Monday, January 27, 2020

Pembukaan BI Netifest 2020 dan Workshop Blogger Hari 1

Pembukaan BI Netifest 2020 dan Workshop Blogger Hari 1

Pagi hari Kamis, 17 Januari 2020 jadi hari yang bikin deg-degan karena seharian itu selain akan ada pembukaan BI Netifest 2020 juga akan ada workshop kategori blogger sampai sore. Kalau saya datang ke rangkaian acara ini sendirian mungkin bakal biasa aja ya, karena udah sering juga kan. Tapi ini, seharian bakal ikutan workshop buat para finalis sambil momong bayi 3 bulanku.



Apa kiat khusus agar di saat-saat seperti itu bisa membagi waktu dan perhatian antara ngemong bayi dan bekerja?



Yang paling penting adalah tahu karakter bayi atau anak kita, juga jadwal-jadwal hariannya. Misalnya, kapan dia merasa bosan. Biasanya menangis karena apa saja?Apa saja kebutuhannya di luar menyusui dan pup?

Alhamdulillah, sejak anak kedua saya menerapkan kebiasaan membangun rutinitas harian buat bayi agar jadwalnya tertata dan bayi merasa secure.

Rutinitas harian yang teratur adalah kunci membangun kebiasaan yang baik bagi bayi. Tentunya menemukan hal seperti ini juga setelah trial and error waktu mengurus anak kedua.

Kebetulan apa yang sudah pernah diterapkan di anak kedua dahulu, bisa juga diterapkan untuk anak ketiga ini, salah satunya adalah punya jam tidur yang teratur setiap harinya.

Dengan  memahami kebiasaan serta ritme harian bayi maka kita bisa mengukur juga apakah satu kegiatan bisa dilakukan bersama bayi atau tidak. Ini secara psikologis juga membuat anak lebih secure karena tahu apa yang akan dialaminya sepanjang hari.

Kunci kedua adalah manajemen waktu.

Alhamdulillah, kebetulan banget sekamar dengan Mba Dian Nafi yang pola tidur dan ngapa-apainnya hampir sama seperti saya.

Jadi, setelah subuhan biasanya saya bakal langsung siap-siap, mandi, sementara si bayi bobok-bobok ayam. Beres mandi, gantian mandiin si bayi lalu kami turun ke lobby untuk siap-siap sarapan.



Sama aja sebenarnya jadwalnya dengan Saat di rumah. Jam sarapan sekitar pukul enam sampai setengah 8 itu biasanya si bayi bobok lagi. Jadi, pas di hotel saya bisa sarapan dengan tenang sambil gendong bayi.

Pembukaan acara di jadwal tertulis 08.30 meski nggak on time juga sih, tapi nggak molor jauh dari jadwal. Khawatir kalau molor keburu bertepatan dengan jadwal si bayi bangun dan menyusu untuk kedua kalinya.

Dengan manajemen waktu dan disiplin mengisi aktivitas sesuai dengan jadwal bayi dan jadwal saya sendiri maka jadi bisa membagi perhatian untuk belajar sekaligus ngemong.

Di acara pembukaan, seperti yang sudah-sudah, suasananya pasti akan banyak sumber suara yang bisa bikin bayi terbangun dari tidur, kayak suara tepuk tangan, peserta nyanyiin lagu kebangsaan, sampai pemutaran video bumper.

Sebenarnya, menurut teori bayi bisa sangat menolerir suara gaduh. Karena saat di dalam kandungan pun, ada white noise yang justru malah menenangkan bayi.

Tapi, mesti lihat lagi karakter bayi kita seperti apa. Nah, karena saya nggak pengin Kia terbangun kaget karena suara-suara yang kurang nyaman di telinga, saya pun menyiapkan ear-muff yang nyaman dikenakan sepanjang acara.

Sepanjang acara pembukaan berlangsung anaknya bobok nyenyak di dalam gendongan.

Pakai ear muff dari EMS yang nyaman banget dikenakan bayi karena bahannya soft banget. Sejak dari kamar saya juga sudah menyiapkan pakaian yang nyaman dan hangat.


Alhamdulillah, acara pembukaan bisa dilalui dengan lancar. Begitupula ketika mengikuti workshop, Kia bisa sangat kooperatif. Ada saatnya dia terbangun pada sesi workshop di jam kedua selepas ishoma karena memang sudah jamnya ia bangun dari tidur.



Workshop Untuk Blogger Dengan Narsum Mas Nurulloh, COO Kompasiana.



Saatnya menimba ilmu nih. Setiap mau dapat ilmu nulis dari seseorang yang memang expertise di bidangnya saya selalu excited menebak hal-hal apalagi yang bakal saya dapatkan untuk terus mengembangkan skill nulis.

Sebelum masuk kelas, lumayan dapat ilmu penyegaran dari Jurnalisnya Metro TV. Meskipun udah pernah dapet materinya, tapi ini semacam diingatkan lagi buat nulis yang lebih baik.

Saya rangkumin beberapa highlight yang penting di grafis di bawah ini ya.





Narsum kelas blogger adalah Mas Nurulloh, COO dari Kompasiana. Pas banget kan. Karena Mas Nurulloh ini juga termasuk blogger lama yang sudah banyak pengalamannya dalam membaca tulisan para blogger.

Selain karena udah sering bewe atau blogwalking, baca tulisan blog temen-temen di Kompasiana adalah menu hariannya. Jadi beliau bisa tahu kecenderungan apa aja yang terjadi saat blogger nulis.

Tema pembelajaran dari Mas Nurulloh hari itu adalah gimana caranya kita bisa nulis yang powerfull dan ada positive vibes yang bisa tersampaikan kepada pembaca.

Asyik banget temanya.

Seperti biasa, biar lebih masuk ke ingatan saya lebih suka membuat mind map atau coret-coretan saat narsum menjelaskan materi ketimbang motret. Yang sudah-sudah, foto materi jarang banget dibuka-buka lagi.

Ini rangkuman materi dan foto-foto bareng selesai workshop.



Bersambung ke : Jelajah Museum BI dan Nonton Sheila On 7 di Awarding Night BI Netifest 2020


1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...