Monday, July 31, 2017

Buku Yang Menginspirasi Itu Seperti Apa?


Kalau bicara soal membaca buku, ingatan saya langsung melesat jauh ke masa kecil. Buku adalah sahabat masa kecil saya. Sampai sekarang juga masih, sih. 

Awal mula persahabatan dengan buku dimulai jauh sejak usia 5,5 tahun. Terima kasih untuk Mama yang sudah mengenalkan buku di usia saya yang sangat dini, juga mengajari saya mengeja abjad dan membaca sejak usia empat tahun. 

Tepat di usia lima tahun saya mulai lancar dan haus mencari bacaan. Kala itu, perpustakaan di tempat Mama bekerja selalu menjadi tujuan setiap kali saya ikut Mama ke kantor.

Dulu saya melewatkan jenjang pendidikan taman kanak-kanak, salah satunya karena lebih memilih ikut Mama ke kantor dan berdiam serta membaca di perpustakaan. 

Nah, kalau bicara soal buku yang begitu menginspirasi hidup saya, rasanya jadi harus mundur agak jauh ke belakang ya. 

Ngomong-ngomong, tema postingan "Buku Yang Menginspirasi Dalam Kehidupanku" adalah tema arisan blogger Komunitas Gandjel Rel yang diusung oleh Teh Vita, seorang blogger sekaligus apoteker dan juga Mba Anita, blogger yang saat ini sedang menanti kelahiran buah hatinya. 

Karena perkenalan saya dengan buku sudah terjalin sejak lama, terus terang agak sulit menyebutkan satu buku saja yang benar-benar menginspirasi hidup. 

Wednesday, July 19, 2017

Membuat Paspor Anak Di Kantor Imigrasi Semarang

Coba tunjuk tangan siapa yang suka males kalau harus berurusan dengan hal-hal administratif semacam bikin surat-surat yang harus berhubungan dengan lembaga formal atau pemerintahan? 

Biasanya malesnya kenapa, sih? Apa karena alur birokrasinya yang panjang, proses antrinya yang bikin pegel, atau malah males karena sebenarnya nggak begitu tahu bagaimana prosedur yang berlaku?

Kali ini saya mau sharing tentang prosedur pembuatan Paspor Anak di Kantor Imigrasi Semarang. 

Kebetulan Si Toddler belum punya paspor. Medio 2016 kemarin, waktu dikasih kabar kalau salah satu proyek riset bersama sebuah lembaga bakal berlanjut hingga 2018 rasanya bahagia banget. Yang artinya juga mulai harus siap-siap ngajak Si Toddler selama jangka waktu tertentu. Urusan dibolehin ngajak Si Toddler apa nggak belakangan, deh. Yang penting siap-siap dulu, hehehe. 

Jadi apa saja yang mesti dipersiapkan kalau mau buat paspor anak? 

Pertama tentukan hari dulu. Berdasarkan survei dan bertanya-tanya kepada staf dan petugas Kantor Imigrasi Semarang, hari Rabu dan Jumat termasuk hari yang relatif lebih sepi dibandingkan hari-hari lainnya. 

Kemarin, saya sengaja memilih hari Jumat. Pagi habis shalat subuh langsung menuju ke Kantor Imigrasi Semarang khusus Pelayanan Pembuatan Paspor di Gedung HSBC Jl. GajahMada untuk mengambil nomer antrian. Sementara si kecil menunggu dulu di rumah. 

Ki-ka: Gedung HSBC, kertas untuk menuliskan nomer antrian berdasarkan kedatangan, peraturan bagi pemohon, menunggu di pintu luar tempat pengajuan pembuatan paspor.

Saat itu, di area tangga masuk menuju lobby HSBC sudah ada tiga orang yang menuliskan nama dan nomer antriannya di selembar kertas. Nah, saya tinggal melanjutkan menuliskan nama di nomer selanjutnya kemudian menunggu sampai ada orang lain yang bisa gantian memegang kertas absensi tersebut. Setelah ada peserta berikutnya, saya pun kembali ke rumah untuk bersiap-siap menjemput si kecil. 

Tuesday, July 18, 2017

Saat Travelling Kamu Termasuk Introvert, Ekstrovert, atau Ambivert?


Pernah dengar kutipan di bawah ini? "People were created to be loved. Things were created to be used. The reason why the world is in chaos is because things are being loved and people are being used."

Hal yang sama juga bisa berlaku buat aktivitas travelling lho. Perjalanan kita bisa berubah chaotic cuma gara-gara kita salah menempatkan posisi antara orang yang menemani perjalanan dan benda wajib yang mesti kita bawa untuk menemani travelling kita. 

Kira-kira pas traveling lebih penting yang mana; apakah teman seperjalanan atau barang bawaan yang wajib dibawa? 

