Wednesday, March 29, 2017

Weekend Tanpa Mall Bersama Komunitas Orangtualogy


Buibu, pernah ngga merasa bingung dengan aktivitas bersama keluarga saat akhir pekan atau long weekend

Sering kan ya, karena ngga ada rencana bepergian kemana-mana eh, setelah bosen di rumah ujung-ujungnya main ke mall juga. Atau di rumah aja, tapi minim interaksi. Masing-masing sibuk sendiri dengan kegiatan atau gawainya. Tahu-tahu liburan sudah berakhir begitu saja tanpa ada momen kebersamaan yang bisa ditabung untuk masa depan. 



Ditabung? Iya, momen kebersamaan itu salah bentuk investasi untuk perekat keluarga lhoo. Mengumpulkan momen kebersamaan ini penting banget untuk menciptakan perasaan terikat antar anggota keluarga. Saat kita mengumpulkan momen demi momen, ingatan akan kebersamaan dengan keluarga akan memengaruhi kualitas hubungan saat ini maupun di masa depan. Contohnya nih, kalau sejak kecil kita sering mengajak anak-anak turut serta dalam suatu kegiatan yang menyenangkan maka ketika besar mereka akan merindukan momen tersebut. Kerinduan akan momen bersama keluarga bisa menjadi penyeimbang yang baik bagi anak usia remaja yang umumnya lebih tertarik untuk berinteraksi dengan peer groupnya. 

Menjawab fenomena tersebut, Komunitas Orangtualogy Semarang mengadakan acara Playdate untuk para member dan orangtua lainnya secara rutin. Salah satunya pada hari Minggu 26 Maret 2017 kemarin. Bertempat di Balemong Resort Ungaran, komunitas ini mengajak peserta anak-anak untuk merasakan bagaimana menjadi seorang petani dan peternak bebek, sementara itu para orangtua bisa melakukan tour de hotel atau sesi sharing parenting. Beberapa orangtua yang sedang menunggu anak-anaknya bermain bisa saling berbagi kisah parenting. Kemarin sesi sharing membahas tentang komunikasi efektif menggunakan i-message. 

Thursday, March 23, 2017

Menyusui Sampai Dua Tahun Itu Patut Diperjuangkan


Untuk ibu-ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui si kecil, semangat ya ☺ semua usaha untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil ini sebanding kok dengan hasilnya kelak. 

ASI merupakan nutrisi terbaik untuk si kecil karena komposisinya sangat lengkap mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin sampai mineral. 

Selain itu, laktosa atau karbohidrat utama dalam ASI yang berfungsi sebagai sumber energi untuk otak memiliki kadar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan laktosa pada susu sapi atau formula, namun ASI dapat diserap dengan lebih baik oleh bayi karena komposisi ASI memang diciptakan untuk bayi. 

Jadi, berusaha untuk memberikan ASI eksklusif sampai usia enam bulan dilanjutkan dengan MPASI dan menyusui sampai usia dua tahun adalah pilihan terbaik untuk si kecil. 

Kalau ada hal-hal di luar ekspektasi dan semangat jadi kendor, mungkin beberapa poin tentang menyusui di bawah ini bisa bikin semangat menyusui bangkit lagi.

Wednesday, March 22, 2017

Ada Apa Dengan Anak Dua Tahun?

Buibu, coba angkat tangan siapa yang suka geregetan sama si toddler yang sedang berada di fase amazing two. Ada yang bilang memasuki usia dua tahun itu sebagai fase terrible two. Tapi buat saya sebutan amazing two kayaknya lebih pas mengambarkan masa-masa menggemaskan ini. 

