Pola Makan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

Pola Makan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

Kalau menyimak data tentang angka kematian anak di Indonesia akibat infeksi virus Covid-19 yang ternyata tertinggi di Asia Tenggara, rasanya jadi cemas banget. Sejak baca data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut, sebagai orangtua saya langsung mencoba menjaga sistem kekebalan tubuh anak-anak, salah satunya dengan menjaga kesehatan pencernaan dan menyusun pola makan sehat yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh mereka selama masa pandemi. 

Mungkin teman-teman yang sudah menjadi ibu juga akan bertanya-tanya: memang nggak cukup ya menjaga imunitas anak dengan 5M saja, kan mereka di rumah saja? 

Hmmm, iya sih bener, praktek 5M tetap harus dijalankan. Tapi coba deh, cermati lagi, kadang untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, masih agak susah lho, untuk tertib memakai masker dan mencuci tangan. Meskipun mereka juga sekolah dari rumah, tetapi bisa jadi kan anak-anak juga bertemu dengan orang lain yang habis bepergian dari luar dan tinggal serumah dengan anak tersebut. 

Untuk itu, selain 5M, mengajari anak-anak memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, belajar menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas, ketika di rumah juga harus disiapkan menu makanan yang sehat yang dapat menunjang imunitas mereka. 

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Daeng M Faqih dan dr. Muliaman Mansyur, para ahli kesehatan yang menjadi narasumber dalam diskusi kesehatan dari PT. Kalbe Farma yang bertajuk "Peduli Gizi Anak di Masa Pandemi"




Jadi untuk menambah ilmu soal gizi pada anak, saya sengaja mengikuti diskusi kesehatan bersama Morinaga Chil*Go! pada tanggal 25 Maret yang lalu. 

Temanya pas banget, karena saya butuh upgrade pengetahuan tentang bagaimana pola makan yang baik untuk menjaga daya tahan tubun anak, di masa pandemi ini.

Di acara diskusi tersebut, Dr. Daeng yang merupakan ketua PB IDI dan menjadi salah satu narasumbernya, mengingatkan kembali bahwa kematian anak di masa pandemi ini meningkat. Ada 1,7 juta anak meninggal, karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah. 

Penyebab angka kematian anak di masa pandemi. 


Apa penyebabnya? Ternyata karena adanya gangguan gizi dan diare. Keduanya menjadi masalah komorbid pada anak.

Sementara itu, dr. Muliaman mengatakan bahwa sistem pencernaan anak merupakan otak keduanya, dan kuat atau tidaknya daya tahan tubuh bergantung pada kesehatan sistem pencernaan pada anak. 

Disebut sebagai otak kedua, karena sistem pencernaan memiliki usus dengan panjang 7 meter dan ada 70 ribu syaraf di dalamnya. Perkembangan otak juga sangat terkait dengan syaraf-syaraf ini. 

Oleh karena itu, memperhatikan kesehatan sistem pencernaan sangat penting baik untuk pertumbuhan fisik anak, maupun kognisinya. 





Dokter Muliaman dan Dr. Daeng sepakat bahwa salah satu cara agar sistem pencernaan sekaligua daya tahan tubuh anak-anak tetap terjaga adalah dengan memberikan asupan gizi yang benar serta menjaga keseimbangan makro dan mikro nutrien dalam tubuh anak. 

Makronutrien bisa diperoleh dari sumber makanan pokok sehari-hari, yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Zat makronutrien ini memerlukan bantuan dari zat mikronutrien agar nutrisi yang terkandung dalam makanan itu mudah terserap oleh tubuh. Mikronutrien diperoleh tubuh dari adanya asupan vitamin dan mineral.

Selain zat mikronutrien, tubuh juga membutuhkan prebiotik untuk kesehatan pencernaan. Prebiotik sangat dibutuhkan usus untuk menjaga agar bakteri jahat bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan. Selain prebiotik, dibutuhkan juga probiotik untuk makanan bagi prebiotik.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh melalui asupan makanan? 


