Monday, July 31, 2017

Buku Yang Menginspirasi Itu Seperti Apa?


Kalau bicara soal membaca buku, ingatan saya langsung melesat jauh ke masa kecil. Buku adalah sahabat masa kecil saya. Sampai sekarang juga masih, sih. 

Awal mula persahabatan dengan buku dimulai jauh sejak usia 5,5 tahun. Terima kasih untuk Mama yang sudah mengenalkan buku di usia saya yang sangat dini, juga mengajari saya mengeja abjad dan membaca sejak usia empat tahun. 

Tepat di usia lima tahun saya mulai lancar dan haus mencari bacaan. Kala itu, perpustakaan di tempat Mama bekerja selalu menjadi tujuan setiap kali saya ikut Mama ke kantor.

Dulu saya melewatkan jenjang pendidikan taman kanak-kanak, salah satunya karena lebih memilih ikut Mama ke kantor dan berdiam serta membaca di perpustakaan. 

Nah, kalau bicara soal buku yang begitu menginspirasi hidup saya, rasanya jadi harus mundur agak jauh ke belakang ya. 

Ngomong-ngomong, tema postingan "Buku Yang Menginspirasi Dalam Kehidupanku" adalah tema arisan blogger Komunitas Gandjel Rel yang diusung oleh Teh Vita, seorang blogger sekaligus apoteker dan juga Mba Anita, blogger yang saat ini sedang menanti kelahiran buah hatinya. 

Karena perkenalan saya dengan buku sudah terjalin sejak lama, terus terang agak sulit menyebutkan satu buku saja yang benar-benar menginspirasi hidup. 

Kecuali kalau mau memasukkan Kitab Suci Al-Qur'an  dalam kategori 'buku' karena kalau mau mengurutkan tingkatan 'buku' yang paling inspiratif bagi kehidupan, tentu saja Al-Qur'an yang berada di rak prioritas. 

Selalu dan selalu amaze dengan kebesaranNya tersebut. Mau cari yang lebih inspiratif dari itu kok rasanya nggak bakal ada. 

Apalagi beberapa waktu belakangan ini saya sedang tertarik baca-baca tentang  Astronomi, terus menemukan sebuah bacaan yang mengaitkan satu ayat di Al-Qur'an dengan fenomena alam dan kehidupan. Waktu membaca rasanya seluruh tubuh langsung lemas mengingat betapa dzalim diri ini pada diri sendiri.

Saya kutipkan sedikit ya. Tulisannya tentang kaitan antara Bulan dengan Surat AL- Qiyaamah. 

"Manusia, penduduk bumi, mengenal lamanya satu bulan adalah 29 atau 30 hari saja, berdasarkan Kalendar Bulan (Lunar Calendar). 

Namun, suatu saat – lamanya hari dalam satu bulan rata-rata bisa 30 hingga 35 hari (Geology & Astronomy Today).

Mengapa demikian ? 

Karena rotasi Bulan dan Bumi diketahui makin lambat. Bulan pun makin menjauhi Bumi dan mendekati Matahari.

Universe Today mengabarkan bahwa posisi Bulan makin lama makin menjauhi Bumi sejarak 3,5 – 4 cm per tahun. Abad depan sudah sejarak 4 m penambahan berpisahnya. 

Ribuan tahun yang akan datang bisa menjauhi 3-4 km dari Bumi. Kecepatannya menjauhi Bumi makin cepat, apa lagi jika sudah dekat dengan Matahari. 

Diperkirakan suatu saat, jutaan tahun kemudian, penduduk Bumi (jika masih ada) tidak akan mengenal lagi GERHANA MATAHARI. Bulan akan terlihat kecil dan sinarnya makin lama makin terlihat memudar.

Ada satu saat dimana Bulan lebih dekat kepada Matahari dibandingkan dengan ke Bumi.

Itu menurut sains yang telah dikenal oleh sebagian ilmuwan dikalangan astronomi dan astrofisika.

Lalu, adakah hubungannya dengan isyarat Kitab Mulia ? Ketika salah satu tokoh Mekah, seorang Musyrik (penyembah berhala)  bertanya kepada Nabi, kapan terjadi “Hari Kebangkitan (Resurrection Day)” ?

Maka dijawab oleh wahyu yang kemudian turun.

“So when vision is dazzled,
.. and the Moon darkens.
And the Sun and the Moon are joined together” (Al-Qur'an, 75: 7-9).

Terjemahan lengkapnya. 
“Dia bertanya: ‘Kapankah Hari Kebangkitan itu tiba ? Maka apabila mata terbelalak ketakutan...dan Bulanpun hilang cahayanya, lalu MATAHARI dan BULAN dikumpulkan” (Qs, 75, 6-9).

Kata ‘wa jumi’a” dalam bahasa Arab untuk Matahari dan Bulan ada yang menterjemahkan dengan “ jalan bersama” dan ada yang menterjemahkan “ dikumpulkan bersama” atau “menjadi satu”. Ketiga-tiganya benar – intinya – ada proses dimana Bulan mendekati Matahari, bersama-sama, karena dekat kemudian menyatu.

Paling tidak ada dua kesimpulan yang bisa diambil dari sini:
  1. Bulan memang makin menjauhi Bumi dan mendekati Matahari.
  2. Hari Kebangkitan terjadi ‘diisyratkan” ketika Bulan lebih dekat kepada Matahari dari pada ke Bumi.

Berbahagialah bagi yang sudah membaca sampai surat “Al Qiyaamah”, makna ayat 6- 9 diharapkan makin meresap. Surat yang dikategorikan, sulit dipahami ketika Bulan kehilangan cahayanya dan mendekati Matahari. Pada saat itu, kita sedang menunggu “dibangkitkan”, di alam (KRW - Kontinum Ruang dan Waktu) lain, jika percaya. (Dirangkum oleh Ust. Arifin.M)

Kira-kira adakah 'buku' yang lebih inspiratif dan Maha Menggerakan selain Al-Qur'an? 