Gimana nggak menggemaskan, di usianya sekarang si toddler sudah punya kemauan sendiri yang kadang nggak bisa ditawar atau malah kemauannya tersebut terasa amazing di mata orang dewasa. Misalnya, Tazka 2y3m yang sekarang sudah bisa milih baju sendiri dan sudah bisa memutuskan mau pakai baju apa. Walaupun terkadang pilihannya ngasal banget; atasan minta dirangkap dua, celana pendek dipakai di atas celana panjang, tapi keinginannya tersebut harus dituruti. Ada juga anak usia dua tahun yang sudah mulai nggak mau mandi kalau sudah waktunya mandi, tapi kalau bukan waktunya mandi malah seneng banget main air. 

Sebenernya ada apa sih, dengan si dua tahun ini

Iseng-iseng saya mengobservasi beberapa perilaku anak dua tahun dan juga mendengar dari berbagi cerita dengan beberapa ibu-ibu. Ternyata ada beberapa yang polah tingkahnya seperti oret-oretan yang saya buat di bawah ini.


Kalau menyoroti dari teori psikologi perkembangan, anak usia dua tahun sedang mengalami fase perkembangan kognitif di tahapan pra operasional.

Di tahap ini cara berpikir anak usia dua tahun memang unik karena masih cenderung intuitif. Mereka sudah bisa memahami benda-benda di sekitarnya dengan kata-kata dan gambar. Namun cara berpikirnya masih egosentris sehingga belum dapat  memahami posisi dirinya dan bagaimana kaitannya dengan semua hal. Yang menarik, dari segi perkembangan sosial dan emosi, anak dua tahun sangat menyukai bermain peran dan meniru orang lain di sekitarnya. Pada usia ini mereka mulai beranjak lebih mandiri dan tertarik pada anak-anak lain. Namun karena belum banyak kosa kata yang dikuasai, si toddler sering merasa frustasi karena kesulitan untuk mengungkapkan diri dan keinginannya. Di sini nih, kenapa anak dua tahun jadi sering tantrum atau nangis geje.

Baca juga tips mengatasi tantrum di sini. 

Anak usia dua tahun juga belum bisa diajarkan konsep berbagi karena tahap berpikirnya masih berpusat pada diri. Jadi kalau ada anak dua tahun yang saat main nggak mau berbagi atau bergantian itu merupakan hal yang wajar dan orangtua ngga perlu melabeli dengan ujaran seperti: "jangan pelit dong Dek, kalau main harus mau berbagi. "


Daripada berujar seperti itu, ketika si kecil berebut mainan coba alihkan dengan mengajak si kecil untuk bermain bersama. Ambil mainan yang menjadi objek rebutan lalu ceritakan tentang mainan tersebut. "Yuuk, kita main sama-sama. Nih, lihat ada mobil. Besar ya, warnanya biru, rodanya ada empat. Mobil biasanya jalannya gimana, suaranya seperti apa?"

Itu sebagian kecil serba-serbi keunikan anak dua tahun. Beberapa milestone perkembangan lain bisa dilihat di catatan di bawah ini ya.



Monday, March 20, 2017

Jenuh Dengan Teori Parenting

Dear parents, 
Pernah nggak merasa overwhelmed dengan begitu banyaknya teori parenting yang beredar di sosial media? Sampai terkadang bingung sendiri mau mempraktekkan yang mana. 

Kadang sudah plek mengikuti teori A, tapi kok, nggak berhasil ya di anak-anak dan keluargaku? Atau jadi berpikir untuk membandingkan, sepertinya gaya pengasuhan keluarga B lebih oke deh, dibandingkan caraku yang recehan gini. Tidak jarang juga ada yang jadi merasa antipati, whatever lah pokoknya ini keluargaku ini gayaku. 

Waktu pertama kali mendengar tentang Komunitas Rangkul Keluarga Kita, jujur saya nggak punya ekspektasi apa-apa dan berpikir bahwa mungkin ini hanya sekadar salah satu dari sekian diskusi parenting yang pernah saya ikuti. 

