10 Buku Terbitan Falcon Publishing Buat Ngabuburit

10 Buku Terbitan Falcon Publishing Buat Ngabuburit

10 Buku Terbitan Falcon Publishing Buat Ngabuburit. Yup, ngabuburit alias Ngabu Book Read dengan 10 rekomendasi judul buku yang diterbitkan oleh Falcon Publishing. 


Merajut kalimat yang kukumpulkan dari buku-buku, untuk membujukmu ikut memasuki dunia baru. Karena aku tidak ingin kamu hanya tinggal dan tertinggal di dalam kamar dengan jendela kecil di dalam genggamanmu itu. 

Salah satu peer saya sebagai ibu. Menularkan kegembiraan membaca buku pada Si Sulung membuat saya harus terbiasa menjadi first reader untuk buku-buku bacaan Si Sulung. 

Sebelum merekomendasikan padanya sebuah buku, saya harus membacanya dulu. Supaya aman dan lulus sensor, lalu membuat intisari yang menarik diceritakan agar Si Sulung tergerak untuk ikut membaca. 

Jadi, waktu ditawari untuk menjadi first reader dari buku-bukunya Falcon Publishing, saya nggak pakai mikir lama buat mengiyakan.

Pertama, karena ada beberapa deretan buku incaran saya dan Si Sulung yang diterbitkan oleh Falcon Publishing. 

Kedua, momennya pas. Saat puasa begini, biasanya saya juga meluangkan waktu untuk ngabuburit dengan membaca buku. 

Ketiga, ngelirik lemari buku, rasanya sudah sejak awal tahun kemarin belum beli buku baru lagi.

Suka kelamaan memandangi deretan judul di rak toko buku, dan seringnya pas pulang justru menenteng buku yang bukan incaran. Kebiasaan aneh. 

Kesulitan memilih buku ini tentu teratasi karena Falcon sudah memilihkan deretan judul yang setidaknya terkurasi dengan baik, yakinlah saya dan Si Sulung pasti akan menikmati kegembiraan membaca buku-buku di bawah ini :

1. Filosofi Endog

2. Si Juki Anak Kosan

3. Warkop DKI Kartun

4. Kecebong Kesayangan

5. Haru Mahameru

6. Jodoh Sang Superstar

7. Nawaitu Cinta

8. Gadis Pramugari

9. Istri Kedua Gus

10. Kekasih Semusim 

Sepuluh judul itu, juga bisa sekalian di pre order selama momen Ramadan ini. Kalian bisa mendapatkan buku-buku ini di Gramedia.com, Shopee, Bukku.id atau di 10 Teman NgabuBookRead (free ongkir). Kunjungi Instagram @falconpublishing kemudian klik Linktree pada Bionya. 

Kalian juga bisa mendapatkan buku ini di toko buku atau melalui pembelian online selama periode Pre Order 25 – 30 APRIL 2021. Dapatkan juga FREE ONGKIR hingga bonus tanda tangan penulis dan berlangganan GRATIS KLIKFILM khusus untuk periode tersebut. 

PO 10 Buku Terbitan Falcon Publishing


Saya juga memperlihatkan pada Si Sulung deretan kaver bukunya, dan tentu saja saya sudah bisa menebak dia akan memilih membaca yang mana dulu. 

" 'Si Juki Anak Kosan' kan yang mau kamu baca duluan," tebakan saya nggak meleset karena matanya langsung berbinar melihat kaver buku di flyer pemberitahuan pre order. 

Oke, karena yang satu itu kayaknya sudah pasti lolos sensor, jadi nggak saya ulas di sini. 

Saya menunjukkan pilihan lain kepada Si Sulung. Karena jatah baca bukunya bulan ini lagi kosong, saya kasih dua pilihan di luar 'Si Juki Anak Kosan' yang pasti bakal langsung dia baca duluan kalau bukunya datang. 

Tangannya menunjuk kepada 'Filosofi Endog' dan 'Haru Mahameru' 

"...tolong ini dibaca duluan ya, Bund (diulas maksudnya) supaya aku bisa siap-siap, kalau yang horor nggak aku baca malam-malam."

"Ah cemen kamu."

"Kalau Bunda emang milih mau baca apa?"

"Dari kaver, Bunda paling penasaran sama 'Kekasih Semusim'."

