Wednesday, November 21, 2018

Tema Blog Yang Disukai Bisa Kelihatan Dari Tema Blog Yang Nggak Kita Sukai : Nggak Setuju Nggak Usah Baca



Pernah denger keluhan ini: "Jangan paksa aku nulis tema-tema yang nggak disukai karena hasilnya pasti jadi nggak banget," atau komentar sebaliknya yang menyatakan bahwa menulis topik-topik yang nggak kita sukai itu sebuah tantangan? Kamu tim mana? Tim mau belajar nulis topik atau tema blog yang nggak biasa ditulis atau tim yang maunya hanya nulis topik-topik yang disukai saja.



Tema Blog Tutorial: Suka Bacanya Tapi Males Nulisnya. 

Dulu banget, saya paling nggak bisa kalau disuruh membuat tulisan yang berhubungan sama tutorial yang sifatnya teknis. Mungkin sebenernya bukan nggak bisa, sih. Tapi males. Meskipun nggak bisa dan males nulisnya, tapi saya paling suka baca blog atau tulisan yang berisi tutorial. Nah, bingung kan. Apalagi kalau berhubungan dengan tutorial teknis yang berhubungan sama gawai gitu. Suka aja bacanya, apalagi kalau yang membuat tulisan ini detail dan sabar banget membimbing langkah per langkah.

Tapi kemudian kalau gantian saya yang disuruh bikin tulisan jenis itu, jangankan menjabarkan dalam tulisan, kadang ngomong langkah per langkah aja udah males. Seringnya bilang : "Udah, kamu liat aja apa yang kukerjain, nanti tinggal nyontoh." Dari itu jadi tau bahwa saya memang nggak terbiasa nulis tentang apapun yang berhubungan dengan tutorial. So tema blog tutorial it's not my cup of tea. Cuma suka tapi nggak bisa nulis tentang itu, artinya passion saya memang nggak di situ.

Tema Blog Masak-Memasak : Suka Masaknya Tapi Males Nulis Resepnya. 

Coba deh, cermati tulisan-tulisan saya yang isinya berbagi soal resep masakan, pasti biasa banget kan? Bahkan cenderung ngebosenin, kalau saya bilang. Harus ada motivasi lebih untuk menuliskan topik blog yang isinya resep-resep masakan. Misalkan mau mewariskan blog masak-memasak buat anak perempuan kita. Sayangnya, anak saya keduanya laki-laki. Salut sama yang menekuni blog jenis tersebut.

Saya itungannya masuk 'main course personality' ketimbang 'dessert personality' kalau dalam urusan masak-memasak. Di rumah, ada beberapa buku warisan resep dari Mama atau Eyang Putri yang isinya lumayan detail menjabarkan bahan-bahan plus gramasinya.

Tahukah Anda apa yang terjadi jika saya membaca resep membuat Kue Putu Ayu, misalnya? Saya nggak bakal mengikuti takaran yang tertulis di resep. Alih-alih menuangkan tepung beras sebanyak 250 gram dengan menimbang dulu misalnya, saya akan menuangkan dengan cara mengira-ngira. Uhmmm, kayaknya itu setara dua puluh sedok makan, deh. Yaa, pokoknya semacam itu lah.

Makanya Pak Suami lebih suka saya masak hidangan 'hot kitchen' ketimbang 'cold kitchen'. Begitu pun saat membuat tulisan blog yang berhubungan dengan menjabarkan sebuah resep. Lemaah, hahaha. Tapi ada yang bilang kalau kelemahan kita dalah kekuatan. Mungkin butuh sebuah tekanan agar saya mau sabar menulis blog berisi resep masakan.

Tema Blog Materi Ajar : Duh Gusti, Mending Saya Disuruh Bikin Jurnal Penelitian. 

Blog dengan tema materi kuliah atau materi pengajaran itu pengunjungnya lumayan banyak lhoo, jangan salah. Tapi meski amat berfaedah bagi umat, saya termasuk yang bakal angkat tangan kalau disuruh memindahkan catatan kuliah ke blog. Atau isi buku teks ke blog.

Mencatat ulang, bagi saya adalah kegiatan nirfaedah buat diri sendiri. Ya, kalau udah punya materi ajar yang dicatat di buku terus suruh ngulang lagi ngetik kemudian diunggah ke blog itu namanya apa kalau bukan kurang kerjaan.

