Friday, November 9, 2018

Flash Blogging Bersama Kominfo : Empat Tahun Indonesia Kreatif. Pilih Peranmu Untuk Berkontribusi Bagi Indonesia.


Flash Blogging Bersama Kominfo : Empat Tahun Indonesia Kreatif


Di tahun 2030 Indonesia diproyeksikan  akan menduduki peringkat kelima kekuatan ekonomi dunia. Proyeksi tersebut dirilis oleh perusahaan yang melakukan analisis terkait kekuatan ekonomi negara-negara dunia, Pricewaterhouse Coopers (PwC).

Proyeksi tersebut juga dikutip oleh Ibu Rosarita Niken selaku Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik ketika membuka acara Flash Blogging bersama Kominfo dengan tema "Empat Tahun Indonesia Kreatif." yang berlangsung di PO Hotel Semarang, Jumat 9, November 2018. Hal-hal kreatif apa saja yang sudah dicapai Indonesia sehingga diproyeksikan akan menjadi kekuatan ekonomi dunia di urutan ke-5?


Mari kita putar kembali ingatan akan perhelatan Asian Games 2018 pada bulan Agustus lalu. Masih terekam jelas bagaimana kemegahan ajang olahraga ini mampu mempersatukan warganet yang mulanya terpecah belah oleh opini yang berseberangan.

Dengan torehan prestasi yang melesat melewati ekspektasi: peringkat ke-4 dengan perolehan 31 medali emas, Indonesia mampu membuat mata dunia menoleh ke arahnya. Hal tersebut juga berhasil membungkam sebagian besar warganet yang lebih banyak nyinyir ketimbang memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Pilih Peranmu Untuk Berkontribusi Bagi Indonesia. 


"Hutan Indonesia sudah hampir habis, cadangan minyak juga sudah mulai menipis," ujar Pak Andoko Darta selaku staf tim komunikasi presiden mengungkapkan keresahannya terkait Indonesia yang selama 70 tahun berada di kondisi middle-income trap, yaitu suatu kondisi dimana negara telah berhasil keluar dari zona negara berpenghasilan rendah, namun tidak mampu melangkah ke zona negara berpenghasilan tinggi.

Harus ada penggerak ekonomi lainnya agar Indonesia bisa keluar dari 'jebakan betmen' tersebut. Salah satunya dengan terus menggenjot pertumbuhan ekonomi kreatif.

Saat ini, salah satu indikasi berkembangnya kondisi ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi kreatif dan sumbangan PDB-nya selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sumbangan industri ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2017 sudah mencapai Rp1.009 triliun dari Rp852,5 triliun pada 2015 sedangkan di tahun 2018 kontribusinya diperkirakan sekitar Rp1.105 triliun.

Sumbangan dari ekonomi kreatif jugalah yang saat ini mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi di bawah angka 10 persen.

Apa itu ekonomi kreatif dan bagaimana kita bisa berperan di dalamnya?


Ekonomi kreatif adalah model ekonomi baru yang berdasarkan pikiran dan gagasan yang menjadi tulang punggung Indonesia untuk di kemudian hari.


Peran Kita Tidak Cuma Satu. 

Ada banyak peran yang bisa kita pilih untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia maju dan menjadi kekuatan ekonomi dunia.


Kreator
Jika memilih menjadi seorang kreator maka teman-teman bisa banyak memberikan kontribusi di ranah ekonomi kreatif melalui beberapa basis dari industri ekonomi kreatif antara lain fesyen, kuliner, kerajinan, seni pertunjukan, periklanan, film, musik, animasi, games dan seni rupa.


Di ranah kreator, saat ini Kominfo membuat gerakan 1000 start-up untuk membina rintisan usaha berbasis IT. Mendorong para kreator untuk membuka start-up dan mempertemukannya dengan venture capital.

Indonesia boleh berbangga karena saat ini memiliki Unicorn, yaitu start-up yang berhasil menggerakan perekonomian Indonesia bahkan valuasinya membuat 'unicorns' ini masuk dalam start-up paling berhasil. Unicorns ini antara lain : Bukalapak, Gojek, Traveloka, dan Tokopedia.

Peduli

Di ranah ini, banyak peran yang bisa kita ambil untuk berkontribusi membantu pemerintah. Kepedulian kita dapat membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Jika kita seorang yang melek teknologi informasi dan komunikasi maka kita dapat membantu pemerintah untuk mengedukasi bagaimana berinternet dengan sehat.

Saat ini Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mengingatkan soal validitasi nformasi yang beredar di dunia maya karena sebanyak 92,40 % berbagai kabar yang ada adalah hoax serta konten kebencian sehingga bisa menganggu perkembangan anak dan remaja.

