter Islam.
Untuk yang ingin tahu lesson plansnya seperti apa, bisa diintip di sini.

Tahun depan, In syaa Allah beberapa kegiatan homeschooling juga akan bekerjasama dengan Rumah Main Katumbiri dan akan ada playdate-playdate seru, fieldtrip, science class dan english club, serta bocoran yang lebih seru lainnya, In syaa Allah akan ada guru khusus yang bakal mengajar tentang Sejarah Islam untuk anak-anak plus orangtuanya

Untuk info kegiatan Rumah Main Katumbiri dan kegiatan Homeschooling Tazka, kepoin blog ini terus, ya. In syaa Allah bisa saling berbagi manfaat di sini.

Tuesday, November 8, 2016

The (Un)friendly Travel Spot for Kids

Pernah ngga sih, menemukan sebuah travel spot yang lagi hits di medsos karena fotonya yang oke dan jadi pingin mendatanginya, kemudian setelah sampai di sana merasa tempatnya ngga sesuai ekspektasi?
Saya pernah 
Jadi sejak lebaran tahun 2016 kemarin penasaran banget sama Goa Rong View. Dan baru berkesempatan buat main ke sana dua minggu lalu.
Ceritanya lagi kangen hiking dan memutuskan buat main ke Goa Rong View karena tertarik lihat postingan di medsos yang bersliweran.

Minggu agak siangan siap-siap berkendara ke arah Bawen bersama Si Sulung 8yo dan Si Toddler 22m. Sudah siap ransum Nasi Padang lengkap buat botram di sana, plus setelan hiking, ergobaby, sendal gunung, hihihi...pokoknya udah siap banget, deh.

Mengandalkan Si Waze kami pun cuss. Kurleb satu jam, hmmm, lupa tepatnya, kami sampai di Tlogo Resort yang kemudian mengarah ke Goa Rong View ini. Selama perjalanan dari gerbang masuknya, udah girang karena disambut hutan karet yang cukup rimbun dan hijau.
Sampai di pelataran parkirnya, Si Sulung langsung excited dan langsung melompat turun, cuss mengeksplor area seputaran parkiran. Sementara, saya dan si toddler masih wait and see.
"Ini, cuma gini aja, nih? Mana spot wisatanya?"
"Itu tuh, kayaknya kita musti turun ke situ deh, di sana kayaknya yang orang biasanya foto-foto itu."

Kami pun menuruni beberapa anak tangga...dan, taraaa oh, ini tho. Kami berjalan mendekat ke pagar yang membatasi tempat ini dengan dinding jurang. Di depannya ada tulisan 'Goa Rong View'. Dari situ, kami bisa melihat pemandangan Rawa Pening yang lumayan breathtaking.

"Keren sih, tapi masak cuma gini aja. Hikingnya?Goanya?"
Sambil pandangan menyisir lokasi yang ada, kami duduk-duduk di area cafe dulu. Di depan area cafe ada tempat yang menyewakan bioskop 9D. Karena niatnya hiking dan menikmati alam kami ngga mencoba hiburan tersebut.

Setelah memastikan memang ngga ada spot lain yang kami lewatkan dari mulai area tempat parkir sampai cafe, kami pun memutuskan buat melihat yang dimaksud dengan Goa Rong ini.

Mulanya, kami masih excited saat melihat pemandangan yang ada, tapi kemudian saat mulai menuruni anak tangga satu persatu yang sangat curam kami pun mulai sangsi.

"Ini turun sejauh ini, worthed ngga buat anak-anak, naiknya lagi mereka bakal capek ngga?"
Hihihi, jangankan anak-anak, saya aja kok rasanya males yaa kalau harus balik lagi naik tangga nanti. Maunya pasti terbang. Setengah jalan, saya googling pic Goa nya...dan..oh, gini niih. Ya udah kita balik aja deh, kasian anak-anak...
Iya, sehabis mendaki naik sambil ngosngosan (gimana kalau sampai bawah) diputuskan buat foto-foto aja deh, terus habis itu gelar botraman di salah satu spot dekat parkiran yang berumput dan lumayan datar.

