Thursday, December 22, 2016

Ide Liburan Biar Nggak Bosan

Ini buat anak-anak ya, Buibu. Kalau para emaks mah, libur sekolah itu artinya pakpikpuk pagi berkurang, yang biasa berternak macan bisa agak-agak mager atau bobo syantik pas siang. Tapi ya itu kadang anak-anak mah, ngga bisa lihat emaks santai dikit yaah pasti ada aja pingin ini itunya.

Liburan panjang tahun ajaran yang lalu saya bikin semacam workbook buat aktivitas liburan. Isinya:

Rules Selama Liburan Sekolah.

Jadi pas awal mulai liburan saya bikin kesepakatan dulu sama si sulung. Boleh nonton tv, pegang gadget, tidur hibernasi sampai musim salju berakhir (Emangnya beruang) monggo! Yang penting daftar rules nya di checklist dulu.

Amazing lhoo, cara ini berhasil bikin emak ngga banyak ngomel. Inti dari liburan kan emak juga harus mengistirahatkan cangkem yak.

Kalau punya anak tipe kinestetik-spatial macam anak saya, In syaa Allah kegiatan di workbook ini manjur deh, buat meredam energi suka petakilannya. Ada banyak macem brain teaser dan kegiatan bermodus misi rahasia berhadiah pelukan atau tidur siang bareng atau syukur-syukur snack favoritnya.

Ini Beberapa Contoh Kegiatannya.

Play Around Your Home: Temukan botol atau kemasan yang ada di rumah, coba periksa berapa isi/volumenya dan buat catatan di tabel yang sudah disediakan.

Menulis Cerita: Siapkan satu gambar berwarna yang menarik dan biarkan anak menuliskan apa yang bisa diceritakan dari gambar tersebut.

Play Outside : Kumpulkan jenis-jenis daun dengan bentuk berbeda-beda lalu tempelkan. Amati bentuk-bentuk awan dan gambarkan di bukumu, dan misi-misi lainnya.

Selain misi-misi itu, ada juga misi berkenalan dengan orang baru, mengumpulkan tiket masuk ke museum, belajar naik kendaraan umum, pergi ke perpus, dsb.

Saya sengaja memasukkan misi berkenalan dengan orang baru buat meningkatkan ketrampilannya bersosialisasi. Plus ada juga misi mengumpulkan tanda tangan dari orang yang menurut anak saya keren atau inspiratif.

Terus gimana kalau anaknya terlanjur lebih suka main gadget. Ada beberapa games yang kami (saya dan Ezra) rekomendasikan:

Winter Wonderland Imaginative & Sensory Play Bersama Rumah Main Katumbiri

Minggu, 18 Desember yang lalu, saya diajak Mba Chandra dari Komunitas Eping Semarang untuk mengisi kids corner di acara gathering komunitas tersebut. Kebetulan Rumah Main Katumbiri yang diprakarsai saya dan seorang rekan sudah punya program akhir tahun untuk mengisi liburan di sebuah mal tetapi dibatalkan karena suatu hal, jadi daripada konsep yang sudah disusun sia-sia, saya pun menawarkan kegiatan Imaginative dan Sensory Play untuk kids cornernya.

Via skype saya dan rekan yang sekarang sedang berada di Australia mulai membahas tema. Dia merasa prihatin dengan situasi Indonesia saat ini terutama sih, di medsos. Saya mencoba menenangkan, yang kamu lihat di sosmed sekarang ngga sepenuhnya cerminan dunia nyata, saya masih asyik ngobrol dan berinteraksi langsung dengan berbagai kalangan dan orang yang berbeda-beda latar belakangnya, kok.

"Oke, bikin sesuatu yang bisa cooling the heat."

"Saljuu..."balas saya. "Pingin deh, ngajak anak-anak main salju sambil sensory play, terus ada story telling juga."

"Cerita tentang pemanasan global aja, salju-salju mencair, permukaan air laut naik, kutub yang..."

"Eh tapi aku malah mau buat hewan-hewan dibekukan dan anak-anak bantu menyelamatkan buat sensory playnya..."

“Ya udah, bungkus. Nanti bikin reportnya di blog ya, mau gue ajuin juga kegiatan macam ini di kampus sini, buat day carenya."
~~
Itu tadi sedikit cerita di balik layar tentang proyek Rumah Main Katumbiri, ang sementara ini sistem kelas bermainnya pop-up jadi kami bisa hadir di mana saja anak-anak pingin bermain dan belajar.

Ini gambar-gambar acara kemarin.

Monday, December 19, 2016

Upgrade Ilmu Tentang Makan Sehat Bersama Dr. Tan Shot Yen

Postingan ini masih berkaitan dengan acara ultah AIMI Jateng yang ke-6. Dari acara itu, saya dapat oleh-oleh ilmu tentang hidup yang lebih sehat dengan makanan sehat sejak dini. Seminar tersebut mengusung dr. Tan Shot Yen sebagai narasumbernya.