Bermodal rasa ketertarikan untuk belajar tentang manajemen waktu dalam keluarga, yang memang menjadi fokus saya beberapa bulan belakangan ini, saya pun menghadiri acara Berbagi Cerita Rangkul yang temanya Hubungan Reflektif Kompak Mengasuh Anak yang diadakan Sabtu 18 Maret kemarin di Qita Yoga Kyai Saleh 13, Semarang. 

Waktu sampai di lokasi, saya terlambat hampir satu jam karena baru beres dari suatu acara dan rasanya jadi agak sungkan dan galau. Wah, jangan-jangan sudah ketinggalan materinya nih dan menganggu diskusi. Tetapi begitu duduk dan masuk ke tengah-tengah diskusi langsung merasa bisa klik. Saat itu Mba Dhani, fasilitator Keluarga Kita,  sedang memaparkan materi dan meminta salah satu peserta untuk sharing mengenai komunikasi dalam keluarga. 

Ketika satu peserta kemudian disusul peserta yang lain berbagi mengenai pengalamannya dalam hal berkomunikasi, baik dengan anak maupun pasangan, saya langsung pasang mata hati dan telinga. Saatnya buat menggeser-geser perspektif, nih!

Jarang sekali saya terlibat dalam diskusi parenting yang interaktif seperti kemarin. Diskusi pun berlanjut, nggak sekadar sesi berbagi dari peserta saja, namun fasilitator pun mencoba masuk untuk memberikan arahan supaya peserta bisa menemukan sendiri AHA! moment-nya. Tambahan informasi dari video yang ditayangkan juga menjadi semacam guidelines agar diskusi tetap berada di jalurnya. Agak sedikit berbeda, video yang merekam sosok Psikolog keluarga, Najeela Shihab ini bukan sekadar teori , tapi mengajak peserta untuk merefleksikan dan menggali apa yang sebenarnya sudah dilakukan dalam peran kita sebagai orangtua, bagaimana cara kita berkomunikasi, menyelesaikan konflik, juga manajemen waktu.

Giliran saya untuk berbagi pun tiba. Rasanya lega waktu bisa mengungkapkan apa masalah saya. 

Keberanian untuk membuka diri, bisa menceritakan pengalaman dan berbagi sudut pandang itu melegakan lho, untuk seorang Ibu. Dan momen seperti itu nggak bakal terjadi kalau berada di forum parenting macam talkshow dengan satu figur sentral sedang memaparkan daftar-daftar kesalahan parenting kita. 

Di diskusi kemarin, saya menangkap bahwa salah itu wajar, orangtua dan sebuah keluarga itu unik serta punya zona waktu sendiri. Apa yang sudah berhasil di keluarga yang satu mungkin sedang dimulai di keluarga yang lain and it's ok.



Tantangan di satu keluarga berbeda dengan tantangan di keluarga lainnya. 

Terkadang yang dibutuhkan orangtua bukan sebuah penghakiman bahwa cara pengasuhannya benar atau salah, tetapi sebuah momen dimana ia bisa mengungkapkan dirinya, merasa didengarkan, dapat mendengarkan pengalaman orang lain agar bisa menggeser perspektif diri sendiri dan memahami sudut pandang baru, lalu menemukan sendiri solusinya. 

AHA moment saya kemarin juga berhasil didapatkan setelah selesai mengungkapkan apa masalah manajemen waktu di keluarga saya. Kemudian peserta serta fasilitator berusaha menjadi cermin untuk memantulkan kembali permasalahan saya dengan berbagi sudut pandang mereka.

Secara sederhana Mba Dhani mengungkapkan, kadang karena kita sudah jenuh dengan permasalahan sendiri, orang lain bisa memberi masukan yang lebih jernih karena mereka melihat apa yang tidak kita lihat dan tidak kita sadari. 

Kalau boleh diumpamakan, diskusi kemarin seolah bisa memberi energi dorongan perubahan dari dalam, ibarat telur ayam kalau pecahnya dari dalam akan menghasilkan kehidupan baru, yaitu anak ayam. Tapi kalau dipecahkan dari luar jadinya telor ceplok.

