Wednesday, May 16, 2018

10 Cara Melatih Anak-Anak Di Era Millenial Untuk Menyukai Aktivitas Membaca


Saat sedang berada di tempat umum, seperti di stasiun kereta, atau tempat-tempat yang memungkinkan seseorang harus menunggu, coba amati, kira-kira ada berapa orang yang memegang buku dan membacanya? Lebih spesifik lagi, berapa jumlah anak-anak yang saat itu mengisi waktu luangnya dengan membaca? Bagaimana cara untuk melatih anak-anak di era millenial untuk menyukai aktivitas membaca?



Alih-alih membaca buku, yang sering kita temukan di ruang-ruang tunggu adalah orang-orang yang sedang menunduk mencermati gawainya. Jika di tempat tersebut ada televisi maka kebanyakan orang yang sedang menunggu lebih suka untuk menontonnya.

Berdasarkan survei tiga tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2012, masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menonton TV daripada membaca buku (*Dengan persentase 91,67% menonton dan 17,66% membaca buku). Tak heran kalau bermain game di gawai lebih menarik ketika seseorang sedang menunggu.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh UNESCO, pada tahun 2012 indeks tingkat membaca orang Indonesia hanyalah 0,001. Itu artinya, dari seribu penduduk, jumlah orang yang benar-benar serius membaca buku hanya 1 orang.

Tantangan Anak-Anak Milenial Untuk Tetap Membaca Buku.

Menularkan kegemaran membaca buku kepada anak-anak penghuni kampung global yang merupakan generasi digitally born merupakan tantangan tersendiri. Era visual telah menggeser kedudukan tradisi berkisah secara lisan. Anak-anak lebih tertarik dengan film yang audio-visual ketimbang dibacakan buku. Tampilan grafis aneka warna yang dapat bergerak menggantikan deretan huruf hitam-putih yang monoton. Masihkah buku menarik bagi anak-anak milenial ini? 

Menurut riset dari UNESCO, dalam setahun anak Indonesia hanya membaca buku sebanyak 27 halaman.
Indonesia juga menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal literasi, hanya satu tingkat lebih baik dari Bostwana, sebuah negara yang berada di Afrika Selatan. Ini membuktikan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. Anak-anak millenial di Indonesia menghadapi dua masalah, pertama gempuran teknologi yang kian masif yang tidak diimbangi dengan filter yang kuat, sekaligus rendahnya minat baca.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah orangtua akan menyerah dengan gempuran teknologi yang semakin membuat anak-anak kita berjarak dengan buku, ataukah kita mau kembali belajar menjadi pendongeng yang menyenangkan bagi mereka, apakah kita mau melatih mereka untuk mencintai buku-buku? 

!0 Cara Melatih Anak-Anak Di Era Millenial Untuk Menyukai Aktivitas Membaca.

Lalu bagaimana cara melatih anak-anak agar menyukai aktivitas membaca dan mencintai buku-buku? Berikut ini adalah beberapa tips singkat yang saya kumpulkan dari beberapa pakar : 

  1. Kenalkan buku kepada anak-anak sedini mungkin. Ketika anak masih berada di periode bayi, kita pasti mengenal yang namanya soft book atau boneka buku. Buku yang terbuat dari kain lembut yang dijahit sedemikin rupa sehingga bayi bisa melakukan eksplorasi dengan membuka sampul serta lembar demi lembarnya. Pengenalan ini akan melatih anak untuk mengenal apa itu 'buku'. Kemudian ketika mereka sudah lebih besar, soft book pun bisa digantikan dengan buku-buku yang memiliki lembaran yang tebal, sehingga tidak mudah robek. Saat ini, orangtua bisa mulai mengenalkan bagaimana menyenangkannya membuka sebuah buku karena di dalamnya terdapat sebuah cerita; tawa, gambar-gambar yang mewakili dunia di sekitarnya, aktivitas, dan berbagai bentuk emosi lainnya.
  2. Mengenalkan kisah-kisah kepada anak-anak dengan menjadi pendongeng. Jadilah duta buku bagi anak-anak. Orangtua yang tidak membaca buku mustahil dapat menularkan kesenangan membaca buku pada anak-anaknya. Tunjukkan kepada mereka bahwa membaca memberikan sebuah pengalaman yang tak tergantikan dengan aktivitas lainnya. Cara paling mudah untuk mempromosikan aktivitas itu adalah dengan menjadi pendongeng. Ceritakan isi sebuah buku kepada mereka; jalan ceritanya, karakternya, tokoh-tokoh, dan kejadian yang ada di dalamnya. Ini akan membantu anak-anak untuk belajar memahami unsur 'cerita'. 
  3. Bermainlah dengan huruf-huruf bersama mereka. Bisa dimulai dengan huruf yang mengawali  nama mereka. Buku-buku yang memuat alphabet dan ilustrasi gambar yang mengiringinya mulai bisa dikenalkan kepada anak-anak di atas satu tahun. Mereka sudah mulai membentuk gambaran bahwa semua benda di sekitarnya memiliki nama. Saat usianya semakin besar, dua tahun ke atas, mereka mulai bisa mengaitkan nama-nama benda dengan susunan alphabet. 
  4. Masukkan 'buku' dalam aktivitas harian. Saat yang tepat adalah ketika seluruh anggota keluarga tidak lagi sibuk mengerjakan pekerjaan rumah atau yang lainnya. Televisi dalam keadaan mati, dan anak-anak memiliki perhatian penuh terhadap buku. Momen ini bisa dilakukan saat menjelang tidur, atau jam santai menjelang makan malam. Waktu yang luang dan kondisi yang relaks, ada buku. Pembiasaan itu memudahkan anak untuk membuat asosiasi kapan saat yang tepat untuk membaca buku. 




