Wednesday, May 31, 2017

Pengalaman Facial Di Charisma Aesthetic Skincare Semarang


Siapa yang sudah bertahun-tahun nggak facial kayak saya?

Jadi terhitung hampir tiga tahun sejak hamil dan punya bayi lagi urusan per-skincare-an benar-benar jadi prioritas nomer sekian. Kalau diingat-ingat lagi kayaknya terakhir facial itu empat tahunan yang lalu, deh. Hhhmmm lama banget kan. 

Beberapa minggu lalu akhirnya saya diajak seorang rekan untuk facial di Charisma Aesthetic Skincare yang ada di DP Mall Semarang. 

Hari itu ceritanya kami habis kerja bareng, kemarinnya ngelembur sampai nggak tidur. Duh, pokoknya kerjaan hari itu bikin muka nggak fresh banget, deh. Jadi waktu diajakin facial saya langsung setuju. Dan kemarin itu jadi pertama kalinya saya facial di Charisma. 

Mau tahu kan gimana kesan-kesan dan hasilnya seperti apa setelah memanjakan muka di sana selama lebih dari dua jam. Simak cerita saya, ya. 

Lokasi Charisma yang kami datangi kemarin ada di dalam mall. Sebenernya agak males lho, facial di mall, soalnya begitu beres facial dan mukanya bengep-bengep terus harus berjalan-jalan di mall lagi dan ketemu sama orang-orang itu rasanya gimanaaa gitu, hehehe. 

Tapi ada yang beda lho dengan after effect facial di Charisma ini. Mau tahu apa? 

Sabar, ya. Tunggu ceritanya di bawah lagi nanti. Sekarang kita bahas dulu soal tempatnya, ya. 

Monday, May 29, 2017

Tampil Modern Minimalis di Hari Lebaran Bersama The Executive


Saat ini, kita sudah memasuki hari ke-3 bulan Ramadhan, nih. Perjalanan untuk sampai di hari kemenangan memang masih panjang tapi nggak ada salahnya kalau kita mulai bersiap-siap untuk menyambut hari tersebut. 

Hari Raya Lebaran merupakan waktu yang spesial bagi umat muslim. Perayaan Lebaran di Indonesia tidak hanya menjadi momentum pribadi untuk memulai kembali aktivitas keseharian dengan hati yang bersih, tetapi juga sebagai ajang silahturhami bersama keluarga dan kolega. 

Saat bersilaturahmi pastinya kita memikirkan busana yang akan dikenakan, bukan? 

Nah, agar padu padan busana yang kita kenakan bisa selaras dengan momen istimewa saat Lebaran nanti, nggak ada salahnya kalau kita mengintip inspirasi gaya berbusana dari The Executive. 

Tahun ini gaya busananya terinspirasi dari padu padan warna seperti hitam, putih, biru, dan warna-warna yang lembut. 

Untuk menyambut kemeriahan suasana Idul Fitri, THE EXECUTIVE menghadirkan berbagai macam koleksi busana dengan potongan minimalis, clean dan modern

Seperti apa sih, tampilan koleksi untuk wanita dan pria di momen Idul Fitri kali ini. Mari kita lihat penjelasan dan gambar di bawah ini. 

Tuesday, May 23, 2017

Masak Makanan Favorit Di Bulan Ramadhan Tanpa Baper


Dih, judulnya gitu banget ya. Masak aja kok pakai baper, sih. Kenapa memangnya? 

Hehehe, sebenernya ada sedikit cerita dibalik judul itu. Nah, ceritanya Komunitas Blogger Semarang, Gandjel Rel, lagi mengadakan arisan blog dan kocokan kali ini giliran Mba Wati seorang Mom Blogger dengan dua putra yang ganteng-ganteng serta Mba Diyanika Mahmud Blogger sekaligus guru SD yang inspiratif,-open-minded-kesayangan murid-muridnya yang memberikan temanya, yaitu Masakan Favorit Di Saat Bulan Ramadhan. 

Padahal sih, temanya gampil pisan. Masakan favorit gitu lhoo. Siapa yang nggak punya masakan favorit ya, kan. Tapi berhubung ini lagi mau memasuki bulan puasa saya mau mengaitkan sedikit dengan kisah beberapa ibu-ibu yang suka baper kalau harus menyiapkan menu sahur dan berbuka. 