Saya jadi nggak sabar buat ikut sesi Berbagi Cerita Rangkul berikutnya. 

Thursday, March 16, 2017

Catatan Homeschooling Tazka-Februari 2017 : Arah Baru

Ada beberapa perubahan arah di aktivitas homeschooling Tazka bulan Februari kemarin. Kalau awalnya terpaku dengan lesson plan, bulan ini bisa lebih fleksibel dan cenderung dibalik; Adek lagi berada di fase apa, butuh stimulasi apa, baru disesuaikan dengan lesson plan

Di usianya yang dua tahun lebih ini, Adek sedang sangat suka meniru. Terutama sikap dan perilaku Kakaknya. Kebetulan Kakak lagi dapat project reading challenge dari Ibuk setiap bulannya, Adek juga jadi ikutan pengin baca buku sendiri. Walaupun cuma lihat-lihat gambar sambil menirukan cara Ibuk membacakan cerita, setidaknya bisa sedikit-sedikit membangun kebiasaan positif agar kelak Adek suka membaca. Buku yang tamat dibacakan untuk Adek bulan ini sesuai dengan tema Februari, yaitu tentang hewan peliharaan; Kelinci!

Ini beberapa aktivitas bulan Februari yang berhasil terdokumentasikan.

Mengenal hewan-hewan peliharaan. Meniru Kakak pergi ke masjid, dan menyelamatkan hewan peliharaan yang beku.
Lagi-lagi meniru Kakak, pinjam baju pramuka Kakak. Menemani Ibuk grocery shop sambil mengenal berbagai jenis buah-buahan.


Tentang Perubahan Arah



Kenapa di bulan ini ada beberapa perubahan arah tentang proses homeschooling Adek karena tiga bulan terakhir saya banyak belajar tentang Fitrah Based Education dan merasa sreg dengan metode ini.

Apa saja yang ingin saya ubah :

Berusaha Menjadi Teman Bermain Yang Sesungguhnya.

Awalnya setiap kali selesai menyiapkan suatu bentuk permainan, saya lebih sering berperan jadi pendamping dan fasilitator saja. Jarang sekali ikut bermain bersama dalam arti yang sesungguhnya; bahkan ikut larut dan seolah menjadi anak-anak dan bermain bersama. Waktu mencoba cara itu, awalnya agak aneh tapi ternyata menyenangkan juga. Tugas-tugas sederhana dalam beberapa permainan bisa diselesaikan Adek karena dia mencontoh 'teman bermainnya'. Waktu saya minta dia melompat menirukan gerakan kelinci, Adek ngga mau, tapi waktu saya jadi ibu kelinci yang pura-pura sedang mencari anaknya, Adek jadi mau melompat seperti kelinci.

Pesan dari Rasulullah SAW juga semakin menguatkan saya untuk benar-benar menjadi teman bermain si kecil. 
Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya. Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Adab Sebelum Ilmu. Iman Sebelum Qur'an. Ilmu Sebelum Amal.

Ada sebuah kekhawatiran di benak saya tentang membersamai tumbuh kembang Adek di usia dua tahun tiga bulan ini. Apakah sikap dan cara pengasuhan saya mencederai fitrahnya?

Meski rasanya sudah banyak membaca teori psikologi perkembangan anak usia dini, tapi pada prakteknya untuk mengangkat teori tersebut ke alam kesadaran dan diwujudkan dalam sikap dan perilaku masih diwarnai tantangan tersendiri. Kadang kalau hayati lagi lelah lupa menyadari bahwa secara fitrah bocah dua tahun ini masih berada di tahapan berpikir pra operasional.