Anak-anak dilepas sebentar supaya bisa main-main. Tapi saya terus merasa khawatir karena tempatnya ngga kids friendly; spotnya ngga datar dan tidak ada pembatas yang menandai naik turunnya spot tersebut, plus ada sejenis tanaman di area rumput yang tajem dan bisa melukai kaki.

Bukannya overprotective, tapi memang kalau menurut pengamatan, ini bukan tempat yang bisa bebas melepas anak bermain dan mengeskplorasi alam. Skala kemungkinan bahayanya dibanding nilai adventurenya 6:1.

Jadi anak-anak cuma boleh gugulingan di bukit-bukit kecil dengan catatan, hati-hati banget karena bisa aja terjatuh ke jurang atau tempat yang lebih rendah yang tertutup semak-semak. Ngga ada hiking dan lari-larian seperti yang dibayangkan anak-anak. Wahana permainannya lebih pas buat remaja ketimbang anak-anak.

Agak ngga sesuai harapan, tapi anak-anak menikmati perjalanannya. Jadi so far, tempat ini masuk list yang penting tahu, hihihi.

Udah gitu aja. Foto-fotonya juga ngga banyak, bagusan dilihat langsung daripada di foto.






Friday, November 4, 2016

Staycation dan Jelajah Cafe di Kota Bandung

Belakangan dikenal istilah staycation yang merupakan penggabungan dari dua kata stay dan vacation. Istilah ini bisa juga diartikan, berlibur ke tempat-tempat yang dekat dengan tempat tinggal asalkan rasa penat dalam melakukan aktifitas sehari-hari bisa terobati.

Kota yang dituju biasanya meliputi beberapa kota yang sudah memiliki banyak fasilitas pendukung bagi para wisatawan. Tentunya hal ini agar kebutuhan berlibur dapat lebih mudah terpenuhi. Salah satu kota yang sering dijadikan tujuan staycation adalah Bandung karena banyak fasilitas dan pilihan tempat berlibur yang bisa dieksplorasi.

Salah satu fasilitas wisata adalah ketersediaan hotel yang mendukung. Dan hotel di kota Bandung sangat mudah mendapatkannya, terlebih jika Anda langganan memesan melalui situs-situs perjalanan atau online travel agencies, salah satunya website Traveloka. Anda akan mendapat kemudahan untuk memilih hotel yang sesuai dengan selera keluarga Anda.
Staycation banyak dilakukan oleh para keluarga muda untuk “membayar waktu” agar bisa membangun kedekatan antar personal, terlebih karena kesibukan masing-masing. Quality time bisa didapatkan dengan tetap bisa melakukan hal-hal yang Anda sukai.
Di kawasan Dago banyak sekali hotel yang bisa Anda pilih, salah satu hotel yang dikenal family frendly adalah Sheraton Bandung Hotel and Tower. Letaknya yang berada di dataran tinggi Dago menyebabkan udara sejuk, bersih bisa Anda nikmati. Meskipun lokasi wisata terbilang dekat dengan rumah, tidak berarti Anda dan keluarga tidakmemiliki kesempatan menghabiskan waktu liburan di hotel yang nyaman.

