Tuesday, February 27, 2018

Cerita BLW (Baby-Led Weaning) Tazka

Lama banget ngga share tentang perkembangan si toddler Tazka yang sekarang sudah tiga tahun plus-plus. Kali ini mau sedikit berbagi tentang pola makan BLW atau Baby-Led Weaning yang pernah dijalani Tazka.



Saya ngga bakal jelasin BLW itu apa, googling aja, pasti sudah banyak yang share soal itu. Sedikit berbeda, saya malah mau berbagi sedikit cerita yang memang baru bisa diceritakan sekarang. Ternyata, waktu yang mengajari banyak hal dan bikin seorang Ibuk yang kadang terlalu perfeksionis jadi lebih lentur menghadapi segala sesuatu. 

BLW is not a big issues buat saya waktu Tazka mulai mengenal solid food. Super nyantai waktu itu, kalau anaknya mau disuapin, yowis here we go, kalau lagi mau makan ala BLW disiapkan juga. 

Ekpektasi diturunin sampe ke level paling bawah. Iya, ekspektasi seperti, saya mau anak bisa dengan lahap makan sendiri tanpa buang-buang makanan atau iming-iming hasil positif dari BLW benar-benar diturunkan dulu.


Waktu itu prinsip saya cuma satu, mengenalkan anak pada makanan padat dengan berbagai cara yang akhirnya dipilih sebagai yang paling nyaman buat dia sendiri. 

Meski bisa dibilang ngga konsisten, hasilnya baru terasa saat menginjak dua tahun. Yes, si toddler ternyata lebih memilih untuk makan sendiri, nggak picky eater, fruitarian, dan doyan sayuran. 

Semua itu ternyata bukan cuma hasil dari memberinya kebebasan untuk memilih cara makan, tapi juga lead by example. Artinya, meski si kecil sudah bisa makan sendiri, tapi ortu nggak memberikan contoh bagaimana pola konsusmi makanan sehat. Anak hanya akan berhenti di bisa makan sendiri. 

Dulu sempat merenungi proses mengajari makan Tazka ini sebagai sesuatu yang nggak konsisten, tapi kemudian saya mencoba menerapkan natural and conscious parenting, yang ternyata lebih menunjukkan hasil ketimbang ketika saya agak kekeuh pingin ketat di satu metode. 

Yang dirasakan sekarang adalah, Alhamdulillah, kemudahan proses mengasup makanan. Kalau bikinin bekal sering tersenyum lebar karena isinya selalu tandas, bahkan garnish yang berupa sayuran pun habis dimakan. Jadi proses belajar makan ini sebenernya kerjasama antara si kecil dengan kita sebagai ibunya. 

Saran buat yang lagi memulai MPASI, berikan pilihan pada si kecil, kedua metode baik BLW maupun dengan menyuapi, sama-sama punya dua sisi. Rekomendasi buku BLW yang saya baca ada beberapa, dan seru juga kalau mau membaca buku "Cerita BLW" yang ditulis oleh Komunitas Cerita BLW ini. Berasa belajar langsung dari para orangtua dan anak-anaknya. 

1 comment:

  1. bola-bola nasinya sangat cocok untuk bekal ... kunbal ya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...