Tuesday, April 25, 2017

Persiapan Ramadhan Untuk Anak SD Usia 7-10 Tahun


Bulan Ramadhan sudah hampir tiba semoga kita semua diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah ini dan dapat menjalaninya dengan baik serta diberikan keberkahan waktu selama bulan Ramadhan. 

Salah satu hal yang selalu saya persiapkan menjelang bulan Ramadhan adalah melatih dan membiasakan si sulung untuk ikut berpuasa. 

Tahun ini Kakak Ezra masih berusia 9 tahun yang artinya masih termasuk mukallaf sehingga belum ada kewajiban puasa karena belum baliqh, namun Alhamdulillah sejak usia enam tahun Kakak sudah terbiasa puasa penuh dan hanya bolong satu atau dua hari dalam sebulan. Biasanya karena sedang dalam perjalanan mudik atau ikut saya ke luar kota.

Dulu saya pernah berdiskusi dengan Ibu saya, beliau bercerita kalau membiasakan anak laki-laki untuk berpuasa itu agak susah kalau dibandingkan dengan anak perempuan, jadi sebaiknya mulai dikenalkan dengan kewajiban ini lebih awal.

Mengajarkan berpuasa  merupakan kewajiban orangtua, sebagaimana Allah Ta’ala memerintahkan untuk mengajarkan shalat kepada anak-anak kita ketika berumur 7 tahun dan diperintahkan memukulnya apabila meninggalkan sholat ketika usianya sudah 10 tahun. Seperti juga para shabiyah radhiallahu anhu yang mulai mengajarkan puasa kepada anak-anaknya sejak kecil.

Tuesday, April 18, 2017

Hazotel Semarang. Hotel Budget Syariah Di Semarang Atas.


Sabtu, 15 April 2017 kemarin Hazotel Semarang melangsungkan acara seremonial Grand Opening. Bertempat di Hazelnut Resto & Koffie, acara seremonial yang mengusung tema "Meet & Greet the Flavour of Retro" ini menghadirkan serangkaian acara seperti mini workshop "creating travel video with smartphone" yang dipandu oleh seorang travel writer, yaitu Mas Teguh Sudarisman, kemudian ada demo kecantikan dari tim Wardah serta peragaan busana oleh Al Fath. 

Acara seremonial pemotongan tumpeng untuk Grand Opening yang dihadiri oleh owner, Bapak Agung Samudro dan tim manajemen.

Sekilas Mengenai Hazotel Semarang. 

Kalau kebetulan sedang berkunjung ke kota Semarang dan memasuki area Semarang atas, kemudian sedang mencari tempat menginap yang lokasinya strategis maka hotel bintang satu yang mengusung konsep syariah ini bisa menjadi pilihan. 

Hazotel sendiri merupakan hotel budget dengan suasana yang hommy, tercipta dari desain interior yang mengusung tema retro serta keramahan para stafnya. Meski hanya memiliki 21 kamar, namun hotel ini tetap terasa nyaman dan bersih. Kamar-kamar didesain secara fungsional dengan warna-warna hangat yang netral. Kebutuhan konsumen untuk mendapatkan tempat menginap yang nyaman dan lokasi yang strategis dapat diakomodir oleh hotel ini. 

Konsep syariah yang diusung hotel ini, selain dengan memberikan fasilitas yang memudahkan pengunjung untuk beribadah juga dengan pelayanan dari staf hotel yang dapat membantu pengunjung apabila akan melaksanakan sholat malam. Sayangnya, belum ada fasilitas mushola untuk umum yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Untungnya letak hotel yang berseberangan dengan sebuah masjid besar menjadi nilai tambah untuk menutup kekurangan tadi. 

Selain hotel yang kamar-kamarnya terletak di lantai atas, di lantai bawah juga ada fasilitas restauran dan kafe, Hazelnut Resto and Koffie yang dibuka untuk kalangan umum yang tidak menginap di hotel. Restauran ini menyajikan makanan dan minuman yang halal. Dengan menu-menu yang cukup beragam dari mulai masakan Indonesia seperti Gado-Gado dan Capcay sampai makanan western seperti spaghetti dan pizza. Makanan dan minuman di tempat ini disajikan dengan kemasan cutlery yang menarik, misalnya gelas minuman berbentuk bohlam, wajan kecil untuk menghidangkan mie, sampai gelas laboratorium untuk menghidangkan juice. 