Kenapa baper? Katanya sih karena nyusun menu, apalagi memasak di bulan puasa itu bikin baper. Lha nggak bisa nyicipin pas masak nanti, terus kalau tahu-tahu rasanya nggak enak gimana? Dan waktu yang dipakai buat ngeracik-raciknya itu lhoo, belum lagi beres-beres bekas masaknya, ngabisin waktu! Padahal bisa buat ngaji satu juz. 

"Maunya kan fokus ibadah aja gitu pas puasa, tapi ini suami dan anak-anak mesti deh, kalau pas puasa mintanya menu masakan yang ajaib-ajaib. Masa pengin makan sahur pake nasi goreng iga, iganya mesti dipresto sampe empuk kayak di resto, terus buka puasanya juga mesti bikin takjil yang njelimet. Jam tiga mulai masak, eh pas adzan maghrib baru beres."

Nah, itu tadi sekelumit curhatan dari hasil ngobrol atau nguping ibu-ibu pas di Mbok sayur langganan di pasar. Curcolan itu bikin saya mbatin, Alhamdulillah karena setiap puasa saya dan Pak Suami, kecuali Si Sulung, menerapkan FC (Food Combining). Pas sahur tinggal kupas dan iris-iris buah. Pas buka puasa juga gitu, cuma ada buah potong, jus buah, smoothies atau kombinasinya. Habis itu baru deh, makan berat dengan menu karbo+sayuran+protein nabati atau menu sayuran+protein hewani. 

Monday, May 22, 2017

'I Love Monday' Tren Millienial Di Kantor JNE

Zaman masih ngantor, kalau weekend berakhir dan ketemu hari Senin itu rasanya nano-nano banget. Rasanya masih pengin mager pake daster atau kaos rumahan sambil gogoleran baca buku. Sampai kadang suka mikir, kayaknya jangan tidur di Minggu malem deh, biar nggak tahu-tahu pas bangun udah Senin pagi 😂. 

Belum lagi malem Senin itu identik dengan menyiapkan kostum ngantor selama seminggu. Nyetrika blazer, bawahan, kemeja, dan jilbab jadi semacam rutinitas Minggu malem. 

Meski hitungannya nggak ada seragam khusus pas ngantor, tapi ada beberapa dress code yang harus dipatuhi selama bekerja, misalnya mengenakan blazer dengan dalaman putih pada hari Senin dan Batik pada hari Jumat. Kadang kalau pas kehabisan ide suka pengin pakai seragam yang memang sudah ditentukan sama kantor, kayaknya praktis nggak perlu mikir mau pakai baju apa untuk hari kerja besok. 

Nah, beda dengan di kantor tempat saya bekerha dulu, beda lagi sama JNE. Tahu JNE kan? Kalau nggak tahu, rasanya kok kebangetan yak. Masa rumahya nggak pernah disamperin Babang Kurir yang hobi bilang "Pakeet!" 

JNE ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perindustrian, logistik, dan pengiriman kilat. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1990an dan sampai saat ini sudah memiliki karyawan sebanyak 40ribuan dengan rentang usia 20-35 tahun. Rentang usia tersebut bisa dikatakan masuk ke kategori generasi millenial. Karena itu JNE kemudian menerapkan program yang dinamakan "I Love Monday" 



Mengenai program tersebut, Presiden Direktur JNE M. Feriadi mengatakan, 

Happily Ever After @ Giggle Box Kampung Kali

Kalau lagi suntuk dan butuh me time atau sekadar ngumpul sama rekan kerja sambil brunch atau ngopi-ngopi cantik, tapi nggak mau beranjak terlalu jauh dari pusat Kota Semarang, coba deh, melipir sedikit ke Jalan D.I. Panjaitan atau yang dikenal dengan Kampung Kali. 

Di sana ada sebuah bangunan kafe bergaya Modern Western dan European Vintage. Tampak depannya yang terlihat chic dan simpel merupakan perpaduan antara dinding bata ekspos dan kusen-kusen yang dicat dengan sentuhan chalk paint warna tosca. 


Masuk ke dalam, kita akan mendapati suasana homey sekaligus chic yang terbentuk oleh pemilihan furniture bergaya vintage sekaligus pencahayaaan yang glamour. Dindingnya yang bernuansa pinkish dan mint semakin memperkuat kesan European Vintage kafe ini. Sehingga begitu masuk ke dalam kafe, suasana hiruk pikuk kota pun berganti dengan suasana yang tenang dan nyaman. 