sheratonbandung.com

Posisi Sheraton Bandung sangat mudah ditemukan karena berada di Jalan Raya Ir H. Juanda no 304 Bandung. Lokasinya ada dalam kawasan yang sering dijadikan tujuan wisata. Akses dari tol Pasteur pun cukup mudah, Anda bisa menggunakan jalan layang Pasopati dan turun di pintu Dago.
Fasilitas dan wahana permainan di Sheraton Bandung Hotel and Tower khususnya bagi anak-anak tersedia di sini. Beragam permainan menarik akan membantu Anda  ketika mengajak buah hati berwisata di tempat ini.
Beberapa fasilitas dan wahana permainan yang tersedia diantaranya; wahana melukis, Anda bisa memberi kesempatan pada buah hati Anda untuk mengekspresikan diri mereka dengan media lukis. Memberi makan kelinci, play ground, berkeliling Tower Garden dengan berkuda, akan memberi pengalaman berbeda pada buah hati Anda. Beberapa fasilitas tersebut terbuka pada hari sabtu, minggu dan libur nasional, dan pada saat liburan sekolah. Anda tidak harus mengeluarkan biaya tambahan, hanya membutuhkan pengawasan dari orang tua.
Jika Anda telah selesai mengajak bermain buah hati Anda, tiba saatnya Anda mencari hiburan yang Anda sukai. Jika hendak menjelajahi cafe-cafe yang menawarkan keunikan dan pemandangan alam yang indah, kawasan Dago adalah pilihan yang tepat. Anda tidak harus turun ke Kota Bandung dan terjebak kemacetan.
Beberapa cafe-cafe unik yang bisa Anda kunjungi adalah:
1. Stone Cafe
Cafe ini agak sulit ditemukan, namun sepanjang masih berada di kawasan Dago dan terjangkau aplikasi google map, Anda pasti bisa menemukannya. Letaknya ada di Jalan Rancakendal Luhur no 5. Dago Atas, Bandung. Kawasan ini memiliki udara sejuk khas dataran tinggi dengan suasana pedesaan. Selain itu tempat ini juga memiliki panorama yang memikat.
Menu utama yang banyak direkomendasikan adalah Combo Barbeque, yakni paduan antara sirloin, ikan kakap dan udang ditambah dengan bumbu rahasia ala stone cafe.

google.co.id
2. Rumah Miring Bar.
Beberapa waktu lalu Anda mungkin pernah mendengar Cloud 9 Bar, sekarang Bar tersebut bernama Rumah Miring Bar. Rumah Miring Bar terletak di Jalan Dagogiri no. 119 Bandung. Tempat ini menawarkan menu-menu beragam, baik menu tradisional khas Indonesia maupun menu western dan negara lainnya. 
Salah satu menu favorit rumah makan ini adalah Mighty mixed Grill, yakni kombinasi jenis makanan yang dipanggang, terdiri dari tenderloin, dada ayam, sosis, dan jamur. Sementara minuman andalan di Rumah Miring Bar adalah vanilla Double Chocolate, milkshake campuran vanila, coklat dan oreo.
Info menariknya, menu makanan yang Anda santap akan terasa lebih lezat karena didukung oleh pemandangan alam Kota Bandung yang menawan. Pengalaman menikmati kuliner di tempat ini juga didukung oleh keberadaan Rumah Miring Bar yang dibangun dengan desain terbuka.
google.co.id
3. Kopi Ireng
Bagi Anda pecinta kopi bisa mencoba sensasi minum kopi di wilayah ketinggian Kota Bandung. Lokasinya terletak di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial, Bandung. Sesuai dengan nama jalannya, udara di Kopi Ireng sangat sejuk, seperti halnya udara Kota Bandung 10 tahun lalu karena umumnya sebagian besar wilayah Bandung saat ini memiliki cuaca dan udara yang lebih panas.

Sajian utama di Kopi Ireng tentu saja minuman kopi yang bervariasi, mulai dari sajian kopi modern seperti Caramel Machiato, Staiway to Heaven, Creamy Capuchino dan lain sebagainya, hingga kopi dalam negeri termasuk kopi luwak.

thisishobahoba.wordpress.com
Tiga hal tersebut adalah sebagian tempat pilihan menarik untuk Anda. Memilih destinasi wisata sekaligus staycation yang tepat sesuai dengan minat dan kebutuhan keluarga tentunya akan semakin membuat waktu liburan semakin menyenangkan. Menikmati waktu berharga dengan keluarga adalah segalanya. So, Anda bisa kembali pada rutinitas di hari selanjutnya dengan lebih bahagia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...