Dengan adanya resto ini maka Hazotel pun memiliki satu lagi daya tarik yang bisa menjadi nilai tambahnya. Jadi, pengunjung yang tidak menginap pun bisa menikmati sudut-sudut instagramable di resto ini sambil menikmati sajian makanan dan minumannya. 

Penasaran dengan resto dan hotel ini? Segera arahkan kendaraan menuju Jalan Durian Raya No. 27. Lokasi hotelnya tidak jauh dari  jalan perempatan di dekat Swalayan ADA dan jalan yang akan mengarah menuju ke pintu tol Banyumanik.

Tempat Ngebakso Di Semarang Yang Kids Friendly


Coba angkat tangan yang me time-nya ngebakso bareng sama temen-temen. 

Asyik ya, membayangkan menikmati semangkok bakso kuah yang hangat, pakai sambal yang rasanya menantang lidah, diseruput sampai kuahnya habis dan bikin dahi berkeringat, pastinya comfort food banget kan! Apalagi disambi ngobrol-ngobrol seru sama teman-teman. 

Tapi momen seperti itu bisa jadi sesuatu yang langka kalau sudah berkeluarga dan punya anak kecil. Mau ngebakso ngajak anak-anak apalagi yang balita...? Humm, agak sulit ya untuk bisa ngebakso dengan khusyuk. 

Belum lagi kalau tempat ngebaksonya sempit, duduknya di bangku panjang yang harus gantian sama pembeli lain yang sudah ngantri dan nunggu tempat duduk kita, lalu si kecil yang riweuh karena penginnya jalan ke sana kemari. Bubar deh, bayangan  me time sambil ngebakso. 

Kondisi seperti itulah yang bikin belakangan ini saya jadi nggak pernah ngebakso, padahal ngebakso adalah momen me time paling favorit sejak zaman esema dulu. 

Pernah sih, sekali ngajak anak-anak buat ngebakso bareng dan hasilnya persis seperti yang sudah diperkirakan. Alih-alih menikmati ritual ngebakso, dari mulai racik-racik bumbu sampai menyeruput si kuah sampai mangkok tandas, malah jadi riweuh sama si kecil yang sudah nggak nyaman karena suasana di tempat ngebakso yang sumuk dan crowded.

Nah, kemarin itu akhirnya saya dan Pak Suami yang lagi kangen ngebakso menjajal Mie Bakso di daerah Sompok. Agak jauh sedikit dari rumah sih, tapi perjalanannya terbayar oleh tempat dan suasana tempat ngebakso yang ramah anak sekali. Kami jadi bisa menikmati ngebakso dengan lebih khusyuk karena anak-anak juga merasa nyaman dengan suasananya.

Kayak gini nih, suasana tempat ngebaksonya. Menempati sebuah rumah bergaya vintage alias rumah peninggalan masa kolonial. Kita bisa memilih ngebakso di luar ruangan atau di dalam ruangan.

Lantainya masih asli, model tegel vintage gitu. Ruangan bagian dalamnya nyaman, meja dan kursinya lega.



Tempat ngebaksonya luas, ada mushola dan tempat wudhu yang memadai, dan yang juga nggak kalah penting rasa bakso serta mie ayamnya nggak kalah enak sama bakso dan mie ayam yang terkenal di beberapa spot ngebakso di Semarang. Soal rasa 'Bakso Soun Dan Mie Ayam Sompok 21' ini recomended.

Monday, April 17, 2017

Berkelana Di Dunia Kuman. Playdate Komunitas Orangtualogy Dan Gerobak Batja


"Dek, cuci tangan dulu yuk, sebelum makan. Biar kuman-kuman yang menempel di tangan yang kotor nggak ikut masuk ke perut dan bikin sakit."

"Kuman tuh, apa sih, Bu. Bentuknya kayak apa? Kok ini nggak kelihatan ada apa-apanya di tanganku?"