Ada beberapa hal penting yang berhasil saya rangkum, salah satunya tentang menu makanan untuk orang dewasa. Poin pentingnya antara lain:

1. Cermati, apakah pola konsumsi kita cenderung pada konsumsi makanan budaya (nasi, pasta, produk kemasan, susu dan turunannya, trans fat, margarin, tepung2an, gula dan pemanis buatan)atau konsumsi makanan alamiah.
2. Kurangi, bahkan hilangkan kebiasaan konsumsi makanan budaya. Makan makanan yang minim proses pemasakannya.
3. Masukkan 3-5 porsi buah dan sayuran segar dalam konsumsi harian.
4. Kebutuhan protein orang dewasa juga sebesar telapak tangannya. Sumbernya bisa dari ayam, ikan, jamur, telur,  kacang2an, dan tempe. Lebih baik proses memasaknya dikukus bukan digoreng.
5. Orang dewasa juga butuh lemak sehat. Asam lemak esensial bisa didapat dari minyak tumbuhan peras dingin (olive oil) kemiri, kacang, alpukat. Lemak menjadi tidak sehat bagi tubuh karena dikonsumsi bersama dengan gula (nasi juga penghasil gula). Coba googling tentang  artikel yg ditulis dr. Tan tentang kolesterol dan gula, atau baca bukunya.
6. Karbohidrat dengan indek glikemiks tinggi dikonsumsi sesuai kebutuhan. Kalau kita karyawan yang duduk di balik meja, jangan makan seperti tukang bangunan. Sesuaikan dengan kebutuhan.
7. Mengubah pola makan sehat itu harus dipaksa, seperti halnya kita bekerja awalnya bukan karena keinginan tapi kebutuhan. Makan jangan karena ingin, tapi tanya juga apakah tubuh membutuhkannya atau tidak.
8. Tujuan makan sehat apa? Untuk yang usia produktif, agar bebas penuaan dini, untuk senior agar tetap produktif dan tidak jadi beban.

Catatan Tentang InspirASI Alam: HUT Ke-6 AIMI Jateng

Pada puncak acara rangkaian HUT ke-6 AIMI Jateng, Minggu 4 Desember 2016 di Hotel Grasia Convention Center kemarin, ada sebuah pesan tak tertulis yang ingin disampaikan. Kali ini bukan sekadar soal menyusui dan ASI saja, tetapi lebih dari itu. Ini tentang sebuah sinergi, bahwa menjadi sebuah bangsa yang berdaya dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Menyusui bukan hanya tentang relasi ibu dan bayi, menyusui adalah tentang membangun sebuah budaya dalam masyarakat.

Dua bintang tamu pria dihadirkan dalam acara ini, Pak Ganjar yang seorang Gubernur dan Arda vokalis Band Naff, Hot Papa yang concern dalam tumbuh kembang anak. Terbaca bahwa menyusui bukan lagi ranah domestik para Ibu. Suami, ayah, dan seorang laki-laki sebenarnya punya andil besar untuk menjadikan aktivitas alamiah menyusui ini menjadi sebuah budaya dan karakter bangsa.

Baru 30% Ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif di Indonesia. Jumlah yang masih relatif kecil. Bayangkan jika setelah seminar tersebut ada lebih banyak lagi hot papa dan pejabat pemerintah yang concern terhadap aktivitas menyusui, jumlah tersebut pasti akan meningkat.

Seolah pesannya belum cukup nendang, dr. Tan Shot Yen, dihadirkan untuk menggeret paksa perspektif kita tentang sehat sejati. Jika sudah dimulai dengan yang terbaik dan paling alamiah pada awal-awal kehidupan mengapa justru selanjutnya dirusak dengan makanan budaya yang tidak alamiah?

Dari mulai penyakit fisik dan psikis dicontohkan menjadi akibat dari pola makan yang tidak alamiah.
"Kedaulatan bangsa tercermin dari bahasa, budaya, dan ketahanan pangannya," papar dr. Tan Shot Yen.

"Lihat bagaimana Indonesia saat ini, semua makanan impor masuk dengan dalih globalisasi sambil kita sendiri lupa kekayaan kearifan lokal kita sendiri. "

Tentu semua yang sudah dipaparkan bukan semata-mata tentang ASI, ini adalah InspirASI Alam untuk kita bangsa Indonesia, agar menjadi bangsa yang berdaya dan berdaulat dengan karakter serta budayanya. Dan apa yang sudah dilakukan AIMI Jateng dalam rangkaian acaranya kemarin, yang terbilang sukses, adalah sebuah upaya untuk menyebar benih InspirASI sebanyak-banyaknya pada masyarakat luas.

Untuk Bangsa Indonesia yang lebih baik.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...