Wednesday, April 11, 2018

Semarak Pembukaan Semarang Great Sale 2018

semargress 2018

Angin Segar Perubahan Di Kawasan Tinjomoyo.

Beberapa bulan lalu, waktu sedang lari pagi di sekitaran kawasan Hutan Tinjomoyo, saya sempat ngebatin kalau kawasan tersebut sebenarnya memiliki pemandangan indah yang tersembunyi oleh label 'angker' yang kadung disematkan masyarakat selama ini. Ketika melewati jembatan besar, di bagian bawahnya mengalir Sungai Kaligarang. Bebatuan kali yang menutupi sebagian permukaan sungai memecah aliran sungainya hingga terlihat berliku-liku. Berjalan agak ke dalam, deretan pepohonan tinggi meneduhkan area sekitar, masuk lagi, kita bisa menemukan jembatan kayu bercat merah yang terlihat unik sekaligus antik 

Jembatan itu, hingga hari ini masih dijadikan salah satu spot untuk berfoto, misalnya saja foto prewedding. Kawasan Tinjomoyo yang dulunya pernah menjadi area kebun binatang seluas 57 hektar itu, terkenal cuma sebatas hutan kota yang angker, tempat main paint ball, dan foto prewedding

Di tahun 2018 ini, rupanya angin segar bertiup ke arah kawasan tersebut. 


Sore hari, selepas memarkirkan mobil di kawasan kampus swasta ternama di Semarang, saya mengenakan sepatu lari dan berjalan menuju kawasan tersebut. Niatnya mau jalan sore, mencari udara segar, dan cuci mata dengan pemandangan yang hijau-hijau. Tidak biasanya, jalan yang biasanya jarang sekali dilalui mobil, sore itu tampak padat oleh kendaraan bermotor yang lalu lalang dan berbelok menuju kawasan Tinjomoyo yang jalannya menurun.

Rupanya, sudah beberapa bulan belakangan ini, Tinjomoyo disulap sebagai destinasi wisata baru. Yang diunggulkannya adalah Pasar Semarangan. Melihat umbul-umbul yang banyak terpasang di sisi kiri dan kanan jalan, jadi penasaran dong, seperti apa destinasi wisata baru tersebut. 

Pasar Semarangan Tinjomoyo. 


pasar semarangan

pasar tinjomoyo

pasar semarangan tinjomoyo

Destinasi wisata yang dikemas dalam bentuk pasar 'kaget' tradisional, sebelumnya sudah saya temukan di Pasar Karetan di daerah Boja, Kendal. Namun, kali ini karena judulnya Pasar Semarangan, tentunya saya cukup penasaran dengan apa yang akan disajikan di pasar tersebut. Apalagi Pasar Semarangan merupakan hasil kolaborasi yang apik antara Pemerintah Kota dengan Kadin Semarang untuk menciptakan destinasi wisata baru yang khas Semarang. Destinasi ini mengakomodir kebutuhan masyarakat millenial akan destinasi wisata digital, kuliner malam hari, yang juga dipadankan dengan keunikan sebuah kawasan.

kuliner pasar semarangan tinjomoyo

dolanan di pasar semarangan

aplikasi yap pasar semarangan

Konsepnya adalah mengangkat tiga budaya utama yang mewarnai Kota Semarang, yaitu Arab, Jawa, dan Tionghoa. Lokasinya sendiri memang terbilang cukup unik. Sebuah hutan kota yang salah satu bagiannya dijadikan area ber-hammock-ria, spot-spot untuk berfoto, dan juga gerai-gerai kecil tempat beberapa desa wisata berjualan kuliner khas-nya. Selain gerai dari beberapa desa wisata, ada juga gerai-gerai makanan khas yang mewakili ketiga unsur yang membentuk budaya Semarangan.

Pembukaan Semargres 2018.

semarang great sale

Minggu, 8 April, 2018 kemarin rupanya juga bertepatan dengan Acara Pembukaan Semarang Great Sale 2018. Ini merupakan gelaran rutin tahunan yang diadakan oleh  Kadin Semarang bersama Pemkot Semarang dan Suara Merdeka. Ide Semargres ini awal mulanya digagas oleh CEO Suara Merdeka Network, Kukrit Suryowicaksono, dan sudah berlangsung hingga tahun 2018. 

Semargres sendiri digelar untuk menyongsong hari jadi Kota Semarang ke 471 tepatnya tanggal 2 Mei 2018. Hal ini menjadi sebuah langkah untuk mengubah Kota Semarang dari Kota Industri menjadi Kota Perdagangan dan Wisata.  Semarak Semargress ini akan berlangsung selama sebulan penuh, dari tanggal 7 April-6 Mei 2018. Semargres ditargetkan mampu meningkatkan nilai transaksi hingga 260 miliar pada tahun ini. Lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai angka 200 miliar.

Ketua Kadin Semarang, Arnaz Agung, menyampaikan melalui video yang ditayangkan di layar panggung saat pembukaan berlangsung, bahwa Pembukaan Semargres yang ada di Kawasan Tinjomoyo ini sebagai bentuk kolaborasi untuk mengenalkan konsep baru, yaitu konsep digital dimana para pembeli di Pasar Semarangan juga akan melakukan transaksi cashless. Untuk Semargres sendiri, konsepnya pun sama, yaitu konsep digital. Ini merupakan cara baru untuk menarik wisatawan baru ke Semarang, meningkatkan pertumbuhan investasi sekaligus bisnis di  Kota Semarang. 

Tahun-tahun sebelumnya kupon menggunakan media konvensional kertas. Kali ini sistem pemberian kupon dilakukan melalui sebuah aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store dan App Store. Para pembeli mendapatkan satu kesempatan undian jika melakukan pembayaran secara nontunai. Bila pembayaran dilakukan melalui bank yang mendukung Semarang Great Sale, akan mendapatkan dua kesempatan undian. Apabila berbelanja menggunakan aplikasi YAP milik BNI, maka akan mendapatkan tiga kesempatan undian. Adapun hadiah undian yang disediakan dalam Semarang Great Sale tahun ini adalah dua unit mobil serta belasan sepeda motor. 

Jadi, kalau kalian main-main ke Kota Semarang dari bulan April hingga Mei, siap-siap buat berbelanja ya, karena sebagian besar pusat perbelanjaan, hotel, maupun resto memberikan diskon yang cukup besar. Selain itu, jangan lupa sempatkan juga untuk datang ke Pasar Semarangan setiap Sabtu malam. 



1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...