Pernah nggak dapat pertanyaan semacam itu dari anak-anak? Sebagian besar anak pasti pernah bertanya pada orangtua atau gurunya tentang apa itu kuman. Atau paling tidak mereka punya rasa ingin tahu yang cukup besar tentang 'kuman' yang katanya bisa bikin sakit dan sering menempel di tempat yang kotor itu. 

Kalau sudah begitu biasanya orangtua atau guru akan memberi penjelasan ilmiah tentang apa yang dimaksud dengan kuman itu. Untuk beberapa anak, ada sih, yang sudah puas dengan jawaban yang diberikan guru atau dari hasil membaca buku. Tapi ada juga lhoo, anak-anak yang rasa ingin tahunya sangat besar dan ingin tahu lebih banyak tentang kuman itu sendiri. 

Untuk menjawab kebutuhan anak-anak yang punya rasa ingin tahu yang besar, Komunitas Orangtualogy berkolaborasi dengan Komunitas Gerobak Batja mengadakan Playdate dengan tema 'Berkelana Di Dunia Kuman.' yang diadakan di Taman Tirto Agung pada hari Minggu, 16 April 2017 kemarin. 

Setelah dibuka oleh salah satu founder OLC, Mba Ratih Rizky Nirwana playdate pun diawali dengan story telling tentang kuman oleh relawan dari Gerobak Batja. Anak-anak diajak mendengarkan cerita dan juga ikut bercerita kepada anak-anak yang lain sambil menikmati yoghurt segar rasa stroberi dari Mama Ayu. Setelah itu mereka diberi penjelasan tentang bagaimana membuat media untuk mengembang biakkan kuman. Penjelasan mengenai cara membuat media untuk kuman dilakukan oleh Anita Fibonaci selaku narasumber.


Wednesday, April 12, 2017

7 Hal Yang Nggak Boleh Dilakukan Saat Mengunjungi Ibu Yang Baru Melahirkan.

image from : babygeorgeintheworks

1. Langsung berkunjung ke rumah bersalin begitu mendapat kabar kalau Si Ibu baru saja melahirkan si kecil. 

Dari sudut pandang penjenguk, tindakan seperti itu dianggap sebagai bentuk perhatian atau dukungan karena niatnya pun baik, yaitu untuk memberi ucapan selamat atau mendoakan. Namun, sebaiknya berilah jeda waktu minimal satu minggu untuk mengunjungi Ibu yang baru saja melahirkan. 

Ibu yang baru melahirkan butuh banyak sekali penyesuaian, mulai dari harus membangun bonding dengan bayinya, belajar posisi pelekatan menyusui yang baik, sampai memulihkan staminanya sendiri. 

Bayangkan kalau di saat-saat sepenting itu Si Ibu harus meladeni tamu-tamu yang datang menjenguk. Terkadang Si Ibu menjadi sulit untuk fokus pada diri sendiri dan juga si kecil. Perhatiannya terbagi-bagi, belum lagi kalau ada masukan ini dan itu yang membuat fokusnya makin terpecah. 

Beri ucapan selamat lewat kartu atau pesan elektronik terlebih dahulu, baru setelah seminggu kemudian kita bisa mengunjunginya. 

2. Membandingkan Proses Kelahiran Yang Dialami Si Ibu Dengan Proses Kelahiran Si Penjenguk Atau Orang Lain Yang Ia Kenal. 

Sepertinya sudah jadi hal yang umum bagi penjenguk untuk bertanya, Lahirannya normal atau caesar? Padahal pertanyaan ini sebenarnya termasuk kategori pertanyaan yang menjurus pada privasi lhoo. Memang kelihatannya nggak ada salahnya kalau penjenguk bertanya seperti itu, tetapi perhatikan juga tingkat kedekatan antara penjenguk dengan Ibu yang baru melahirkan. Ada baiknya, jika Si Ibu tidak memulai lebih dahulu obrolan mengenai proses kelahiran bayinya, kita tidak perlu bertanya lebih jauh tentang hal itu. Apalagi sampai membandingkan, "Si Itu tuh, Jeng lahirannya lancar banget langsung byur gitu dan nggak pake dijait-jait." 

