Tuesday, October 30, 2018

Horison Kota Lama Kini Berganti Menjadi Horison MT.Haryono

Horison Kota Lama Kini Berganti Menjadi Horison MT.Haryono

Horison Kota Lama kini berganti nama menjadi Horison MT.Haryono. Jadi, kalau kebetulan berkunjung ke Semarang dan sedang mencari hotel yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Kota Lama Semarang, jangan bingung ya. Hotel berbintang tiga ini lokasinya juga nggak jauh dari Kampung Batik di daerah Bubakan, kok. Apa saja yang menarik dari hotel ini?



Berlokasi di dekat kawasan wisata seperti Kota Lama dan Kampung Batik membuat hotel berbintang tiga yang juga tidak jauh dari Stasiun Tawang ini bisa menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan maupun pebisnis yang berkunjung ke Semarang.

Hotel yang berada di bawah manajemen Metropolitan Golden Management ini telah melakukan rebranding. Horison Kota Lama Semarang, saat ini telah berganti nama menjadi Horison MT.Haryono. Lokasinya tentu saja berada di Jalan MT.Haryono no 32-38, Purwodinatan, Semarang Tengah. Biar gampang, ancer-ancernya adalah pom bensin dan bundaran. Lokasi hotelnya nggak jauh dari situ.

Horison MT.Haryono saat ini juga sedang melakukan pembenahan dan renovasi secara bertahap. Saat ini Horison MT. Haryono sudah memiliki lima ruang meeting, dan sudah mulai melakukan pembangunan untuk wardim yang pada tahun 2019 diperkirakan sudah berjalan.

"Langkah re-branding ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan hotel sendiri maupun bagi kelangsungan ekonomi Kota Semarang," tutur Arifandi selaku General manager Horison MT.Haryono Semarang.

Di bawah manajemen Metropolitan Golden Management, Horison MT.Haryono berusaha memadukan standar internasional dengan budaya lokal, selain juga mengutamakan pemanfaatan produk dalam negeri dan pengembangan sumber daya manusia lokal.

MGM sendiri sudah sangat berpengalaman karena telah mengoperasikan 49 hotel dengan jumlah kamar lebih dari 5000. Saat ini ada empat brand hotel yang beroperasi di bawah manajemen, yaitu Horison, @Hom Hotel, Aziza Hotel, dan Horison Express.

beberapa hotel di bawah manajemen metropolitan golden management

Seseruan Cooking Class di Santan Restaurant Horison MT.Haryono. 

Bersamaan dengan acara re-branding, Horison MT.Haryono juga mengadakan Cooking Class yang dihadiri rekan blogger dan media. Acara Cooking Class ini juga sekaligus untuk mengenalkan salah satu menu andalan yang dimiliki Santan Restaurant. Salah satunya adalah Soto Khas Semarangan. 

Dipandu oleh Chef Ari selaku Sous Chef dari Horison MT.Haryono, rekan-rekan media dan blogger turun langsung membuat signature dish berupa Soto Ayam Khas Semarangan dan Pistuban.

Menurut Chef Ari, ada beberapa Soto Ayam Khas Semarangan yang termasuk enak dan dikenal masyarakat, salah satunya adalah Soto Bangkong. Namun, banyak juga hidangan Soto yang bukan asli dari Semarang. Oleh karena itu, Chef Ari ingin melestarikan hidangan Soto Ayam Khas Semarang di Horison MT.Haryono. 

santan restaurant horison mt haryono



Berbagai kiat memasak Soto Ayam yang belum diketahui pun dibagikan oleh Chef Ari, salah satunya adalah soal perbandingan jumlah bumbu dan rempah, lalu trik membuat rasa ayamnya semakin kental dengan memasukkan tulang ayam, sampai memasukkan sebatang seledri di akhir perebusan agar aroma kuah sotonya semakin harum. Hasilnya, Soto Ayam yang aromatik dan penuh cita rasa. 

Selain Soto Ayam, Chef Ari juga mengajak Food Blogger untuk membuat Pistuban. Tunggu video battle duo food blogger yang lagi seseruan masak pistuban, ya. Pistuban ini adalah sebuah penganan tradisional berbahan dasar pisang. Aroma daun pisang yang direbus pun menguar di udara ketika kami menikmati santap siang sambil menunggu kukusan Pistuban matang. 



soto ayam khas semarang

Ternyata hidangan sederhana yang dibungkus daun pisang tersebut rasanya sangat legit. Perpaduan rasa manis dari pisang, dan rasa gurih dari telur membuat penganan ini cocok jadi camilan sore hari. Apalagi kalau ditemani secangkir teh hangat atau wedang uwuh. Makin mantap. 

Santan Restaurant sepertinya memiliki banyak hidangan andalan berupa masakan tradisional. Saya sendiri jadi nggak sabar untuk mencicipi aneka hidangan yang disajikan siang itu. Salah satunya tentu saja ada Soto Ayam Khas Semarangan. Camilannya pun bikin gagal fokus; ada tape goreng yang disajikan di atas tungku tanah liat yang terus dihangatkan, sampai aneka jajanan, seperti lemper, pisang rebus, dan gorengan lainnya. 

Untuk bisa merasakan kelezatan hidangan tersebut, kita bisa berkunjung ke Santan Restaurant meskipun tidak sedang menginap di sana. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari 15.000 rupiah saja. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...