Beberapa kali saya berusaha mendisiplinkan perilaku si amazing two ini seolah usianya sama dengan Kakaknya. Ternyata mendisiplinkan dengan cara menasehati anak usia dua tahun itu ngga mempan, apalagi memberitahu bahwa yang ini baik yang itu buruk. Anak seusia Adek belum bisa memahami konsep baik dan buruk atau nakal seperti cara pandang orangtuanya. Cara berpikir anak di tahap pra operasional ini masih sangat egosentris sehingga tidak bisa mengambil sudut pandang orang lain.

Berbeda jika pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberi contoh bukan menasehati, hasilnya jadi jauh lebih baik. Misalkan setiap kali Adek mau minum kami selalu berkata, yuuk duduk dulu sambil kami pun duduk bersama. Besok-besok Adek juga akan melakukan hal yang sama.

Setelah berjalan beberapa bulan, kami juga mulai menyadari bahwa mengenalkan adab-adab keseharian jauh lebih berefek positif untuk tumbuh kembang Adek.

Ketika mendahulukan pengenalan adab-adab kehidupan sehari-hari maka seisi rumah jadi belajar untuk saling memberi contoh yang baik, hasilnya Adek punya subjek imitasi perilaku dari mulai Ayah, Kakak, dan Ibu. Proses belajar pun jadi terasa lebih mengalir dan natural. 

Memakai Kacamata Anak

Setiap perilaku anak yang bagi orang dewasa terlihat sebagai bentuk kenakalan atau ekspresi emosi yang berlebihan, sebenarnya merupakan cara anak memberikan sinyal kepada orangtuanya bahwa ia memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Contoh kejadiannya:

Si toddler tiba-tiba saja tantrum saat sedang bermain dan merasa kesal dengan mainannya, sementara Ibuk duduk nggak jauh darinya sambil memegang ponsel.

Pause sebentar. (Idealnya sih, gitu)

Kira-kira apa ya, yang anak pikirkan tentang ibunya? ←←*harusnya mikir gini

Jangan dibalik; kenapa sih, kok Adek gitu? Ngga ada angin ngga ada hujan ngamuk sendiri?←← *aslinya mikir seperti ini.

Anak dua tahun bisa merasa bosan dengan permainan yang bersifat satu arah dan tidak ada interaksi dari orangtua.

Saat bermain Adek sedang mengembangkan imajinasinya dengan berpura-pura bahwa kalkukator yang sedang ia pegang adalah ponsel. Saat sedang berbicara dengan kalkulatornya, Ibuk seharusnya bisa masuk ke imajinasinya dengan bertanya, "Adek lagi telpon Oma ya. Apa katanya, gimana kabar Oma?"

Cara itu membuat anak merasa mendapat penguatan bahwa bermain adalah aktivitas yang menyenangkan meskipun dilakukan sendirian. Menunjukkan bahwa orangtua juga tertarik dengan apa yang sedang dilakukannya akan membuat anak merasa nyaman. Kadang anak-anak bermain bukan karena mainannya, tetapi karena ia sedang butuh interaksi dan marah adalah caranya untuk menarik perhatian orangtuanya. 

Mendahulukan Pesan Kebaikan

Dahulukan pesan kebaikan bukan pesan keburukan. Jika si toddler melemparkan mainannya, ketimbang berteriak bilang: "Adek nggak boleh nakal dong, masa mainan di lempar-lempar nanti kalau kena orang kan sakit." Bisa diubah dengan: "Dek, mainannya bagus ya, kalau sudah ngga mau main kita simpan yuk, biar awet. Tangannya Adek yang kuat ini kita pakai buat merapikan mainan yuk."

Dengan cara ini, Adek akan mengingat lebih banyak pesan kebaikan ketimbang keburukan.

Oke. Noted

NB: Semua yang sudah saya catat ini semoga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan belajar menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak, dan semoga ada manfaatnya juga buat yang membacanya. 

Wednesday, March 15, 2017

Efektifkah Diet GM?