Yuk, simak ulasannya. 

Kita mulai dari yang terasa ringan dulu, ya. 

Filosofi Endog (resep hidup ala Chef Arnold) 

Kaver Buku Filosofi Endog by Igorsatumangkok


Judul buku: Filosofi Endog (resep hidup ala Chef Arnold) 
Penulis: Arnold Poernomo 
Penyunting: Putri Nurnitasari 
Ilustrasi isi dan sampul: Alam Taslim (igorsatumangkok) 
Format: Soft Cover 
Penerbit: PT Falcon Interactive (April 2021) Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-6714-70-1

Saya menduga buku ini bakal seru dan Instagramable saat difoto salah satu halamannya lalu diunggah ke sosial media. Karena di dalamnya cukup banyak kalimat-kalimat padat isi seperti 'endog' yang bakalan menggelitik semangat sekaligus pemikiran kita tentang hidup. 

Salah satu yang menarik : Jadilah seperti endog bukan kentang

Ya kurang lebih begitulah kalimatnya, agak bikin penasaran kenapa kentang tidak lebih baik daripada telur, pasti ada filosofinya. 

Menariknya, kutipan itu ditulis oleh seorang yang merasa dirinya tukang julid. 

Banyak yang bilang saya ini tukang julid.
Banyak yang bilang saya ini hobi ngegas.
Banyak yang bilang mulut saya ini kayak lombok
setan, pedas!
Tapi, semua itu cuma yang kelihatan di layar dan
media sosial aja. Karena aslinya ….
Saya memang seperti yang kamu bayangkan!

Saya langsung terbayang sosok Chef Arnold ketika dia menjadi juri di kompetisi memasak. Tapi entah kenapa, baru membaca kata pengantarnya saja, yang terbayang justru sisi lain Chef Arnold, yang saya rasa baru benar-benar akan terkuak ketika sudah membaca buku ini. 

Inget ya, ini buku resep hidup lho ya, bukan buku kumpulan resep. Antara kalian membaca ini untuk tahu resep sukses Chef Arnold yang bisa diterapkan dalam kehidupan sendiri, atau kalian bakal belajar melihat perspektif baru dari seorang pesohor yang di luar dugaan justru akan mengubah kerangka berpikir kalian. 

Misalnya waktu bahasa soal 'Attitude Zaman Now', otomatis saya banyak ikut angguk-angguk mengiyakan pendapatnya. 

Dikatakan kalau saat ini banyak orang yang jadi mudah insecure, dan sukanya hal-hal instan. Katanya : 

Semakin banyak kita menghabiskan waktu di media sosial maka semakin besar juga peluang kita untuk ter-infuence. Pengin semuanya serba 
instan sampai lupa kalau ada yang namanya proses dan progres. Pengin cepat-cepat punya jam mahal 
padahal gaji masih pas-pasan.  

Dari sini, saya langsung makin kepo, gimana sih, perjalanan Chef Arnold hingga bisa sesukses sekarang? 

Dia bisa nulis begitu, beneran karena memang pernah melalui tahapan berdarah-darah dalam hidupnya, atau kalimat itu jadi punya kekuatan lantaran dia memang sudah punya privilege saja? 

Semua baru bisa kita simpulkan setelah membaca setidaknya 41 fragmen dalam buku Filosofi Endog ini. Setiap judul fragmennya menarik, membahas fenomena kekinian dunia content creator, seluk-beluk dunia F&B, juga 'titik terendah' seseorang yang kini bisa dibilang telah menyandang gelar sebagai orang 'sukses di usia muda'. 

Buku kedua yang akan saya ulas adalah:

'Haru Mahameru'  

Buku Haru Mahameru


Bala Karsa Haru Mahameru


Judul buku: Haru Mahameru
Penulis: Balakarsa
Ilustrasi Sampul: Fahmi Fauzi
Format: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Penata Letak: Abdul M
Penerbit: Falcon Publishing
ISBN: 978-602-6714-68-8

Alasan saya memilih buku ini, untuk melampiaskan keinginan naik gunung yang sampai sesusia sekarang belum terealisasikan. Kedua, saya ingin merasakan sensasi horor-horor gimana gitu, tanpa harus beneran merasakannya sendiri. 