Meski begitu, saya akan membungkukkan badan kepada para blogger yang mendedikasikan dirinya untuk mengunggah materi-materi kuliah. Kalian hebat. Semoga dollar dan pahala terus mengalir melalui materi-materi yang kalian unggah.

Tema Blog Random, Kesehatan, Pertanian, dan Pengairan : Hoaks Kesehatan Dibagikan Karena Rasa Sayang Kepada Sesama. 

Yang terakhir ini, plus jangan tanya sama saya benarkah tema blog random macam itu ada di jagat dunia maya? Cik, googling sendiri geura. Ada pasti ada. Kemungkinannya 80 persen kamu akan menemukan judul semacam '10 Cara Mengobati Kencing Manis Dengan Menanam Tanaman Obat Di Lingkungan Rumah Yang Minim Pengairan'.

Blog berisi informasi kesehatan itu banyaaak banget. Dan masih sangat sulit membedakan apakah informasi yang dibagikan itu benar, rekaan, bahan becandaan, eksprimen atau apa? Kalau pas nemu postingan seperti ini, kita sadar betul bahwa penulis atau siapapun di balik karya tersebut ingin menyebarkan ilmu pengetahuan agar orang lain yang sakit mendapatkan pencerahan atau sebagai bentuk pencegahan.

Masalahnya, alih-alih mencerahkan, kadang informasi kesehatan yang kita baca di blog justru menyesatkan. Makanya kalau isinya sangat klinis, berbau medis, jangan lupa cek dulu kredibilitas blog, sumber, dan penulisnya, ya.

Ada cerita begini; seorang teman pernah bercerita bahwa Mengkudu atau Pace bisa menyembuhkan kanker. Karena kebetulan ia seorang Survivor dan punya pohon buah tersebut di rumahnya, dia pun mengikuti saran yang didapatkan dari sebuah blog untuk rutin mengonsumsinya. Ia pun memetik buah tersebut dan membawanya ke dapur.

Sesampainya di dapur, bukannya segera mengunyah buah, ia malah menelepon saya menanyakan apa yang harus ia lakukan dengan buahnya. Dikupas atau nggak, diiris apa direbus, dimakan langsung atau dimasak?

"Lhaa, kata yang nulis blog apa?" balas saya kala itu.

"Nggak ada keterangannya, soalnya di blog tersebut cuma ditulis begini : "10 Macam Buah Yang Dapat Melawan Sel Kanker."

"Nah, terus kenapa kamu milihnya Pace Mbak, kan ada 9 buah lainnya? Soalnya kalau buah Pace atau Mengkudu, swear, aku belum pernah makan, jadi nggak tahu cara makannya."

"Terus gimana?"

"Coba kontak yang nulis, tanya gimana konsumsinya. Atau googling lagi, siapa tahu ada yang bahas tentang 'Cara Pengolahan Buah Mengkudu Untuk Melawan Sel Kanker'."

"Kamu nggak lagi ngece aku, kan?"

"Nggaaak Mbaak, Ya Allah..." balas saya sambil mengigit lidah menahan geli.

"Soalnya jawabanmu satir owk...Eh tapi, aku yang salah sih, mestinya kan aku cek ricek kredibilitas tulisan macam itu."

Kami pun tertawa terbahak-bahak.

FYI, teman saya itu seorang praktisi kesehatan lho. Saya, dia, kita, sering banget kan, menemukan tulisan-tulisan jenis itu? Gimana perasaanmu saat baca blog jenis begitu. Insya Allah nggak semua tulisan jenis tersebut nggak berfaedah juga, sih. Ada pasti ada manfaatnya. Cuma, please jangan cuma nulis buat menuhin target harian atau kunjungan. Ada baiknya cantumkan sumber, kalau bisa jangan cuma dari Wikipedia atulah. Terus takaran atau dosisnya, sudah pernah praktek apa belum.

Nah, kira-kira itu tadi tema blog yang kiranya Insya Allah semoga nggak khilaf, nggak bakal saya tulis dengan serius sampai niat banget kecuali suatu saat dipepet.

Lhaa, judulnya kayaknya Tema Blog Yang Disukai, kok, tulisannya sebaliknya?


Ya, karena menuliskan yang saya sukai bakal membosankan karena pasti kita sama, atau bakal panjang karena terlalu banyak. Dari yang nggak kita sukai, kita jadi tahu mau ngasih perhatian sama yang mana.

Gitu aja. Tabik!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...