Bahkan sel-sel tubuh kita yang sudah menghitam karena dosa yang pekat pun bergetar dan menggelitik si pemilik tubuh saat membaca terjemahannya...bangun dan tersadarlah dari tidurmu. Lihat betapa cepat sekali waktu bergerak dan kamu akan tertinggal sebagai manusia yang merugi. Bulan makin menjauh dari kita. 

Kalimat 'I love you to the moon and back...' jadi terasa berat untuk diucapkan karena apakah kita masih akan memiliki waktu sepanjang dan sejauh pergerakan bulan menjauhi bumi untuk mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh? 

Apakah kita masih memiliki waktu untuk mencintaiNya dengan penuh seluruh sebelum bulan semakin menjauh?

Hiikss sedih, ya. 

Oke kita balik ke buku, ya. Meskipun yang number one inspiratif nggak bisa dikalahkan. Tapi saya juga punya deretan buku dan pengarang favorit sejak kecil. 

Yuuk, ngacung yang daftarnya sama. Saya termasuk fans buku-buku cerita anak yang klasik-klasik. 

Masa kecil saya tumbuh bersama Enid Blyton, Astrid Lingdren, Tom Sawyer, dan Classic Living Books macam Secret Garden, Heidi, Little Princess, pokoknya daftarnya bisa panjang banget deh, kalau ditulis di sini. 

Sampai sekarang, saya masih suka berburu dan mengumpulkan buku-buku cerita anak itu, apalagi yang masuk kategori Living Books. 

Tapi kalau mau menelaah sedikit buku mana yang paling banyak membentuk karakter saya sekarang, ternyata adalah buku-buku dengan cerita bertema detektif dan misteri. Misalnya buku-buku serial STOP karya Stefan Wolf. Masih pada inget kan sama Gaby dan anjingnya Oskar, Tim, Karl dan Klauscchen. Atau Enid Blyton dengan seri Lima Sekawan dan Sapta Siaga. 

Buku-buku itu cukup mewarnai hari-hari di masa kecil, tentu saja selain serial Pak Janggut di Majalah Bobo. Sampai-sampai, saking ngefans sama serial misteri dan detektif cita-cita masa kecil saya bukan jadi dokter atau astronot tapi pengin jadi detektif atau agen rahasia. 

Beranjak dewasa, buku-buku yang saya banget itu lebih kepada buku-buku yang punya "faktor x" saat dibaca. Karena termasuk yang menyukai segala macam jenis genre makanya susah untuk memutuskan mana buku yang paling disukai. 

Dalam semua genre ada favoritnya sendiri-sendiri. Saya bisa menikmati tulisan John Steinbeck sampai John Green atau Langleav dan Rupi Kaur. Dari yang kekunoan sampai kekinian 

Kebanyakan pilihan bacaan saya selalu berdasarkan kebutuhan, mood atau tone perasaan saat itu, dan apakah ada sesuatu yang bikin saya nggak beralih dari apapun selama lima belas menit pertama membaca. 

Jadi, buat saya buku yang inspiratif itu kalau : 
  1. Punya kalimat pembuka yang bikin pingin lanjut ke halaman berikutnya. 
  2. Bikin saya tahan membaca di lima belas menit pertama tanpa teralihkan oleh hal lain. 
  3. Ada banyak hal yang relevan dengan kehidupan yang sedang saya jalani. 
  4. Membuat saya ingin menjadi salah satu tokoh di dalam buku. 
  5. Ada beberapa kalimat yang nyantol di hati. 
  6. Saat selesai membaca, rasanya pingin mengulang lagi dari awal. 
  7. Beberapa kalimat atau karakter tokoh terbawa sampai di kehidupan nyata. 

Kalau kalian, gimana cara kalian memutuskan sebuah buku itu bagus atau nggak? Share yaa. 



10 comments:

  1. Betul banget Al quran buku dan kitab yang menginspirasi seluruh muslim di dunia, bahkan segala ilmu dasarnya adalah Al quran, Subhanalloh, Al Quran tiada tandingannya, dan setuju dengan 7 hal tentang buku yang inspiratif 😊

    ReplyDelete
  2. Bener banget, buku inspiratif itu kalo udh selesei dibaca pengen ngulang lagi dari awal. Hehehe

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah mb nia, saya beberapa kali baca terjemahan Q.S Al Qiyamah, tapi belum mendalami sampai sejauh itu..merinding mba, semakin kesini kita mendekati hari kiamat dan hari kebangkitan yaa..Semoga semakin membuat diri tawadhu..Aamiin

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah mb nia, saya beberapa kali baca terjemahan Q.S Al Qiyamah, tapi belum mendalami sampai sejauh itu..merinding mba, semakin kesini kita mendekati hari kiamat dan hari kebangkitan yaa..Semoga semakin membuat diri tawadhu..Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mbaa. Kmrn juga pas baca langsung merinding dan tiba2 sediih. InsyaAllah tiap liat bulan jadi semakin didekatkan pada Allah hatinya, ya.

      Delete
  5. Pengarang buku masa anak-anak Mbak Nia juga pengarang buku anak-anak favoritku,.. Enid Blyton!

    ReplyDelete
  6. Kesimpulannya buku yg baik adalah yg mengingatkan tentang kematian,kunbal y

    ReplyDelete
  7. Saya juga penikmat Lima Sekawan & Sapta Siaga mbak.. *toss

    ReplyDelete
  8. Setuju. 15 menit pertama membaca itu penting

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...