Pemerintah juga sangat concern terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan elektrifikasi yang pada tahun 2017 telah meningkat menjadi 95,3 persen. Harapannya dengan listrik menyala, ekonomi tergerakkan.

Cendikiawan.

Tentunya tidak semua orang dituntut untuk jadi kreator atau pengusaha. Pertumbuhan produktivitas negara juga didorong dengan adanya peningkatan kualitas SDM. 

Cendikiawan memiliki misi untuk membantu negara meningkatkan kualitas pendidikan SDM bangsa. Terkait dengan pendidikan sendiri, saat ini pemerintah telah meningkatkan anggaran pendidikan dari 126 triliun menjadi 147 triliun di tahun 2018.

Eksplorer.


Para penjelajah adalah orang-orang yang berkontribusi untuk mengenalkan Indonesia dan keindahannya pada dunia luar.

Sektor pariwisata menjadi andalan bagi devisa negara mengingat saat ini sudah dikembangkan 10 destinasi pariwisata yang baru.

Pemerintah memfokuskan pada pengembangan destinasi pariwisata untuk turut menaikkan daya saing pariwisata di mata dunia.

Orang Biasa. 
Tidak perlu khawatir jika kita memilih menjadi 'orang biasa' karena pemerintah juga memberikan perhatian yang cukup besar di sektor pekerja.

Saat ini pemerintah sudah berhasil menurunkan angka pengangguran hingga 5,13 persen.

Masyarakat pedesaan juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaannya di desa, tanpa harus hijrah ke kota. Hal ini tentu saja disebabkan karena adanya peningkatan anggaran desa. Saat ini anggaran desa sudah mencapai angka 60 Triliun. Sebelumnya di 2016 baru digelontorkan sebesar 20 Triliun.

Pahlawan.

Siapakah yang dapat dikatakan sebagai pahlawan di era ini? Salah satunya adalah generasi muda yang mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya. Salah satunya adalah para atlit.

Bercita-cita menjadi atlit dan mengharumkan nama bangsa mungkin masih terdengar kurang menarik di masa-masa lalu karena tidak adanya jaminan masa depan ketika para atlit sudah pensiun berlaga.

Kini apresiasi pemerintah bukan hanya dengan mengembangkan keterampilan dan kualitas para atlit, namun juga apresiasi setelah para atlit tidak lagi berlaga. Misalnya dengan memberikan kesempatan menjadi PNS di Kemenpora, dana apresiasi yang jumlahnya juga tidak kecil jika mereka menyandang juara. Misalnya bonus Asian Games sebesar 1,5 Milyar bagi atlit yang berhasil menyabet medali emas.

Jadi Apa Peran Dan Kontribusimu Untuk 4 Tahun Indonesia Kreatif?


Sebagai blogger yang bekerja di ranah kreatif dan selalu memproduksi konten maka salah satu tugas kita adalah menyebarkan konten positif untuk mengimbangi beredarnya konten negatif di dunia maya.

Saat ini aliran informasi begitu masif. Di Facebook saja dalam waktu satu menit terdapat 3,3 juta informasi yang beredar. Belum lagi informasi di WA yang dalam 1 menitnya bisa beredar sebanyak 29 juta informasi.

Dengan membuat konten yang positif artinya kita tidak hanya berkontribusi sebagai Kreator tetapi juga menjadi orang yang Peduli menjaga kondusivitas pertumbuhan pembangunan.

Menyebarkan konten yang positif sama juga dengan menanamkan benih optimisme bagi masyarakat bahwa bangsa kita saat ini sedang bergerak maju.

Menuliskan konten positif dengan mencatat prestasi bangsa juga merupakan cara kita percaya bahwa negara kita bergerak ke arah yang positif.

Jadi, ambil peranmu sekarang sekecil apapun itu karena kerja kita adalah prestasi bangsa.



5 comments:

  1. Joss ini...bahkan klo aku jurinya, mustinya nomer 1 ini

    ReplyDelete
  2. Hebat luar biasa, sebagai generasi harapan bangsa telah mampu menjawab tantangan zaman melalui ide dan tulisannya menuju Indonesia jaya

    ReplyDelete
  3. Wahhh...mmg layak jadi juara. Selamatttt ya..😍

    ReplyDelete
  4. Mantap tulisannya.. kompliiit. Selamat ya mbak.

    ReplyDelete
  5. Aku juga bertanya-tanya,, aku udah berkontribusi apa untuk Indonesia tercinta.
    Mbak,, aku suka tulisanmuuu. Selamattttt!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...