Sebagai orangtua, kita harus memperhatikan kebutuhan kalori dan nutrisi sesuai dengan usia anak. Yang sering missed itu adalah di jumlah kalori harian. Sebagai ibu, saya jarang banget nih menghitung kalori yang sudah diasup anak, seringnya semua dikira-kira saja. 

Nah, no worry lagi nih, Buibu karena kemarin dr. Muliawan memberi tahu bahwa kebutuhan kalori pada anak itu, minimal 1200 kkal. 

Terus jangan bingung ya Buibu, 1200 kkal ini didapatkan dari asupan apa saja. Karena pada dasarnya jumlah itu dibagi ke dalam beberapa kali makan, yaitu 3 kali makanan utama yang mengandung gizi seimbang, dan dua kali konsumsi makanan ringan atau snacking

Selanjutnya kalau kita mau menyiapkan menu makanan sehat untuk anak-anak, jumlah kalori dan pembagian waktu pemberian di atas bisa menjadi pedoman. 

Pola Makan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi. 


Oke, saya bakal mengulas kembali selama ini pola makan anak-anak di rumah kayak apa. 

Jadi biasanya, pagi-pagi anak-anak saya yang nomer 2 dan 3 mengikuti kebiasaan kami ortunya, yaitu kalau pagi pasti sarapan buah dulu. Tapi biasanya nggak lama setelahnya, anak-anak langsung makan pagi yang ringan, sepet serealia atau nasi dengan lauk-pauk sederhana. 

Pukul sebelas biasanya anak-anak sudah mulai kepengin makan siang, dan selanjutnya baru nanti setelah jam tiga akan makan lagi, serta lanjut saat jam tujuh malam. 

Kalau melihat hal tersebut, bisa jadi pola makan anak-anak saya di rumah belum ideal atau belum sesuai dengan saran dari dokter. 

Setelah ini, saya akan mencoba mengubah pola pemberian makan anak seperti ini : 

1. Pemberian makanan utama, tiga kali sehari. Dengan anjuran, sebagai berikut: 




 
Sarapan (pukul 06.00 - 08.00). 
Makan Siang (pukul 11.00 - 13.00) 
Makan Sore (pukul 16.00 - 18.00) 

Nah sebaiknya memang saya mengganti jadwal makan pukul 7 menjadi lebih sore karena makanan utama sebaiknya tidak dikonsumsi diatas jam 6 sore. Ini agar usus punya waktu pelan-pelan menuju jam tidur. 

Untuk menu makanan utama, jangan sampai melupakan kebutuhan makronutrien, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Komposisi yang dianjurkan oleh dokter atau ahli gizi seusai AKG (angka kebutuhan gizi) yang sudah diatur oleh Kemenkes. 

Jumlahnya berapa? Ternyata kita bisa memakai patokan kepalan tangan anak-anak untuk melihat apakah sudah cukup apa belum. 


2. Pemberian Snack, dilakukan dua kali sehari. Dengan waktu sebagai berikut : 




Camilan pagi (pukul 10.00) 
Camilan sore (pukul 15.00) 

Nah, untuk camilan ini tentunya juga harus yang sehat ya Buibu. Usahakan yang memiliki kandungan mikronutrien, misalnya buah-buahan yang banyak kandungan vitaminnya, atau bisa juga minuman yang kaya akan mineral, misalnya susu. 

3. Variasikan menu makanan sehari-hari. 

Idealnya setiap hari anak-anak harus mendapatkan cukup asupan makronutrien dan mikronutrien. Selain karena anak-anak harus dikenalkan dengan berbagai jenis makanan, agar mereka juga mendapatkan asupan gizi dan nutrisi dari berbagai jenis makanan. 

 4. Minum air putih sesuai kebutuhan. 




Nah, selain makanan utama dan camilan, perlu diperhatikan juga nih, kebutuhan air pada anak. Jangan sampai anak-anak kurang asupan cairan. Selain air putih, anak juga bisa konsumsi jus buah-buahan, sup, atau susu agar kebutuhan cairannya terpenuhi. 