Kalau ngobrolin soal pola makan, lalu mengerucut ke soal diet (diet di sini yang mengacu pada membatasi asupan, ya) pasti banyak yang bertanya efektivitasnya, aman atau nggaknya, dan berhasil bikin langsing dalam waktu singkat apa ngga.

Belakangan ini banyak banget jenis diet yang berseliweran di medsos dan dilakoni juga oleh para public figure dalam dan luar negeri, dari mulai diet mayo, paleo, keto, sampai OCD-nya Deddy Corbuzier. Kalau ditanya manakah yang paling bagus, jujur saya nggak bisa jawab karena bukan pelaku diet di atas, hehehe. Tapi kalau ditanya soal pola makan food combining atau raw food boleh lah sharing dan berdiskusi. 

Alhamdulillah, bisa menjalani pola makan FC sejak akhir 2012 dan banyak hal positif dari perubahan pola makan tersebut. Baca pengalaman saya memulai food combining dan apa yang dirasakan di sini dan baca bagaimana pola makan FC itu di sini.

Nah, udah nemu pola makan yang sesuai terus ngapain diet GM? Gitu kan pasti pertanyaannya. Yes, jadi awalnya kenapa saya tertarik ingin menguji coba diet GM ini karena teman dekat saya minta dibuatkan menu khusus diet GM, kemudian Pak Suami yang juga tertarik untuk menurunkan BBnya karena merasa ngga bisa konsisten dan persisten dengan pola makan FC. Lalu saya berdiskusi dengan beberapa teman yang nutrisionist. "Eh, diet GM ini aman ngga sih, kira-kira?" Lalu saya pun dikasih bahan bacaan macem-macem jenis diet dan pro kontranya. Awalnya agak males mau bacanya, tapi demi menambah wawasan untuk memulai sesuatu yang bener-bener baru, saya pun membacanya. Link bahan bacaan akan saya sertakan di bawah yaa, siapa tahu mau ikutan baca juga. 

Singkat kata. Lima orang bergabung dalam program diet GM ini, termasuk Pak Suami, dan karena bujuk rayunya akhirnya saya juga ikutan. Enam orang jadi kelinci percobaan. Yang satu pede banget yakin bakal berhasil nurunin BB, yang satu ogah-ogahan kayak saya, lha wong masih jadi busui. Sisanya berdedikasi penuh demi menuntaskan rasa penasaran. 

Eh, udah panjang-panjang ngomong, udah tahu kan diet GM itu apa? Kalau belum googling dulu yaa. 

Di bawah akan saya share gambar-gambar menu makanan GM diet dari hari pertama sampai ke-7.









Fakta VS Realita Diet GM

Diet GM memang kelihatan gampang terutama di hari pertama sampai ketiga. Apalagi untuk yang sudah terbiasa dengan pola makan FC. Gampanglah cuma makan buah sama sayur sampai kenyang. Eitss itu juga pikiran saya di awal. Nyatanya, nehi...hihihi.

Diet GM ini susah karena faktanya kita akan merasa lapar terus kecuali pada saat tidur. Kenapa? Karena yang kita konsumsi makanan yang rendah kalori. Bandingkan dengan pola makan FC dimana kita masih bisa mengonsumsi karbohidrat seperti nasi merah dan protein, baik hewani maupun nabati setelah mengonsumsi buah di pagi hari.

Kabar baiknya tiga hari pertama dalam GM diet merupakan tahap detoksifikasi. Kalau kita tertib hanya mengonsumsi buah dan sayur minim bumbu masakan serta memperbanyak asupan air putih maka tubuh bisa dengan maksimal membuang toksin. Tandanya kita akan lebih sering buang air kecil dengan warna urine bertahap dari kuning muda sampai bening.