5. Anak-anak yang sudah lebih besar bisa mulai diajarkan keterampilan melakukan observasi sederhana di lingkungan mereka. Ketika mereka sudah mengenal alphabet, kita mulai bisa mengajaknya melakukan permainan sederhana, misalnya membaca tulisan-tulisan yang terdapat di papan reklame di jalan. Atau membaca tulisan di bungkus kemasan makanan.

6. Berikan variasi dan pilihan bacaan bagi mereka. Untuk mengalihkan anak-anak visual dari layar gawai atau televisi, kita bisa menyuguhkan kepada mereka buku-buku yang memiliki ilustrasi yang menarik. Berbagai jenis gambar, baik itu yang berupa grafis maupun foto dapat merangsang rasa ingin tahu anak-anak lebih jauh lagi. Meskipun saat ini, gambar-gambar sangat mudah diperoleh lewat internet, namun menyuguhkan kepada mereka proses bagaimana sebuah gambar dibuat akan memberikan daya tarik dan apresiasi tersendiri.

7. Berikan buku-buku yang merangsang anak-anak untuk melakukan aktivitas yang melibatkan keterampilan motorik dan fisik. Buku-buku yang berisi percobaan-percobaan fisika sederhana, buku-buku yang mengajak mereka untuk membuat jurnal tentang alam dan lingkungan. Buku-buku jenis ini akan merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan eksplorasi mereka. 

8. Sediakan buku dan tempat membaca untuk mereka. Ini merupakan hal yang cukup penting. Buku-buku harus tersedia di rumah. Ajak anak-anak untuk memilih bukunya sendiri saat ke toko buku. Ini juga membantu kita sebagai orangtua untuk melihat bagaimana perkembangan ketertarikan mereka atas tema-tema yang ditawarkan pada sebuah buku. 

9. Luangkan waktu untuk menemani mereka membaca, berdiskusi tentang isi buku, bahkan bercerita soal buku yang pernah kita baca. Pengalaman-pengalaman apa saja yang kita temukan ketika membaca sebuah buku. Tularkan kegembiraan saat membaca buku kepada anak-anak. 

10. Latihan menulis dan membuat buku mereka sendiri. Jika sudah sampai di tahap ini, dapat dikatakan anak-anak sebenarnya sudah membentuk ketertarikan yang spesifik terhadap buku. Mereka sudah mengetahui bahwa buku disusun dari kalimat-kalimat yang ditulis oleh seseorang yang menangkap kisah-kisah. Di tahap ini, anak-anak mulai dapat membangun imajinasi dan ada keinginan untuk menuangkannya kembali. 





Manfaat Membaca bagi Anak-Anak 



7 comments:

  1. Ternyata banyak aktivitas yang bisa dikreasikan dari "sekedar membaca" yah .. Baru kepikiran, dan langkah2 apa yang harus disiapkan untuk mengarah kestu
    ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali. terima kasih kalau tulisannya bermanfaat

      Delete
  2. alhamdulillah anak2 kalau keluar rumah pasti yang gak pernah ketinggalan adalah buku.. malah bisa satu tas gede sendiri tuk tempat buku.. memang bikin anak makin kreatif ya kalau biasa membaca..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Sis, biar berat tapi lumayan bisa bermanfaat buat mereka.

      Delete
  3. Sepakat banget, kenalkan sejak dini. Di aku, ketimbang pake nyuruh2, praktek mbaca buku di banyak kesempatan.
    Alhamdulillah, mulai menular di dua anak-anak.

    Salam siang dari Lombok ^^

    ReplyDelete
  4. Terima kasih mbak. Tips yang no 1, betul sekali

    ReplyDelete
  5. Iyaa kenalkan buku dulu sebelum gadget, sekarang suka terbaliik..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...