Kalau saya, biasanya juga memberikan susu untuk anak ketiga, karena di antara camilan itu, ia sering banget masih ingin konsumsi air putih. Tetapi karena pada saat konsultasi ke dokter, untuk anak usia di atas satu tahun, jangan terlalu banyak konsumsi air putihnya. Ini belum saya gali lebih lanjut sih, tapi dokter menyarankan agar anak saya juga mengonsumsi susu. 

Pas banget ketika mengikuti webinar tersebut juga diperkenalkan varian baru dari Morinaga Chil*Go! Kebetulan, saya sudah cukup familiar dengan produknya Morinaga


Nah Morinaga Chil*Go ini punya varian baru, yaitu rasa original yang kandungan nutrisinya lebih lengkap dan sesuai untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anak. 




Seperti yang disampaikan oleh Bussines Unit Head Morinaga Chil*Go!, Bapak Gregorius Daru S. Morinaga Chil*Go! terbaru memiliki kandungan "Serat Pangan Inulin" di mana kandungan tersebut dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, sehingga pertahanan tubuh menjadi lebih kuat terhadap infeksi bakteri dan virus. 

Inulin adalah bagian dari karbohidrat yang tidak dapat diserap oleh tubuh manusia, namun inulin menjadi makanan bagi bakteri baik untuk usus kita. Fungsi inulin juga sebagai serat yang membantu penyerapan kalsium laktosa dan bertugas untuk mengikat lemak jahat yang kemudian dibuang bersama feces. Serat pangan inulin ini yang membantu anak-anak terhindar dari sembelit dan menjaga saluran pencernaan anak

Morinaga Chil*Go! juga memiliki kelengkapan gizi, yaitu terdapat 9 Vitamin dan 5 Mineral yang dibuat dengan teknologi lactosterilisasi. Penggunaan teknologi tersebut untuk memastikan tidak ada lagi bakteri jahat yang terdapat pada Morinaga Chil*Go! 




Morinaga Chil*Go! merupakan susu cair anak steril dan memiliki kadar gula yang sudah diturunkan sebanyak 30% dari produk sebelumnya. Bagaimana dengan varian rasa lainnya? Sama juga, ternyata kadar gulanya juga sudah diturunkan jadi aman kalau mau mengonsumsi Morinaga Chil*Go! dengan varian rasa cokelat, strawberry, melon, vanila. 

Dalam memberikan nutrisi harian serta nutrisi tambahan untuk anak, perlu diperhatikan juga kandungan gulanya sehingga tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan jika anak-anak kelebihan asupan gula, akan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, permasalahan pada gigi, obesitas, dan berbagai penyakit di masa depan.
Berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) tahun 2015, asupan harian gula tambahan untuk anak usia di bawah 12 tahun maksimal 200 kkal, yang setara dengan 50 gram gula atau 6 sendok makan/hari,” papar dr. Muliaman.

Mendengar hal tersebut, saya merasa tenang ketika memberika  produk dari Morinaga, karena Morinaga Chil*Go! sendiri juga sudah melalui uji kualitas PT Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang. 


Nah meskipun dia susu kemasan botol, tapi karena Morinaga Chil*Go! sudah mengikuti program Cerdik (Cerdas Berplastik) sehingga kemasannya dapat di daur ulang, saya jadi merasa tenang karena produk kemasan ini tetap ramah lingkungan. 

Nah Buibu, untuk resep menu makanannya, saya akan bahas di bagian kedua ya. Nanti saya akan berbagi bagaimana sih, mengkreasikan konsumsi makanan utama, camilan, sampai minuman yang enak dan juga sehat. 

1 comment:

  1. Hiks, miris banget yaaa kalo kematian anak2 karena diare dan kurang asupan gizi,semoga adanya Morinaga Chil Go bisa menjadi solusi untuk membantu mengoptimalkn tumbuh kembang anak.

    Semoga juga program Cerdik banyak yang tertarik,

    ReplyDelete

Powered by Blogger.