Coffee time!

The famous tagline.

Ada beberapa sekat yang memisahkan beberapa ruangan di kafe ini sehingga alurnya didesain agar pengunjung dapat memilih ruangan sesuai dengan kebutuhannya saat itu. Apakah ingin bersosialisasi dengan banyak pengunjung di area dekat Bar, atau di area yang lebih privat untuk ngobrol dengan pasangan, atau di area yang lebih lapang sehingga dapat memfasilitasi ruang gerak seluruh pengunjungnya, termasuk keluarga dan anak-anak. Semua ruangan yang ada ditata sedemikian rupa, namun tetap memiliki benang merah interior yang sama.

Monday, May 15, 2017

Lima Tempat Unik Untuk Belanja Pernak-Pernik Rumah Di Semarang


Suka sama kegiatan home decor dan kepengin mempercantik interior rumah tapi bingung harus mencari pernak-perniknya di mana? 

Mau beli online tapi nggak puas kalau nggak pegang langsung barangnya? Atau malah takut barangnya nggak sesuai sama ekspektasi? Kadang alasannya bisa juga karena barangnya besar dan berat. Jadi, takut keberatan di ongkir. 

Nah, kali ini saya mau berbagi rekomendasi tempat berbelanja pernak-pernik rumah di Semarang yang nggak kalah unyu sama di olshop atau Jastip IKEA.

Kenapa lima tempat ini saya bilang unik? Karena tempat-tempat ini memang bukan toko yang mengkhususkan untuk menjual pernak-pernik rumah saja, melainkan toko serba ada atau toko kerajinan tangan.

Oya, karena rekomendasi ini berdasarkan pengalaman pribadi, jadi boleh banget kalau mau nambahin list-nya di kolom komentar, ya. 

Check this out :

Saturday, May 13, 2017

Ngobrol dan Ngemil Asyik Di Hokben Semarang


"It's a Japan Day!" begitu teriak Si Sulung waktu memasuki minggu ke dua di bulan Mei. Saya dan keluarga memang punya rutinitas English Weekend, Arabian Night, dan Japan Day sebagai salah satu cara asyik buat belajar bahasa asing di rumah. 

Nah, kemarin itu saat Japan Day pas banget di bioskop lagi ada film animasi favorit anak-anak, yaitu Totoro. Film animasi garapan Studio Ghibli ini memang jadi favorit keluarga kami sampai-sampai kami punya rutinitas yang disebut Hayao Miyazaki Night; malam di mana kami sekeluarga nonton film-filmnya Miyazaki lalu membahasnya sambil ngemil asyik. 

Di Japan Day kemarin, setelah nonton Totoro versi layar lebar, saya memutuskan untuk mengenalkan aneka camilan dan jajanan di Jepang untuk menambah pembendaharaan kosa-kata dalam bahasa Jepang kepada Si Sulung. 

Tempat yang kami pilih tentu saja Hokben yang ada di Paragon Mal. Selain karena berada di lokasi yang sama dengan bioskop tempat kami nonton, interior Hokben di Paragon Mal ini juga representatif buat belajar hal-hal yang berbau Jepang.

Wednesday, May 3, 2017

Work in Comfort Dengan Pilihan Busana Kerja Yang Tepat


Kalau sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan lalu teringat dengan pakaian formal atau ngantor karena besok ada kerjaan atau harus ketemu klien yang mengharuskan untuk berpenampilan rapi serta profesional, brand apa yang terlintas di benakmu? 

Kalau lagi di Mal Paragon Semarang biasanya saya langsung melipir ke lantai satu untuk berkunjung ke Fashion Store-nya The Executive. Salah satu brand yang never failed untuk mengubah penampilan jadi sleek, simpel, dan profesional karena potongan dan padu padan warnanya yang khas.

Pas banget dari tanggal 10 April sampai 11 Mei 2017 ini, koleksi pakaian The Executive Work in Comfort hadir dengan special price mulai dari Rp. 99.900,- 

Waktu ngobrol-ngobrol dengan para staf tokonya, ternyata The Executive sedang mengeluarkan koleksi terbaru Work in Comfort dengan tagline Live in The Movement With Comfort. 

Koleksi ini terinspirasi untuk menghadirkan koleksi yang nyaman dari segi kualitas dan bahan untuk dikenakan para pria dan wanita karir yang ingin tetap stylish saat bekerja di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Apalagi dengan segala bentuk kesibukan kaum urban di era modern saat ini.