Arisan blog bareng Komunitas Gandjel Rel Semarang periode 6 kali ini punya bahasan tema yang hampir sama, yaitu siapakah orang yang paling ingin kamu ajak bepergian atau travelling. Tema ini merupakan hasil rembukan dari dua blogger Gandjel Rel, yaitu Mba Winda dan Dwi Septia

Sebelum membahas lebih jauh soal siapa orang yang paling ingin saya ajak travelling, mau membahas sedikit tentang kutipan di atas dulu ya. 

Seandainya kamu punya kesempatan untuk melakukan sebuah perjalanan dan kamu harus memilih antara buku dan seorang teman untuk menemani perjalananmu, kira-kira kamu akan pilih yang mana? 

Jangan bilang tergantung, ya. Biar ada bayangan tentang dua pilihan tadi anggap saja keduanya sama-sama asing buat kamu. Sebuah buku yang belum pernah kamu baca dan seorang teman yang baru kamu kenal namanya saja. 

Sudah bisa memutuskan akan memilih buku atau teman baru? Kalau sudah, yuk sedikit menelaah arti dari pilihanmu tadi.

Introvert Travelers



Yang memilih buku sebagai teman perjalanan, kamu termasuk pribadi yang introvert dan menyukai kesendirian. 

Pengalaman Liburan Masa Kecil Yang Membentuk Gaya Travelingmu.

Sedang mengingat-ingat nih. Kira-kira sepanjang perjalanan hidup, cerita liburan mana yang paling berkesan, ya? 

Oya, tema liburan atau travelling yang paling berkesan ini sedang diusung oleh dua orang blogger dari Komunitas Gandjel Rel Semarang lho. Ada Mba Muna Sungkar dengan blognya www.momtraveler.com dan Wuri Nugraeni dengan blognya www.wurinugraeni.com 

Sebenarnya, cukup banyak cerita liburan atau traveling baik yang sempat tertulis di blog maupun tidak yang membekas di ingatan. Namun entah kenapa kisah liburan pertama di masa kecil saya dulu yang rasanya paling berkesan untuk saat ini, dan kalau dipikir-pikir membentuk preferensi terhadap gaya traveling saya untuk masa sekarang. 

Pertama kali mengenal kata liburan adalah saat saya sudah masuk sekolah alias duduk di bangku SD. Soalnya kalau belum sekolah setiap hari tentu saja jadi hari libur, hihihi. 

Momen liburan pertama saya adalah ketika liburan sekolah saat masih duduk di bangku SD kelas dua. 

Waktu itu saya baru setahun lebih pindah ke Bandung. Dan saat libur sekolah tiba, saya dititipkan berlibur ke rumah Simbah saya di Solo. Waktu itu, Ayah saya yang mengantar ke Solo dengan menggunakan bis malam. 

Pengalaman pertama lepas dari rutinitas sekolah dan kembali ke kota asal dengan modus liburan ini merupakan salah satu momen liburan paling berkesan karena itu adalah pertama kalinya saya dilepas di kota lain. Meskipun di Solo ada Simbah dan Mbahkung, tetapi itu menjadi pengalaman pertama berada di kota yang berbeda tanpa kedua orangtua saya. 

Monday, July 3, 2017

Lifetime Friendship Kuncinya Apa?

The V formasi ngga lengkap 



Duh, arisan blog Gandjel Rel periode ke-4 ini kok agak bikin baper yak, huhuhu. Habisnya tema yang dipilih sama blogger sekaligus pengusaha frozen food kece Agustina DJ dan Mba Nunung ini tuh bikin mood swing. Alhasil pas nulis jadi nggak selesai-selesai. Postingannya pun jadi telat, maap ya. Telat karena postingan pertama saya hapus lagi, hihihi. Dan bikin lagi yang aman buat dibaca di saat-saat nggak bisa ketemuan sama mereka. 

Nah, temanya itu tentang Persahabatan. Susah untuk nggak baper kalau ngomongin hal itu. Apalagi tahun ini pas puasa kemaren itu udah tepat setahun saya nggak ngumpul sama 'The V'.

'The V' ini adalah bagian paling penting di masa lalu, saat ini, dan InsyaaAllah masa depan. Persahabatan yang ada di dalam circle-nya 'The V' ini sudah berjalan selama 17 tahun. 

Persahabatan yang terjalin salah satunya karena persamaan nasib sebagai anak rantau di kampus Undip Tembalang. 

Persahabatan yang dimulai sejak kami masih sama-sama jadi mahasiswi baru sampai hari ini saat masing-masing sudah berkeluarga dan punya buntut, eh tapi ada juga kok yang masih available and happy kali-kali ada pembaca blog ini yang minat kenalan. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...