Pada hari ke-4 banyak yang bertanya-tanya soal menu yang harus dikonsumsi, yaitu pisang dan susu. Dan hanya itu saja selama seharian penuh. Hari ke-4 termasuk yang berat buat saya karena ngga biasa dengan pola makan seperti itu, akan tetapi beberapa orang yang lain justru merasa ini tahap yang cukup ringan.

Kenapa pisang dan susu yang dikonsumsi? Ini ternyata berkaitan dengan kadar mineral seperti potasium dan magnesium yang sudah sangat menurun di tubuh kita karena pola makan tiga hari sebelumnya. Asupan pisang dan susu yang memiliki banyak kandungan potasium dan mineral lainnya membantu memulihkan energi sehingga menekan keinginan kita untuk makan makanan manis. Kandungannya juga mengobati baper karena laper karena pisang dan susu membantu mensintesiskan dopamin yaitu hormon yang membuat kita merasa happy. Sering kan kalau pas lagi laper bawaannya marah-marah melulu? Bisa jadi itu karena kadar mineral di tubuh kita yang drop. Konsumsi menu di hari ke-4 ini menjadi landasan untuk masuk tahap ke lima sampai akhir.

Masuk ke hari kelima, tubuh kita sudah mulai bisa menyesuaikan. Di hari ke-4 tanda-tanda seperti badan terasa hangat, mudah berkeringat muncul. Biasanya sudah ada penurunan BB antara 1,5 sampai 2 kg. Nah, di hari kelima ini memang rasanya lebih mudah karena kita mulai bisa mengasup protein berupa daging. Konsumsi air putih yang banyak juga membantu tubuh untuk BAB dengan mudah. Metabolisme tubuh mulai lebih baik di tahap ini.

Hari ke-6 tubuh mulai terbiasa dengan pola makan hari sebelumnya. Perut mulai terasa kempis dan beberapa melaporkan tubuh terasa lebih ringan. Meskipun terasa mudah, tapi karena hari keenam ini bertepatan dengan hari Sabtu banyak yang cheating dengan makan di luar menu yang diharuskan.

Hari ke-7 adalah hari terakhir diet GM. Lucunya pada hari ini, saat konsumsi nasi merah diperbolehkan justru banyak yang merasa kenyang saat melihat nasi, hehehe. Tapi jangan skip sarapan dan makan siang karena ini justru bisa menyebabkan kita makan dalam porsi yang lebih bahkan cheating.

Keluhan yang umum dirasakan saat diet GM antara lain, lemas, sakit kepala, dan mulut terasa kering. Solusinya adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih.

Jadi kira-kira apakah diet GM ini efektif untuk menurunkan BB? Dari enam orang, dua di antaranya turun BB sebesar 2,5 kg, yang satu stabil, dan dua orang lagi turun 1,5 kg dan 3 kg. Saya sendiri, lumayan memangkas dua kilo.


Masalahnya adalah, bagaimana selanjutnya, apakah turunnya BB ini akan bertahan? Karena diet GM ini hanya boleh dilakukan sebulan sekali maka pola makan setelah diet GM harus sangat dijaga. Untuk menunggu fase diet GM pada bulan kedua, pola makan yang sehat dan konsumsi air putih tetap harus dijaga. Kalau tidak bisa jadi BB justru akan melonjak naik.

Sisi positifnya, setelah melakukan GM diet, tubuh seperti mulai bisa menyesuaikan dengan pola makan yang lebih sehat, nafsu makan lebih terkendali, dan cenderung makan dengan porsi yang lebih kecil. Manfaatkan momen tersebut untuk berpola makan sehat seperti food combining, clean eating, atau raw food. Baca pandangan Dr. Tan tentang pola makan sehat di sini.



Monday, March 13, 2017

Sudah Bersihkah Hartamu? Launching KalkulatorZakat.com

Sudah kenal kan sama Dompet Dhuafa, organisasi filantropi Islam terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1993? Kalau belum, saya ceritakan sedikit. Dompet Dhuafa ini merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat yang berkhidmat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa dengan memberdayagunakan dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok, maupun perusahaan. 