Pembicaraan tentang proses melahirkan memang seru untuk dibagi dan diceritakan ulang, tapi pastikan jangan memicu pembandingan-pembandingan yang rentan membuat Si Ibu merasa menyesal dengan pilihan dan kondisinya. 

Wednesday, April 5, 2017

Perkembangan Otak Anak Usia SD


Berada di rentang usia tujuh tahun kedua, cukup banyak hal penting yang terjadi pada si sulung, yang juga harus mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya. 

Si sulung yang sekarang sudah sembilan tahun (image from ig :@nianurdiansyah)

Kemarin, saya membaca beberapa buku bertema neurologi, salah satunya Seven Times Smarter: 50 Activities, Games, and Projects to Develop the Seven Intelligences of Your Child karya Laurel J. Schmidt dan asyik terpaku di bagian perkembangan otak anak usia sekolah dasar. Saya jadi bisa memahami beberapa perilaku yang kerap muncul secara signifikan di usianya sekarang.

Saya akan coba rangkumkan beberapa hal di sini, ya. 


Monday, April 3, 2017

Feeding The Hungry Ghost


Setiap orang, menurut saya, punya sisi kelam yang tidak diketahui orang lain. Bahkan mungkin sumur tergelap di dalam jiwanya itu belum pernah dimasuki oleh dirinya sendiri. 

Sepengalaman saya, ada beberapa perilaku individu yang energi penggeraknya berasal dari dalam sumur tergelap itu. 

Coba tanya sama diri sendiri pernahkah beberapa skenario di bawah ini kita alami?



  1. Skenario A. Ingin hidup lebih sehat dan mengganti pola makan; setelah berhasil menjalani pola makan sehat selama beberapa waktu tiba-tiba saja jadi mudah menghakimi orang lain. "Dih, Si Itu kok makannya berantakan gitu sih, nggak banget deh, pantes badannya melar dan sering ngga masuk kantor karena sakit." 
  2. Skenario B. Umur sudah semakin bertambah masa ilmu agama nggak nambah-nambah, ya? Mulai sekarang mau rutin ikut kajian, ah. Pakaian juga harusnya lebih syari kan. Kemudian setelah beberapa bulan rajin memperdalam ilmu agama dan berubah penampilan, tiba-tiba jadi gampang banget nyinyir sama orang lain yang ngga sepengajian. Kadang merasa gemes kalau lihat orang lain penampilannya ngga bener, penginnya nyinyirin deh. "Harusnya kayak aku gini lhoo, berubah tuh ngga setengah-setengah, harus kaffah." Anehnya, kenapa saat sedang memperbaiki diri bukannya lebih banyak "Aslama", (berserah diri, pasrah, tunduk) dan introspeksi malah semakin mudah menunjuk kesalahan orang lain.
  3. Skenario C. Pengin lebih intensif membersamai anak dalam proses belajar, kemudian memutuskan resign dari kantor dan saat di rumah mulai giat bikin permainan buat anak. Tapi kadang pikiran masih suka galau, apalagi kalau lihat ibu-ibu lain yang bekerja kantoran punya penghasilan sendiri. Saking galaunya, untuk menghibur diri, suka sekali menghakimi bahwa pilihan ibu yang bekerja itu lebih bodoh dibanding pilihan yang sudah diambilnya sekarang. "Ibu tuh, tempatnya di rumah bukan di kantor. Kamu ibu apa karyawati?"
Masih banyak skenario lain yang serupa. Terkadang saat sedang semangat-semangatnya memperbaiki diri, kita sering lupa untuk meluruskan niat, sering lupa orang lain juga mungkin sedang berproses dan punya pilihan berdasarkan prioritas dalam hidupnya. Kalau beberapa skenario di atas sedang terjadi pada kita, periksa lagi niat kita. Ini pengingat juga buat saya sendiri. 

Sebuah perilaku kuncinya pada niat, kalau kuncinya bengkok kita nggak akan bisa membuka pintu perubahan yang sesungguhnya. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...