Bersetting di Jawa Timur, mengisahkan tiga sekawan, Purnomo, Suno, dan Hendro yang melakukan pendakian ke Gunung Semeru, tetapi melewati jalur ilegal. Kebayang saya sih, biasanya orang naik gunung kan sudah ada jalur-jalur biasa yang sudah teruji keamanannya. Nah, tiga sekawan ini ceritanya ditantang untuk menempuh jalur nggak biasa dan terlarang. 

Serunya, cerita ini nggak murni fiksi, tapi diangkat dari kisah nyata karya Balakarsa yang mengisahkan cerita perjalanan Purnomo ke Gunung Semeru bersama kedua teman sekolahnya di tahun 1999.

Membaca tulisan tahun '1999' rasanya seperti mendapatkan tawaran untuk mengendarai mesin waktu ke masa-masa saya masih berseragam putih biru. 

Ketika saya masih harus minta izin untuk kemah di sekolah, Purnomo sudah menantang dirinya untuk bertemu dengan penghuni-penghuni Semeru. Ketemu Buto, Kakek Misterius, dll. Lha saya, ketemu guru Matematika aja keder. 

Membaca buku ini menjanjikan saya sebuah petualangan yang memompa adrenalin, membawa kaki saya menjejak ke dimensi lain di dalam dimensi lain. Lha gimana, wong naik gunung saja sudah dimensi lain buat saya, ini para tokohnya masuk juga ke dimensi lain yang ada di belantara Semeru. 

Angin yang sedari tadi sudah bergemuruh, kali ini entah apa. Tiba-tiba langit sangat cerah, sinar menembus permukaan ranu yang kian mengkilau. Kilauan kuning bagaikan emas, diangkatnya tubuh itu dan dilemparnya ke dalam ranu. 
Saya dibuat penasaran, mereka bakal bisa pulang ke dunia nyata, nggak ya? 

Buku ketiga, adalah buku yang saya pilih karena tahu kalau penulisnya suka jalan-jalan, dan berharap di bukunya, saya bakal dibawa jalan-jalan juga. 

Kekasih Semusim

Novel Kekasih Semusim


Judul buku: Kekasih Semusim
Penulis: Dini Fitria
Penyunting: Jia Effendie
Ilustrasi Sampul: Aqsho Zulhida
Penata Letak: Abdul. M
Halaman: 350
Penerbit: Falcon Publishing
ISBN: 978-602-6714-63-3

Dan saya nggak salah pilih, kok. 

Buat yang kangen jalan-jalan, karena semasa pandemi ini terbatas buat berpergian jauh, buku ini bisa mengobati rasa kangen travelling. 

Ia mengagumi kastel Krumlov yang benar-benar membuat dirinya berada di sebuah dimensi lain. Kota yang benar-benar menghargai kehidupan
leluhurnya dengan kearifan lokal yang berjalan harmoni dengan perubahan zaman. 

Eh tapi ini juga bukan buku travel guide lho, melainkan akan ada jalinan kisah yang mewarnainya. Terinspirasi dari perjalanan yang dilakukan  penulis ke Kota Praha pada 2017, buku ini mengisahkan cerita romansa sekaligus hubungan antara ibu dan anak perempuannya. 

Kanaya, seorang anak yang berusaha menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Reno, sang kekasih, karena tahu kalau ibunya akan bereaksi berlebihan setiap kali mendengar dirinya dekat dengan lelaki. Dan Nina, ibu yang ingin putrinya bahagia dan tidak terlena oleh cinta semusim. 

Sebuah perjalanan yang seolah menyusuri lorong masa yang membuat hubungan Kanaya dan Nina semakin dekat. 

Di tengah musim semi Kota Praha yang beraura magis keduanya dipertemukan dengan guru kehidupan. Para pria yang mengajarkan keduanya makna cinta, dan melangkah mundur untuk kebahagiaan dengan cara yang berbeda. 





2 comments:

  1. Buku Filosofi Endog kayanya sesuai banget buat anak milenial ya, kak. Biar mereka belajar dari chef Arnold. Gimana perjuangannya sampai bisa mencapai di level saat ini

    ReplyDelete
  2. Langsung cup buat Si Juki dan buku Kaesang. Penasaran sama pikiran anak itu. Plus Filosofi endog biar makin dekat sama Chef Arnold.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.