Jalan-Jalan Ke Puri Maerokoco Ngapain Aja?

Sudah pernah berkunjung ke Puri Maerokoco baru-baru ini? Kalau belum coba deh, jalan-jalan ke sini. Spot wisata yang sering juga dibilang sebagai Taman Mini-nya Jawa Tengah ini sebenarnya sudah ada sejak 1980an. Namun, belakangan ini spot wisata Semarang ini nampak sedang bebenah untuk kembali mempercantik diri. Terlihat beberapa spot baru yang sekarang mulai ditata dan sering jadi tempat selfie para pengunjungnya. 

Kalau belum tahu, Puri Maerokoco ini sebenarnya memiliki banyak potensi untuk menarik pengunjung melalui anjungan-anjungan yang ada di sana. Ada sekitar 35 anjungan yang menampilkan bangunan rumah adat kota-kota di Jateng, mulai dari Kudus, Pekalongan, Demak, Pekalongan, Klaten, dsb. 

Sayangnya, belum semua anjungan digarap dengan maksimal. Masih ada beberapa anjungan atau rumah adat yang kesannya tidak terawat. Padahal kalau masing-masing anjungan dipercantik dan dihidupkan dengan berbagai aktivitas seni, budaya, dan kuliner dari masing-masing daerah pasti akan menambah nilai jual Puri Maerokoco sendiri. 

Jadi kalau ke sini mau ngapain? Cuma selfie? Nggak kok. Ini beberapa aktivitas yang bisa dilakukan:

  1. Ternyata kalau kita mengajak anak-anak ke sini mereka ngga bakal terlalu tertarik dengan selfie trip. Saran saya, kalau ke sini sama anak usia SD coba deh, sambil bawa peta Jateng dan mulai menelusur daerah demi daerah sambil menandai petanya. Sambil menandai peta kita bisa membantu mengenalkan ciri khas dan budaya daerah setempat. 
  2. Anjungan favorit yang bisa didatangi antara lain: Anjungan Kudus karena ada miniatur Masjid Menara Kudus yang punya bentuk gerbang yang khas. Kemudian ada anjungan Sragen dengan patung Gajahnya, Anjungan Klaten dengan miniatur Candi Borobudur dan rumah-rumah khasnya dengan ukuran mini dan berwarna kuning cerah. Ada juga anjungan Jepara dan Rembang dengan perahu nelayannya. 
  3. Masuk ke miniatur gua. Aktivitas ini bakal disukai anak-anak, apalagi bagian atas guanya yang membukit dan ditumbuhi rerumputan. Anak-anak bisa memanjat naik atau masuk ke dalam guanya. 
  4. Naik kapal dan menyusuri rawa yang sisi kanan dan kirinya ditumbuhi hutan bakau. Selain kapal berukuran besar yang bisa dinaiki rame-rame, ada juga perahu ukuran kecil yang bisa dinaiki dua orang. 
  5. Ada beberapa miniatur lain yang bisa dikunjungi seperti, miniatur Candi Borobudur, Masjid Mantingan, Masjid Agung Demak, dan Masjid Menara Kudus. 
  6. Trekking menyusuri hutan Mangrove. Kalau jeli, kita bisa melihat beberapa burung bersarang di antara rimbun pepohonan, juga kepiting yang ada di dekat akar bakau. Di area ini juga ada spot-spot yang cukup instagramable. Kalau kita berkunjung bukan pada peak season, bisa mendapatkan hasil foto yang bebas photo bomb. 
  7. Nah, spot lain adalah jembatan putih yang saat ini juga difungsikan sebagai kafe. Jalan sedikit ada wall of hope, tempat orang-orang menempelkan wishes-nya. Spot ini secara ide dan konsep sebenarnya cukup unik, namun kalau menurut saya belum digarap dengan maksimal. 

Nah, ini sebagian foto yang berhasil saya jepret. Tertarik untuk jalan-jalan ke sini? Caranya gampang kok, selain naik kendaraan pribadi ke arah PRPP bisa juga dengan naik BRT jurusan PRPP dan turun pas di haltenya. Letak Puri Maerokoco ini bersebelahan dengan PRPP dan Kampung Laut. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya 5000 rupiah untuk satu orang. 



Beberapa anjungan dan rumah khas daerah.

Jembatan Putih, Kafe, dan Wall of Hope. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...