Tuesday, June 5, 2018

Nikmatnya Ngeteh Di Rumah Teh Ndoro Donker






Belum pernah terbayangkan sebelumnya bahwa berkendara selama satu jam dari Solo ke arah daerah Karanganyar, saya akan menemukan hamparan kebuh teh. Kebun teh Kemuning, namanya. Yang juga tidak terbayangkan lagi adalah; saya bisa menikmati secangkir teh hangat dan telo (ubi) goreng bersalut gula cair di sebuah kedai bernama Rumah Teh Ndoro Donker. Langsung membayangkan nikmatnya ngeteh di rumah teh Ndoro Donker yang ada di tengah hamparan kebun teh nan hijau. 




Memasuki pelataran parkir Rumah Teh Ndoro Donker, saya langsung merasa memasuki era kolonial:  Sebuah bangunan putih beratap merah nan cantik di tengah kebun teh, yang juga merupakan pabrik pengolahan teh, di kedainya, noni-noni Belanda dengan gaunnya yang mengembung duduk sambil menikmati seduhan teh. Itu yang saya bayangkan.

Begitu masuk ke dalam Rumah Teh tersebut, bayangan saya tadi terasa semakin hidup, apalagi ketika melihat interiornya yang didominasi warna serba putih. Kursi-kursi bermotif floral dan perabotan serba putih. 

Plang ini bisa kalian temukan ketika perjalanan menuju ke Candi Sukuh.







Apa yang ditawarkan Rumah Teh Ndoro Dongker memang bukan sekadar aktivitas ngeteh yang biasa kita nikmati di pusat perbelanjaan. Kalau mau mengulik sedikit sejarahnya, pemilik rumah yang rumahnya sekarang dijadikan Rumah Teh adalah seorang ahli tanaman dari Belanda. Ia lebih suka tinggal di Kemuning dan berbagi ilmu tentang tanaman dengan penduduk setempat. Orang-orang memanggilnya Ndoro, dan rumah yang ditempatinya Ndonkeran. 








Rumah Teh tersebut menawarkan berbagai jenis teh pilihan, mulai dari yang premium, specialty, sampai racikan teh dengan aneka rasa. Beberapa yang paling laris antara lain; white tea, lavender, osmanthus, dan blueberry tea. Sayang, kemarin waktu berkunjung ke sini, saya tidak membawa pulang salah satu varian tehnya untuk diseduh di rumah.

Saat memesan minuman, teh-teh itu dihidangkan dalam bentuk poci yang bisa dinikmati untuk satu keluarga. Selain teh, ada banyak pilihan menu makanan, bukan hanya camilan untuk teman minum teh, tapi juga makanan besar. 

Teh yang saya minum, pahit dan manisnya terasa pas. Rasa hangat langsung menjalari kerongkongan. Menghangatkan tubuh yang berada di area yang cukup sejuk. Rasa lapar pun terbit, saatnya memesan makanan. Iga bakarnya sangat empuk, dan bumbunya menyerap sampai ke serat-seratnya. Urap dan acar yang menemani seporsi nasi semakin menambah kenikmatan makan. Sambel goreng kentangnya sangat njawani, semakin lengkap saat dimakan dengan acar dan telur rebus. 




Untuk camilannya ada banyak pilihan; ubi goreng, timus isi keju, ketela madu wijen, serta tahu dan tempe goreng. Saya paling suka ubinya, manis alami. Sebenarnya tanpa baluran gula yang terkaramel pun tetap legit. 

Pilihan menu makanan beratnya ada iga bakar, sup iga, kare ayam, nasi goreng, dan mie goreng. Ada juga masakan Barat seperti sirloin steak, chicken steak, atau fillet ikan dori yang disajikan dengan kentang goreng dan salad sayur.

Harga untuk makanan dan minuman yang ditawarkan di sana cukup terjangkau, apalagi kita mendapatkan bonus dapat menikmati pemandangan kebun teh dan suasana interior ruangan bergaya pedesaan Eropa. Rentang harganya berkisar antara Rp. 10.000-Rp.55.000,-. 

Karena belum banyak pilihan tempat makan di area wisata Kemuning yang dekat dengan Candi Sukuh dan Candi Cetho ini maka bisa dipastikan Ndoro Donker akan selalu penuh. Rumah teh ini buka dari pukul 09.00 hingga 18.00. Kalau ke sini, pastikan juga untuk mengeksplorsi setiap area yang ada. Mulai dari kebun teh, hingga taman-tamannya. Kita juga bisa memilih untuk duduk di area outdoor ataupun indoor

How To Get There. 

Dari Kota Solo, kawasan Kemuning bisa dicapai dengan satu jam berkendara menggunakan mobil pribadi. Jalanan di sini relatif menanjak, jadi pastikan kendaraan yang digunakan sesuai dengan medannya. 

Kalau berkunjung ke kawasan Kemuning, sebaiknya sih, jangan diniatkan cuma buat makan saja. Berkendara sedikit ke atas, kita bisa mendapati Candi Sukuh dan Candi Cetho. Keduanya merupakan objek wisata yang sedang naik daun di Kabupaten Karanganyar. 

Untuk bisa sampai ke Kemuning, paling pas juga singgah di Kota Solo terlebih dahulu. Jadi, ketiga destinasi di Kabupaten Karanganyar ini menjadi destinasi tambahan. Saran saya, agar puas mengeksplorasi siapkan waktu minimal dua hari. Hari pertama melakukan eksplorasi di Kota Solo, hari kedua berkunjung ke destinasi wisata yang ada di luar Kota Solo tapi masih berdekatan. 

Berkunjung ke Solo pun saat ini banyak sekali pilihannya, dari Jakarta dengan pesawat terbang kita bisa menggunakan Citilink yang memberi penawaran harga tiket mulai dari Rp. 265.000. Selain pesawat, bisa juga naik kereta api, atau dengan menggunakan travel apabila berada di kota-kota penyangga yang dekat dengan Solo.  


2 comments:

  1. Huwaaaaa ada tempat seciamik ini di Solo ya Mba Nia. Seru, pengen ke sana. Semoga kendaraanku bisa naik nih.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...