Di Jateng sendiri DD memiliki kantor di Jalan Abdulrahman Saleh 199D Semarang. Kontribusi mereka dalam memberdayakan dana untuk kepentingan umat sudah sangat banyak, seperti membuat layanan kesehatan cuma-cuma, pelayanan masyarakat di bidang pendidikan, kesejehteraan rakyat sampai ekonomi kerakyatan. 

Karena potensi zakat di Indonesia ini sangat besar, namun belum dapat terkumpul dan digunakan secara maksimal, DD membuat sebuah terobosan dengan meluncurkan sebuah landing page yaitu website KalkulatorZakat.com. Selain itu ada juga program One Month One Care. Nah, setelah ini akan saya jelaskan apa itu KalkulatorZakat.com 


Ini adalah sebuah landing page yang khusus membahas seputar zakat, tetapi isinya bukan sekadar informasi belaka tetapi kita juga bisa berzakat melalui website ini. Di sini kita bisa menghitung sendiri penghasilan kita, dari sana akan muncul keterangan apakah kita sudah wajib zakat dan berapa nilai yang harus kita keluarkan.


Bapak Imam Baihaqi selaku Pimpinan Cabang DD Jateng mengatakan bahwa salah satu alasan diluncurkannya website ini agar kesadaran umat muslim untuk membayar zakat semakin meningkat dan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membayarkan zakatnya. 

Sudah tahu kan bedanya zakat, infak, wakaf, dan sedekah? 


  1. Zakat : mengeluarkan 2,5 % dari harta yang kita miliki sesuai ketentuan nisab harta dan penghasilan serta hukumnya wajib. 
  2. Infak : mengeluarkan 2,5 % atau berapa pun yang kita inginkan walaupun penghasilan atau harta kita belum sampai nisabnya. Hukumnya sunnah.
Baca selengkapnya di website KalkulatorZakat.com Selain itu di website tersebut penghasilan kita dapat dihitung zakatnya sesuai dengan nisabnya atau setelah dikurangi dengan jumlah atau nilai harta untuk kebutuhan pokok sandang pangan dan papan. Website ini sangat memudahkan kita untuk mengetahui nilai zakat yang harus dikeluarkan sekaligus menyalurkan dananya dengan tepat. 


One Month One Care
Lalu bagaimana jika kita ingin berinfak atau bersedekah. Apakah DD juga memiliki sarana yang tepat untuk menyalurkan dana kita? Tentu saja karena selain program DD pada umumnya ada juga program One Month One Care  yang diperuntukkan bagi individu maupun kelompok untuk menyalurkan dana infak dan sedekahnya. 

Gerakan ini mengajak masyarakat untuk peduli kepada sesama dengan cara melakukan donasi setiap bulannya. Hasilnya akan dihimpun untuk disalurkan melalui program-program yang dimiliki DD Jateng.  
Kopi.Kemloko dan Keripik Pisamg Rowosari

Foto di atas adalah salah satu contoh program DD Jateng untuk mengangkat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Tertarik untuk bergabung. Klik link di bawah ini 

Akhir kata, kita harus selalu ingat bahwa ada hak orang lain di dalam harta kita. Oleh karena itu jika harta  kita belum bersih maka harus dikeluarkan zakatnya. Zakat berfungsi untuk mensucikan dan membersihkan harta, sehingga jiwa tenteram setelah menunaikannya.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At-Taubah:103)

Thursday, March 2, 2017

Petualangan Memotret Kuliner Khas Semarang

Tentang Makanan Khas

image : thekitchn/words : brama-sole.com
Ada sesuatu yang ajaib tentang makanan khas. Bukan cuma soal cita rasa yang dikecap lidah saja yang bisa tersimpan di ingatan, tetapi masakan khas juga bisa memiliki makna geografis di peta ingatan seseorang. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...